Thursday, February 14, 2013

Prediksi Pengadaan alutsista MEF Tahap II (Sisa target 62% Tahun 2015 sd Tahun 2019) Asumsi anggaran untuk 5 tahun sebesar US$ 20 milyar



Program modernisasi persenjataan TNI untuk memantapkan postur tentara modern sedang berlangsung menuju penyelesaian babak pertama.  Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro baru-baru ini mengatakan sampai dengan akhir tahun 2014 program yang dikenal dengan sebutan MEF (Minimum Essential Force) akan mencapai 38% dari nilai target MEF.  Itu artinya pada babak kedua nanti yang berlangsung selama 5 tahun berikutnya akan dikejar penyelesaian target 62% MEF yang digadang-gadang itu.

Pemerhati pertahanan UI Andi Widjajanto memprediksi bahwa anggaran militer untuk MEF kedua tahun 2015-2019 akan mencapai US$20 Milyar.  Kalau kita membandingkan dengan anggaran MEF  tahap I tahun 2010-2014 yang mencapai US$ 15 milyar dengan pencapaian 38%, maka angka 20 milyar dollar AS itu sebanding dengan target sisa 62% yang ingin dicapai.  Titik kritis dari perjalanan mencapai target 100% pada “babak kedua” nanti ada pada pengambil kebijakan yang nota bene pemerintahan baru pasca 2014. Jika pemerintahan baru nanti “senafas” dengan yang sekarang meski figur beda atau punya ide yang sama untuk menyelesaikan target MEF TNI, diniscayakan perjalanan MEF akan sesuai dengan harapan kita semua.
Proyeksi Anggaran Pertahanan RI menurut Andi Widjajanto
Berdasarkan itu maka prediksi perkuatan alutsista dan postur TNI pada tahapan kedua nanti boleh jadi akan bergambar seperti ini :

Ø  Pengadaan 1 Skuadron Sukhoi Family, peluang pada SU35 BM
Ø  Pengadaan 2 Skuadron dari jenis Typhoon atau Rafale
Ø  Pengadaan 1 skuadron F16 blok 52 tawaran hibah batch 2
Ø  Pengadaan 3 CN295 AEW
Ø  Pengadaan 3 pesawat angkut A400M
Ø  Pengadaan 4 pesawat angkut Hercules type J
Ø  Pengadaan 5 radar militer
Ø  Pengadaan 1 skuadron UAV batch 2
Ø  Pengadaan 4 pesawat intai taktis maritim CN235 MPA
Ø  Pengadaan 3 pesawat intai strategis maritim
Ø  Pengadaan rudal SAM jarak menengah untuk 10 hanud area
Ø  Pengadaan rudal anti kapal produksi bersama Cina –RI untuk KCR
Ø  Pengadaan rudal surface to surface Lapan-Pindad jarak 300 km
Ø  Pengisian penuh alutsista marinir  di Batam dan P Brandan
Ø  Penyelesaian final  pangkalan utama armada timur  di Sorong
Ø  Pengisian bertahap satuan marinir setingkat divisi di Sorong
Ø  Pengisian 180 KRI untuk alokasi 3 armada tempur laut
Ø  Pengisian penuh satuan kapal cepat rudal armada barat
Ø  Alokasi KRI untuk hotspot Belawan, Natuna, Tarakan, Kupang
Ø  Pengisian 1 skuadron tempur di Biak
Ø  Pengisian 1 skuadron tempur di Kupang
Ø  Pengisian 1 skuadron tempur di Gorontalo
Ø  Pengisian 1 flight tempur di Banda Aceh
Ø  Pengisian 1 flight tempur di Natuna
Ø  Pengisian 1 skuadron angkut berat Hercules di Makassar
Ø  Pengisian 1 skuadron helikopter Penerbad di Kalimantan
Ø  Pengisian 1 skuadron helikopter Penerbad di Papua
Ø  Pengisian 1 skuadron helikopter Penerbad di Sumatera
Ø  Pengadaan 3 Kapal Selam selain Changbogo
Ø  Pengadaan 5 Kapal Perusak Kawal Rudal
Ø  Pengadaan 6 Kapal Cepat Rudal 40 m
Ø  Pengadaan 6 Kapal Cepat Rudal 60 m
Ø  Pengadaan 3 Kapal LPD
Ø  Pengadaan 3 Kapal LST
Ø  Pengadaan Tank Amfibi BMP-3F batch 3 untuk 4 batalyon marinir
Ø  Pengadaan Panser Amfibi BTR-80A batch 2 untuk 2 batalyon marinir
Ø  Pengadaan howitzer 155m untuk 4 batalyon marinir
Ø  Pengadaan MLRS R-han 50 km untuk 6 batalyon marinir
Ø  Penambahan 2 batalyon rudal/roket TNI AD di Kalimantan
Ø  Penambahan 2 batalyon rudal /roket TNI AD di Sumatera
Ø  Penambahan 3 batalyon infantri TNI AD di Papua
Ø  Penambahan 1 batalyon kavaleri TNI AD di Kupang
Ø  Pengadaan Panser Anoa batch 4 untuk 10 batalyon TNI AD
Ø  Pengadaan MBT batch 2 untuk 2 batalyon TNI AD
Ø  Pengadaan Tank Medium batch 2 untuk 3 batalyon TNI AD
Ø  Pengadaan MLRS  Astross II batch 2 untuk 2 batalyon  TNI AD
Ø  Pengadaan meriam 155m Caesar batch 2 untuk 4 batalyon TNI AD
Ø  Pengadaan MLRS Rhan 50 km untuk 10 batalyon TNI AD
Ø  Pengadaan rudal SAM jarak pendek  30 obyek vital dan pangkalan

