Sunday, January 3, 2016

Ragam Peluru Kendali Canggih Milik Militer Indonesia

·         Rudal Starstreak  buatan Inggris untuk Arhanud TNI AD
·         Rudal Mistral buatan Perancis untuk Arhanud TNI AD
·         Rudal NLAW anti Tank buatan Swedia untuk Yonif TNI AD
·         Rudal Javelin anti Tank buatan AS untuk Yonif TNI AD
·         Rudal Ataka buatan Rusia untuk Helikopter serbu Mi35 Penerbad
·         Rudal Hellfire II buatan AS untuk Helikopter serang Apache Penerbad
·         Rudal Grom buatan Polandia untuk Arhanud TNI AD
·         Rudal TD2000B buatan Cina untuk Arhanud TNI AD
·         Rudal Astross II Mk6 buatan Brazil untuk Armed TNI AD
·         Rudal Oerlikon Skyshield buatan Swiss untuk Paskhas TNI AU
·         Rudal QW3 buatan Cina untuk Paskhas TNI AU
·         Rudal C705 penghancur kapal buatan Cina untuk TNI AL
·         Rudal C802 penghancur kapal buatan Cina untuk TNI AL
·         Rudal Exocet penghancur kapal buatan Perancis untuk TNI AL
·         Rudal Yakhont penghancur kapal buatan Rusia untuk TNI AL
·         Rudal Vympel R77 buatan Rusia untuk Sukhoi TNI AU
·         Rudal KH29, KH31, KH59 buatan Rusia untuk Sukhoi TNI AU
·         Rudal AIM9 Sidewinder series buatan AS untuk F16, F5E dan Hawk TNI AU
·         Rudal AIM120 AMRAAM buatan AS untuk F16 TNI AU

·         Rudal AGM Maverick buatan AS untuk Hawk, F5E, F16 TNI AU

Rudal Hellfire II dan Apache yang dipesan Indonesia
****
Jagarin Pane/ 02 Jan 2016

Tuesday, December 22, 2015

Gerak Cepat Two In One Memperkuat Posisi

Seminggu terakhir menjelang akhir tahun 2015 terdapat sebuah ketidakbiasaan dalam metode kunjungan diplomasi Menteri Indonesia ke luar negeri.  Kali ini sebuah terobosan bersejarah dilakukan dalam model kunjungan kombinasi two in one dengan Menlu dan Menhan berkunjung sekaligus ke dua negara strategis di kawasan Asia Pasifik, Jepang dan Australia.  Ada apa gerangan.

Pertemuan sehari penuh di Jepang dilakukan tanggal 17 Desember 2015 di sebuah hotel megah di Akasaka Tokyo, tetapi tentu saja tertutup alias rahasia dengan formula two plus two. Indonesia dengan Menlu Retno Marsudi dan Menhan Ryamizard Ryacudu berdiskusi dengan Menlu Jepang Fumio Kishida dan Menhan Gen Nakatami bahas berbagai hal utamanya dinamika kawasan yang sudah terusik dengan gaya militer Cina. Karena bersifat tertutup tentu ada poin strategis yang tidak ingin jadi konsumsi publik meski intelijen sudah siapkan “alat bantu dengar” untuk nguping pembicaraan itu.

Langkah kebijakan luar negeri Indonesia berbasis kebijakan pertahanan merupakan permainan cantik yang ingin diperlihatkan utamanya pada pihak yang sedang membuat Laut Cina Selatan (LCS) demam berkepanjangan. Jepang tentu menyambut hangat kunjungan 2 in 1 ini karena juga akan membuat negeri itu punya “teman yang sepaham” utamanya dalam mengantisipasi konflik LCS.  Jepang juga bersedia memenuhi kebutuhan alutsista Indonesia seperti pesawat amfibi ShinMaywa US-2 dan alutsista berteknologi tinggi lainnya.  Ini bisa dilakukan karena UU Keamanan Nasional Jepang telah direvisi sehingga dimungkinkan dapat melakukan penjualan alutsista dan transfer teknologinya.

