Thursday, February 5, 2026

OEF, Menduga Sikap Jiran

Perkuatan militer Indonesia saat ini dengan program extra ordinary untuk mencapai Optimum Essential Force (OEF) bagaimanapun menjadi perhatian para jiran sekitarnya. Malaysia, Singapura, Filipina dan Australia punya cara masing-masing untuk menyikapinya. Yang jelas mata dan telinga intelijen mereka bekerja untuk memperhatikan modernisasi militer Indonesia. Wajarlah karena dalam hidup bertetangga dinamika geopolitik dan geoekonomi paling sering bersinggungan. Bahkan kadang-kadang sampai melakukan show of force seperti di perairan Ambalat dulu dengan Malaysia. Juga Australia pernah pamer kekuatan. Mengerahkan 8 jet tempur F18 bermanuver diatas Kupang NTT tanggal 16 September 1999, dua minggu setelah referendum Timor Timur. Apalagi kalau bukan untuk unjuk kekuatan pada saat kekuatan alutsista kita lemah karena embargo. Ini pengalaman pahit kita bertetangga.

Program extra ordinary untuk memperkuat militer Indonesia saat ini adalah yang terbesar sejak era Trikora dan Dwikora. Program strategis pemerintah ini adalah dalam rangka mengantisipasi turbulensi geopolitik dunia yang lebih sering mendebarkan saat ini. Tidak lagi sekedar ngeri-ngeri sedap. Sudah terbukti, dunia kita saat ini melenceng jauh meninggalkan tatakrama dan mekanisme ber PBB. Bombardir Israel di Gaza dibiarkan, pertempuran keroyokan jarak jauh 12 hari Iran-Israel dan AS, operasi militer AS di Venezuela, pengerahan kekuatan militer AS di sekitar Iran,  klaim AS atas Greenland dan Kanada. Mengusik ketentraman Mexico, Kolumbia dan Kuba, serta berbagai gertakan AS lainnya. Ini menunjukkan adanya kerusakan tatanan ekosistem geopolitik oleh sebuah sebab. Keangkuhan negara adidaya AS dan sekutu terkasihnya Israel.

Indonesia sesungguhnya sudah mengantisipasi cuaca ekstrim geopolitik global selama lima tahun terakhir. Menhan Prabowo waktu itu sudah punya "buku putih" sendiri dengan program besar dan cepat untuk memperkuat manajemen pertahanan berbasis network centric warfare (NCW). Maka bisa kita lihat hasil dari program extra ordinary ini dengan kedatangan 3 unit jet tempur Rafale dari 42 unit yang kita pesan. Dan akan ditambah menjadi 60 unit. Pengadaan alutsista cepat saji 2 kapal perang jumbo dari Italia sudah terlaksana dengan hadirnya KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321. Kemudian ada delapan puluhan Drone canggih Bayraktar, Akinci, dan Anka dari Turkiye. Bersamaan dengan itu ada penambahan 13 Radar GCI dari Thales Perancis dan 12 dari Retia Ceko. 

Dengan Korsel, Indonesia pesan 16 unit jet tempur KF21 hasil pengembangan teknologi bersama selama 10 tahun. Sebelumnya kita sudah pesan 6 jet latih tempur T50i dan datang bulan ini untuk menambah kekuatan 13 unit yang sudah ada. Turkiye yang sedang mempersiapkan produksi  jet tempur gen 5 KAAN dan masih dalam tahap pengembangan akhir, Indonesia sudah memesan sebanyak 48 unit. Kontrak efektif yang tertunda dengan Rusia untuk pengadaan 11 jet tempur Sukhoi SU35 sudah aktif kembali. Setidaknya ada tambahan 8 unit SU35 untuk melengkapi keluarga 16 unit Sukhoi SU27 dan SU30 yang sudah ada di Hasanudin AFB (Air Force Base) Makassar. 

Bandara Haluoleo di Kendari sedang dikembangkan menjadi AFB tandem dengan Hasanudin. Prediksi isiannya ya keluarga Sukhoi tadi. Dua AFB ini menjadi salah satu pilar kekuatan NTS (Nusantara Trident Shield) atau Perisai Trisula Nusantara untuk memayungi Ibu Kota Nusantara. Jet tempur J10 Chengdu dari China yang sempat digadang-gadang Menhan Syafri, jika jadi dibeli sangat dimungkinkan penempatannya di kawasan Timur Selatan Indonesia, menemani Sukhoi. Pilihan kuatnya bisa di El Tari AFB Kupang. Jet tempur China sedang naik daun karena dianggap sukses menjatuhkan 4 jet tempur Rafale India dalam pertempuran udara Pakistan-India berbasis NCW dengan durasi singkat tahun lalu.