*****
(Jagvane  14 Feb 2013 / Dari berbagai sumber)

41 comments:

Anonymous said...

selamat siang pak ,,,
saya merinding beneran nh membaca prediksi mef tahap 2 ini ,, semoga saja hal tersebut dapat terwujud dan pemerintah selanjutnya memberikan dukungan penuh untuk mewujudkannya .... aminn

Si Rosyid said...

Analisis yang bagus, semoga pengadaan alutsista alutsista di atas dapat terpenuhi, amin....
Namun dibalik pemenuhan dan pengadaan alutsista harus juga diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan prajurit, agar para prajurit menjadi lebih semangat dan setia dalam mengawal NKRI.

Anonymous said...

Untuk pengadaan tank medium saya kira itu bagian Batch 1 tank medium bikinan pindad yg prototypenya jadi tahun 2014....kalo IFV Marder saya rasa tidak tepat disebut tank medium

Anonymous said...

amin, smoga terwujud smuanya, dan semoga dana yang dikeluarkan digunakan sebagaimana mestinya. diperlukan kesadaran diri dari pemerintah dan TNI serta kepercayaan masyarakat kepada mereka.

H. Jagarin said...

Bro, Jadikan prediksi itu sebagai kalimat doa untuk kebanggaan dan harga diri bangsa ini.

H. Jagarin said...

Kesejahteraan kita yakini akan mengimbangi perkuatan alutsista itu. Gambaran prajurit profesional adalah tangguh dan sejahtera, thanks.

H. Jagarin said...

Arahnya memang ke tank Pindad bro...

H. Jagarin said...

Semoga semua dapat berjalan pada rel yang benar....

Lalu MF said...

Bro admin...kira kira menurut analisa bapak berapa persenkah dari analisa di atas yang mungkin menjadi kenyataan,..?? ataukah jawabannya tergantung siapa yang menjadi presiden selanjutnya dan ekonomi indonesiakah?? terimakasih sebelumnya.

H. Jagarin said...

Semua tergantung kebijakan new government nanti dan tentu saja pertumbuhan ekonomi yang stabil. Jika berpegang pada patokan kekurangan target 62% dan pemerintah baru komitmennya sebangun dengan yang sekarang, kita meyakini perkuatan alutsista TNI tidak jauh dari prediksi kita. Thanks,-

Anonymous said...

saya baca kemarin dari blog sebelah kalo IFV Marder akan dijadikan basis dari tank medium tapi punya meriam kaliber 120 mm HItfact

H. Jagarin said...

Betul bro....