Pertemuan bernilai strategis dengan Australia
Kunjungan dengan formula yang sama juga dilakukan dengan Australia.  Kedua Menteri Indonesia itu bertemu dengan koleganya Menlu Julie Bishop dan Menhan Marisse Payne di gedung Parlemen Persemakmuran Sydney tanggal 21 Desember 2015.  Pertemuan juga dilakukan secara tertutup, seharian penuh kemudian dilakukan konferensi pers.  Cuma bedanya dalam pertemuan 2 plus 2 ini kalau di Jepang berwarna 3 and 1 maka di Australia warnanya berubah jadi 1 and 3.  Di Tokyo Menlu Retno paling cantik sendiri sedang di Sydney Menhan Ryamizard paling ganteng sendiri.

Kunjungan diplomatik cerdas ke dua negara sahabat itu sejatinya ingin memperlihatkan kualitas diplomasi Indonesia yang selalu ingin memandang horizon diplomatik sebagai kekuatan cerdas dalam menyikapi segala persoalan dalam hubungan antar negara. Horizon di depan itu adalah pilihan-pilihan diplomatik yang harus diambil manakala timbul perselisihan.  Horizon di depan itu adalah saling ketergantungan antar negara secara mutlak.  Oleh sebab itu kekakuan dalam pola diplomatik yang dibangunkembangkan dengan menomorsatukan kekuatan militer justru akan menjadi contoh arogansi kekuatan otot militer berbanding terbalik dengan kecerdasan diplomatik yang hanya setingkat pentium dua.

Inisiatif Indonesia dengan membangun embrio kerjasama pertahanan dengan Jepang dan Australia karena melihat ada kekakuan cara gaul dalam konflik LCS.  Meski Indonesia tidak terlibat konflik klaim tetapi sebagai negara yang memiliki geografi strategis tidak bisa tinggal diam karena kita tidak ingin ada konflik dengan letusan senjata.  Kalau ini terjadi maka buyarlah tatanan kerukunan, kemajuan ekonomi dan kedamaian lingkungan yang sudah dibangun puluhan tahun.  Tidak ada konflik yang tidak bisa diselesaikan di meja perundingan kalau saja pihak-pihak yang berselisih mampu mengedepankan semangat kecerdasan intelektual dalam diplomasi.

Australia dan Jepang adalah mitra strategis Indonesia.  Dalam kunjungan Menlu dan Menhan ke sana tidak terlihat sedikitpun ketidaksetaraan itu. Jepang memandang RI sebagai mitra setara, demikian juga dengan Australia.  Ketiga negara sama pandang dan sebangun kata bahwa kerjasama diplomatik dengan baju pertahanan perlu diperkuat untuk melawan hawa nafsu pihak yang merasa paling berhak dalam konflik klaim teritori.
Tahun-tahun mendatang ini akan banyak kegiatan latihan militer yang dilakukan Indonesia dengan Jepang dan Australia, demikian juga kerjasama intelijen sebagai satu komponen penting dalam mengantisipasi segala hal, dan juga kerjasama anti teror.  Lebih dari itu kesediaan Jepang dan Australia untuk ikut “mengawal” LCS merupakan payung penting untuk menguatkan semangat negara ASEAN yang berkonflik di LCS.

Tentara Indonesia, selalu siap tempur sepanjang waktu
Pesan yang ingin disampaikan adalah jika pihak sana memang menginginkan konflik dengan memamerkan otot militer, pihak sini juga punya kekuatan dengan mengumpulkan otot-otot militer tadi menjadi sebuah kekuatan kombinasi yang punya kekuatan pukul dahsyat. Tetapi lebih elok kiranya jika segala bentuk permusuhan tadi dimusyawarahkan dengan semangat saling ketergantungan dan kerjasama. Dunia masa depan adalah adanya saling ketergantungan antar negara.

Diplomasi Indonesia yang dipertunjukkan sepanjang minggu ini adalah juga dalam rangka memperkuat pertahanan teritori Indonesia. Itulah sebabnya kerjasama pertahanan dan pemenuhan kebutuhan alutsista kita dengan Jepang, Korsel dan Australia  menjadi sebuah mata rantai yang tak boleh putus. Kita sedang membenahi mata rantai komando, teknologi komunikasi anti jaming dan anti sadap, pembangunan pangkalan militer, pengembangan kekuatan armada tempur, penambahan skuadron tempur dan radar militer. Ini tentu memerlukan waktu bangun dan kembang. 

