Saturday, August 28, 2021

Antara Antasena Dan Golok Kita Semakin Mekar

Karya inovasi berkualitas alutsista tank boat Antasena telah diluncurkan dan berenang cepat. Tak lama kemudian karya spektakuler yang lain KRI siluman Golok 688 dicempungkan PT Lundin di perairan Banyuwangi. Sementara itu PT PAL mendapat kucuran dana PMN 1,28 Trilyun, kemudian galangan kapal swasta nasional PT Daya Radar Utama (DRU) Lampung mendapat pesanan pembuatan 2 kapal perang jenis Offshore Patrol Vessel (OPV). Inilah Headline News yang beruntun dipublikasikan sepanjang pekan ini. Semuanya menggambarkan geliat industri pertahanan dalam negeri yang menggelora bergairah terutama inovasi dan keberaniannya.

PT PAL saat ini sedang menyelesaikan pembangunan 2 kapal perang TNI AL ukuran besar jenis LPD Hospital. Juga sedang membangun 3 kapal cepat rudal 60 mtr paket lengkap "dengan baretnya". Termasuk sedang menyelesaikan overhaul KRI Cakra 401. Pada saat yang sama perusahaan plat merah ini sedang mempersiapkan fasilitas pembangunan kapal perang yang dirindukan heavy fregate Iver Class dan kapal selam. Selain membangun kapal perang PT PAL juga sedang membangun kapal tanker sipil. Kesibukannya luar biasa.

TNI AD saat ini sedang menunggu kedatangan 18 tank Harimau yang diproduksi bareng Pindad dan FNSS Turki. Ini juga produk inovatif kreatif Pindad selain panser Anoa dan Badak. Prediksi kedepan TNI AD akan memesan sekitar 100 tank ini untuk batalyon kavaleri. Sementara yang sudah lebih dulu bersinar adalah batalyon armed (artileri medan) dan arhanud (artileri pertahanan udara) TNI AD. Batalyon armed sudah menerima berbagai jenis alutsista "tegangan tinggi" seperti Astross II Mk6 dari Brazil, Artileri Nexter dari Perancis, Artileri KH 178 dan 179 dari Korsel. 

Khusus untuk perkuatan pulau Kalimantan yang dipersiapkan menjadi ibukota negara, batalyon armed akan diperbesar dari kekuatan 2 batalyon saat ini menjadi 7 batalyon armed. Sementara untuk batalyon infantri sudah lebih dulu mekar membesar dengan menambah 5 batalyon anyar di pulau besar itu. Maka sangat dimungkinkan kalau batalyon kavaleri dan batalyon arhanud akan dimekarkuatkan dengan penambahan satuan dan alutsista produk dalam negeri dalam jumlah banyak.   Seperti panser Anoa, panser Badak, tank boat Antasena, tank Harimau, roket Rhan dan lain-lain. Termasuk alutsista gahar buatan negeri orang yaitu Leopard, Nassam2, Astross, Nexter dan lain-lain.

Sejumlah batalyon arhanud saat ini sudah mendapat alutsista canggih peluru kendali darat ke udara Starstreak buatan Inggris. Distribusinya merata di Sumatera dan Jawa. Ibukota Jakarta sekarang sudah dipayungi oleh satuan peluru kendali darat ke udara jarak menengah, nama produknya Nassam2. Kalau mau diurai sangat banyak program percepatan modernisasi militer Indonesia saat ini. Kita masih banyak membutuhkan satuan peluru kendali darat ke udara  jarak menengah untuk melindungi obyek vital dan pangkalan militer.

Untuk pengadaan alutsista strategis seperti jet tempur Rafale buatan Perancis dan F15 Eagle dari Paman Sam tinggal menunggu tanggal dan hari baiknya saja untuk "akad nikahnya". Kalau yang kemarin itu Rafale kan baru "lamaran alias tunangan dulu". Nah dalam waktu dekat segera "akad kredit" alias kontrak efektif. F15 juga begitu, semua berpacu dengan waktu, siapa cepat dia dapat, gak pake lama, gak pake basa basi sebab Republik ini butuh alutsista teknologi tinggi secepatnya.

Khusus untuk tank boat Antasena dan KRI Golok 688 adalah hasil karya inovasi  anak negeri yang mengagumkan. Lundin berani membuat produk inovatif yang luar biasa. Juga pembuatan kapal perang OPV yang dikerjakan perusahaan swasta nasional. Dalam pandangan kita Lundin dan DRU telah dan sedang melakukan proyek inovasi dan kreativitas ditengah geliat kesibukan industri pertahanan dalam negeri. DRU sudah menyelesaikan pembangunan 7 kapal perang jenis LST untuk TNI AL. 

Jujur saja kita katakan antara Antasena dan Golok kita semakin mekar, seperti syair antara Anyer dan Jakarta kita jatuh cinta. Bisa juga ditambahkan liriknya, antara Lampung dan Banyuwangi kita terkesima dan jatuh cinta. Atau antara Antasena dan Golok berbaris rapi Anoa, Badak, Harimau, Turangga, RHan, KAL, KPC, KCR, LST, BCM, LPD, Korvet, UAV Elang Hitam. Semuanya adalah jenis alutsista buatan anak negeri. Artinya produk industri pertahanan kita sekarang semakin mekar dan berkibar.

****

Jagarin Pane / 28 Agustus 2021