Saturday, March 7, 2026

Siaga Satu, Masih Mempersiapkan

Manajemen pertempuran saat ini dan seterusnya adalah Network Centric Warfare (NCW). Alutsista strategis yang wajib tersedia untuk pre emptive strike adalah adalah jet tempur, drone, radar GCI, pesawat AEW&C, rudal balistik, rudal arhanud, heavy frigate, kapal selam.

Indonesia sejauh ini sudah dan sedang mempersiapkan interoperability antar matra TNI. Software NCW sudah ada, buatan Sqytalys Yunani. Pengadaan 48 jet tempur Rafale, 48 jet tempur KF21 dan 48 jet tempur KAAN akan menambah daya pukul air superiority TNI AU. Termasuk penambahan 25 radar GCI.

Investasi pertahanan ini akan melengkapi aset pertahanan TNI AU yang sudah ada saat ini yaitu 16 jet tempur Sukhoi, 33 jet tempur F16, 16 jet tempur T50 dan 24 jet tempur Hawk. Alutsista drone sudah mengisi aset TNI AU seperti Aerostar, CH4 Wing Long, Anka.  Semuanya ditempatkan di Skadron UAV Natuna dan Pontianak.

Sejumlah radar GCI sudah diinstal di beberapa titik seperti Bengkulu, Sumba, Takalar, Banjar Baru. Jika sudah rampung penambahannya, wilayah udara tanah air akan dicover 40 radar GCI. No blank spot. Hanya yang belum tersedia adalah pesawat AEW&C.

TNI AL sudah banyak menambah KRI berbagai jenis. Sebagian besar produk dalam negeri. Ada penambahan enampuluhan KRI selama program MEF. Saat ini yang terbaru adalah KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321 buatan Italia. Heavy frigate terbesar di ASEAN.

PT PAL saat ini sedang membangun 4 KRI heavy frigate "Merah Putih". Satu sudah diresmikan bernama KRI Balaputradewa 322. PT PAL bersama galangan kapal swasta nasional baru saja menyelesaikan modernisasi 41 KRI berbagai jenis. Semuanya dalam satu combat management system interoperability. Saat ini TNI AL memiliki aset 180 KRI, 4 kapal selam dan 110 KAL.

PT PAL juga sedang mempersiapkan pembangunan transfer teknologi 2 kapal selam Scorpene bersama Perancis. PT PAL baru saja meluncurkan purwa rupa kapal selam mini nir awak (KSOT). Tahun ini mulai produksi 30 unit sesuai pesanan Kemenhan. Sementara dari Italia sedang proses untuk mendapatkan 6 kapal selam midget.

Dengan Turkiye kita sudah kontrak efektif untuk mendapatkan 2 kapal perang full combat Istif Class. Berbagai alutsista dari Turkiye sudah datang seperti rudal balistik KHAN yang ditempatkan di IKN dan titik strategis lain. Rudal anti kapal Atmaca sudah mulai berdatangan untuk 24 KRI striking force. 

Drone Bayraktar dari Turkiye sebanyak 60 unit nantinya akan menjadi alutsista andalan untuk kapal induk Italia Giuseppe Giribaldi yang dihibahkan ke Indonesia. Namanya menjadi KRI Gajahmada. Coastal Missile sedang proses pengadaan. Nantinya akan ditempatkan di selat strategis dan Natuna.

Kita harus Siaga Satu saat ini. Pada saat yang sama kita sedang mempersiapkan inftrastruktur pertahanan yang kuat untuk negeri seluas Eropa ini. Termasuk penambahan 500 batalyon TNI AD dan kemampuan Cyber Warfare. Persiapan kita sebenarnya untuk tahun 2030 ready for use. Dan sekarang sudah harus Siaga Satu. Begitulah turbulensi dinamika geopolitik dunia saat ini.

****

Jagarin Pane / 7 Maret 2026