Tuesday, September 16, 2014

Berani Masuk Digebuk

Doktrin "masuk dulu baru digebuk" sdh mulai ditinggalkan TNI, buktinya di Nunukan Kalimantan Utara sedang diinstall satuan radar mobile untuk sebuah doktrin baru "berani masuk digebuk". Satuan radar TNI AU ini dilengkapi dengan pasukan artileri pertahanan udara dan peluru kendali darat ke udara. Jadi tak perlu pakai jet tempur, langsung peluru kendali yang bicara kalau berani macam-macam.

 ***Jagvane 16092014

Wednesday, September 10, 2014

Karya Monumental Itu



Presiden SBY telah menghasilkan karya besar dan monumental untuk memodernisasi TNI selama lima tahun terakhir ini, hasilnya adalah sbb :

Penambahan Alutsista TNI AU
16 jet tempur Sukhoi SU27/SU30 lengkap dengan persenjataannya
24 jet tempur F16 Blok 52 ID lengkap dengan persenjataannya
16 jet tempur T50 Golden Eagle
16 pesawat Coin Super Tucano
24 pesawat latih Grob
12 pesawat latih KT1 Wongbee
  9 Pesawat angkut berat Hercules
16 Pesawat angkut sedang CN295
  6 Radar militer
  6 Helikopter tempur Cougar EC725
  3 Helikopter AS332 Super Puma
  8 Batteray anti serangan udara Oerlikon Skyshield
  6 UAV Heron
  2 pesawat CN235 MPA
 
Penambahan Alutsista TNI AL
54 Tank Amfibi BMP3F
12 Artileri MLRS RM Grad
 5 Panser Amfibi BTR-4
 3 Kapal Light Fregat Bung Tomo Class
 2 Kapal Perusak Kawal Rudal PKR 10514 Damen Schelde
 8 Kapal Cepat Rudal 40 m
 3 Kapal Cepat Rudal 60 m
 3 Kapal Selam Changbogo
 6 Kapal Patroli Cepat
 3 Kapal Pendarat Tank
 2 Kapal Logistik Tempur (BCM)
 2 Kapal Oceanografi
 1 Kapal Latih Layar
11 Helikopter anti kapal selam
  4 Pesawat latih Bonanza
  2 Pesawat CN235 Patmar
    Penambahan kekuatan 1 batalyon Marinir di Batam
    Penambahan kekuatan 1 divisi Marinir di Papua

Penambahan Alutsista TNI AD
110 Main Battle Tank Leopard
  60 Tank Marder
  38 Artileri MLRS Astross II Mk6
  37 Artileri Caesar Nexter
  55 Meriam Artileri 105 mm KH178
  18 Meriam Artileri 155 mm KH179
300 Panser Anoa berbagai versi
  22 Panser Tarantulla
  24 Helikopter tempur Bell 412 Ep
    8 Helikopter serbu Mi35
  12 Helikopter angkut Mi17
  12 Helikopter tempur AS550 Fennec
    8 Helikopter serang Apache AH 64E
600 Peluru kendali anti tank ATGM Nlaw
180 Peluru kendali anti tank ATGM Javelin
136 Peluru kendali Mistral
112 Peluru kendali Starstreak
  60 Arhanud dan Rudal TD2000B
  60 Arhanud dan Rudal Grom

Perkuatan Pangkalan Militer
Pangkalan TNI AU Tarakan
Pangkalan TNI AU Natuna
Pangkalan TNI AU Pekanbaru
Pangkalan TNI AU Pontianak
Pangkalan TNI AU Biak
3 Lanud perintis di perbatasan Kalimantan utk Hercules

Pangkalan TNI AL Palu
Pangkalan TNI AL Tarakan
Pangkalan TNI AL Sorong
Pangkalan TNI AL Merauke
Pangkalan TNI AL Kupang
Pangkalan TNI AL Natuna

