Wednesday, June 12, 2013

Surat Dari Tanah Seberang



Salam Saudara....

Saya baru terjumpa blog saudara dalam pencarian blog penulisan militer yang aktif dari Indonesia. Saya kagum dengan perkembangan industri militer Indonesia terutamanya produk hasilan dari dalam negara Indonesia. Begitu juga dengan semangat nasionalisma rakyat Indonesia yang sangat kuat dan sentiasa berada dibelakang pihak pemerintah dalam urusan penambahbaikan atau modenisasi angkatan TNI.

Tetapi ada beberapa perkara yang sedikit dikesalkan berkenaan penulisan saudara. Dari senarai entri yang mendapat komentar hangat, kebanyakannya adalah berkenaan Malaysia. Apa yang saya dapati adalah saudara sering menyebut sikap arogansi(arrogant) pihak Malaysia dalam isu yang berkaitan kekuatan tentera.

Saya ingin bertanya saudara, bisakah saudara perjelaskan sikap arogasi itu berdasarkan apa? Penulisan blog? Komentator? Pencerobohan ruang udara/laut? Atau mana-mana sumber yang jelas menyatakan Malaysia umumnya mendabik dada dan memandang rendah kekuatan TNI.

Saudara, di Malaysia amat sedikit blog atau laman forum yang membicarakan soal militer. Setakat ini saya masih ragu dimana benarnya tuduhan saudara berkenaan arogansi negara kami yang kecil ini. Tidak mustahil ada sedikit yang bersifat keanak-anakan, tapi itu biasa.

Berbeda sekali dengan Indonesia dan komentar yang diberi sekiranya penulisan itu terkait isu Malaysia. Lihat saja penulisan saudara dalam entri Mengukur Nyali Malaysia. Kata saudara, isu penangkapan petugas KKP Indonesia dimegaphonekan media Malaysia. Beberapa lagi ayat saudara menyatakan Malaysia aggresif dan sentiasa mau tunjuk jago. Saya hairan sekali dengan kenyataan saudara. Pendekatan Malaysia berkenaan isu hubungan sesama tetangga amat pasif. Tindakan agresif berada ditempat terakhir sekali.

Sebagai contoh isu Lahad Datu. Malaysia sanggup berunding dengan tempoh masa panjang untuk mengelakkan pertumpahan darah walaupun pihak penceroboh bukanlah sebuah negara yang berdaulat dan memerlukan pematuhan garis panduan Geneva. lagi soal lanun Somalia di Teluk Aden. Bisa saja dibunuh sama PASKAL. Tapi semuanya ditangkap hidup dan dibicarakan di Mahkamah.

Kerna apa?  Mereka juga orang ISLAM.  Malang sekali peluang yang diberi kepada Sulu tidak dimanfaatkan untuk kesejahteraan bersama.  Mereka memilih untuk mati atas desakan dan dorongan dari 'tangan ghaib'. Benar,memang ada kelemahan dari segi risikan. Tapi saudara harus tahu,di Sabah sangat banyak warga Filipin yang keluar masuk dengan dua kerakyatan.

Berkenaan pembelian aset, setiap negara bisa saja membeli apa saja yang mampu dibayar. Jadi apa masalahnya? Kenapa harus sering saja menulis Malaysia ini arogan,melecehkan tetangga dan sebagainya. Barangkali saudara suka melihat penulisan saudara dikomentar begitu banyak oleh warga RI yang hatinya terbakar gara-gara penulisan saudara?

Di peringkat rakyat RI, segalanya panas jika melibatkan tentera. Harus saudara tahu, hubungan ATM dan TNI sangat baik dan bertuah sekali kedua-dua pemerintah tidak mudah melompat dengan isu-isu remeh.  Mahu mengakui atau tidak, kita serumpun. Seperti kata Saudara juga, negara serumpun tapi sering 'panas'. Di tulisan lain, saudara katakan tidak serumpun sama sekali.

