Sunday, December 31, 2023

Just Cut Off, Not Stop

Anggaran investasi pertahanan Indonesia untuk memenuhi target minimum essential force (MEF) jilid 3 periode tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 akhirnya ditutup. Dengan cut off anggaran multi years sebesar US$ 25,7 Milyar. Angka ini merupakan investasi pertahanan dengan jumlah terbesar sejak era konfrontasi Dwikora tahun enampuluhan, dengan penetapan sumber anggaran dari pinjaman luar negeri. MEF adalah program strategis militer Indonesia yang dimulai tahun 2010. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan minimal alutsista yang diperlukan dalam membangun manajemen pertahanan negeri kepulauan yang luas ini.

Dalam proses sinergitas dan koordinasi antara Bappenas, Kementerian Keuangan dan Kementerian Pertahanan, pengajuan anggaran ini sebenarnya sempat menyentuh nilai US$ 34 milyar untuk percepatan perolehan aset alutsista. Karena memang banyak yang harus dipenuhi untuk memenuhi syarat pre emptive strike dan network centric warfare. Perang Rusia dan Ukraina menjadi benchmark terkini untuk model perang modern. Sementara dinamika potensi konflik di kawasan sudah menguat dengan provokasi dan show of force based on rivalitas. Framing yang didengungkan adalah klaim kepemilikan teritori.

Cut Off anggaran adalah hal yang biasa, karena terkait dengan tahun anggaran. Sebagaimana halnya setiap Laporan Keuangan yang disusun selalu berbasis cut off dan standar akuntansi. Angka 25,7 milyar dolar yang disepakati ini sebenarnya sudah memenuhi kapasitas optimal perjuangan program Kementerian Pertahanan. Toh hanya cut off bukan stop finish. Di periode tahun 2025-2029 akan berlanjut lagi dengan program penguatan alutsista. Jadi setidaknya ambil nafas dulu, dan berkonsentrasi dengan pemenuhan kebutuhan secara bertahap. 

Data dibawah ini menunjukkan program extra ordinary Kemenhan dengan kinerja yang cemerlang. Kerjasama pengadaan alutsista TNI dengan industri pertahanan dalam negeri, dan transfer teknologi dengan industri pertahanan negara lain. Inilah gambaran hasilnya berdasarkan data dari berbagai sumber :

  1 Korvet VVIP KRI Bung Karno 369 dari GSN*

  2 Kapal Offshore Patrol Vessel dari GSN*

  4 Kapal Landing Ship Tank dari GSN*

  6 Kapal Patroli Cepat dari GSN*

  1 Kapal Tanker BCM dari GSN*

  1 KCR Trimaran KRI Golok 688 dari GSN*

  2 Kapal LPD Rumah Sakit dari PT PAL

  3 Kapal Cepat Rudal 60m dari PT PAL

  2 Heavy Fregate Arrowhead 140m PT PAL

  2 Kapal pemburu ranjau dari Jerman

  2 Kapal selam serbu

  2 Kapal PPA dari Italia

  2 Kapal fregate Fremm dari Italia

  1 Kapal submarine rescue dari Inggris

  1 Kapal hydro oceanografi dari GSN*

42 jet tempur Rafale dari Perancis

12 jet tempur Mirage dari Qatar

  6 jet latih tempur T50 dari Korsel

  3 pesawat latih KT-1 Wong Bee dari Korsel

  2 pesawat Falcon 8x dari Perancis

  2 Pesawat MRTT A400M dari Airbus

  2 Pesawat MRTT A330 dari Airbus

  5 Pesawat Super Hercules dari AS

13 Radar GCI Thales dari Inggris

12 Radar pasif Vera Ng dari Ceko

  6 Pesawat amfibi CL515 dari Kanada

  4 Pesawat CN235 MPA dari PT DI

  9 Pesawat NC212 dari PT DI

  2 Satbak Rudal SAM Nasam dari Norwegia

  3 Satbak Rudal SAM MR dari Turki

  3 Satbak Rudal SAM LR dari Turki

  3 Satbak Rudal Khan S to S dari Turki

12 UCAV Anka dari Turki

12 UCAV Bayraktar dari Turki

14 UAV Scan Eagle dari AS

  9 Helikopter Bell 412 Epi dari PT DI

  8 Helikopter EC725 Cougar dari PT DI

24 Helikopter Black Hawk dari AS

  1 Infrastruktur NCW* dari Yunani

18 Tank Harimau dari Pindad

23 Panser Badak dari Pindad

22 Panser Pandur (Cobra) dari Ceko

15 Ranpur Bushmaster dari Australia

50 Ranpur Komodo dari Pindad

50 Panser Anoa 3 dari Pindad

      Program upgrade untuk 41 KRI eksisting

      Program jet tempur KFX/IFX dengan Korsel

Keterangan:

*GSN : Galangan Kapal Swasta Nasional

*NCW: Network Centric Warfare

Kita patut mensyukuri program extra ordinary Kementerian Pertahanan ini dengan dukungan penuh Kementerian Keuangan dan Bappenas. Sementara Cut Off dulu, mampir di Rest Area. Bukan berhenti berinvestasi pertahanan karena masih banyak yang harus dipenuhi. Si vis pacem parabellum, jika ingin damai, bersiaplah untuk perang.

****

Jagarin Pane, 31 Desember 2023


40 comments:

Anonymous said...

Bung Jagarin, bagaimana dengan pembelian Mirage 2000-9? Saya harap tetap dibeli minimal 24 pesawat

Jagarin Pane said...

Yg diperjuangkan 12 dulu pak, sdh sangat membantu.πŸ‘πŸ‘

Anonymous said...

Kalo sy sangat berharap, sebaiknya mulai investasi memiliki senjata laser pembunuh utk semua matra, beli jadi atau buat sendiri ... setidaknya punya kemampuan menjinakkan drone dan rudal musuh.

Anonymous said...

Klo dilihat dari daftar tersebut (-+) 40% sudah datang 35 % on proses 25% belum kontrak efektif ( koreksi apabila kurang tepat πŸ™)

whydoodo said...

F15 kok belum masuk list ya
dan jumlah untuk KFX /IFX jadinya berapa

Buruh Harian Lepaa said...

Semoga tidak batal yg Mirage nya. Karena tahun 2024 Sukhoi sdh masuk jadwal MRO. Sedangkan yg skrg aja MRO nya telat gara2 geser dari Rusia ke Belarusia.
Kebayang kl gak jadi, nutupin nya pakek apa. Sedangkan F-16 juga tahun 2024 sdh ada yg masuk jadwal MRO

Anonymous said...

F15 kayaknya hrs d cansel dulu..konon dananya ut byr ppa & frem dr italia...
ut Kfx kayaknya masih ruwet, speknya blm terpenuhi... blm ada lampu hijau dr pemilik teknologi

Anonymous said...

Yang penting sesuai kebutuhan aja
Dan perawatan mantenen yang terjadwal
Agar tahan lama
Dak semua perlu sekarang juga
Ambil nafas dulu
Yang penting terstruktur dan terjadwal

black eagle said...

Sebenarnya KRI Bung Karno g penting..itu cmn politis aja...spy terkesan alutsista mk dilabeli korvet...moso nama besar sukarno cmn selevel korvet?..utk mirage bekas, dan hrsnya falcon g usah dibeli bs dicoret ...duit 3 alutsista td utk beli missil rafale alutsista utk nambh anggaran AEW...

black eagle said...

Bang emng daftar alutsista baru sebagian saja kontrak tp tdk sbhn yg laen blm kontrak..soalnya A400 blm ada anggaran tmbhan utk infratruktur..termasuk batal misil hissar , UCAV anka.. kumaha

Anonymous said...

Mudah mudahan sesuai jadwal, tidak berubah dan tidak terpengaruh oleh kondisi politik dalam negeri ke depannya siapapun pimpinannya konsisten dalam penganggaran dan strategi pengadaan alatista yang sudah terjadwal ......

Jagarin Pane said...

Gambarannya seperti itu. Sama halnya dgn kontrak 24 blackhawk yg selama ini tdk terpublikasi.

Jagarin Pane said...

Kasihan nama besar Bung Karno disematkan pada KRI mini korvet. Bgmana misalnya dlm sebuah misi jalan bareng dgn KRI Diponegoro dan KRI Martadinata.

Jagarin Pane said...

Kira2 begituπŸ™‚πŸ™‚

Anonymous said...

Bagaimana kelanjutan rudal brahmus dari india

Anonymous said...

2 kapal selam serbu itu apa ya? 2 unit atau 2 type pak jagarin pane?

Anonymous said...

Saya rasa bukan 2 unit freem tapi diganti ke adik kelasnya thaon class

Jagarin Pane said...

2 unitπŸ™‚πŸ™‚

Anonymous said...