Kita perkuat ekonomi dan militer kita. Seirama dengan itu memperkuat kerjasama diplomatik dan pertahanan adalah rumusan cerdas yang memang dibutuhkan untuk menjaga nilai-nilai harmoni dan saling menghormati. Kita sedang bangun semua itu, pertumbuhan ekonomi, peningkatan kekuatan militer dan cerdas, ceria dan penuh senyum dalam berdiplomasi. Retno dan Ryamizard telah menjalaninya dengan penuh percaya diri.
****

Jagarin Pane / 21 Desember 2015

Saturday, December 12, 2015

Prediksi Tambahan Kekuatan Alutsista Pengawal Republik 2016-2017

TNI AL :

  2   Kapal selam selain Changbogo Class
  2   Kapal fregat
  2   Kapal OPV
  3   Kapal angkut tank
  3   Kapal cepat rudal 60 m
  1   Kapal latih layar
12   Ranpur KAAV Marinir
27   Tank amphibi BMP-3 F Marinir
  1   Pesawat patroli maritim CN 235 MPA
  1   Helikopter angkut personil
11   Helikopter anti kapal selam
       Upgrade lanjutan korvet Fatahillah Class
       Upgrade lanjutan korvet Parchim Class


TNI AU :

   12  Jet tempur Sukhoi SU35 lengkap dengan persenjataannya
    6   Helikopter combat Cougar
    4   Radar militer utk Kalbar, NTT, Morotai dan Merauke
    7   Pesawat angkut CN 295
    6   Batteray Oerlikon Skyshield
160   Ranpur taktis Paskhas
         Upgrade 16 jet tempur Golden Eagle (radar dan persenjataan)
         Upgrade 4 jet tempur Sukhoi SU27
****
Jagarin Pane / 12 Des 2015 / Dari berbagai sumber

Wednesday, December 2, 2015

Up Date Kapal Perang Indonesia Terkini

UP DATE TERBARU ARMADA KAPAL PERANG INDONESIA (2015)

FREGAT

BUNG TOMO CLASS
·         KRI BUNG TOMO 357
·         KRI JOHN LIE 358
·         KRI USMAN HARUN 359

AHMAD YANI CLASS
·         KRI AHMAD YANI 351
·         KRI SLAMET RIYADI 352
·         KRI YOS SUDARSO 353
·         KRI OSWALD SIAHAAN 354
·         KRI ABDUL HALIM PERDANA KUSUMA 355
·         KRI KAREL SATSUIT TUBUN 356

KI HAJAR DEWANTARA CLASS
·         KRI KI HAJAR DEWANTARA 364

KORVET

FATAHILLAH CLASS
·         KRI FATAHILLAH 361
·         KRI MALAHAYATI 362
·         KRI NALA 363

DIPONEGORO CLASS
·         KRI DIPONEGORO 365
·         KRI HASANUDDIN 366
·         KRI SULTAN ISKANDAR MUDA 367
·         KRI FRANS KAISIEPO 368

PARCHIM CLASS
·         KRI KAPITAN PATIMURA 371
·         KRI CUT NYAK DIN 375
·         KRI SULTAN TAHA SYAIFUDDIN 376
·         KRI MEMET SASTRAWIRIA 380 (Tenggelam di perairan Bengkulu)
·         KRI HASAN BASRI 382
·         KRI IMAM BONJOL 383
·         KRI PATI UNUS 384
·         KRI TEUKU UMAR 385
·         KRI SILAS PAPARE 386
·         KRI UNTUNG SUROPATI 872
·         KRI SULTAN NUKU 873
·         KRI LAMBUNG MANGKURAT 874
·         KRI SUTANTO 877
·         KRI SUTEDI SENOPUTRA 878
·         KRI WIRATNO 879

KAPAL SELAM

CAKRA CLASS
·         KRI CAKRA 401
·         KRI NANGGALA 402

KAPAL CEPAT RUDAL (KCR)

