Ketika kapal induk Giuseppe Garibaldi meninggalkan Italia, sudah digadang-gadang akan diberi nama KRI Gajah Mada begitu sampai di Indonesia. Nah dalam perjalanan 3 minggu ke tanah air, di Jakarta berkembang pemahaman penamaan kapal induk TNI AL sebagai hirarki puncak penamaan KRI striking force. Sebelumnya dalam setahun terakhir Indonesia sudah menerima 2 KRI heavy frigate baru buatan Fincantieri Italia. Yaitu KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321. Sementara PT PAL saat ini sedang membangun 4 kapal heavy frigate "Merah Putih Class". Satu diantaranya sudah diluncurkan dan diberi nama KRI Balaputeradewa 322.
Tiga KRI jumbo ini diniscayakan akan menjadi pengawal kapal induk Indonesia dalam CSG (Carrier Strike Group) armada tempur TNI AL. Termasuk nanti ada penambahan 8 KRI striking force yang setara. Nah secara hirarki penamaan KRI, jadi tidak patut jika Gajah Mada ditahbiskan sebagai nama kapal induk. Karena dia seorang Mahapatih sementara "dayang dayangnya" KRI Brawijaya 320, KRI Prabu Siliwangi 321 dan KRI Balaputeradewa 322 adalah para Raja yang mengukir sejarah Nusantara. Mosok Raja mengawal Mahapatih.
Oleh sebab itu dalam peresmian tanggal 24 September 2026 nanti kapal induk kita yang sudah merapat di Tg Priok Jakarta akan resmi bernama KRI Sriwijaya. Sebenarnya kapal induk ini sudah disiapkan kedatangannya di Navy Base Teluk Ratai Lampung. Namun karena Gunung Anak Krakatau sedang meradang maka dialihkan ke Tg Priok Jakarta. KRI Sriwijaya akan memimpin Naval Parade bersama 102 KRI berbagai jenis di Teluk Jakarta tanggal 4 Oktober 2026. Parade ini sebagai bagian dari rangkaian HUT TNI ke 81 tanggal 5 Oktober 2026 yang akan dipusatkan di Monas Jakarta.
PT PAL akan mempelajari anatomi dan jeroan teknologi kapal induk ini sembari mempersiapkan pembangunan kapal induk drone dan helikopter yang baru. Desainnya sudah dibuat dan akan semakin sempurna dengan "benchmark" teknologi kapal induk Italia ini. kapal sejenis yang akan dibangun PT PAL lebih panjang dari KRI Sriwijaya. Boleh jadi nanti setelah selesai akan diberi nama KRI Majapahit. PT PAL saat ini menjadi BUMN maritim strategis yang membanggakan karena sudah mampu membuat kapal perang berbagai jenis untuk TNI AL dan bahkan sudah ada yang diekspor.
Karya spektakuler PT PAL saat ini adalah membangun 4 kapal perang Heavy Frigate "Merah Putih Class", 2 kapal selam serbu Scorpene, 30 kapal selam tanpa awak (KSOT), drone air Kamikaze dan senjata Laser untuk KRI. PT PAL juga sedang membangun pesanan dari luar negeri yaitu 2 kapal perang LPD (landing platform dock) untuk AL Filipina dan 1 LPD untuk "negeri sultan" Uni Emirat Arab. Karya lain yang sudah terlaksana adalah sukses membangun 6 kapal cepat rudal (KCR) "Sampari Class", 2 light frigate "Martadinata Class", 3 kapal selam "Nagapasa Class", 7 LPD "Makassar Class" termasuk 2 kapal rumah sakit TNI AL. Kita pantas mengapresiasi pencapaian ini karena kekuatan pertahanan sejatinya akan berjaya dengan kekuatan industri pertahanan dalam negeri.
****
(Jagarin Pane/19 September 2026)