Saturday, July 25, 2026

Menyambut Gajah Mada

Perjalanan cepat program Optimum Essential Force (OEF) TNI, kembali memberikan momentum kegaharannya dengan kehadiran kapal induk dari Italia Giuseppe Garibaldi. Seremoni HUT TNI ke 81 tanggal 5 Oktober 2026 diniscayakan menjadi seremoni yang gegap gempita dengan kehadiran Garibaldi yang memilki panjang 180 meter. Sekaligus meresmikan namanya menjadi KRI Gajah Mada. Resmi menjadi kapal induk pertama sepanjang sejarah perjalanan republik ini. Indonesia pernah punya kapal penjelajah KRI Irian 201 dari Uni Sovyet (Rusia) tahun 1962 sewaktu konfrontasi Trikora dan Dwikora. Kehadiran kapal perang monster dari "Sverdlov Class" dengan panjang 210 meter dijamannya itu, membuat kapal induk Belanda Karel Doorman cabut dari Irian (Papua) menuju Australia. Ini menunjukkan betapa gaharnya KRI Irian 201 pada waktu itu.

Meski KRI Gajah Mada merupakan kapal induk bekas dari Italia, kehadiran aset pertahanan laut ini menjadi langkah spektakuler sekaligus surprise. Sebuah negeri kepulauan terbesar dalam upaya menguatkan postur angkatan lautnya mendapatkan kado istimewa, kapal induk dari negara NATO. Surprise karena tidak pernah terbayangkan selama tiga tahun terakhir kita akan punya kapal induk. Jadi spektakuler karena proses perolehannya extra ordinary dan hibah "dengan syarat dan ketentuan berlaku". China juga pernah membeli kapal induk bekas dari Rusia yang diserahkan ke Ukraina. Lalu diberi nama Liaoning sebagai langkah awal membangun kapal induk buatannya sendiri. Sekarang China sudah memiliki 4 kapal induk produk dalam negerinya. 

Kehadiran Gajah Mada setidaknya akan memberikan gelombang kejut di kawasan regional. Sama halnya dengan seremoni kedatangan 6 jet tempur Rafale beberapa waktu lalu. Berbagai analisis dan pemberitaan internasional menggema kuat, salah satunya memprediksi Indonesia akan menjadi kekuatan penyeimbang di kawasan yang sedang bergelombang iklim geopolitiknya. Gajah Mada semakin menguatkan prediksi itu dan Gajah Mada tentu tidak akan sendirian menjelajah perairan laut biru Nusantara. Dia akan selalu berada dalam pengawalan tugas gugus tempur laut TNI AL.

Lihat saja "dayang-dayang" yang akan mengiringi Sang Mahapatih kemana dia pergi. Heavy frigate KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321 sudah stand by sambil memperkuat infrastruktur tempurnya. 2 KRI frigate "Merah Putih Class" sedang dibangun di PT PAL. Salah satunya KRI Balaputradewa 322 sudah meluncur ke air. PT PAL akan membangun 2 unit lagi sehingga nantinya akan menjadi 4 KRI. Dari Turkiye sedang berlangsung program beli cepat untuk mendapatkan kapal perang canggih "Istambul Frigate" Class. Mengapa disebut beli cepat, karena 2 kapal perang ini awalnya dibuat untuk AL Turkiye namun Indonesia mendapat restu Erdogan untuk pengalihan kepemilikan. Dengan harga premium tentunya. Tahun depan sudah datang di tanah air.

Kekuatan bawah air TNI AL juga bergerak cepat pertambahannya. Selain pembangunan 2 kapal selam canggih Scorpene di PT PAL, Angkatan Laut Indonesia segera mendapatkan 6 kapal selam mini Drass dari Italia. Termasuk pesanan 30 kapal selam mini tanpa awak berbasis Artificial Intelligence (KSOT) buatan PT PAL. Dari Inggris akan datang pesanan kapal penyelamat kapal selam sebagai bagian dari armada TNI AL. Pesanan 30 KSOT ini merupakan gelombang kejut juga karena ini adalah produk orisinil karya cipta PT PAL. Dan sangat dimungkinkan akan semakin banyak pemesanan KSOT untuk menjaga selat strategis dan pangkalan angkatan laut Indonesia.

Kapal induk Gajah Mada di negeri asalnya diisi jet tempur Harrier yang bisa take off dan landing vertikal. Setelah renovasi dan overhaul nantinya akan diisi dengan drone bersenjata Bayraktar TB2 bersayap lipat dan drone stealth Kizilelma. Keduanya buatan Turkiye. Bayraktar TB2 dan Kizilelma sama saja fungsinya dengan jet tempur. Artinya operasional drone bersenjata lebih efisien daripada jet tempur. Masa depan alutsista strategis penghancur dalam networking warfare adalah drone bersenjata. Termasuk juga rudal balistik. Indonesia sudah menerima sistem peluncuran rudal balistik KHAN buatan Turkiye dan ditempatkan di sekitar IKN. Banyak produk Turkiye neh, apalagi kedua negara sudah punya perjanjian kerjasama pertahanan dan DPR sudah meratifikasi UU nya. 