MANDAU CLASS Berpeluru Kendali
·         KRI MANDAU 621
·         KRI RENCONG 622
·         KRI BADIK 623
·         KRI KERIS 624

CLURIT CLASS 40M Berpeluru Kendali
·         KRI CLURIT 641
·         KRI KUJANG 642 
·         KRI BELADAU 643
·         KRI ALAMANG 644
·         KRI SURIK 645
·         KRI SIWAR 646
·         KRI PARANG 647
·         KRI TERAPANG 648

SAMPARI CLASS 60M Berpeluru Kendali

·         KRI SAMPARI 628
·         KRI TOMBAK 629
·         KRI HALASAN 630

PANDRONG CLASS Berpeluru Kendali
·         KRI PANDRONG 801
·         KRI SURA 802

TODAK CLASS Berpeluru Kendali
·         KRI TODAK  803
·         KRI HIU 804
·         KRI LAYANG 805
·         KRI LEMADANG 806

ANDAU CLASS Torpedo
·         KRI ANDAU 650
·         KRI SINGA 651
·         KRI TONGKAK 652
·         KRI AJAK 653

KAPAL PATROLI CEPAT

BRUNAI CLASS
·         KRI SALAWAKU 842
·         KRI BADAU 843

PARI CLASS
·         KRI PARI 849
·         KRI SEMBILANG 850
·         KRI SIDAT 851

KAKAP CLASS
·         KRI KAKAP 811
·         KRI KERAPU 812
·         KRI TONGKOL 813
·         KRI BARAKUDA 633

BOA CLASS
·         KRI BOA 807  (dialihtugaskan menjadi KAL untuk Lantamal Belawan)
·         KRI WELANG 808 
·         KRI SULUH PARI 809
·         KRI KATON 810
·         KRI SANCA 811 (dialihtugaskan menjadi KAL untuk Lantamal Jakarta)
·         KRI WARAKAS 816
·         KRI PANANA 817
·         KRI KALAKAS 818
·         KRI TEDONG NAGA 819

COBRA CLASS
·         KRI CUCUT 866
·         KRI COBRA 867 (dialihtugaskan menjadi KAL untuk Lantamal Jakarta)
·         KRI ANAKONDA 868
·         KRI PATOLA 869
·         KRI TALIWANGSA 870
·         KRI KALAGIAN 871

KRAIT CLASS
·         KRI KELABANG 826
·         KRI KRAIT 827
·         KRI TARIHU 828 (dialihtugaskan menjadi KAL untuk Lantamal Belawan)
·         KRI ALKURA 830

SIBARAU CLASS
·         KRI SIBARAU 847
·         KRI SILIMAN 848
·         KRI SAMADAR 851
·         KRI SAWANGI 854
·         KRI SADARIN 855
·         KRI SALMANITTI 856
·         KRI SIGALU 857
·         KRI SILEA 858
·         KRI SIRIBUA 859
·         KRI WAIGEO 861
·         KRI SIADA 862
·         KRI SIKUDA 863
·         KRI SIGUROT 864

VIPER CLASS
·         KRI VIPER 820  (dialihtugaskan menjadi KAL untuk Lantamal Belawan)
·         KRI PITON 821
·         KRI WELING 822
·         KRI MATACORA 823 (Tenggelam di perairan Belawan)
·         KRI TEDUNG SELAR 824
·         KRI BOIGA 825

LPD (LANDING PLATFORM DOCK)

MAKASSAR CLASS
·         KRI MAKASSAR 590
·         KRI SURABAYA 591
·         KRI BANJARMASIN 592
·         KRI BANDA ACEH 593

LST (LANDING SHIP TANK)

FROSCH CLASS
·         KRI TELUK GILIMANUK 531
·         KRI TELUK CELUKAN BAWANG 532
·         KRI TELUK CENDERAWASIH 533
·         KRI  TELUK BERAU 534 (ditenggelamkan dalam Latihan Armada Jaya 2012)
·         KRI TELUK PELENG 535
·         KRI TELUK SIBOLGA 536
·         KRI TELUK MANADO 537
·         KRI TELUK HADING 538
·         KRI TELUK PARIGI 539
·         KRI TELUK LAMPUNG 540
·         KRI TELUK JAKARTA 541
·         KRI TELUK SANGKULIRANG 542
·         KRI TELUK CIREBON 543
·         KRI TELUK SABANG 544