Danang Wahyu said...

Tapi aku tidak suka berandai-andai. Pemerintahan baru apa juga mau nerusin Program MEF.? Sungguh tidak bertanggung jwb satu pemerintahan negara jika tidak mau dan malas buat memperkuat dan menjaga Kedaulatan wilayah . Pdhl wilayah Negara kita sangat luas. Lihat negara lain yang wilayahnya besar, pasti alutsistanya juga besar. Jangan cuek bebek lah. Makanya kita minta pemerintah baru nanti harus benar2 mau memperhatikan alutsista, biar negara punya harga diri. gk terinjak seperti akhir2 ini.

Anonymous said...

Sekarang realistis aja lah gak usah berandai2. kita ini masih sering suka dg hanya berandai-andai.Negara lain malah udah beli persenjataan karena mungkin mereka sudah baca blog kayak gini, jadi mereka mgkn beli alutsista lebih karena udah baca di internet klo indonesia mau beli. misalnya Malaysia. Bosan aku dg cuma berandai2. gak usah dipublikasikan jika hanya gak jadi beli. Mending tnpa publikasi tapi beli. Indonesia ini negeri silat, bisanya cuman silat lidah doang. Jangan gitu lah! Kelu

H. Jagarin said...

Setuju banget mas Danang....

H. Jagarin said...

Selalu optimis bro, bukankah untuk yang MEF I tinggal tunggu kedatangan alutsistanya...

Anonymous said...

Target pencapaian alutsista buatan lokal untuk MEF II, sejauh mana gan?

H. Jagarin said...

Di MEF II sudah jelas yg buatan lokal:

KCR 40 m
KCR 60 m
PKR 10514 Damen tot PAL tahun 2018 buat sendiri
LPD
LST
BCM
Kapal selam Changbogo ketiga dan keempat
Panser Anoa Canon
Tank medium
Rudal jarak tembak 300 km
Roket Rhan jarak tembak 100 km
CN235 MPA
CN235 ASW
dll

harno bebek said...

semoga semua analisa agan jagvane semoga terwujud,agar negra kita semaken kuat dan berwibawa..amien2

Anonymous said...

awalnya MEF itu akan di rancangkan sampai 3 kali atau smp MEF III tp katanya di perpendek cm smp 2 saja krna katanya dana yg cukup di dukung oleh pemerintah atas pengadaan alutsista.
tp yg patut dianalisis adalah MEF yg dimaksud adalah minimum esential force yg klo ngga salah artinya tuh kekuatan utama minimum militer, akan tetapi patokan minimum atau maksimum nya itu berasal dr mana ??
tentunya kekuatan militer yang dibangun oleh sebuah negara adalah untuk menandingi/mengungguli kekuatan militer negara lain, yg menjadi pertanyaan adalah ketika MEF kita rampung, berada dmna kah kekuatan militer indonesia ??? apakah sdh bs mengungguli singapur, malaysia atau australia atau negara lain di kawasan regional lainnya, atau hanya bs menandingi mereka atau BAHKAN masih dibawah mereka ??
dan satu lagi, menurut logika saya jika gelontoran dana $ 15M hanya bs mncapai 38% MEF apakah $20M bs mencapai 62% sisanya ?? kalau dihitung" sih 15M = 38% berarti 20M = 41%...
berarti, MEF ke 2 nanti kurang lebih cm smp 79% dong ngga smp 100%.
olong pencerahan dr agan jagarin, trims...

piw said...

Mantap pisan.beneran ga nih?? Dipercepat pak ah pengerjaan nya,ada rencana buat nuklir ga pak? Bikin dong pak,buat listrik nih kemahalan.kalo ada nuklir setidaknya kan irit bbm.sekalian buat juga pak industri militer dalam negeri,jadi kita pake alutsista dalam negeri sendiri.kapan PT DI buat pesawat tempur, Helikopter tempur sendiri,tank tempur dan lain lain buatan dalam negeri.cayo pak mentri jangan tanggung bikin kuat militer kita,supaya ga ada lagi negara tetangga yang kurang ajar.

wawand vasinly said...

mudah mudahan tak cuma analisa tapi jadi kenyataan . amin

Anonymous said...