Ada kabar baik dari Turkiye. Setelah mendapat "Brawijaya Class" dengan pola beli pesanan negara pembuat Italia,  dari Turkiye kita mendapat pola yang sama. Beli kapal perang yang hampir selesai untuk AL Turkiye. 2 kapal perang frigate "Istanbul Class" dialihkan untuk lndonesia. Sementara PT PAL yang sekarang sedang membangun 2 KRI heavy frigate Merah Putih akan membangun 2 unit lagi sehingga akan mencapai 4 unit. Jadi memang paralelisasi dan extra ordinary banget. Dari galangan kapal dalam negeri sedang sea trial 2 korvet KRI Raja Ali Fisabilillah 391dan KRI Lukas Rumkorem 392. Korvet KRI Bung Hatta 370 sudah menemani KRI VVIP Bung Karno 369. Keduanya produksi dalam negeri. KRI Belati 622 full combat buatan anak negeri sudah masuk Armada Tiga di Sorong. Rencana akuisisi 7 kapal perang frigate eksisting dari AL China bersama 1 kapal induk bekas dari Italia dipastikan akan menambah kekuatan gentar TNI AL.

Perkembangan yang begitu cepat perkuatan militer Indonesia saat ini menjadi sorotan media asing termasuk para jiran kita. Malaysia yang selama 1 dekade ini pertambahan alutsistanya cenderung stagnan, mulai menggeliat setelah memperhatikan kecepatan pertumbuhan alutsista Indonesia yang begitu masif. Secara kuantitas dan kualitas kekuatan alutsista Indonesia saat ini sudah jauh meninggalkan Malaysia. Meski Malaysia akan menambah jet tempur FA50 dari Korsel dan menyelesaikan 3 unit frigate "Maharajalela Class" yang tertunda bertahun-tahun, kekuatan jiran serumpun itu tetap masih dibawah kekuatan alutsista Indonesia yang berkembang pesat. Diantara seluruh negara ASEAN, Malaysia sejauh ini terlihat tersendat pertumbuhan kekuatan militernya. Bandingkan dengan Filipina dan Vietnam yang tumbuh signifikan.

Tetangga selatan Australia, kita meyakini, adalah yang paling aktif memantau pertumbuhan alutsista Indonesia. Canberra tentu sangat berkepentingan dengan keamanan nasionalnya. Program percepatan investasi pertahanan Indonesia mengharuskan negeri itu mengkalkukasi ulang kekuatan pertahanannya. Terbentuknya Aliansi militer Canberra dengan Port Moresby beberapa bulan lalu adalah bagian dari percaturan strategi militer Australia. Indonesia dalam pandangan Australia sejak dulu adalah tetangga besar yang selalu di suudzoni. Maka percepatan pertumbuhan kekuatan militer Indonesia saat ini boleh jadi menjadi kecemasan stadium satu bagi Australia. Harap-harap cemas bin khawatir. Biarkan saja toh Buku Putih pertahanannya sudah bersabda bahwa ancaman terbesarnya dari Utara.

Prediksi tambahan investasi pertahanan Indonesia tahun 2030 untuk TNI AU adalah tersedianya 42 jet tempur Rafale, 16 jet tempur KFX, 8 jet tempur Sukhoi SU35, 16 jet tempur J10 Chengdu, 24 jet latih tempur M346F blok 20, 25 Radar GCI. Prediksi perolehan 48 jet tempur KAAN dari Turkiye setelah tahun 2030. Matra TNI AL memperoleh 1 kapal induk drone, 1 kapal induk helikopter, 8 heavy frigate, 4 kapal selam, 30 kapal selam nir awak, sejumlah batterai Coastal Missile, seratusan tank amfibi, puluhan MLRS, ratusan drone berbagai jenis dan lain-lain. TNI AD mendapatkan 22 helikopter Black Hawk, 6 helikpoter Mi17, 5 batterai Balistic Missile, ratusan tank, panser dan lain-lain. Pertambahan signifikan dan masif ini dipantau serius jiran selatan sambil bergumam what next.

