Wednesday, July 26, 2023

Menjelang Latgab Terbesar TNI 2023

Baru saja sebulan yang lalu TNI AL melaksanakan latihan Armada Jaya di Laut Jawa. Belasan KRI dikerahkan bersama pasukan marinir dan alutsistanya. Berbagai simulasi tempur laut diperagakan. Puncaknya adalah pendaratan pasukan marinir melalui operasi serbu pantai. Termasuk diantaranya adalah penembakan peluru kendali SSM Exocet MM40 Blok 3 dari KRI I Gusti Ngurah Rai 332. Sasarannya ke arah kapal perang angkut pasukan KRI Karang Tekok 982. KRI yang sudah pensiun itu sukses meledak dan tenggelam dihantam rudal anti kapal paling mutakhir keluaran Perancis.

Saat ini seluruh matra tempur TNI bersiap untuk menunjukkan taring tempurnya dalam manajemen pertempuran modern. Area latihannya ada di tiga lokasi berdasarkan wilayah pertahanan. Untuk Kogabwilhan Satu akan dipusatkan di Dabo Singkep Kepulauan Riau. Kogabwilhan Dua di Situbondo Jawa Timur dan Kogabwilhan Tiga di selatan Manokwari Papua Barat. Ini yang membedakan Latgab TNI tahun ini dengan Latgab sebelumnya yang hanya berkonsentrasi di satu hotspot. Pergelaran dan pengerahan pasukan dengan alutsista di 3 hotspot merupakan bagian dari KUKM (konsep umum kampanye militer) yang harus memenuhi kriteria cepat, sigap, tanggap dalam hitungan jam. Akhir bulan Juli ini dan awal bulan Agustus 2023 adalah pelaksanaan manuver lapangan Latgab TNI.

Untuk Kogabwilhan Dua di Jawa Timur Latgab TNI menjadi ajang unjuk kekuatan terbesar TNI dan akan langsung dipimpin Panglima TNI Laksamana Yudo Margono. Puncaknya adalah serbuan pantai pasukan "hantu laut" marinir dan pendaratan sejumlah alutsista. Sebelumnya tumpuan pantai dibombardir lebih dulu oleh jet-jet tempur TNI AU dan tembakan meriam sejumlah KRI. Namun unjuk kekuatan kampanye dan diplomasi militer yang spektakuler adalah penembakan alutsista strategis. Rencananya fregat legendaris "Ahmad Yani Class" KRI Slamet Riyadi 352 yang sudah pensiun sejak tahun 2019 akan ditenggelamkan dengan 4 alutsista strategis. Yaitu peluru kendali Exocet MM40 Blok 3, peluru kendali C802, peluru kendali C705 dan Torpedo.

Kita lihat hari-hari ini sampai dua pekan ke depan langit Madiun dan Jawa Timur Selatan bergemuruh malam hari dengan manuver belasan jet tempur TNI AU yang berhome base di Iswahyudi AFB. Tiga skadron jet tempur TNI AU latihan terbang malam untuk menguatkan dan menyegarkan kemampuan manajemen pertempuran udara. Belum lama berselang 3 flight jet tempur F16 dari Iswahyudi AFB Madiun dan Roesmin Nuryadin AFB Pekanbaru melakukan latihan tempur dengan US Air Force. 6 jet tempur F16 AS yang berpangkalan di Korsel datang ke Pekanbaru. Sehari berikutnya 2 pesawat bomber nuklir strategis B52 US Air Force landing di Kuala Namu Airport. Kemudian bersama jet tempur F16 TNI AU dan F16 US Air Force melakukan simulasi "Bomber Interoperability" di langit Sumatera Utara dan Riau.

Korps marinir saat ini menyiapkan sejumlah alutsista seperti tank amfibi, panser amfibi, roket multi laras untuk ready for use dalam Latgab terbesar ini. Pasukan marinir menjadi bagian dari sistem senjata armada terpadu (SSAT) TNI AL. Dalam setiap Latgab TNI atau Armada Jaya pasukan elite ini menjadi bagian dari kurikulum utama simulasi pertempuran puncak. Merebut tumpuan pantai. Dengan kondisi alutsista marinir yang dimiliki saat ini sangat diharapkan ada penambahan yang signifikan. Seperti tank amfibi, ranpur amfibi, roket multilaras, howitzer dan peluru kendali jarak pendek untuk pertahanan pangkalan. Korps marinir sudah mengembangkan kekuatan menjadi 3 divisi yang dikenal dengan sebutan Pasmar. Mestinya alutsistanya juga ikut mekar gahar gitu loh.