Ingat saudara, negara kita sama-sama ISLAM. Banyak sekali pihak yang mahu kita perang, biar sama-sama lumpuh. Tapi mahukah begitu hanya kerana soal nasionalisma? Adakah bakal dinilai soal nasionalisma itu di hari kiamat nanti?

Saudara, saya juga berasal dari Indonesia iaitu Kalimantan. Separuh diri saya adalah Indonesia. Begitu juga dengan ramai lagi warga Malaysia yang berasal dari Indonesia. Tetapi kami tidak mudah diprovokasi soal remeh kekuatan tentara jiran. Mau beli apa? Ya udah, beli aja. Sama sekali tidak ganggu urusan harian kami.

Akhir kata, saya mohon saudara tidak menulis dengan menggambarkan jiran saudara ini suka memprovokasi. Fahami provokasi itu datang dari mana, barangkali dalam diri saudara sendiri. Saya tahu, segala yang ditulis adalah pendapat peribadi saudara, tetapi saudara lihat impaknya terhadap pembaca tulisan saudara. Siapa yang sebenarnya "megaphone'.

Sekian, pendapat peribadi saya, mewakili kebanyakan warga malaysia yang bertolak ansur dan menghormati jiran tetangga.

31 Mei 2013
Major Raidenovich <faizalrsd@gmail.com>
******
Jagvane / 12 Juni 2013
Catatan: 
Thanks atas imelnya, di posting di blog ini sebagai penghormatan atas nilai-nilai yang disampaikan.

Friday, June 7, 2013

Mengerasnya Sikap Cina



Mestinya kan dalam setiap dialog selalu dikumandangkan nada-nada yang menyejukkan meski ada dalam posisi berseberangan.  Hati boleh panas tetapi kepala tetaplah dingin. Tetapi yang terjadi dalam penutupan Shangri-La Dialogue di Singapura Senin 3 Juni 2013, Cina melalui pernyataan ketua delegasinya Letjen Qi Jiangguo melontarkan kalimat tak bersahabat: Laut Cina Selatan (LCS) adalah bagian dari teritori kami, maka Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) akan mengerahkan kapal perang untuk mengamankannya.

Itulah gaya high profil Cina yang sudah mulai menunjukkan kekuatan imperium sejarahnya. Sudah tak mengirim Menhannya sebagai bagian dari tradisi tatakrama dalam pertemuan tingkat tinggi keamanan Asia  ke 12 yang diselenggarakan IISS (Institut Internasional Studi Strategik) alias Shangri-La Dialogue,pernyataan itu jelas mencerminkan mengerasnya sikap Cina atas klaim Laut Cina Selatan. IISS adalah pertemuan tahunan keamanan bergengsi yang menghadirkan 31 Menteri Pertahanan di Asia Pasifik termasuk Jepang, Australia, AS, Perancis, Kanada dan Inggris.

Sebelumnya jelang penutupan,Singapura yang menjadi tuan rumah “permanen” pertemuan para menteri pertahanan itu mendukung usulan Menhan Vietnam agar negara-negara yang mengklaim teritori LCS menandatangani sebuah perjanjian yang berisi agar pengerahan kekuatan bersenjata sebagai upaya terakhir dalam menangani setiap konflik LCS. Usulan itu disampaikan dalam pertemuan tingkat tinggi ASEAN di Brunai 24 April 2013. Dengan kata lain ASEAN berharap Cina tidak melakukan show of force angkatan laut sebagaimana yang selalu ditunjukkannya selama ini.
Peta Sengketa Laut Cina Selatan
Empat negara ASEAN berselisih wilayah laut dengan Cina di LCS, yang enam lagi sih tidak.  Tetapi semangat kebersamaan ASEAN yang menginginkan “dinginnya suhu LCS” tentu merupakan kebutuhan bersama terutama untuk lalulintas Asia Pasifik yang punya kecemerlangan ekonomi di masa depan. Semangat mendinginkan suhu adalah bagian dari upaya untuk menjaga kematangan emosi diplomatik, keseimbangan nilai dan harga diri masing-masing negara yang satu sama lain punya ketergantungan hubungan ekonomi internasional.  Oleh sebab itu mestinya Cina bisa menjaga suhu shaolin nya untuk tidak mengumbar kung fu berlagak seperti Israel yang dengan kekuatan militernya mencaplok wilayah Arab Palestina.