Mudah2an hibah F16 tidak berarti F35 akan menjadi pilihan TNI AU di masa depan, sudah banyak calon pembeli F35 yg mundur karena harga melambung terus sementara kemampuan semakin diragukan. Bahkan banyak pengamat di Australia yg menyarankan RAAF membatalkan pemesanan 100 unit F35 dari US dan beralih ke Sukhoi 35S atau bahkan PAK FA. F35 dianggap produk gagal bahkan oleh para petinggi militer US sendiri. Pilihan mengganti F18 Hornet dengan F18 Super Hornet sambil menanti F35 [yg baru akan masuk lini produksi pada tahun 2019-20] juga dianggap kurang mumpuni menghadapi bahkan SU30 nyg banyak digunakan negara2 tetangganya.
Pilihan TNI untuk menerima F16 hibah dan menambah skuadron Su30 adalah keputusan ekonomi dan politik yang merugikan kemampuan tempur dan daya deterrent TNI AU. Dalam sudut pandang berbeda, F16 hibah adalah bentuk kemenangan USA, Australia dan Singapur atas Indonesia. Sebelumnya mereka merasa gelisah dan ketar ketir, sekarang mereka bisa tidur dengan lebih tenang. F22 tidak lagi diproduksi dan tidak tersedia untuk export, sementara PAK FA akan tersedia pada tahun 2015 dengan kemampuan JAUH diatas F35 [seimbang dgn F22] tapi dengan harga hanya dari 1/2 harga F35.

Ini salah satu kutipan ulasan mengenai perbandingan F22 dan T50 PAK FA.

**********
"Dirancang untuk menyaingi F-22 USA dalam aspek Beyond Visual Range (BVR), dan Within Visual Range (WVR) pertempuran udara, PAK-FA mempunyai semua syarat untuk menjadi pesawat tempur generasi ke 5 yg sampai saat ini baru dimiliki oleh F-22 seperti kemampuan stealth, thrust vectoring, highly integrated avionics, dan sensor aktif dan pasif yg sangat kuat. Selain memenuhi semua syarat desain sebagai pesawat generasi ke lima, PAK-FA juga memiliki dua atribut lanjut yang tidak dipunyai oleh F-22 . Yang pertama adalah kelincahan manuver ekstrim yg dihasilkan dari desain aerodinamis canggih, daya dorong/berat kinerja rasio dan thrust vectoring tiga dimensi yang terintegrasi dengan sistem kontrol penerbangan digital canggih. Atribut kedua adalah kemampuan tempur udara yang luar biasa hasil dari pembakaran 25.000 lb internal fuel"

http://www.ausairpower.net/APA-2010-01.html

royhan bima said...

apa bener gitu ya?itu kan cuma analisa aja,yang sudah masuk rencana kemhan aja banyak yg gak jadi beli dgn seribu alasan dan pertimbangan apalagi cuma andai2 kita aja.lagian kemhan belinya tanggung.indonesia ini negara kaya,tapi belanja alutsista eceran.walaupun tdk seperti australia yg pesan 100 F35 unit atau tdk seperti korsel yg memborong 60 unit pesawat tempur generasi 5 plus 37 apache longbow..ya paling tidak kita beli 2 skuadron shukoi 35 BM plus heli serang berat jenis apa aja min 3 skuadron,jgn lupa rudal S300/400 dan rudal SAM jarak menengah,roket Rhan dan rudal buatan dlm negeri,kapal selamnya beli yang jenis kilo 3 unit atau scorpene 2 unit agar negara kita tidak dijadikan bulan bulanan oleh negara lain,emang kita urat malunya sdh putus tah..?dgn enaknya 8 unit F18 super hornet australia sengaja masuk wilayah udara RI diatas bandara Eltari,tidak ingatkah kita bgmana malaysia merampok kekayan alam kita,menggeser patok batas,mengaku kebudayaan seperti lagu rasa sayange,reog,angklung,batik,tari,bahkan sipadan dan ligitan sudah mereka ambil,belum lagi pelecehan dan penyiksaan pd TKI.saya tidak mengajak untuk memusuhi mereka tetapi marilah kita cepat bangun dan benahi semua kekurangan kita dan tunjukkan pada mereka bahwa RI adalah negara besar yang kuat dan bermartabat dan jangan sekali kali meremehkan bangsa dan negara ini.klo suatu saat punya anggaran dana yang cukup sangat perlu beli PAK FA Shukoi min 1 skuadron.rakyat indonesia akan mendukung itu.