TNI AD punya banyak alutsista gahar termasuk ratusan batalyon. Alutsista berkelas misalnya tank Leopard, roket multi laras Astross, artileri Caesar Nexter, peluru kendali Starstreak dan Mistral, helikopter Apache, Mi 35 dan lain-lain. Saat ini TNI AD sedang menyiapkan deploy atau pengerahan berbagai jenis alutsista untuk Latgab berkelas ini. Secara interoperability TNI AD sudah menerapkan network centric warfare antar satuan tempurnya. Ini bisa kita saksikan dalam setiap simulasi pertempuran level Kostrad dan Kodam. Selalu bersinergi antara batayon infantri, artileri, kavaleri, roket, arhanud dan Penerbad TNI AD. Puslatpur TNI AD di Baturaja Sumsel menjadi area latihan yang familiar bagi sinergitas satuan tempur TNI AD.

Persiapan Latihan gabungan TNI adalah bagian terpenting untuk manuver lapangan. Meliputi kesiapan embarkasi lintas laut militer  dengan KRI LST dan LPD yang membawa sejumlah alutsista dan pasukan dalam kapasitas besar. Termasuk kesiapan operasi lintas udara dengan pesawat Hercules, CN 295, CN 235. Yang menggembirakan dari dua kesiapan pengerahan ini, TNI AL dan TNI AU sudah memiliki alutsista deployment yang memadai. Ada belasan KRI LST "Bintuni Class" yang relatif baru dan KRI LPD "Makassar Class" serta puluhan pesawat angkut berat Hercules. Saat ini TNI AU mempunyai 3 skadron Hercules dengan kekuatan 30an pesawat tambun dan tangguh ini.

Pertambahan berbagai jenis alutsista TNI bagaimanapun harus diuji dalam simulasi sinergitas pertempuran. Termasuk simulasi yang disesuaikan dengan kondisi terkini geopolitik dan geostrategis kawasan. Dabo Singkep misalnya menjadi kawasan simulasi pertempuran yang lokasinya dekat dengan Natuna. Dinamika cepat, sigap, tanggap di Natuna adalah tanggung jawab Kogabwilhan Satu yang bermarkas di Tanjung Pinang. Jadi Latgab TNI tahun ini  adalah untuk menguji kemampuan alutsista yang dimiliki dengan manajemen interoperabilitas, doktrin, prosedur dan organisasi dalam operasi militer gabungan. Negeri kita adalah negeri kepulauan. Maka mau tidak mau sinergitas tiga matra adalah mutlak.

Catatan kita dalam Latgab kali ini adalah ingin melihat kemampuan satuan kapal selam TNI AL. Uji penembakan torpedo adalah salah satunya karena sudah lama kita tidak menyaksikan uji penembakan alutsista strategis torpedo dari kapal selam. Termasuk menguatkan peran UAV dan UCAV yang sudah terbukti battle proven,  menjadi bintang pertempuran dalam perang Rusia-Ukraina. Manajemen pertempuran modern now and next semakin menguatkan peran UAV dan UCAV disamping Cyber War. Tidak terkecuali perang intelijen lewat jalur framing, penggiringan opini dan hasut menghasut. Karena medsos sudah menjadi infrastruktur utama dahsyatnya psywar, framing dan ghoswul fikr. Kebenaran tidak lagi berfasarkan fakta tetapi berdasarkan persepsi. Apalagi jika peran AI (Artificial Intelligence) semakin dominan. Latgab TNI adalah unjuk kinerja adrenalin NKRI, sekaligus bagian dari diplomasi militer. Bahwa eksistensi dan kehormatan negara adalah segalanya.

****

Jagarin Pane / 26 Juli 2023