Wednesday, September 3, 2014

Antara Birahi Hegemoni dan Libido Keangkuhan



Mengapa Vladimir Putin begitu marah merah darah dan melakukan ekspansi “sukarelawan beralutsista” ke Ukraina, tak lain karena kehausan hegemoni Barat yang hendak mengucilkan Rusia dari sekutu emosionalnya dalam bingkai Uni Sovyet dulu. Sudah banyak negara pecahan Uni Sovyet dan sekutunya yang tergabung dalam Pakta Warsawa ditarik Barat untuk bergabung atau setidaknya tidak berkawan secara militer dengan Rusia.  Ukraina ini adalah  klimaks birahi hegemoni Barat yang dilawan secara marah merah darah oleh Rusia. Marah maksimal ini karena tidak tertutup kemungkinan senjata berhulu ledak nuklir menjadi pamungkas segala cerita kesombongan hegemoni dan keterkucilan itu.

Sebelumnya Barat juga mau mengobrak abrik Suriah dengan lagu fitnahnya, biasalah konteks perang informasi memang diperlukan saat ini untuk penggiringan opini publik.  Dibilang rezim barbar, punya senjata kimia, terlalu lama berkuasa dst dst, dilempar ke kantor berita dunia.  Bashar Al Assad tidak goyah. Lalu Barat beralih ke model proxy war dengan membentuk laskar gabungan internasional yang kemudian dikenal bernama ISIS untuk gempur Assad. Kucuran dana dari beberapa negara termasuk Arab Saudi mengalir bersama aliran alutsista gurun pasir untuk menggempur Damaskus. 
Latgab TNI AD dan US Army melibatkan Apache di Mi35
Sementara itu rombongan kapal perang AS termasuk kapal induknya dibantu oleh sepupunya Inggris bermanuver di pantai Suriah untuk menakut-nakuti.  Putin merasa sahabatnya itu ingin dihabisi seperti model gempuran ke Khadafy sebelumnya. Tanpa banyak koar, dia luncurkan armada kapal perang dan kapal selam nuklir ke laut Tengah termasuk penasihat militer ke Suriah. Saling gertak terjadi dan gertak yang mendirikan bulu roma dilakukan Putin : Jika ente menghabisi Assad maka kami akan memulai perang besar berwajah nuklir di Timur Tengah.

Obama mengambil sikap mengalah, takut juga kayaknya, lalu seperti biasa agar tidak kehilangan muka dibilanglah agar persyaratan pemusnahan senjata kimia disegerakan dengan melibatkan PBB.  Biarin aja yang penting salah satu krisis terbesar sejak insiden Teluk Babi di Kuba berhasil diredakan. Putin tampil sebagai Man of The Year tentu versi warga dunia yang benci Barat.  Dampaknya puluhan ribu laskar di timur Suriah yang sudah berada pada puncak birahi menghancurkan, tiba-tiba libidonya dipadamkan begitu saja.  Tentu tak terima, lalu terjadilah senjata berbalik arah, menghancurkan apa yang ada di sekitarnya, kepalang tanggung: ayo dirikan khilafah dan daulah.

Giliran di Asia Pasifik, gelora Cina yang dipastikan akan menjadi kekuatan ekonomi nomor wahid di dunia setelah tahun 2018 sedang giat-giatnya membangun kekuatan militer dengan doktrin serbu dan kuasai.  Berbagai klaim teritori di Astim dan Asteng mulai dibarakan, diapikan, didemamkan.  AS pun kelabakan lalu menggandeng “bule Asia” Australia untuk siap tampung dan siap bantu.  Maka mengalirlah Marinir AS ke Darwin termasuk mengisi alat pandang dengar dan alat pukul di Cocos dan Christmas.  Jepang pun disuruh perkuat angkatan bela dirinya.  Negara-negara ASEAN didekati dengan intensif termasuk musuh yang pernah mempermalukannya, Vietnam.
Klaim Teritori LCS
Negara-negara di Asia Tenggara diajaknya untuk memperkuat militernya dan sekaligus melakukan latihan gabungan.  AS seperti sedang mencari pijakan untuk mencari kawan lebih banyak.  Soalnya negara ini dalam setiap “peristiwa militer dunia” selalu pakai model keroyokan seperti di Irak seri satu dan seri dua.  Bisa kita lihat hari-hari terakhir ini.  Dengan Malaysia baru-baru ini dilakukan latihan bersama melibatkan jet siluman F22 Raptor AS bersama Mig 29, Sukhoi, F18 Malaysia. Marinir AS juga melakukan latgab serbu pantai di Sabah melibatkan beberapa kapal perang kedua negara. 