Pembentukan Skuadron Helikopter Waytuba Lampung
Pembentukan Skuadron Helikopter Tanjungredeb
Pembentukan Skuadron Helikopter Natuna
Pembentukan Skuadron F16 Pekanbaru
Pembentukan Skuadron Hercules Makassar
Pembentukan 6 batalyon infanteri mekanis
Pembentukan 12 batalyon raiders
Penambahan 5 batalyon TNI AD di Kalimantan
Penambahan 3 batalyon TNI AD di Papua
Penambahan 1 batalyon TNI AD di Natuna
****
Jagvane / 10 Sep 2014 / Dari berbagai sumber

Wednesday, September 3, 2014

Antara Birahi Hegemoni dan Libido Keangkuhan



Mengapa Vladimir Putin begitu marah merah darah dan melakukan ekspansi “sukarelawan beralutsista” ke Ukraina, tak lain karena kehausan hegemoni Barat yang hendak mengucilkan Rusia dari sekutu emosionalnya dalam bingkai Uni Sovyet dulu. Sudah banyak negara pecahan Uni Sovyet dan sekutunya yang tergabung dalam Pakta Warsawa ditarik Barat untuk bergabung atau setidaknya tidak berkawan secara militer dengan Rusia.  Ukraina ini adalah  klimaks birahi hegemoni Barat yang dilawan secara marah merah darah oleh Rusia. Marah maksimal ini karena tidak tertutup kemungkinan senjata berhulu ledak nuklir menjadi pamungkas segala cerita kesombongan hegemoni dan keterkucilan itu.

Sebelumnya Barat juga mau mengobrak abrik Suriah dengan lagu fitnahnya, biasalah konteks perang informasi memang diperlukan saat ini untuk penggiringan opini publik.  Dibilang rezim barbar, punya senjata kimia, terlalu lama berkuasa dst dst, dilempar ke kantor berita dunia.  Bashar Al Assad tidak goyah. Lalu Barat beralih ke model proxy war dengan membentuk laskar gabungan internasional yang kemudian dikenal bernama ISIS untuk gempur Assad. Kucuran dana dari beberapa negara termasuk Arab Saudi mengalir bersama aliran alutsista gurun pasir untuk menggempur Damaskus. 
Latgab TNI AD dan US Army melibatkan Apache di Mi35
Sementara itu rombongan kapal perang AS termasuk kapal induknya dibantu oleh sepupunya Inggris bermanuver di pantai Suriah untuk menakut-nakuti.  Putin merasa sahabatnya itu ingin dihabisi seperti model gempuran ke Khadafy sebelumnya. Tanpa banyak koar, dia luncurkan armada kapal perang dan kapal selam nuklir ke laut Tengah termasuk penasihat militer ke Suriah. Saling gertak terjadi dan gertak yang mendirikan bulu roma dilakukan Putin : Jika ente menghabisi Assad maka kami akan memulai perang besar berwajah nuklir di Timur Tengah.

Obama mengambil sikap mengalah, takut juga kayaknya, lalu seperti biasa agar tidak kehilangan muka dibilanglah agar persyaratan pemusnahan senjata kimia disegerakan dengan melibatkan PBB.  Biarin aja yang penting salah satu krisis terbesar sejak insiden Teluk Babi di Kuba berhasil diredakan. Putin tampil sebagai Man of The Year tentu versi warga dunia yang benci Barat.  Dampaknya puluhan ribu laskar di timur Suriah yang sudah berada pada puncak birahi menghancurkan, tiba-tiba libidonya dipadamkan begitu saja.  Tentu tak terima, lalu terjadilah senjata berbalik arah, menghancurkan apa yang ada di sekitarnya, kepalang tanggung: ayo dirikan khilafah dan daulah.