Makanya diam-diam Australia menjalin persekutuan militer dengan Papua Nugini yang dikenal dengan Pukpuk Treaty. Meski disebut ini merupakan antisipasi perluasan pengaruh China di Indo Pasifik, tetap saja membuat Jakarta marah secara diplomatik. Sehingga Australia mengirim pejabat tingginya untuk menenangkan Jakarta. Dengan berbagai track record perilaku tetangga berwajah Eropa ini, kita memang perlu waspada. Bukankah Pukpuk Treaty bisa digunakan untuk akses proxy war di Papua. Strategi Indonesia yang ingin memperkuat skadron tempur buatan non barat di kawasan Timur dan pengembangan Armada Tiga, dalam perspektif kita adalah bentuk diplomasi militer yang cerdas. Termasuk menambah puluhan batalyon teritorial pembangunan di Papua. Ini bagian dari antisipasi dinamika geopolitik. Utamanya menghadapi pola bertetangga dengan jiran yang punya rekam jejak kurang baik.

Bagaimana dengan Singapura. Setali tiga uang dengan Australia yang menganggap Indonesia adalah ancaman terhadap eksistensi negerinya. Makanya Singapura jauh-jauh hari sudah memperkuat militernya dengan alutsista canggih. Sebenarnya bagi Indonesia sehebat apapun kekuatan pre emptive strike Singapura, bukan merupakan ancaman bagi Indonesia. Sebaliknya dengan teknologi drone,  benchmark pertempuran Rusia-Ukraina dan Iran-Israel justru membuat Singapura semakin merasa terancam. Sebab utamanya adalah kondisi geografi negerinya yang "little red dot". Padahal jiran yang bernama Indonesia ini selalu low profile dan bahkan bersepakat dengan DCA (Defence Cooperation Agreement). Perjanjian ini memberikan ruang latihan militer untuk AL dan AU Singapura di perairan selatan Natuna dan Bengkalis Riau. Kurang baik apa coba.

Program OEF Indonesia yang begitu masif diyakini menjadi perhatian serius negeri mungil itu. Harapan kita ada perubahan sikap diplomatik Singapura untuk lebih luwes dalam pola diplomatik. Seperti keberatannya atas penamaan KRI Usman Harun 359 pada kapal perang striking force Indonesia beberapa tahun lalu. Ini menunjukkan sikap Singapura yang belum move on dari Dwikora khususnya sabotase di Singapura yang dilakukan marinir Indonesia (dulu KKO) Usman dan Harun. Ciri khas keluwesan bertetangga mudah saja. Tunjukkan sikap saling menghormati meski secara kesejahteraan negeri itu lebih makmur.

Bagi Indonesia program OEF adalah kepantasan dan keharusan nasional. Untuk menjamin eksistensi dan marwah negeri kepulauan yang luas ini bersama kekayaan sumber daya alamnya yang melimpah. Republik Indonesia yang seluas Eropa sangat wajar dan wajib memiliki ratusan jet tempur, ratusan kapal perang, rudal balistik, rudal pertahanan pantai, radar GCI, dan lain-lain. Manajemen pertahanan kita yang kuat sejatinya adalah untuk penyeimbang kawasan karena Indonesia non blok dan tidak ingin berada dalam aliansi militer manapun. Posisi geopolitik Indonesia sangat strategis di kawasan Indo Pasifik yang punya potensi konflik besar saat ini dan masa depan. 

Mengantisipasi ini Indonesia harus mempunyai kekuatan pertahanan yang mampu menjaga dan menjamin kedaulatan teritorinya. Sekaligus sebagai penguat diplomasi antar negara. Soal persepsi jiran dengan penguatan militer kita adalah hal yang wajar. Karena itu sudut pandang masing-masing. Ingat pengalaman pahit bertetangga ketika alutsista kita terbatas. Malaysia show of force di Ambalat, Australia bermanuver di atas Kupang. Jiran utara kita Filipina, adalah contoh tetangga terbaik yang selalu bersikap positive thinking bertetangga dengan Indonesia. Termasuk respon perkuatan militer Indonesia. Dan track record bertetangga dengan Manila memang tidak ada catatan luka sejarah. Jadi biarkanlah para jiran dengan sikapnya masing-masing. Kita tetap jalan terus menuju Optimum Essential Force. 

****

Jagarin Pane / 04 Februari 2026


34 comments:

Madiun said...

Ini yang ditunggu² bung Jagarin, terima kasih banyak. Nah Su 35 ini klo statusnya kontrak efektif berarti sdh ada DP masuk ya? Juga mohon infonya juga bung, apakah ada info lanjutan (kepastian respon Kemhan) atas tawaran PPA full spec (2 unit) & fremm ( ... unit ?) serta kasel U212 ?

