Thursday, July 2, 2026

PT PAL Indonesia, Menuju Industri Pertahanan Global

Publikasi peluncuran kapal perang jenis LPD (Landing Platform Dock) yang ketiga untuk Angkatan Laut Filipina tanggal 30 Juni 2026 yang lalu menggema luas di kawasan regional. PT PAL kembali mendapat kepercayaan Filipina membangun LPD ketiga dan keempat, setelah sebelumnya sukses membangun 2 kapal LPD untuk AL jiran utara ini. PT PAL sendiri sudah membangun 6 kapal perang LPD untuk TNI AL dan sedang membangun kapal LPD terbesar 163 meter Al Maryah untuk Angkatan Laut "Sultan" Uni Emirat Arab. Bahkan saat ini PT PAL sedang mempromosikan kapal perang striking force "little but lethal" kapal cepat rudal (KCR) 60 meter Sampari Class ke Filipina. TNI AL saat telah memiliki 6 KCR Sampari Class produk PT PAL Surabaya.

Dalam catatan kita sejauh ini PT PAL mampu memberikan kesan perjalanan prestasi yang "Quantum Leap". BUMN strategis ini memberikan kontribusi luar biasa untuk mengembanghebatkan industri pertahanan maritim Indonesia bersama industri pertahanan maritim swasta nasional yang tersebar di berbagai provinsi. Saat ini PT PAL sedang membangun 2 kapal perang heavy frigate "Merah Putih" untuk TNI AL. Satu diantaranya KRI Balaputradewa 322 telah diluncurkan beberapa bulan yang lalu. PT PAL mendapat order untuk membangun 4 kapal perang "Merah Putih Class" dengan target waktu penyelesaian secepatnya. 

KRI Balaputradewa 322 akan ikut serta dalam HUT TNI 5 Oktober 2026 mendatang bersama dua kapal perang heavy frigate yang baru dibeli dari Italia. Yaitu KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321. Skenarionya ketiga KRI gahar ini akan "mengawal" kapal induk TNI AL yang belum diberi nama dalam show of force parade seratusan kapal perang berbagai jenis 5 Oktober nanti. Prediksi kita perayaan HUT TNI akan dilaksanakan di pangkalan AL terbesar Surabaya. Sekedar sumbang saran perayaan HUT TNI tidak perlu terlalu kolosal seperti tahun kemarin di Monas. Begitu padatnya seratusan ribu pasukan TNI dan ribuan alutsista yang dikerahkan. Bersama ratusan ribu masyarakat yang menyaksikan memberikan kesan "suasana kolosal banget". Namun kurang tertata dan tertib dalam manajemen seremoni militer karena keterbatasan lahan dan penuh sesaknya partisipan dan penonton.

Kita ketahui bersama, saat ini  PT PAL punya kesibukan yang padat. BUMN andalan ini sedang membangun 2 kapal selam canggih Scorpene Envolved melalui kerjasama transfer teknologi dengan Perancis. Yang menakjubkan tentu saja kemampuan PT PAL membangun karya cipta sendiri yaitu kapal selam mini tanpa awak (KSOT) dan senjata laser untuk kapal perang. Kedua produk ini sudah diuji coba tahun 2025. Kementerian pertahanan tahun ini sudah memesan 30 unit KSOT untuk menguatkan armada bawah air TNI AL. Semua prestasi ini tidak terlepas dari kekuatan manajemen yang solid dan political will untuk membangunkuatkan industri pertahanan maritim Indonesia.

PT PAL beberapa tahun lalu mendapat order untuk modernisasi refurbishment 41 KRI eksisting berbagai jenis. Sebagai lead integrator BUMN ini merangkul beberapa industri pertahanan swasta nasional untuk percepatannya. Jadi disamping membangun kapal perang berbagai jenis PT PAL juga "merawat inap" berbagai KRI. Bahkan kapal perang LPD Filipina yang pertama dibangun PT PAL juga melakukan maintenance rawat inap di Surabaya baru-baru ini. Kapal selam KRI Cakra 401 ikut dalam program overhaul yang lebih dikenal dengan Program R41. Temasuk "Fatahillah Class" dan "Parchim Class" mendapatkan persenjataan peluru kendali anti kapal Atmaca buatan Turkiye.

Dalam perjalanan sumbangsihnya untuk ketersediaan alutsista TNI AL, BUMN maritim ini sudah lengkap membangun kapal perang berbagai jenis dan berbagai ukuran. Termasuk merawatnya. Mulai dari membangun FPB (Fast Patrol Boat), KCR "Sampari Class", korvet "Martadinata Class", LPD "Makassar Class", kapal selam "Nagapasa Class", kapal tanker logistik "Tarakan Class", dan yang terakhir heavy frigate "Merah Putih". Prediksi kita  tahun depan PT PAL akan mulai membangun kapal perang jenis LHD (Landing Helicopter Deck). Sementara pekerjaan besar lainnya adalah meng upgrade kapal induk bekas dari Italia untuk kesiapan operasionalnya sebagai kapal induk TNI AL.

Perjalanan kontribusi PT PAL tidak terlepas dari tata kelola manajemen yang profesional dibawah kepemimpinan Dr Kaharudin Jenod. Figur ini dan PT PAL seperti bertemunya filosofi "the right man in the right place". Dengan leadership yang terang benderang Jenod yang ahli perkapalan dan artificial intelligence mampu mengintegrasikan strategi manajemen galangan kapal dan perluasan pasar internasional. Prestasi yang lain adalah mampu menyelesaikan masalah keuangan selama 20 tahun menjadi profit margin yang menggembirakan. Bahkan untuk laporan keuangan tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan 108,6% dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan profit margin ini adalah hasil sinergitas percepatan proses produksi, efisiensi dan limpahan order termasuk implementasi digitalisasi manajemen. 

Political will adalah payung utama sebagai pelindung dan trigger manajemen PT PAL. Kebijakan Presiden Prabowo yang visioner termasuk ketika menjadi Menteri Pertahanan untuk membangunkuatkan industri pertahanan dalam negeri sudah memberikan hasil gemilang. PT PAL saat ini adalah industri pertahanan maritim nasional yang sedang bergeliat dan menjadi buah bibir di kawasan regional. Selayaknya kita memberikan apresiasi karena PT PAL tampil sebagai BUMN industri pertahanan terkemuka dan berprestasi. BUMN yang lain seperti PT Pindad dan PT DI  juga menunjukkan kinerja yang baik.

Tidak berlebihan jika kita mengatakan PT PAL selama lima tahun terakhir ini menjalani masa keemasannya dalam "perjalanan karirnya". Menuju industri pertahanan maritim global bukan lagi cita-cita tetapi sudah dan sedang melangkah ke arah sana dengan percaya diri. Pasar ASEAN sudah terbuka, juga pasar Timur Tengah. Pasar Afrika berpotensi terbuka. Lebih penting dari itu adalah kemampuan PT PAL menyediakan kebutuhan kapal perang berbagai jenis untuk Angkatan Laut Indonesia. Kekuatan pertahanan sebuah negara harus didukung dengan kekuatan industri pertahanannya sebagai pemasok ketersediaan aset pertahanan. Dan manajemen PT PAL sudah menjawabnya dengan kinerja cemerlang. Tapi bagi netizen forum militer biasanya mereka lebih senang dan ramai membahas tema "fit for but not with" atau "full armament". Bagi netizen forum militer, Good News is biasalah. 

****

Jagarin Pane / 2 Juli 2026