Jika Cina masih terus melakukan unjuk kekuatan angkatan lautnya, maka bisa jadi negara-negara ASEAN mempersilakan AS mengirimkan herder pasifiknya ke kawasan itu.  Habis capek juga kan menghabiskan energi diplomatik untuk mengajak Cina berlaku etis dalam Code of Conduct tapi yang diajak ngomong menyepelekan. Perilaku Cina ini seperti menabur benih menuai badai, mempersempit ruang kebagusan dirinya dalam tata cara bergaul dan menampilkan diri. Jangan hanya karena keberhasilan dalam pembangunan ekonomi dan perkuatan milter yang bergizi ofensif lalu menganggap lingkungannya seperti pelanduk tak berdaya.  Para pelanduk itu bukanlah sekumpulan keledai yang mudah dibodohi apalagi di didikte.  Bahkan salah satu pelanduk telah mengadu kepada gajah yang selama ini menjadi sekutunya.

Jepang yang juga bersengketa batas laut dengan Cina mengajak ASEAN  mempertimbangkan kerjasama pertahanan seperti yang diungkap dalam pertemuan bidang pertahanan ASEAN-Jepang di Tokyo 13 Maret 2013 yang lalu.  Ini juga salah satu curhat kebencian negeri Sakura kepada Cina yang dipertunjukkan dalam mekanisme prakarsa diplomatik.  Maka jika ditarik garis “bermusuhannya”  Cina berhadapan dengan lawan dari Timur sampai Selatan, Jepang, Taiwan dan beberapa negara anggota ASEAN.

Posisi cantik yang diperlukan Indonesia dalam bingkai LCS ada dua yaitu kecerdasan dalam berdiplomasi dan memperkuat militernya sebagai payung pengaman teritori menghadapi kondisi terburuk.  Inilah kesempatan paling bagus bagi RI untuk memainkan peran kecerdasan diplomatiknya terutama untuk mengajak Cina mengurangi libido show of forcenya.  Kekakuan Cina ini memang merupakan bagian dari tabiat kesehariannya karena tak terbiasa dengan perbedaan cara pandang, tidak terbiasa dengan demokrasi. Sesungguhnya RI berada dalam posisi netral karena tidak bersengketa LCS dengan Cina.  RI punya hubungan manis dengan Cina.  RI juga punya hubungan akrab dengan saudaranya sesama ASEAN dan Jepang, demikian juga dengan AS. 

Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel dalam  pertemuan Shangri-La ini secara khusus mengundang Menhan RI ke AS dan mengundang para Menhan ASEAN untuk bertemu tahun depan di komando pasifik AS di Hawaii.  Ini menunjukkan posisi kunci dan strategis Indonesia. Posisi ini sesungguhnya merupakan keunggulan tak tergantikan yang sangat memungkinkan RI memberikan kontribusi besar bagi jalannya perundingan sengketa LCS.  Tinggal bagaimana para diplomat kita termasuk RI-1 bisa memainkan peran itu secara profesional dan elegan. Sejalan dengan itu perkuatan milter kita harus terus ditumbuhsuburkan karena sesungguhnya kekuatan militer itu adalah kewibawaan dalam perjalanan diplomatik sebuah negara.
****
Jagvane/ 07062013