Intifada said...

Welcome SU-35.....
Bye F-15 EX... secanggih apapun Pesawat Tempur made in USA., Bayang2 Embargao plus isu 'kill switch'/'Blackout button' pada setiap pespur buatan USA yg dijual ke negara2 lain Sungguh Sangat Menghantui......

Anonymous said...

Salah satu kebijakan pemerintah sekarang yang patut di apresiasi adalah menghindari alutsista canggih dari Amerika. Mulai dari batalnya F15 Ex, hingga penolakan drone untuk pengawasan di Natuna.. ini cukup untuk memperlihatkan kebijakan Indonesia,yang sudah mulai melawan dominasi Amerika.

Apalagi isi pengadaan Su35 yang mulai muncul kepermukaan,kalau benar ini adanya, ini sudah menjadi bukti jelas kalau pemerintah Indonesia susah mulai membangkang.

Harapannya,agar alutsista TNI itu seragam. Pengadaan jet dari China bukanlah ide yang baik. Saya tidak akan membahas konektivitas dengan perangkat lain,tapi ini akan menjadi masalah logistik untuk kedepannya

Anonymous said...

SDH sangat tepat langkah pemerintah yg membatalkan f15 dan drone yg mereka suguhkan..selama ini pusing pusing selalu menganjurkan utk berbuat baik dgn amirika terutama membeli alutssta canggihnya..Alhamdulillah opini penyesatan itu bisa mentahkan!

SpetsNaz said...

Tidak ada sahabat yg benar2 sejati..
Tidak ada musuh yg benar2 abadi..
Kawan bisa menjadi lawan..
Sprti yg pernah disampaikan Mr. RI 1, Jika Indonesia diserang/perang maka tidak ada negara lain yg pasti akan membantu Kita.. We Fight Alone, We Stand Alone, Nobody Will Help Us....
Si Vis Pacem, Parra Bellum...

Cah pekkok said...

Ingat tidak ada yang ingin benar benar berperang
Perang artinya bangkrud

Perang artinya bakar triliunan Duit

Maka yang lebih mudah adalah
War koknitif

Ubah cara pandang mereka bernegara

Dan jantung Negera kita sudah keritis
Yaitu melemmahnya gotong royong

Ingat kita bernegara karna. Berbeda beda dan juga memiliki satu kesamaan, Yaitu ingin aman bernegara, dan bermasyarakat

Maka di sepakati lah sebuah negeri
Yang bukan dongen dengan keberagamannya
Yaitu indonesia ini

Permasalahan alusista kita sama dengan rakyatnya, yang beraneka ragam

Mulai dari:
barat
Eropa
Rusia
Asia
Hingga timur tengah

Yang berbeda bahasa
Maka Alusista kita perlu bahasa pemersatu
Yaitu server penerjemah
Intelegensi (ia)
Atau simpelnya bahasa terjemah
Dan dalam hal ini sudah di proses
Dengan LiNk_id

Dan apa yang perlu di lakukan setelah ini

Tinggal sering sering ke pos ronda aja
Di Deket rumah pak RT

Karna kita bisa ngopi ngipi
Bakar rokok
Ngobrol diskusi bareng

Sampai curhat masalah masalah
Yang dak penting dan tak perlu di bawa ke psiketri

Karna kita hadir
Dan tidak asing


Anonymous said...

Sendirian = kemandirian

Kodir said...

What should we procure next year?

家に帰るのを忘れた said...

プロパガンダとしてのメディア

効果的なものはいくつかあるからです

つまり、繰り返し報道されるもの

それが真実なのです

Anonymous said...

Interupsi ketua........bukankah rencananya J10 akan diborong 24 unit ?

Unknown said...

JF-17 gmn kbr?

Anonymous said...

Aku udah ngomong di channel y kementerian pertahanan agar akuisisi jf17 di batalkan saja , alasan y soal metalurgi y belum sempurna Made in China itu ,jf17 kan hasil kolaborasi China Pakistan dan sudah di beli Myanmar satu skuadron, hasil y begitu mengalami keretakan di air frame y , pengen y sich su 35 cukup 36 unit lah

Anonymous said...

Kyknya gov and kmenhan skrg ada klainan apa apa mo di beli..kna kasus cangbego kedua baru tau rasaaaa..

Madiun said...