Giliran di Asia Pasifik, gelora Cina yang dipastikan akan menjadi kekuatan ekonomi nomor wahid di dunia setelah tahun 2018 sedang giat-giatnya membangun kekuatan militer dengan doktrin serbu dan kuasai.  Berbagai klaim teritori di Astim dan Asteng mulai dibarakan, diapikan, didemamkan.  AS pun kelabakan lalu menggandeng “bule Asia” Australia untuk siap tampung dan siap bantu.  Maka mengalirlah Marinir AS ke Darwin termasuk mengisi alat pandang dengar dan alat pukul di Cocos dan Christmas.  Jepang pun disuruh perkuat angkatan bela dirinya.  Negara-negara ASEAN didekati dengan intensif termasuk musuh yang pernah mempermalukannya, Vietnam.
Klaim Teritori LCS
Negara-negara di Asia Tenggara diajaknya untuk memperkuat militernya dan sekaligus melakukan latihan gabungan.  AS seperti sedang mencari pijakan untuk mencari kawan lebih banyak.  Soalnya negara ini dalam setiap “peristiwa militer dunia” selalu pakai model keroyokan seperti di Irak seri satu dan seri dua.  Bisa kita lihat hari-hari terakhir ini.  Dengan Malaysia baru-baru ini dilakukan latihan bersama melibatkan jet siluman F22 Raptor AS bersama Mig 29, Sukhoi, F18 Malaysia. Marinir AS juga melakukan latgab serbu pantai di Sabah melibatkan beberapa kapal perang kedua negara. 

Kemudian saat ini di Indonesia sedang berlangsung latihan bersama antara TNI AD (Penerbad) dengan US Army melibatkan jenis helikopter paling canggih di dunia, Apache. Berikutnya di Jepang akan dilakukan latihan gabungan berskala besar dengan AS. Dengan Filipina sudah ditempatkan penasehat militer AS termasuk penggunaan Clark dan Subis untuk jalur hilir mudik armada laut AS.

Strategi bulan sabit diterapkan AS untuk mengurung Cina, mulai dari Malaysia, Indonesia, Filipina, Taiwan, Jepang dan Korsel.  Meski Indonesia tidak terlibat dalam konflik di Laut Cina Selatan namun posisi geografi Indonesia termasuk jalur ALKInya tentu akan berimbas dalam “mekanisme” pertempuran terbuka  jika terjadi. Lagak gaya AS bersama Australia yang selalu mengedepankan kesombongan militer sesungguhnya menimbulkan antipati di kamar hati seluruh umat manusia yang menempatkan nurani sebagai wajah diri.

Itulah sebabnya, sesuai hukum Allah, Sunatullah, segala sesuatu diciptakan secara berpasangan.  Ada siang ada malam, ada pria ada wanita, ada hak ada kewajiban, ada barat ada timur.  Maka menjaga keseimbangan itu sangat diperlukan sebelum semuanya menjadi berat sebelah.  Kondisi dunia saat ini memang sedang berat sebelah, semuanya di hegemoni oleh Barat.  Sikap sangar Rusia tentu dalam rangka menghardik ketidakseimbangan itu, demikian juga Cina yang mulai menampakkan api naganya dan memanaskan suhu di sekitarnya. 

Sama juga dengan peristiwa politik di Indonesia.  Berbagai manuver dilakukan untuk menggoyahkan lawan dan memperkuat barisan.  Pemenang Pilpres ingin menambah pasukan koalisinya dengan strategi devide et impera.  Sementara koalisi merah putih merapatkan barisan dengan komando SBY untuk menjadi kekuatan penyeimbang.  Memang harus ada keseimbangan untuk melawan hegemoni. Sebab kalau itu tidak dilakukan maka jalan demokrasi akan berubah menjadi demo jual asset, demo beli drone, demo umbar omongan di media, demo berlagak miskin, demo menjadi makelar. Sekali lagi perlu kekuatan penyeimbang dalam ruang demokrasi sembari berdoa : Ihdinassirotol mustakim.