Kemudian saat ini di Indonesia sedang berlangsung latihan bersama antara TNI AD (Penerbad) dengan US Army melibatkan jenis helikopter paling canggih di dunia, Apache. Berikutnya di Jepang akan dilakukan latihan gabungan berskala besar dengan AS. Dengan Filipina sudah ditempatkan penasehat militer AS termasuk penggunaan Clark dan Subis untuk jalur hilir mudik armada laut AS.

Strategi bulan sabit diterapkan AS untuk mengurung Cina, mulai dari Malaysia, Indonesia, Filipina, Taiwan, Jepang dan Korsel.  Meski Indonesia tidak terlibat dalam konflik di Laut Cina Selatan namun posisi geografi Indonesia termasuk jalur ALKInya tentu akan berimbas dalam “mekanisme” pertempuran terbuka  jika terjadi. Lagak gaya AS bersama Australia yang selalu mengedepankan kesombongan militer sesungguhnya menimbulkan antipati di kamar hati seluruh umat manusia yang menempatkan nurani sebagai wajah diri.

Itulah sebabnya, sesuai hukum Allah, Sunatullah, segala sesuatu diciptakan secara berpasangan.  Ada siang ada malam, ada pria ada wanita, ada hak ada kewajiban, ada barat ada timur.  Maka menjaga keseimbangan itu sangat diperlukan sebelum semuanya menjadi berat sebelah.  Kondisi dunia saat ini memang sedang berat sebelah, semuanya di hegemoni oleh Barat.  Sikap sangar Rusia tentu dalam rangka menghardik ketidakseimbangan itu, demikian juga Cina yang mulai menampakkan api naganya dan memanaskan suhu di sekitarnya. 

Sama juga dengan peristiwa politik di Indonesia.  Berbagai manuver dilakukan untuk menggoyahkan lawan dan memperkuat barisan.  Pemenang Pilpres ingin menambah pasukan koalisinya dengan strategi devide et impera.  Sementara koalisi merah putih merapatkan barisan dengan komando SBY untuk menjadi kekuatan penyeimbang.  Memang harus ada keseimbangan untuk melawan hegemoni. Sebab kalau itu tidak dilakukan maka jalan demokrasi akan berubah menjadi demo jual asset, demo beli drone, demo umbar omongan di media, demo berlagak miskin, demo menjadi makelar. Sekali lagi perlu kekuatan penyeimbang dalam ruang demokrasi sembari berdoa : Ihdinassirotol mustakim.

****
Jagarin Pane / 03 September 2014

Sunday, August 31, 2014

Percepatan Gelar Kekuatan di 2 Hotspot

Hotspot Natuna

  1. Pembentukan Batalyon Infantri 135 Natuna
  2. BKO 1 Batalyon Marinir
  3. Perkuatan Pangkalan TNI AL Natuna
  4. Gelar 6 kapal perang jenis KCR dan Korvet serta 4 KAL secara permanen
  5. Patroli inap 4 Hawk dan F16 Pekanbaru secara bergantian
  6. Penempatan peluru kendali anti serangan udara di Ranai
  7. Penempatan 4 Heli Apache
  8. Penempatan 2 UAV
  9. Memakai pola Kogabwilhan

Hotspot  Nunukan Ambalat

  1. Pembentukan Brigade Infantri Nunukan
  2. Perkuatan Yon 613 Raja Alam, Yon 614 Raja Pandita serta Yon Kostrad BKO
  3. Perkuatan persenjataan ATGM Yon Brigif Nunukan
  4. Tambahan kekuatan persenjataan Yon Armed (3 batteray Astross II Mk6)
  5. Gelar 5 kapal perang jenis Korvet dan Fregat secara permanen
  6. Perkuatan intelijen militer
  7. Penempatan 2 UAV
  8. Patroli inap 4 Hawk Pontianak secara bergantian
  9. Memakai pola Kogabwilhan
***
Jagvane/ 30082014

Wednesday, August 27, 2014

Menuju Pesta Penghormatan Spektakuler



Sebuah acara besar–besaran sedang dipersiapkan, semua sedang dikejar, semua sedang diskenariokan dan dikoordinasikan. Ya, ini adalah sebuah momen pesta perhelatan terbesar yang mengandung berbagai dimensi penghormatan dan kehormatan. Panggung terbesar disiapkan di pangkalan angkatan laut terbesar di negeri ini, Surabaya untuk menjadi medan penghormatan dan kehormatan HUT TNI ke 69, sebagai ungkapan terimakasih dan apresiasi kepada panglima tertinggi hulubalang republik menjelang akhir pemerintahannya.