Yakin dgn judul itu pak jaga? Kalau pak prabowo jadi presiden saya yakin itu.nah kalau ganjar dia akan memangkas anggaran pertahanan judulnya memangkas berarti cukup signifikan bukan sekedar mengurangi.dia lebih memprioritaskan ikn. Kalau anies saya belum tau apa pemikiranya. Biasanya jika rezim berganti di indonesia kebijaksanaan juga berganti secara signifikan.ini program pak bowo jika dia jadi presiden mungkin akan diperkuat lagi.

Ayoeng said...

Jangan salah pilih capres & cawapres 2024. Debat untuk materi pertahanan ntar tanggal 07.01.2024

black eagle said...

Utk yg 2 OPV lokal yg dr DRU? ...Syukurlah alutsista turky spt hisar MR LR smp yg jarak jauh diboyong ...brarti scorepane, PPA dan FREMM heli blekok sdh aman ya...meski msh ompong ya...tp patut disyukuri...thn depan tinggal bungkus missile2nya sm kebutuhan marinir yg blm kebagian zaha

black eagle said...

Ini dr sumber https://www.indomiliter.com/anti-klimaks-pengadaan-jet-tempur-mirage-2000-5-eks-qatar-akhirnya-ditunda/#more-97020

Brarti batal / Ditunda tdk utk skrg

Jagarin Pane said...

Kita tunggu saja dan doakan yg terbaik utk perkuatan tentara kita.

Jagarin Pane said...

Demi PPA, Fremm dan KS

Intifada said...

Kembali ke Trah nenek moyang kita yaitu seorang pelaut...

Padahal sudah hampir bangga,.. sudah membayangkan Kombi Raffale F3R- F-15EX plus Mirage 2000-5 di support 'mata' boeing E-7A Wedgetail terbang tandem di langit RI ......mau sampai kapan lagi postur kekuatan angkatan udara kita jadi yg terlemah di kawasan....hhemmmm

Anonymous said...

ppa itu apa bang jagarin?

Endho 99 said...

Semoga sebelum th.2030 TNI sdh kuat n Perkasa dlm mengcover segala bentuk ancaman baik LCS maupun di kawasan Asia..bravo TNIπŸ‘πŸ‡²πŸ‡¨

Anonymous said...

....klo dilihat sekarang negara kita menjadi salah satu yg lemah di kawasan khususnya udara ....Mirage ditunda ifx ga jelas f 15 gagal kekosongan gapnya terlalu lama dgn datangnya Rafale cmn mengandalkan F-16 usang , su 27/30 yg tidak byk Ama hawk tua ...miris sementara beban di kawasan semakin berat dgn lcs yg semakin memanas tetangga yg semakin kuat dgn datangnya f35 kita, juga da kalah jauh dgn Nguyen baik dibudara maupun laut ( itu kenyataan ) bayangkan kita 3 taun ke dpn AU kita yg belum ada perubahan yg signifikan malah pesawat VVIP Falcon x 7/ 8 yg Dateng ......kita tidak mempunyai efek getar yg kuat di udara

Jagarin Pane said...

Pdhal mirage sebenarnya mengganti su35 yg gak jadi datang. Sejak 2017 sd 2026 nihil penambahan jet tempur.

Anonymous said...

Menyedihkan memang nasib tni au kita penambahan pesawat tempurnya cenderung putar" d tempat banyak plan tapi banyak jg d cancel atw d tunda sementara kekuatan udara kita sdh makin lemah dgn mengnadalkan pesawat" tua

Anonymous said...

Sdh berapa MEF pengadaan alutsista kita terlalu rumit tdk cepat tuntas tapi terkesan bertele" dari pengadaan kasel sampai su 35 yg akhirnya malah kena catsa dari usa yg paling menyedihkan justru penambahan pesawat tempur yg terkesan banyak dramanya oadahal sebagai tulang punggung wilayah udara kita yg luas itu harusnya jadi prioritas utama untuk rafake tdk bisa diharap datang cepat

Anonymous said...

Gmn dgn F-15IDN bung jagarin pane

Jagarin Pane said...

Sementara dipending dulu, sesuai cut off anggaran.

Anonymous said...

Bagaimana dengan penawaran & TOT dari China perihal Kapal Perang Destroyer 052 D ke Indonesia? Apakah Indonesia (khususnya TNI AL) harus mengambilnya? Karena hanya China dan belum ada negara manapun yang menawarkan produk Kapal Destroyer nya ke Indonesia sampai saat ini.

black eagle said...

Akibat kesalahan para leader pengambil kebijakan ditmbh byk parpol yg memperlambaT keputusan

Anonymous said...