****
Jagarin Pane / 03 September 2014

Sunday, August 31, 2014

Percepatan Gelar Kekuatan di 2 Hotspot

Hotspot Natuna

  1. Pembentukan Batalyon Infantri 135 Natuna
  2. BKO 1 Batalyon Marinir
  3. Perkuatan Pangkalan TNI AL Natuna
  4. Gelar 6 kapal perang jenis KCR dan Korvet serta 4 KAL secara permanen
  5. Patroli inap 4 Hawk dan F16 Pekanbaru secara bergantian
  6. Penempatan peluru kendali anti serangan udara di Ranai
  7. Penempatan 4 Heli Apache
  8. Penempatan 2 UAV
  9. Memakai pola Kogabwilhan

Hotspot  Nunukan Ambalat

  1. Pembentukan Brigade Infantri Nunukan
  2. Perkuatan Yon 613 Raja Alam, Yon 614 Raja Pandita serta Yon Kostrad BKO
  3. Perkuatan persenjataan ATGM Yon Brigif Nunukan
  4. Tambahan kekuatan persenjataan Yon Armed (3 batteray Astross II Mk6)
  5. Gelar 5 kapal perang jenis Korvet dan Fregat secara permanen
  6. Perkuatan intelijen militer
  7. Penempatan 2 UAV
  8. Patroli inap 4 Hawk Pontianak secara bergantian
  9. Memakai pola Kogabwilhan
***
Jagvane/ 30082014

Wednesday, August 27, 2014

Menuju Pesta Penghormatan Spektakuler



Sebuah acara besar–besaran sedang dipersiapkan, semua sedang dikejar, semua sedang diskenariokan dan dikoordinasikan. Ya, ini adalah sebuah momen pesta perhelatan terbesar yang mengandung berbagai dimensi penghormatan dan kehormatan. Panggung terbesar disiapkan di pangkalan angkatan laut terbesar di negeri ini, Surabaya untuk menjadi medan penghormatan dan kehormatan HUT TNI ke 69, sebagai ungkapan terimakasih dan apresiasi kepada panglima tertinggi hulubalang republik menjelang akhir pemerintahannya.

Acara itu bertanggal 7 Oktober 2014, sengaja diundur 2 hari karena tanggal 5 Oktober 2014 bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.  Persiapan menuju pesta penghormatan spektakuler itu sedang giat-giatnya dilakukan saat ini.  Paling penting dari semua itu adalah mempersiapkan berbagai jenis alutsista dalam jumlah besar untuk dikerahkan dan dipamerkan di hadapan panglima tertinggi, para undangan, dan juga puluhan juta rakyat bangsa ini yang menyaksikan lewat live layar kaca TV nasional.  Pesta itu memang perlu ditonton.
Hercules TNI AU bertambah 9 unit sehingga menjadi 32 unit (3 skuadron)
Salah satu contoh, KRI Teluk Bintuni 520 sebuah kapal perang angkut tank terpanjang yang dibuat oleh galangan kapal swasta nasional di Lampung dikebut pekerjaannya dan mampu diselesaikan akhir bulan ini.  Sementara dua kapal perang sejenis yang dibuat galangan kapal BUMN ternyata belum bisa diselesaikan sampai dengan tanggal pesta itu.  KRI Teluk Bintuni akan menjadi maskot perayaan dan dipamerkan dihadapan presiden SBY bersama berbagai jenis alutsista tiga matra TNI.  Memang ada beberapa kapal perang yang masih dalam tahap pembuatan sampai masa jabatan SBY berakhir, misalnya 1 kapal latih layar pengganti Dewaruci, 3 kapal selam Changbogo, 2 kapal logistik, 2 kapal oceanografi, 2 kapal PKR (perusak kawal rudal).