Acara itu bertanggal 7 Oktober 2014, sengaja diundur 2 hari karena tanggal 5 Oktober 2014 bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.  Persiapan menuju pesta penghormatan spektakuler itu sedang giat-giatnya dilakukan saat ini.  Paling penting dari semua itu adalah mempersiapkan berbagai jenis alutsista dalam jumlah besar untuk dikerahkan dan dipamerkan di hadapan panglima tertinggi, para undangan, dan juga puluhan juta rakyat bangsa ini yang menyaksikan lewat live layar kaca TV nasional.  Pesta itu memang perlu ditonton.
Hercules TNI AU bertambah 9 unit sehingga menjadi 32 unit (3 skuadron)
Salah satu contoh, KRI Teluk Bintuni 520 sebuah kapal perang angkut tank terpanjang yang dibuat oleh galangan kapal swasta nasional di Lampung dikebut pekerjaannya dan mampu diselesaikan akhir bulan ini.  Sementara dua kapal perang sejenis yang dibuat galangan kapal BUMN ternyata belum bisa diselesaikan sampai dengan tanggal pesta itu.  KRI Teluk Bintuni akan menjadi maskot perayaan dan dipamerkan dihadapan presiden SBY bersama berbagai jenis alutsista tiga matra TNI.  Memang ada beberapa kapal perang yang masih dalam tahap pembuatan sampai masa jabatan SBY berakhir, misalnya 1 kapal latih layar pengganti Dewaruci, 3 kapal selam Changbogo, 2 kapal logistik, 2 kapal oceanografi, 2 kapal PKR (perusak kawal rudal).

Tiga kapal perang yang dibeli dari Inggris KRI Bung Tomo 357, KRI Jhon Lie 358, KRI Usman Harun 359 awal September ini segera merapat di Surabaya sementara 24 MBT Leopard dan 28 tank Marder tiba akhir Agustus ini.  Batch pertama Artileri digital Caesar Nexter buatan Perancis, roket Astross Mk6 buatan Perancis sudah datang beberapa waktu lalu. Pesawat coin Super Tucano batch akhir akan tiba seluruhnya pada akhir September 2014.  Jet tempur F16 blok 52 ID sebanyak 6 unit datang awal Oktober 2014. 4 KCR (Kapal Cepat Rudal) yang dibuat di Batam bersama 3 kapal patroli cepat akan diluncurkan akhir September ini.
Bung Tomo Class, sedang dalam perjalanan ke tanah air
TNI AU akan mengeluarkan seluruh kemampuannya dengan memamerkan dan menerbangkan 150 pesawat berbagai jenis yang dimilikinya termasuk 48 jet tempur yang akan menggaris dan menggemuruhkan langit Surabaya.  Matra TNI AL mengeluarkan berbagai kapal perang mulai dari Bung Tomo Class,  Ahmad Yani Class, Diponegoro Class, Parchim Class, Sampari Class, Clurit Class, Makassar Class, Fatahillah Class, Todak Class dan lain-lain.  Diperkirakan ada 60 kapal perang yang akan berbaris dan berkonvoi memberikan penghormatan kepada Presiden.  Indonesia saat ini memiliki sekitar 170 kapal perang tentu tidak semuanya diparadekan karena harus ada yang tetap berpatroli di seluruh perairan tanah air disamping ada yang sedang dalam perawatan berkala.