Kita memprediksi bahwa gugus tugas kapal induk ini bersama "dayang-dayangnya" akan efektif operasional tahun 2028. Drone Bayraktar yang menjadi alutsista serang kapal induk sudah dipesan sebanyak 60 unit, sementara Kizilelma 12 unit dengan opsi pemesanan 48 unit. Kizilelma tidak beda jauh dengan jet tempur siluman karakternya. Dengan begitu sesungguhnya pengoperasian drone bersenjata stealth bisa lebih mematikan karena tidak terlacak radar lawan. Selain drone bersenjata, kapal induk kita ini akan diisi dengan Helikopter. Kapal induknya sendiri harus punya manajemen perlindungan diri. Maka dalam program upgrade yang ditargetkan selesai akhir tahun ini infrastruktur tempur pertahanan diri sudah bisa terpenuhi. Salah satunya senjata laser produk PT PAL sebagai air defence system.

Seluruh program perkuatan militer Indonesia adalah untuk memastikan manajemen pertahanan terpadu. Dapat menjadi payung yang kokoh mengawal teritori dan eksistensi negeri. Iklim geopolitik saat ini yang mudah mengumbar adrenalin, sejatinya bertumpu pada penguasaan sumber daya alam. Lihat saja "lidah naga" China menjulur ke selatan hampir menyentuh Natuna. Atau Greenland yang tiba-tiba diklaim milik AS. Semuanya dengan gertakan militer. Negeri kita yang kaya sumber daya alam sangat pantas dan terhormat mendapatkan perlindungan sesuai konstitusi. Indonesia sedang bergegas menggempalkan kekuatan militernya. Sedia payung sebelum hujan, dan payungnya harus kokoh karena bisa saja hujannya bercampur badai dan petir.

****

Jagarin Pane / 25 Juli 2026


24 comments:

Unknown said...

Jitenci, SU-35 akankah menghiasi langit Indonesia?

Jagarin Pane said...

Wait and see πŸ˜€

Waipios said...

Mantap ulasannya bung jagarin..semoga tak lama lagi kekuatan kita akan jadi blue water aminπŸ‡²πŸ‡¨πŸ’ͺ

StormShadow said...

Setelah kontrak rudal brahmos + astra india, lanjut datang bergelombang heli Mi-17V5 menyusul heli serang Kamov Ka-52 Alligator, probably Su-35 or 57E,. Yg mengejutkan , yg akhirnya sadar pemerintah Indonesia 'tendang' KF21 yg memang sengaja dibikin problematik & penuh drama ala korea,. Lsg Dibalas dg penambahan jumlah unit Rafale F4.... epick comeback...

Anonymous said...

Maaf om ralat bukan TB2 tapi TB3 khusus kapal induk ,kalo TB2 khusus darat dan penggunay ada rencana untuk TNI AD

Anonymous said...

Inilah kehebatan pak Prabowo dibidang pertahanan. Semoga program MBG, KDMP dan Program lainnya yang masih sangat boros di evaluasi, agar lebih efektif. Sehingga sisa dana nya bisa untuk pertahanan dan infrastruktur

Haerbe said...

KRI Gajah Mada ke depannya akan diupgrade memakai produk indigenous Indonesia, yaitu CMS Mandala dan Link-ID buatan LEN yg memungkinkan berbagi data realtime dg aset tempur multi media lain termasuk pesawat2 TNI AU. PAL sebagai lead integrator reteofit KRI Gajah Mada juga akan melibatkan bbrp inhan bumn/swasta lainnya.

Inilah obyektif strategis di balik akuisisi ITS Garibaldi. Ada tujuan jangka panjang yg dibidik, yaitu kemampuan membangun LHD dan kapal induk sendiri. KRI Gajah Mada punya tiga fungsi penting; operasi militer, OMSP dan sarana riset/laboratorium premium bagi inhan dalam negeri agar kelak bisa membuat sendiri LHD/kapal induk dg lualitas premium.

Waipios said...

πŸ‘

Garuda Tangerang said...

Biaya perawatan kapal induk nya semoga tidak membebankan TNi AL dan Negara ya om Jagarin

Jagarin Pane said...

Itu anggaran 2027 disahkan 334 trilyun. Antara lain untuk harwat alutsista.

Anonymous said...

Kapal perang ex jepang gmn bung Jagarin, dan kabel baracuda jadi kah bung dipesan

Jagarin Pane said...

Sedang proses kan soal2 teknis.

Anonymous said...

Bagaimana tanggapan atas tawaran 2 kapal selam 212 itali bung jagarin yg jatah dari Italy utk kita begal

Garuda Tangerang said...