TELUK LANGSA CLASS
·         KRI TELUK LANGSA 501
·         KRI TELUK BAYUR 502 (Ditenggelamkan dgn penembakan Yakhont 2011)
·         KRI TELUK AMBOINA 503
·         KRI TELUK KAU 504
·         KRI TELUK TOMINI 508
·         KRI TELUK RATAI 509
·         KRI TELUK SALEH 510
·         KRI TELUK BONE 511

TACOMA CLASS
·         KRI TELUK SEMANGKA 512 (Ditenggelamkan dalam latgab 2013)
·         KRI TELUK PENYU 513
·         KRI TELUK MANDAR 514
·         KRI TELUK SAMPIT 515
·         KRI TELUK BANTEN 516
·         KRI TELUK ENDE 517

BINTUNI CLASS
·         KRI TELUK BINTUNI 520

KAPAL ANGKUT PASUKAN

TANJUNG CLASS
·         KRI TANJUNG KAMBANI 971
·         KRI TANJUNG OISINA 972
·         KRI TANJUNG NUSANIVE 973
·         KRI TANJUNG FATAGAR 974 (Pensiun Oktober 2014)

KARANG CLASS
·         KRI KARANG PILANG 981
·         KRI KARANG TEKOK 982
·         KRI KARANG BANTENG 983 (Ditenggelamkan dalam Latgab 2014)
·         KRI KARANG UNARANG 984 (Dihibahkan ke Pemda Sangihe 2010)

KAPAL PENYAPU RANJAU

CONDOR CLASS
·         KRI PULAU ROTE 721
·         KRI PULAU RAAS 722
·         KRI PULANG ROMANG 723
·         KRI PULAU RIMAU 724
·         KRI PULAU RUSA 726
·         KRI PULAU RANGSANG 727
·         KRI PULAU RAIBU 728
·         KRI PULAU REMPANG 729

PROJECT 244 CLASS
·         KRI PULAU RANI 701

PULAU RENGAT CLASS
·         KRI PULAU RENGAT  711
·         KRI PULAU RUPAT 712

KAPAL KOMANDO
·         KRI MULTATULI 561

KAPAL LATIH LAYAR
·         KRI DEWARUCI
·         KRI ARUNG SAMUDERA

KAPAL TANKER
·         KRI BALIKPAPAN 901
·         KRI SAMBU 902
·         KRI ARUN 903
·         KRI DUMAI 904
·         KRI TARAKAN 905
·         KRI SUNGAI GERONG 906
·         KRI SORONG 911

KAPAL TUNDA
·         KRI RAKATA 922
·         KRI SOPUTAN 923
·         KRI LEUSER 924
·         TD GALUNGGUNG (Tdk KRI,tdk dipasang senjata)
·         TD ANJASMORO (Tdk KRI,tdk dipasang senjata)

KAPAL SURVEY OCEANOGRAPHY
·         KRI DEWA KEMBAR 932
·         KRI RIGEL 933
·         KRI SPICA  934

KAPAL PENDUKUNG
·         KRI NUSA TELU 952
·         KRI TELUK MENTAWAI 959
·         KRI KARIMATA 960
·         KRI WAGIO 961

KAPAL RUMAH SAKIT
·         KRI DR. SOEHARSO 990

 CATATAN :
Dalam proses pembuatan :
·         2 Kapal PKR 10514
·         3 Kapal selam Changbogo Class
·         3 Kapal LST dari kelas Bintuni
·         1 Kapal latih layar pengganti Dewaruci
·         3 Kapal Cepat Rudal 60 m
·         11 Helikopter anti kapal selam

Dalam proses negosiasi :
  • 4 Kapal PKR 10514 kerjasama produksi PAL_Belanda
  • 4 Kapal selam selain Changbogo
  • 2 Kapal Destroyer
****

Jagarin Pane / 2 Des 2015
(Dari berbagai sumber)