Marinir juga tak mau ketinggalan.  Pasukan penyerbu pantai ini punya berbagai jenis persenjataan berat seperti tank amfibi BMP3F, RM Grad, PT 76 retrofit, BTR50, berbagai jenis artileri dan roket serta peluru kendali akan memberikan suasana gempita di acara yang penuh dengan kegagahan ini. TNI AD akan menampilkan berbagai alutsista yang tidak kalah gahar seperti MBT Leopard, Astross, Caesar Nexter, Marder, Scorpion, Anoa, berbagai peluru kendali darat ke udara, artileri pertahanan udara. Roket Rhan-320 dan Rhan-420 buatan Pindad berjarak tembak 100 km kemungkinan besar akan dipamerkan di arena HUT TNI itu.

Acara itu memang dirancang spektakuler sebagai ungkapan kehormatan diri dan penghormatan luar biasa kepada Jendral Yudhoyono.  Selain itu sebagai wahana dan media bagi warga bangsa untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan bahwa bangsa ini punya tentara yang kuat dan disegani. Perayaan itu juga diniscayakan sebagai kampanye militer kepada negara tetangga yang punya klaim teritori dengan Indonesia untuk tidak bermain api. Tentu kita mendukung nawaitu perayaan itu sebagai upaya untuk menggelegarkan spirit dan nilai nasionalis patriotik bangsa ini.  Apalagi pestanya dipusatkan di kota pahlawan.
Tempat pesta akbar nanti
Sejatinya pertunjukan alutsista terbesar sepanjang sejarah NKRI itu adalah sebuah pernyataan dan ungkapan terimakasih TNI kepada rakyat Indonesia yang memberikan perhatian dan pengorbanan untuk modernisasi alutsista TNI selama lima tahun terakhir ini.  Penghormatan terbesar ditujukan kepada Presiden yang juga panglima tertinggi atas kebijakan dan perhatian yang besar kepada pengawal republik, mendandaninya dengan sepenuh hati sehingga mampu menjadi hulubalang gagah perkasa. Belum sempurna memang, mudah-mudahan di program MEF 2 nanti dengan figur Presiden yang berbeda dapat berlanjut minimal dengan semangat yang sama.

Sebuah ulang tahun tentu tidak sekedar memperingati, sebuah ulang tahun juga adalah perayaan eksistensi diri.  Sebuah peringatan tentu tidak sekedar upacara tetapi juga pertunjukan kekuatan diri dan kehormatan diri.  Peringatan HUT TNI adalah unjuk kekuatan dan kehormatan itu untuk ditestimonikan di hadapan rakyat bangsa ini. Peringatan ulang tahun kali ini adalah luapan kekuatan, kehormatan dan kebanggaan serta ungkapan terimakasih kepada panglima tertinggi yang segera menyerahkan pemerintahannya 2 minggu kemudian.  Barakallah tentaraku, jazakallah untuk panglima tertinggi, semoga Allah senantiasa meridhoi jalan kehidupan bangsa  besar ini, amien.
****
Jagvane / 26 Agustus 2014

Tuesday, August 19, 2014

Momen Langka Yang Membanggakan

Diam-diam Bung Tomo melakukan pertemuan dengan Frans Kaisieppo. Lho kok bisa, ya bisa dong, karena keduanya bertemu di laut Tengah sebuah perairan panas di utara Mesir, kemarin.  KRI Bung Tomo 357 sedang dalam perjalanan menuju Indonesia sedangkan KRI Frans Kaisieppo 368 sedang melakukan tugas mengawal perairan Lebanon-Israel dalam misi perdamaian PBB. Momen ini sangat membanggakan karena kedua kapal perang itu merupakan kapal perang canggih yang dimiliki Indonesia dan ditonton oleh beberapa kapal perang asing yang sedang bertugas di misi perdamaian PBB. 

KRI Bung Tomo adalah salah satu dari tiga kapal perang yang sedang dalam perjalanan dari Inggris ke Indonesia. KRI yang lain yaitu KRI Jhon Lie 358 dan KRI Usman Harun 359 berada di kloter belakangnya.  Ketiganya adalah KRI yang akan mengisi kekuatan laut NKRI. Jalesveva jayamahe...

 ***

Friday, August 15, 2014

Gemuruh Jet Tempur Di Hari Kemerdekaan



Ada yang menarik ketika kita menyaksikan detik-detik proklamasi tanggal 17 Agustus 2014 pagi nanti, sebuah ulang tahun yang mencapai bilangan 69.  Ulang tahun terakhir yang dipimpin Presiden SBY di Istana Merdeka Jakarta akan dimeriahkan oleh gemuruh 32 jet tempur berbagai jenis yang dimiliki TNI AU.  Jadi tidak hanya mendengar teks proklamasi dibacakan, atau melihat Paskibraka mengibarkan bendera, tapi lebih menggema dengan gemuruh jet tempur yang menderu dari belakang podium.