Bismillah,
Secara keseluruhan, kita bersyukur dan mendukung program belanja alutsista (dalam & luar) serta progam² percepatannya, tetapi tetap perlu dikritisi beberapa rencana belanja berikut:
1. US$ 300 mio untuk 100 Patriot 4x4. Belum ada urgensi impor di patform yang Inhan dalam negeri bisa memenuhinya. Nilai segitu (jatah AD) bisa untuk pengembangan Harimau APV (sekaligus bikin versi IFV), anoa 3 atau bushmaster (ketiganya MRAP) dengan jumlah sama.
2. MiG 29 UB untuk agressor. Poin yang dikritisi bukan fungsi agressornya tapi pesawatnya dan tujuan dr pelatihan ini yang hanya untuk WVR combat. Kemampuan yang perlu diasah kuat adalah yg BVR yg seimbang dng peningkatan skill dogfight, apalagi strategi untuk menghadapi pespur gen 5. Meskipun statusnya hanya beli jasa, tapi Kemhan bisa memilih varian "musuh" yang lebih advance dan jika belum ada gen 5th yg "nganggur" setidaknya gen 4.5 yang AESA + sensor fusi untuk menggambarkan pertempuran modern.
3. Penyederhanaan platform kaprang tanpa mengganggu percepatan. Maka Mogami bisa diskip dan fokus ke Arrowhead (di PAL dan galangan kapal nasional yang akan satukan/holding) jadi yg ke 3 & 4 bisa dibangun di sini, juga penambahan ke 5 dst bisa memanfaatkan galangan kapal di Inggris dengan TOT pastinya. Nah percepatan yg masih sefamily bisa ke next Thaon yg full atau Fremm bekas yang upgradable. Tentu saya tetap support Istif untuk diperbanyak juga.
4. Saya juga sepakat untuk beli pespur Jiten C atau JF 17 block 3, "atau" ya berarti salah satu saja dan harus bisa bawa (boleh beli) rudal P15 karena itu detterence sesungguhnya dr platform² tersebut.
5. Last but not least, berharap 052DE atau syukur 055 bisa dibeli 2 saja untuk percepatan pemenuhan destroyer.

TBC, ini dulu biar gak banyak²

Cah Pekkok said...

Bang coba bahas SAM darat ke udara
Pospek kedepannya
Yang anggaran awalnya 24M.

Itu riset atau gimana
Kok cepet banget

Apalagi No ITar

Prototep tampil di bulan desember

Beneran Tah itu
Bukan omong omong😅🤭😁😁😁

Jagarin Pane said...

Harapan kita bersama🙂🙂

Anonymous said...

Kenapa tidak memperbanyak rudal dan drone??secara biaya dan perawatan lebih hemat.
Dan mohon pemangku kepentingan jangan hanya asik kerjasama alih teknologi dan riset saja.kami mohon hasil kerjasama terutama rudal dan drone segera diaplikasikan kewujud yg nyata.agar ada kemandirian.
Israel vs Iran,rusia vs Ukraina pemain utamanya adalah rudal dan drone.
Kami sangat ingin ada berita berjudul
TNI MELALUI KEMENHAN MENGAKUISISI RUDAL DAN DRONE jarak pendek,menengah dan jauh MADE IN NKRI

Symphony x said...

Kabar hibah kapal induk Garibaldi makin kenceng tpi blom ada pemberitahuan resmi dari pemerintah/ TNI daripada dapet hibah tetep aja pemerintah kaluar pembiayaan utk perbaikan dan retrofit 7 T an / 450jt $ belum lagi biaya operasional / pemeliharaan bakalan membengkak dan akan menelan puluhan / ratus miliar mending beli kapal fremm 2 / 4 biji dapet hibah 2 / 4 kapal fregate bekas tapi inisi pendapat sy saja pasti Kemenhan dan TNI Al sudah sangat memperhitungkan efek dan resikonya ato mungkin ada pendapat lain ??

Flanker said...

Jarang2 ada hibah kapal Induk.. jika fix benar, mungkin ini satu-satunya... Indonesia beruntung, Italia tdk sembarangan memilih Negara penerima hibah kapal Induk Garibaldi.. tentu ada syarat yg berlaku.
Bisa jadi Pembelian M-346 FA20 masuk dlm skema syarat hibah Garibaldi, termasuk Pembelian KaSel U212 NFS & kemungkinan Frigate FREMM / PPA Full Combat Fincantieri menyusul..
Retrofit adlh hal yg umum dilakukan untuk mendukung & menambah waktu operasional mengingat usia pakai Garibaldi, apalagi yg melaksanakan retrofit adalah Galangan Kapal Fincantieri, galangan kapal terbaik dunia...