Friday, May 31, 2013

Mempersiapkan Latgab TNI Terbesar 2014



Gemuruh Latgab 2013 masih belum hilang dari ruang kebanggaan kita ketika tiga hotspot latihan yaitu Situbondo Jatim, Sangatta Kaltim dan Bima NTB menjadi saksi dentuman dan hiruk pikuk tentara republik dan alutsistanya memperlihatkan kesungguhan berlatih tempur selama 40 hari.  Kebanggaan itu makin sempurna ketika di salah satu “titik panas” latihan Situbondo, RI-1 dan RI-2 ikut merasakan drama penyerbuan amfibi terbesar di pantai Banongan Jumat tanggal 3 Mei 2012 dan bergabung bersama belasan ribu prajurit TNI.

Hanya berselang satu tahun, tahun depan dicanangkan Latgab TNI terbesar yang melibatkan puluhan ribu pasukan TNI dan seluruh alutsista old dan new nya.  Satu tahun dari sekarang atau tepatnya bulan September dan Oktober 2014 TNI kembali akan melakukan latihan gabungan terbesar sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada negara dan rakyat yang telah membelikan dan menyediakan alutsista modern dan barangnya pun sudah berdatangan.
Penembakan rudal C802 dari KRI Abdul Halim Perdana Kusuma
Dua hal yang patut digaris tebal sehubungan dengan Latgab 2014 adalah rekor jarak Latgab terpecahkan dari rentang lima tahun menjadi hanya satu tahun.  Kemudian kuantitas dan kualitas alutsista yang digelar juga merupakan rekor baru dengan kehadiran sejumlah alutsista modern.  Dua rekor ini adalah nilai strategis puncak yang mampu menggempitakan naluri tempur tentara sekaligus membanggakan warga bangsa yang cinta tanah air.

Perkuatan alutsista tentara nasional yang dilakukan Presiden SBY sejak tahun 2010 sampai tahun 2014 merupakan keputusan cum laude, tepat waktu dan tepat guna.  Perkembangan situasi regional yang mudah terjebak dalam konflik klaim mengharuskan kita sebagai negara harus mempersiapkan kekuatan militer yang minimal setara dengan para tetangga. Terbukti ketika perjalanan memperkuat tentara republik sedang berlangsung sampai saat ini, beberapa insiden tumpang tindih klaim Laut Cina Selatan (LCS) menjadi “jelas bentuknya” dan sekaligus menjadi konflik diplomatik seperti antara Filipina dan Taiwan.  Meski Indonesia tidak terlibat konflik LCS namun kita tetap harus siaga menghadapi kondisi terburuk yang tidak bisa diprediksi sebelumnya.

Celakanya negara yang kekuatan militernya lemah menjadi tempat “uji nyali” menguji panasnya klaim. Filipina bisa dijadikan contoh yang selama ini mengabaikan perkuatan militernya dengan alutsista angkatan laut dan udara yang menyebabkan negara itu jadi seperti diabaikan oleh tetangganya yang punya klaim teritori.  Militer Filipina saat ini tidak memiliki jet tempur yang bisa diandalkan dan kapal perang berteknologi rudal. Selama ini mereka hanya mengharapkan payung pertahanan dari sekutunya AS.  Ini  justru memberikan kesan ketidakwibawaannya menjaga teritorinya sendiri.
Panglima Tertinggi ikut merasakan episode Latgab 2013
Kewibawaan menjaga kedaulatan teritori secara real diukur dari dimilikinya mata, telinga dan alat pukul yang membuat pihak lawan berhitung cermat.   Contohnya Singapura, negara pulau yang mampu membentengi dirinya dengan kekuatan militer berkemampuan serang segala arah. Membangun kekuatan militer bukan dimaksud untuk mengganggu atau mengacau kehidupan bertetangga tetapi lebih memiliki makna menjunjung nilai kewibawaan postur negara terutama dalam etika pergaulan antar bangsa dan kekuatan posisi diplomatik.