Kewibawaan dan nilai acara proklamasi dua tahun terakhir ini menjadi semakin berharkat dengan bertambahnya materi acara yaitu terbang lintas jet-jet tempur tentara langit sebagai bagian dari ungkapan dan show of force gengsi bernegara dan eksistensi berbangsa.  Dan tahun ini tampilan 32 jet tempur yang sudah berseliweran di langit Jakarta selama beberapa hari ini memberikan kebanggaan bagi warga Ibukota, jantungnya Republik Indonesia.  Mereka memberikan apresiasi dan kebanggaan sambil mendongak keatas meski setelah itu mereka kembali menemukan menu keseharian ibukota, sibuk dan macet.

32 Jet tempur berkumpul di Halim AFB Jakarta
Peringatan ini tidaklah sekedar membacakan teks proklamasi, tetapi ingin menyampaikan sebuah pesan kepada segenap warga bangsa khususnya generasi muda bahwa inilah republikmu yang telah diperjuangkan dengan dentuman dan percikan.  Nilai-nilai kejuangan ini, setelah pengumuman kemerdekaan itu, selama 5 tahun kemudian menjadi palagan medan tempur yang membara, mengharu biru, bahu membahu.  Inilah salah satu kekuatan cikal bakal nasionalisme patriotik yang dimiliki warga bangsa sampai di batas perjalanan ini.

Yang membedakan bangsa kita dengan bangsa lain di sekitar kita adalah model kemerdekaan yang kita perjuangkan. Sengaja kita pakai kata perjuangkan karena semua negara di sekitar kita kemerdekaannya tidak diperjuangkan melainkan diperoleh. Tanggal 17 Agustus 1945 jam 10.00 wib ketika proklamasi dikumandangkan, dari situlah awal heroiknya perjuangan mempertahankan kemerdekaan dalam perang lima tahun yang meletihkan itu.  Dan memang pihak lawan yang letih sendiri yang akhirnya mengakui kedaulatan RI akhir tahun 1949.

Enampuluhsembilan tahun setelah itu,inilah wajah republik dengan segala prestasi dan persoalannya. Prestasinya adalah tumbuh sebagai kekuatan ekonomi nomor 10 dunia, ekonomi nomor satu di ASEAN, pendapatan per kapita mencapai US$ 3.900, masuk golongan negara berpenghasilan menengah.  Investasi industri tumbuh subur, adanya asuransi model BPJS, munculnya kekuatan kelas menengah yang cerdas dan kritis, proses demokratisasinya diacungi dunia meski sebagian elit politiknya masih berjiwa kerdil.
Formasi yang akan ditampilkan
Disamping prestasi itu tentu masih banyak persoalan yang melingkarinya.  Virus korupsi yang masih melenggang meski sudah ada anti virusnya KPK, kepastian hukum yang belum berpihak ke rakyat papa, model pelayanan publik yang belum memuaskan, infrastruktur yang masih amburadul, semangat primordial yang berlebihan dan masih terjerat model subsidi energi yang melewati batas-batas kepatutan.

Harus diakui banyak hal yang sudah dicapai dalam sepuluh tahun jalannya demokrasi langsung one man one vote untuk memilih Presiden.  Kekuatan daya beli yang bernama APBN menjadi pemicu utama geliat perekonomian disamping investasi, menjadi berlipat ganda sampai akhirnya mampu menembus 10 besar ekonomi dunia.  Sayangnya kemampuan sehebat itu belum diimbangi dengan kemampuan membangun infrastruktur jalan raya, pelabuhan, bandara, angkutan laut. Lebih banyak terserap untuk belanja pegawai dan barang konsumtif lainnya.

Bagi kalangan militer keberhasilan pemerintah selama 5 tahun terakhir ini dengan menggelontorkan dana alutsista sebesar US$ 15 milyar tentu memberikan angin segar untuk perkuatan alutsista negeri.  Ketika sang Presiden sedang menuju titik finish pemerintahannya, berbagai jenis alutsista itu mulai berdatangan.  Hari ini datang jet tempur, besok datang kapal perang, besoknya lagi MBT, besoknya lagi peluru kendali berbagai jenis, besoknya lagi pesawat angkut, besoknya lagi radar militer, besoknya lagi helikopter.  Luar biasa, makanya kita berani menyebut bahwa pemerintahan SBY mampu melakukan belanja alutsista terbesar sejak jaman dwikora.