Anonymous said...

👍🇲🇨💪

Cah Pekkok said...

Boleh curhat dak nih bang
Aslinya negara ini punya uang gak sih🤔🤭✌️
Kok utang tok
Beli ini ada
Beli itu ada
Bahkang mengangkat AsN Tampa tes pun bisa
Yang awalnya kontrak pertahun
Baru kerja bisa tuh di angkat ASN

Saya ngajar udah 11 tahun
Awal ngajar cuma bismillah
Gaji tidak pernah memanusiakan hoborel
Bah kan pas udah paru waktu
Gaji ya dak cukup beri beras untuk istri

Mungkin bener kata kartunbnegeri kotok
Yang memiliki KTP indo
Jaminannya surga

Karna istri gorle koar koar terus
Sampe minta cerai

Dan apalah daya memang keadaan ku begitu

Dulu sek hoborel bisa Nyambi
Jualan
Sekarang boro boro usaha
Pulanya aja jam 15:00 nyampek rumah

E di beri masukan
Pemerintahnya bilang
Ya udah undur diri saja

Lek tau gitu ngapain saya kuliah dk pendidikan mahal mahal

S1 pendidikan lebih murah gajinya
Dari tukang cuci piring

Ini saya curhat ya bang

Karna pemerinta itu punya otak apa gak ya . ..
Kebanyakan keputusannya
Banyak dak ngotak

cah pekkok said...

boleh curhat ya bang
aslinya negara ini punya uang gak sih?"
kok Utang Tok",
tapi beli ini, itu ada anggaranya;
tapi untuk pendidikan masih perlu di tanyakan
katanya prioritas negara ini adalah meningkatkan SDM
tapi kenyataanya perlu di tanyakan!"
jawabanya Tai semua

saya udah mengajar 11 tahun
awal ngajar gajinya cuma bismillah
bahkan hingga saat ini jadi p3k paruh waktu
gajinya untuk memenuhi kebutuhan beli beras satu bulan pun
harus ngutang

taulah gimana kalau perut udah lapar
istri minta cerai
suami kok dak tanggung jawab

semenerya yang tidak tanggung jawap itu saya
yang sudah mendidik generasi bangsa
atau negara yang hanya ingin memeras

katanya dak bisa mengangkan ASN sekarang
tapi toh bisa mengangan pengawai MBG tampa tes
dan baru kerja lagi

keadilannya di mana
kerja sebelas taun sejutaan
MBG cuci piring aja 2,5 jt
kadang kadang kepudusan pemerinta itu dak ngotak
sebenernya pemerinta itu tau data dan prioritas sih
aku bingun sendiri

sama lah kayak dulu pas aku daftar angkatan udara di Lanud ABdul rahman saleh, malang
udah ikut tes tapi dak ada modal ya wassalam
dulu sama kaptenya bilang" mas polos polosan saja
nanti pas dk jakarta baru ?
angaran yang di sibkan bapak saya100jt
di jakarta udah main banyak banyakan sekitas 350 jt
di tahun 2014/2015
alamah
rumah dan tegal saja dinjual dak sampai segitu

dak cukut di situ juga
laporan di semua lembaga negara kita
semuanya ngarang alias omon omon
mulai dari sd sampai keamanan dan poliotiknya
urusannya uang semua

tapi cari uangnya sulit
apa masi ada orang di negeri kotok ini yang jujur

semua orang punhya ilusinya
aku berada di blok ini karna aku merasa bahwa aku masih menghibur diri dari kenyataan bahwah aku gagal

sekarang aku tidak permimpi
aku cuma bertahan dengan keluarga kecilku
tapi engkau hancurkan juga

dan saya tak kan bisa bembalas
karna saya cuma debu
tapi aku berharap
debu ini mampir de matamu
agar engkau juga tau
tanggung jawabmu itu di pertanyakan

munggin di surga nanti saya punya prevelen
dan itupun patut di tanyakan
mengapa ada sekolah
sekolah negeri
sekolah swuasta
sekolah rakyat
sekolah garuda
to semuanya sama sama sekolah
yang tidak punya jiwa
alias nantinya akan jadi masalah masalah baru nantinya

misalnhya kalau negara ini perduli pada generasinya
puatkan poin benang merahnya
bedakan sekolah di setiap daerah dengan potensinya|
dan yang terpenting rancang benang merahnya
poin poinnya untuk anak sd smp sma atau smk dan mungkin untuik universitas
dan saya mohon agar di tingkat sd anak anak dak di beri PR, dan jangan beri pelajaran yang berat
tugasnya anak bermain
dan tugas guru mengajar

pemerintah membuat peraturan
mohon maaf
atas komennya ini

Anonymous said...