Tiga kapal perang yang dibeli dari Inggris KRI Bung Tomo 357, KRI Jhon Lie 358, KRI Usman Harun 359 awal September ini segera merapat di Surabaya sementara 24 MBT Leopard dan 28 tank Marder tiba akhir Agustus ini.  Batch pertama Artileri digital Caesar Nexter buatan Perancis, roket Astross Mk6 buatan Perancis sudah datang beberapa waktu lalu. Pesawat coin Super Tucano batch akhir akan tiba seluruhnya pada akhir September 2014.  Jet tempur F16 blok 52 ID sebanyak 6 unit datang awal Oktober 2014. 4 KCR (Kapal Cepat Rudal) yang dibuat di Batam bersama 3 kapal patroli cepat akan diluncurkan akhir September ini.
Bung Tomo Class, sedang dalam perjalanan ke tanah air
TNI AU akan mengeluarkan seluruh kemampuannya dengan memamerkan dan menerbangkan 150 pesawat berbagai jenis yang dimilikinya termasuk 48 jet tempur yang akan menggaris dan menggemuruhkan langit Surabaya.  Matra TNI AL mengeluarkan berbagai kapal perang mulai dari Bung Tomo Class,  Ahmad Yani Class, Diponegoro Class, Parchim Class, Sampari Class, Clurit Class, Makassar Class, Fatahillah Class, Todak Class dan lain-lain.  Diperkirakan ada 60 kapal perang yang akan berbaris dan berkonvoi memberikan penghormatan kepada Presiden.  Indonesia saat ini memiliki sekitar 170 kapal perang tentu tidak semuanya diparadekan karena harus ada yang tetap berpatroli di seluruh perairan tanah air disamping ada yang sedang dalam perawatan berkala.

Marinir juga tak mau ketinggalan.  Pasukan penyerbu pantai ini punya berbagai jenis persenjataan berat seperti tank amfibi BMP3F, RM Grad, PT 76 retrofit, BTR50, berbagai jenis artileri dan roket serta peluru kendali akan memberikan suasana gempita di acara yang penuh dengan kegagahan ini. TNI AD akan menampilkan berbagai alutsista yang tidak kalah gahar seperti MBT Leopard, Astross, Caesar Nexter, Marder, Scorpion, Anoa, berbagai peluru kendali darat ke udara, artileri pertahanan udara. Roket Rhan-320 dan Rhan-420 buatan Pindad berjarak tembak 100 km kemungkinan besar akan dipamerkan di arena HUT TNI itu.

Acara itu memang dirancang spektakuler sebagai ungkapan kehormatan diri dan penghormatan luar biasa kepada Jendral Yudhoyono.  Selain itu sebagai wahana dan media bagi warga bangsa untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan bahwa bangsa ini punya tentara yang kuat dan disegani. Perayaan itu juga diniscayakan sebagai kampanye militer kepada negara tetangga yang punya klaim teritori dengan Indonesia untuk tidak bermain api. Tentu kita mendukung nawaitu perayaan itu sebagai upaya untuk menggelegarkan spirit dan nilai nasionalis patriotik bangsa ini.  Apalagi pestanya dipusatkan di kota pahlawan.
Tempat pesta akbar nanti
Sejatinya pertunjukan alutsista terbesar sepanjang sejarah NKRI itu adalah sebuah pernyataan dan ungkapan terimakasih TNI kepada rakyat Indonesia yang memberikan perhatian dan pengorbanan untuk modernisasi alutsista TNI selama lima tahun terakhir ini.  Penghormatan terbesar ditujukan kepada Presiden yang juga panglima tertinggi atas kebijakan dan perhatian yang besar kepada pengawal republik, mendandaninya dengan sepenuh hati sehingga mampu menjadi hulubalang gagah perkasa. Belum sempurna memang, mudah-mudahan di program MEF 2 nanti dengan figur Presiden yang berbeda dapat berlanjut minimal dengan semangat yang sama.

Sebuah ulang tahun tentu tidak sekedar memperingati, sebuah ulang tahun juga adalah perayaan eksistensi diri.  Sebuah peringatan tentu tidak sekedar upacara tetapi juga pertunjukan kekuatan diri dan kehormatan diri.  Peringatan HUT TNI adalah unjuk kekuatan dan kehormatan itu untuk ditestimonikan di hadapan rakyat bangsa ini. Peringatan ulang tahun kali ini adalah luapan kekuatan, kehormatan dan kebanggaan serta ungkapan terimakasih kepada panglima tertinggi yang segera menyerahkan pemerintahannya 2 minggu kemudian.  Barakallah tentaraku, jazakallah untuk panglima tertinggi, semoga Allah senantiasa meridhoi jalan kehidupan bangsa  besar ini, amien.
****
Jagvane / 26 Agustus 2014