Itulah sebabnya sebagai bentuk terimakasih, hulubalang republik yang diwakili tentara langit TNI AU sengaja mengerahkan 32 jet tempur dari 5 skuadron tempur untuk memberikan apresiasi kepada panglima tertinggi atas prestasinya menggagahkan pengawal republik yang pada akhirnya mampu membanggakan dan mewibawakan kedaulatan NKRI.  Bahkan pada upacara puncak hari ulang tahun TNI tanggal 5 Oktober mendatang akan digelar kekuatan alutsista terbesar sepanjang sejarah Republik Indonesia.  Sengaja acara itu dilaksanakan di pangkalan utama TNI AL Surabaya agar seluruh matra TNI dapat menampilkan dan memamerkan alutsista yang dimiliki kepada sang Presiden.

Sembari mengucapkan dirgahayu Republik Indonesia, sangat pantas pula kita menyampaikan terimakasih kepada Presiden RI selaku panglima tertinggi yang telah memberikan air mata kebanggaan kepada hulubalang republik.  Makna sesungguhnya mengisi kemerdekaan adalah meningkatkan kesejahteraan warga bangsa,  kesadaran terhadap nilai-nilai kebangsaan dan membangun kekuatan militer sebagai pelindung dan kehormatan berbangsa dan bernegara.  Mestinya politisi-politisi kerdil itu mampu memahami nilai-nilai kejuangan itu.
****
Jagvane / 15 Agustus 2014

Monday, August 4, 2014

Apa Kabar Kogabwilhan



Lama tak terdengar “lagu mars” yang bernama pembentukan Kogabwilhan (Komando Gabungan Wilayah Pertahanan), tergerus kampanye pilpres dan segala macam hiruk pikuknya sampai dengan terpilihnya presiden baru.  Lalu kesibukan menata pergerakan puluhan juta manusia nusantara di musim Lebaran yang basah ini, akhirnya menimbulkan pertanyaan silaturrahmi, apa kabar Kogabwilhan, baik-baik saja kan.

Kogabwilhan adalah bagian dari upaya untuk menghadirkan kekuatan pemukul TNI di sekitar hotspot yang diprediksi menjadi ancaman teritori dan separatis.  Natuna, misalnya sangat jelas bentuk ancamannya karena di perairannya ada persinggungan klaim teritori dengan si Naga Cina yang mulai menunjukkan keangkuhan militernya.  Pola tingkah militer negeri itu mau tak mau harus disikapi dengan kehadiran militer RI yang terus menerus di sepanjang tahun untuk mengawal perairan Natuna.
Daftar Belanja TNI AD
Pengawalan yang terus menerus tentu memerlukan isian ketersediaan alutsista  utamanya AL dan AU.  Beruntunglah dalam waktu dekat ini 3 kapal perang Bung Tomo Class akan tiba sedangkan untuk AU sudah mulai berdatangan jet tempur F16CD.  Juga berbagai alutsista jenis lain. Sekedar gambaran bedanya hotspot Aceh dan Natuna adalah model pergerakan militernya dan jenis ancamannya.  Untuk Natuna jelas merupakan ancaman pagar teritori dan lebih banyak pergerakan alutsista AL dan AU. Bahkan jika terjadi konflik terbuka jenis pertempurannya adalah pertempuran laut dan udara.  Sedangkan Aceh dengan ancaman separatisnya akan lebih banyak pergerakan pasukan dan alutsista AD.