Tidak adakah rencana indonesia mengakuisi pesawat awacs /aew&c bisa keluaran boing ,saab Swedia dll dalam pertempuran modern menjadi sangat vital contoh pada saat Pakistan merontokkan Rafale India oleh j 10 Chengdu sangat dibantu oleh pesawat awacs dan aew&c

Anonymous said...

Mohon informasi Bang Haji. Mengenai informasi dinamika Turki menbatalkan niatnya utk menjual fregat istif karena desakan dari masyarakat, 1. apakah proyek yg dibiayai dng dana pinjaman dari UEA utk pengadaan istif baru Turki kpd indonesia menjadi batal ?? Ataukah mengalami perubahan, 2. Bingung dng masing2 matra dan kemenhan, katanya ingin memberdayakan inhan, utk pengadaan kendaraan lapis baja yg dipersenjatai yg terakhir dari ceko, padahal waktu lomba desain dan dlm pameran, inhan swasta indonesia tdk kalah, apa ada orientasi tertentu yg dicari oleh pejabat di kemenhan ataukah dari masing2 kepala staf, yg menurut saya jika dng anggaran 9 milhar paket komplit kendaraan plus senhata, dan dalamannya, indonesia bisa mendapatkan ribuan unit ?? Ataukah ada 'motif' tertentu ??, 3. Apakah di indonesia belum ada perudhaan yg produksi massal drone utk keperluan domestik ?? Antidipasi jika terjadi perang, apalagi info dari medsos, adanya dugaan pencurian hasil tambang nikel dan timah dibawa ke Vietnam, singapura dan malaysia ?? Yg tentunya akan bermasalah dng ruang udara kita jika tdk ada atau blm ada inhan yg produksi drone yg dipersenjatai dan drone kamikaze, 4m apa ada informasi jumlah pssti hrkokopter dari 200 unit, yg diprruntukkan utk sara angkutan, utk keperluan serbu, utk keperluan anti kapal delam, utk pemadaman dan SAR, utk helikopter komando atau monitoring lapangan, helikopter serang mauoun helikopter utk emergency (palang merah), 5. Apakah indonedia ada niat utk menerima tawaran dari spanyol utknmenjual kapal perangnya ?? 6. Mengapa indonesia tdk pesan U 218 utk menandingi U 218 singapura, dng ukuran lebih besar, dan baling2 yg bentuknya dibuat beda agar mempersulit singapura utk mendeteksi kapal selam indonesia, 7. Apakah indonesia menerina tawaran dari italia yg menawarkan Kapal dalam U 212 NFS ?? 8. Apakah afa program jsngka pendek utk mengadakan dan menempatkan milenium oerlikon atau sejenisnya dan peluncur rudal jarak pendek di seluruh bandara di indonesia termasuk di papua termasuk di seluruh pulau2 agar tdk ada negara lain yg menjadikan pulau2 di indonesia menjadi pangkalan aju utk mereka infiltrasi jauh ke dalam wilayah indonesia

Anonymous said...

Juga apakah ada dari Kemenhan dan dari TNI yg membangun dan menempatkan dermaga terapung dng panjang sekitar 325 meter di laut yg berbatas antara indonesia dng negara lain, di dalam drrmaga terapung ada stasiun pengisian bahan bakar, bisa menjadi tempat kapal perang dan kapal patroli sandar, juga dlm dermaga terapung bisa dibangun mess utk 145 org, termasuk ada ruang operasi, ruang radiologi, ruang perawatan inap, ruang logistik, di keenam sisi dibangun pos2, kemudian ada sisi tengah markas, masing2 pos ada lampu sorot, dng CCTV berkemampuan thermal dan infrared, juga beresolusi tinggi, di bawah dermaga terapung dilengkapi sonar, dan dibatas markas dipasang radar dan peluncur rudal pertahanan udara, di masing2 pos di kiri dan kanan dipasang decoy launcher dan RBU 6000, juga peluncur torpedo sedang, dan diatas markas dan pos dipasang milenium oerlikon, ada toilet, ruang obat2an, ruang amunisi, ada ruang komunikasi satrkit, ada ruang olahraga dan ruang hiburan, ada piringan satelite dan piringan parabola, ada alat pebgolah air laut menjadi air tawar, di dermaga terapung dipasang GPS, dan juga ada ruang utk menanam tanaman sayur2an, kandang ayam, ada alat pendingin ikan hasil tangkapan nelayan, lapangan voley/tenis.

mas_yun said...