Bung Jagarin kapal selam pengawal KRI Gajah Mada berapa banyak 1 kapal selam atau 2 kapal selam dan kapal selam yang jaga serta khusus berpatroli di Indonesia nya apa hanya cukup dengan nagapasa class aja???

Anonymous said...

Bang jagarin .mohon maaf bisa spill rudal untuk kro gajahmada?

Anonymous said...

Bang jagarin .mohon maaf bisa spill rudal untuk kro gajahmada?

Garuda Tangerang said...

Maksudnya saya perawatan untuk jangka panjang nya semoga tidak membebankan APBN dan logistik nya kapal induk kita juga bisa di sediakan dengan sebaik mungkin untuk jangka panjang nya

Jagarin Pane said...

Sementara 1 ks yg dari italia itu.

Madiun said...

Saya lebih mencermati efek domino-nya yaitu penyiapan armada kawal yg efek detterencenya lbh terasa. Kapal Induk merevolusi gugus tempur konvensional TNI AL, inilah yg justru jadi perhatian serius kawasan "apa lagi nih yg datang?"

Bicara pengawalan, TNI AL bisa mengoptimalkan peran OPV 98 batch 1 (3 kapal) full spec modif dng konfirgurasi multirole: aaw dr ciws (smg diganti millenium) dan mistral tetral di atas anjungan atau buritan diganti RAM dan meriam 76 mm diganti sovraponte yg bisa ciws, asw & asuw tdk dibahas karena peran awalnya ini.

Juga, OPV 98 (atau istilahnya diganti korvet) diperbanyak platformnya at least sd total 12 atau 18 unit tentu saja ada relayouting ut VLS terutama dan buritan ttp pake ciws gun. CMS pake Advent atau Mandala dan jika ini diternak (apalagi mudah karena buatan galpal dalam negeri) akan mengoptimalkan coverage (patroli, pengawalan dll) berbiaya murah dng kemampuan gahar. Tetangga bilek "OPV saja kaya gini, apalagi fregat²nya". Semoga, aamiin.

Garuda Tangerang said...

Terima kasih untuk informasinya

Pusing pusing said...

Kapal induk ex Garibaldi
Walau sudah berusia tua tapi kalo dirawat dan dipelihara rutin masih ok dipake berlayar. Untuk usia tua kalo dipake seperti waktu masih baru tentu sudah ketinggalan jaman teknologinya. Ada baiknya kapal induk ex Garibaldi ini setelah diserahkan ke RI sebaiknya yg pake adalah bukan TNI AL tapi Indonesian Coast Quard aja sebagai kapal markas komando, kapal induk ini bisa jadi markas saruan helikopter dan drone intai maritim CCTV bagi Indonesian Coast Quard. Kapal induk ini bisa berfungsi sebagai pusat rumah sakit terapung, tempat ementara menolong korban bencana alam bisa juga berfungsi sebagai tempat terapung menyalurkan bantuan logistik ke tempat tempat terjadinya bencana alam via armada helikopter di kapal induk ini. Untuk drone intai maritim CCTV kapal induk ini bisa dipakai melepaskan drone drone intai maritim CCTV memenitoring perbatasan perauan laut RI.. jadi di tangan Indonesian Coast Quard kapal induk ex Garibaldi ini tidak berfungsi sebagai kapal induk tempur tapi lebih dikhususkan utk markas terapung komando drone intai maritim CCTV + rumah sakit terapung yg bisa paling dekat dgn lokasi bencana + tempat penampungan sementara bagi korban bencana alam karena bisa dekat dgn lokasi terjadinya bencana alam + bisa sebagai tempat distribusi barang barang sumbangan buat diterbangkan dgn helikopter ke lokasi bencana alam + bisa dipake untuk keperluan pusat SAR laut dan SAR daratan pulau karena bisa dekat ke lokasi yg membutuhkan SAR akibat bencana alam atau kecelakaan kapal laut.. Kalo Indonesian Coast Quard sudah punya kapal induk ex Garibaldi ini, maka tidak lagi dibutuhkan kapal kapal ukuran 100m ke bawah.. Indonesian Coast Quard sangat membutuhkan kapal induk ex Garibaldi ini + kapal besar sekelas Tuan Datu bukan kapal kapal kecil dibawah 100m.

Foxs said...

Terserah hayalan dan harapanmu..yg jelas garibaldi akan di segarkan Indonesia kembali baik cms persenjataan radar dll..dan semua akan di lakukan PT PAL ingat malaydes jgn sampai terkencing kencing nantinya paham!

Foxs said...

Terserah hayalan dan harapanmu..yg jelas garibaldi akan di segarkan Indonesia kembali baik cms persenjataan radar dll..dan semua akan di lakukan PT PAL ingat malaydes jgn sampai terkencing kencing nantinya paham!

Pusing pusing said...

FOXS kamu ini siapa? Kasar sekali tulisanmu, kok bawa bawa Malaysia ? Emangnya kamu orang Malaysia yg dibuang ke laut oleh pemerintah Malaysia?