Unjuk kerja “Kogabwilhan” sudah dipertunjukkan dalam operasi Garda Wibawa di Kaltim dan Latgab 2014 yang lalu.  Model persekutuan tempur antar matra dengan satu komando yang bergerak bersama, menggerakkan Sukhoi di Makassar kemudian berkomunikasi dan bersinergi dengan beberapa KRI di Ambalat dan batalyon TNI AD untuk mendeteksi, mendekati dan menghancurkan musuh.  Jalannya operasi militer ini sudah memakai kurikulum Kogabwilhan.  Demikian juga dengan Latgab 2014 yang baru saja digelar akhir Mei 2014 yang lalu. Kombinasi serangan udara, perlindungan udara, pertempuran udara, pendaratan amfibi, perang anti kapal selam, peluncuran berbagai peluru kendali anti kapal disimulasikan dengan satu panglima komando tempur untuk pertama kalinya sepanjang sejarah TNI.
Daftar Belanja TNI AL
Evaluasi terhadap unjuk kerja simulasi Kogabwilhan mestinya memberikan harapan bahwa tak lama lagi akan direalisasikan struktur Kogabwilhan dan distribusi alutsistanya.  Tentu isian alutsista masih banyak yang harus dipenuhi karena 3-4 rumah Kogabwilhan itu perlu perabotan perang yang berteknologi dan mencukupi.  Jangan sampai satu rumah Kogabwilhan hanya diisi perabotan kursi tamu di ruang tamu, alias hanya untuk gagah-gagahan jabatan panglima bintang tiga.  Oleh sebab itu kita berpandangan lebih baik membuat 1 rumah Kogabwilhan lebih dulu untuk hotspot Natuna atau Ambalat. Kogabwilhan lainnya menyusul sembari terus mendatangkan alutsista baru di MEF 2.

Hotspot Natuna dan Ambalat jelas nian duduk persoalan dan jenis penyakitnya, sama-sama ancaman kedaulatan teritori.  Sementara Aceh dan Papua lebih kepada ancaman separatis yang sudah menjadi lagu lama yang keasinan.  Maka isian alutsista di Natuna adalah pengerahan kapal perang yang punya rudal dan jet tempur sergap, misal F16. Demikian juga di Ambalat. Khusus untuk Ambalat sudah terlihat pola kawal teritorinya dengan senantiasa menggelar kapal perang, operasi intelijen dan pergeseran pasukan Marinir.

Kehadiran Kogabwilhan memang diperlukan untuk memastikan langkah cepat mendeteksi, menganalisis dan memukul lawan di batas teritori dengan perintah panglima “regional” Kogabwilhan.  Namun isian perabotnya mutlak harus ada.  Jangan sampai ada rumah, perabot baru mau akan diisi. Biak AFB yang direncanakan sebagai pangkalan skuadron jet tempur untuk saat ini semua sudah tersedia, landasan, apron, satuan radar, paskhas namun alutsista utamanya berupa jet tempur belum tersedia.  Padahal kehadiran skuadron tempur TNI AU di Papua ini sangat diperlukan.  Bukankah dengan lebih seringnya lalu lalang jet tempur di Papua akan memberikan dampak kebanggaan bagi warga bangsa disana sekaligus pengawalan teritori udara yang memadai.
Daftar Belanja TNI AU
Kita berharap tidak ada kendala teknis dalam pembentukan minimal 1 Kogabwilhan sebelum perayaan 5 Oktober 2014 mendatang. Bukankah perayaan HUT TNI kali ini akan menjadi perayaan terbesar sepanjang sejarah TNI dengan memamerkan seluruh jenis alutsista yang baru dibeli sekaligus perpisahan dengan panglima tertinggi yang berjasa besar memodernisasi militer Indonesia. Jika Kogabwilhan dibentuk sebelum atau bersamaan dengan peringatan HUT TNI nanti, diniscayakan akan menjadi momentum gagah untuk memastikan berjalannya doktrin “berani masuk digebuk”.

Jika kendalanya ada di “pemegang kendali” bintang tiga Kogabwilhan, maka pola giliran antar matra bisa diterapkan sebagaimana jabatan panglima TNI.  Saat ini semua matra TNI sedang mengembangkan organisasinya. Armada TNI AL dikembangkan menjadi 3 armada tempur, Kostrad juga menjadi 3 divisi, Marinir tak ketinggalan dengan memekarkan diri menjadi 3 Pasmar.  Alutsista baru MEF 1 terus berdatangan dan akan terus dipesan dalam MEF2 nanti.  Maka Kogabwilhan adalah bagian dari strategi transmigrasi alutsista dan pasukan untuk tidak lagi Java Centris.  Moga-moga seperti itulah kabarnya Kogabwilhan, tinggal tunggu waktu yang tepat untuk pengumumannya.
****
Jagvane / 04 Agustus 2014