Wednesday, May 18, 2022

IKN Rentan Serangan Militer

Adalah Gubernur Lemhannas Andy Widjajanto mewanti-wanti dan menyampaikan pesan kuat untuk kita bahwa ibukota baru Nusantara yang mau dibangun di Kalimantan Timur, dalam persepsi dan perspektif militer serta pertahanan negara sangat rentan terhadap serangan militer dari udara, laut dan darat. Teknologi alutsista saat ini dan masa depan  adalah membangun sistem kekuatan pertahanan secara berlapis dan sinergi. Andy menyampaikan pesan itu dalam seminar daring yang diadakan BRIN hari Kamis tanggal 12 Mei 2022. Temanya adalah " IKN Dalam Dinamika Keamanan Regional Dan Refleksi Identitas Global Indonesia"

Ini sejalan dengan pandangan kita. Bahwa jauh-jauh hari kita sudah menyampaikan opini bahwa sampai saat ini Kalimantan itu masih telanjang dalam sistem pertahanan negara dilihat dari berbagai dimensi seperti pergelaran alutsista, teknologi alutsista dan network centric warfare. Dan dalam konteks membangun IKN secara sistem dan sinergi maka pembangunan kekuatan pertahanan harus menjadi satu formula kebersamaan atau bahkan mendahului. Sehingga ketika IKN operasional penuh maka pada saat yang sama kekuatan pertahanan IKN sudah ready for use. Sejauh ini kekuatan militer di Kalimantan sangat jauh berbeda dengan Jawa yang menjadi pusat kekuatan militer Indonesia.

Merujuk pada perang dahsyat Rusia-Ukraina dengan diluncurkannnya ribuan peluru kendali jarak sedang dan jarak jauh dengan presisi tepat sasaran, maka rentanitas ibukota baru kita Nusantara terbuka sekali. Perang Rusia-Ukraina menjadi mata kuliah maha penting bagi pemikir dan ahli strategi militer seluruh dunia termasuk Indonesia. Sebagaimana pernah disampaikan Panglima TNI Jendral Andika Perkasa. Teknologi militer terkini, intai strategis, intelijen militer dan manajemen pertempuran network centric warfare menjadi materi pembelajaran yang berharga dalam perang terbesar di Eropa sejak perang dunia kedua. Pembangunan kekuatan pertahanan di IKN diniscayakan akan merujuk pada kurikulum terakhir ini.

Halaman depan IKN Nusantara adalah ALKI 2 laut Sulawesi dan selat Makassar. Perairan ini adalah perairan laut dalam dan terhubung langsung dengan Samudra Pasifik. ALKI 2 adalah jalur pelayaran internasional termasuk jalur kapal perang dan kapal selam. Khusus untuk kapal selam tonase besar ALKI 2 adalah jalur paling aman untuk "bergerilya" karena lautnya sangat dalam. Tidak usah heran kalau jalur ini menjadi jalur unggulan lintasan kapal selam China, AS, Australia, Jepang dan lain-lain. ALKI 2 dari arah utara ke selatan akan melewati selat Lombok dan bertemu Samudra Hindia. Artinya halaman depan IKN ini perlu mendapatkan perlindungan berlapis.

Demikian juga dengan perbatasan darat ribuan kilometer dengan Malaysia di halaman belakang IKN. Atau di belakangnya lagi ada Laut China Selatan (LCS) yang demam berkepanjangan. Bukan tidak mungkin peluru kendali jarak jauh China suatu saat bisa menghantam IKN dari lokasi peluncuran di LCS jika terjadi pertempuran terbuka di kawasan itu dan melebar ke segala arah. Semua kemungkinan bisa terjadi. Maka untuk mengantisipasinya perlu perencanaan strategis dan komprehensif bagaimana membangun kekuatan militer IKN dengan pertahanan berlapis. Pertahanan ibukota adalah pertahanan terhormat, pertahanan harga diri dan tidak lagi berorientasi darat melainkan mobilitas strategis tiga matra TNI dan cyber.

Untuk membangun IKN dengan kekuatan pertahanan yang berlapis tentu memerlukan anggaran yang sangat besar. Padahal saat ini perkuatan militer kita juga butuh anggaran besar. Pada saat yang sama dampak Pandemi masih sangat memukul benteng ekonomi kesejahteraan, meski di Triwulan I Tahun 2022 pertumbuhan ekonomi kita menyentuh angka 5, 1 %. Belum lagi dampak perang dahsyat di Eropa. Oleh sebab itu dalam persepsi kita membangun ibukota baru di Kalimantan Timur tidak perlu dilakukan dengan tergesa-gesa. Bertahap saja. Di beberapa negara yang sudah jadi ibukota barunya, untuk membangun ibukota baru diperlukan waktu peredaran matahari selama 10-15 tahun paling cepat. Tidak bisa instan dan harus segera. Sementara pada tahun 2024 bisa dipastikan ada pergantian figur kepemimpinan nasional. 

Membangun kekuatan militer adalah membangun kekuatan sistem interoperability tiga matra plus cyber war dengan menghadirkan sejumlah alutsista canggih teknologi terkini.  Saat ini kita sedang mengarah kesana dan semuanya memerlukan waktu untuk investasi pertahanan. Pada saat yang bersamaan pembangunan ibukota baru Nusantara sedang dalam proses. Maka jalan terbaik adalah melakukan pembangunan IKN secara bertahap, tidak tergesa-gesa. Dan memang tidak ada yang perlu dikejar. Sementara secara nasional prioritas perkuatan militer kita seyoyanya mendapat tempat utama karena dinamika kawasan yang sudah tidak nyaman dan sering demam. Jangan sampai sudah kemalingan baru disiapkan teralisnya. Perkuatan militer lebih diutamakan karena dia adalah teralisnya pembangunan ekonomi kesejahteraan di negeri kepulauan ini.

****

Jakarta 18 Mei 2022

Jagarin Pane