YANG JUGA HARUS DI KEBUT JUMLAH KCR, SYUKUR YANG 70.
SECARA BIAYA LEBIH MURAH DAN WAKTU PEMBANGUNAN LEBIH CEPAT, SANGAT PAS UNTUK MEMPERTAHANKAN WILAYAH INDONESIA YANG SANGAT LUAS. KASIH PESANAN KE SEMUA GALANGAN NEGERI/SWASTA ....2 TAHUN HARUSNYA SUDAH NAMBAH 10-15 UNIT KCR. MENGIRINGI PEMBANGUNAN KAPAL BESAR LAMA WAKTUNYA.

Gajahmada said...

https://youtu.be/UHgq2EAIWh8?si=bQyqlQHHAy50VKMF, coba Indonesia buat kapal ini dengan panjang 180 meter dan dng 8 mesin, dilengkapi 1 railgun, dan 1 unit laser, juga 2 milenium oerlikon dan 2 unit sekelas RBU 6000 serta 2 unit senjata sekelas RIM 116 di depan dan 100 VLS, dan 20 peluncur torpedo, serta 2 milenium oerlikon di atas hanggar, kapal di lengkapi sonar dan radar, masing-masing senjata di kapl dilengkapi radar berpengendali dan bisa dioperasikan secara konvensional antisipasi jika operasional secara elektronik dilumpuhkan dng senjata elektromagnetik, bisa muat 20 unit tank amfibi yg dilengkapi gaitling dng kamera berkemampuan thermal, infrared dan beresolusi tinggi, juga di 8 sisi tank dilengkapi sensor deteksi dng jangkauan 25 meter, yg dari 8 sisi dilengkapi decoy launcher, dan dilengkapi peluncur rudal pertahanan udara dan rudal anti tank

Gajahmada said...

Saya setuju Bapak, kalau perlu Indonesia membuat 500 unit KCR utk melindungi korvet, fregat dan destroyer, LPD juga LHD, kapal bantu cair minyak, kapal rumah sakit, dll, jika semua galangan swasta dan BUMN dikerahkan dng fokus pembuatan KCR, saya yakin dalam tempo 5 tahun bisa tercapai dng ukuran KCR diperpanjang dan diperlebar paling tdk dibuat standar 95 meter, selain peluncur rudal, dilengkapi milenium oerlikon, juga RBU 6000, dilengkapi sonar, dan decoy launcher, juga bisa muat kapal 4 unit karet, antisipasi jika kapak dirudal, masih bisa utk evakuasi kru dan personil/pasukan

Anonymous said...

Jgn salah entenitu kcr 60 buatan Tesco gak kurang 2 THN br ada berita mo peluncuran..sdg frigate merah putih cuma setahun..heavy frigate..semua jenis harus di buat mumpung kita udah bisa dunia sdg TDK baik baik saja kt hrs gercep!

Anonymous said...

Sukhoi Su 35, paling ditunggu bos😁

Anonymous said...

Perbanyak korvet 80 m ++ dan kcr 70 buat gantiin parchim class fregate merah putih jadi 6 buat gantiin fregate van speijk class

Anonymous said...

Daripada nungguin KAAN Turkey belum battle proven mending ngambil su 75 checkmate ...

Anonymous said...

Tetap semangat

Anonymous said...

ideal nya KCR 60 harus ada 2 unit setiap Lanal dan untuk Lantamal paling tidak ada 2 unit KCR 90 meter sekelas KRI dipenegoro.ditambah 2 baterai orlicon Shield ( 12 unit ) sebagai arhanud.dan rudal Shorad minimal 1 baterai 6 unit.untuk pertahanan pangkalan harus ada coastal missile dengan radius diatas 150 Km.untuk kapal yang saya sebut semua sudah bisa dibuat oleh inhan dalam negeri.kapal tersebut lebih ke fungsi ASW dan anti serangan udara.untuk patroli cukup KCR 40 Meter yang membawa rudal SSM100 KM up,KCR 40 kalau bisa diperbanyak minimal tiap lanal dan Lantamal 4 unit .untuk KRI striking force tempatkan di 3 armada/ atau 5 armada.