Keruwetan dalam pengadaan alatista TNI tidak terlepas dari peraturan pengadaan barjas yg mengakibatkan ruwet , rumit dan lamban bisa dibayangkan hampir setiap tahun berganti terbaru Perpres no 17 tahun 2023 tentang pengadaan barjas dimana semua diatur mengenai kandungan lokal , tot dll bisa dibayangkan tata cara penganggarannya yg lintas tahun multilayers khususnya latista yg hampir semua kebanyakan bahan baku impor sedangkan peraturan tersebut harus ada kandungan lokal 10/ 40%nan ( kurang lebih mohon maaf apabila ada kesalahan mungkin ada yg lebih paham dan mengoreksi ) itu barudi 1 permasalahan belum lagi tata cara pembayaran , sumber dana ,dll walaupun ada kekhususan dalam pengadaan alatista tapi prinsipnya hampir sama dalam kerumitan, keruwetan dan lamban dimana proses tersebut harus dilalui dari perencanaan pelaksanaan maupun dalam pengawasan pekerjaan maka tidak aneh engga bisa gerecep seperti kejaian 2x sekarang dari perencanaan sudah matang begitu masuk ke proses pengadaan ternyata duitnya engga ada ato kepake utk urusan yg Laen seperti kasus Mirage , f15 dll

Anonymous said...

MEF prinsipnya sama dengan renja ( rencana jangka panjang ) yaitu perencanaan selama kurang lebih 5 thn artinya sudah hampir 5 thn x 3 memang lonjakan pengadaan alatista memang naik signifikan walaupun sekarang terlihat semakin jauh dari target salah satu permasalahannya selain anggaran yg terbatas kita melihat tidak konsistennya didalam pembelianalatista yg TDK sesuai dgn MEF itu sendiri yg merupakan blue printnya pembelian alatista dll contoh pembelian korvet VVIP, Falcon x 8 , kapal penyelamat KS , komando cadangan dll sehingga mempengaruhi anggaran alatista yg direncanakan sebelumnya imbasnya terjadi devisit anggaran ( klo boleh menggunakan istilah devisit ) / tidak cukupnya anggaran yg biasanya terlihat posturnya pada akhir tahun terlihat dari cut off/ menundaan pengadaan pada bulan Desember memang bisa direncanakan pada awal tahun tpi memakan waktu lagi karna paling bisa terlaksana paling cepat bulan juli/ Agustus 2024 ato triwulan ke 3 itupun klo cepat tapi bisa jadi masuk ke angggaran perubahan bulan September 2024 mudah mudahan sy salah analisa sehingga pengadaan alatista yg sudah kita tunggu2x dpt terlaksana dgn cepat membuat kita semua bangga akan kekuatan TNI yg gahar dan berotot

Jagarin Pane said...

Semoga didengar pengambil keputusan di kemenhan. Cut Off hanya penundaan anggaran.

Anonymous said...

Rezim ini sebentar lagi tamat pak jaga. Ini adalah program prabowo sebagai menhan di rezim ini. Jika prabowo terpilih bisa jadi program ini akan diteruskan malah diperkuat .tapi jika tidak ganjar jelas jelas mengutamakan dan memprioritaskan IKN itu jelas jadi programya. Dia sudah menyatakan IKN lanjut itu pasti dan anggaran pertahanan akan dipangkas.senada dgn itu Si Imin juga menyatakan keherananya kenapa anggaran pertahananya sangat besar padahal kita tidak berperang
Benar dagelan yg tidak lucu dari orang orang yg tidak ngerti, tidak tahu dan tidak mau tau tentang kondisi geopolitik,geo strategis international.politisi yg tidak mau membaca bahwa kita berpotensi terancam di natuna,di papua di ambalat tanjung datu. Mereka tidak tau negara ini sedang berpotensi di pecah2 jadi tiga bagian, mereka tidak tahu dan tidak mau tahu negara2 disekeliling sudah memperkuat otot2 alutsista militernya, mereka tidak tahu dan tidak mau tahu Dan tidak mau tahu bahwa indonesia sudah dikelilingi oleh pangkalan militer asing.nanti jika ada klaim wilayah kita oleh pihak asing atau invasi dari negara asing suruh mereka menghadapinya dgn gigi busuk mereka itu. Mereka pikir beli alutsista itu bisa seperti beli pentol jika mau datangi penjualnya minta berapa mau dgn varianya bungkus bayar bawa pulang dan makan saat itu juga.tidak semudah itu ferguso. Lima tahunan usaha prabowo memperkuat alutsista mati matian pontang panting sana sini sampai hari ini belum satu pun alutsista combatan pemukul strategis yg sudah datang.

Jagarin Pane said...

Semoga dimudahkan.