Berkaitan dengan pencapaian penambahan alutsista baru TNI sampai dengan tahun 2014 kita pantas memberikan apresiasi kepada  panglima tertinggi yang juga Presiden RI sehubungan dengan sajian panen raya alutsista yang luar biasa. Kita berharap itu bukanlah sajian alutsista terakhir karena  sesungguhnya kekuatan yang diinginkan belum sampai di titik kulminasi. Pekerjaan besar menyajikan ragam alutsista berteknologi kepada pengawal republik masih akan terus berlangsung dengan target waktu tahun 2020 yang dikenal dengan sebutan minimum essential force.

Adalah juga keputusan yang surprise ketika Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono di sela Latgab 2013 yang sedang berlangsung di Sangatta mengumumkan bahwa TNI akan kembali melakukan Latgab terbesar tahun 2014 yang melibatkan seluruh alutsista anyarnya. Mudah saja mencernanya, alutsista sudah datang, gabung sama alutsista yang made ini old, lalu diperlihatkan kepada rakyat sebagai pertanggungjawaban.  Integrasi sistem pertempuran, teknologi komunikasi dan koordinasi antar satuan tempur berkualifikasi divisi sekaligus menguji alutsista baru untuk memperlihatkan kehebatannya merupakan substansi utama yang akan digelar pada bulan September-Oktober 2014 itu.  Simulasi perang dengan beberapa perubahan doktrin pertempuran sesuai dengan nilai teknologi alutsista baru dan kuantitasnya menjadi salah satu kurikulum utama dalam Latgab mendatang.

Perkuatan dan mobilisasi militer Indonesia tiga tahun terakhir ini yang lebih sering melakukan latihan militer dengan kapasitas besar sesungguhnya menjadi perhatian sejumlah negara.  Nah disitulah nilai keberhasilan gaung kampanye militer kita sebagai bagian dari “pesan tanpa harus berkata” bahwa pengawal republik siap setiap saat mempertahankan keutuhan teritori NKRI dari segala bentuk ancaman.  Sepanjang tahun 2012 sampai Latgab Mei 2013 kita telah menyaksikan begitu banyaknya serial latihan tempur TNI yang digelar di berbagai tempat di tanah air.

Tahun 2014 adalah akhir dari pemerintahan SBY.  Sebagai salah satu bentuk pertanggung jawaban membangun kekuatan militer selama masa pemerintahannya tentu sajian yang paling spektakuler adalah memperlihatkan kehebatan teknologi alutsista yang baru dimiliki dengan kemampuan prajurit mengoperasikannya, mengintegrasikannya lewat latihan perang gabungan antar angkatan skala besar.  Lebih dari itu pesan besarnya pada tetangga-tetangga disebelah sangat jelas dan tegas, jangan lagi meremehkan kami.  Maka kita boleh menyebut rencana Latgab TNI 2014 itu dengan: super sekali.
****
Jagvane / 31 Mei 2013

 

 

Tuesday, May 21, 2013

Sudah Terbit: Ketika Tentara Belanja Alutsista

Yang berminat silakan hubungi penerbitnya, marketing online

Monday, May 13, 2013

Gambar Latgab TNI 2013, Biar dia yang bicara.......

Helikopter Penerbad bersiap diri

Serbuan Tank TNI AD
Paskhas TNI AU bersiap menuju Latgab
RI-1 melakukan serbuan pantai
Embarkasi Alutsista
KRI Sigma meluncurkan Rudal Exocet

Marinir menjelajah medan tempur
Situasi Latgab serbuan tank Amfibi

Presiden Sby menyaksikan parade tempur laut

MLRS Marinir menembakkan puluhan roket
Heli serbu Mi35 menghancurkan sasaran

"Kemegahan" suasana Latgab
Jet tempur F16 bersiap menyerbu



Presiden turun langsung di Latgab 


Barisan Tank Marinir menuju Latgab
Berhias diri ya Om...
Sukses bro..... iya Pak
*****
Jagvane (12 Mei 2013)