Anonymous said...

klo boleh usul saya sangat setuju pengisian skuadron udara dibiak diisi shukoi mk 30,di kupang diisi SU35BM 1 skd,di gorontalo diisi PAK FA50 1 skd.dan indonesa wajib beli rudal S300 dan menambah rudal yakhont.

Anonymous said...

Kalau penambahan F16, 24 unit itu menurut saya brilliant-lah, harga 700 juta Dolar = 30 juta USD per unit, bayangkan kalau beli sukhoi mungkin cuma mendapatkan 12 unit, yang kita butuhkan di bacth 1 yang penting bisa mengcover ruang udara kita.
mungkin di bacht 2, setidaknya kita bisa beli 2 skuadron SU-35

anonymous nationalism said...

Kalau negara tetangga punya F 18 dng kemampuan lebih dr F 16 yg upgrade sekalipun, maka punya banyak F 16 sama aja menghamburkan uang utk alutsista yg dpt dng mudah dirontokkan ma tetangga, jadi saran saya beli alutsisa tuh sekalian yg bagus, mskipun mahal tp kalau susah dikalahkan ma lawan ma ga masalah, jadi beli aja 8 skuadron SU 30 MKM, 5 skuaron T 50 PAK FA, beli S 300 sbnyak 700 baterai, adakakan 1000-1500 kapal perang dan kapal patroli yg dilengkapi meriam, rudal Yakhont, rudal S 300 yg terintegrasi dan yg dpt meluncurkan torpedo dr samping body kapal utk tembakan ke dpn dan ke belakang.mengadakan 60 LPD, mengadakan 90 LST, mengadakan 600 MBT, 1000 tank yg seimbang dng marder, 1000 panser anoa, 1500 panser tarantula, 3000 meriam howitzer, 2100 peluncur Astros II, 800-900 unit pantsyr, 800 unit iron dome, 900 tank amphibi, 12 skuadron heli serang dan serbu, 6-8 skuadron F 18, 2 skuadron CN 295, 3 skuadron chinook, 6 skuadron pesawat CN 235 MPA, 15 skuadron UAV yg dipersenjatai, 18 unit kapal selam, 4 skuadron heli penebad, 5000 ranjau laut, 50 unit kapal perang penyapu ranjau laut, 100 unit tank penyapu ranjau, 400-500 panser pengangkut personil,400 panser ambulance, 600 truk ambulance, 30.000 - 60.000 unit spd motor trail utk keperluan patroli, 2000 unit kendaraan komodo dng dilengkapi senapan anti pesawat tempur,helikopter, UAV, dilengkapi dng RPG, juveline, senapan kaliber 20-35 mm, pembangunan waduk dan bungker penyimpanan bbm, obat2an, sembako, dan amunisi serta persenjataan,alat komunikasi cadangan, alat pengacak saluran komunikasi, pembentukan satuan2 sandi dng merekrut personil minimal 3 org dng diawasi oleh 1 org mulai dr unit, pleton,kompi,batalyon,divisi dan brigade, dng ketentuan jika personil yg bertugas dan ptugas yg mengawasi harus mengamankan sandi jika personil yg bertugas menerjemahkan sandi tertangkap.

anonymous nationalism said...

Pengadaan meriam caesar 155 mm, utk 20 batalyon,pengadaan 150 kapal perusak kawal rudal,pengadaan 4 skuadron rafaele atau 10 skuadron grippen dr SAAB, swiss.

anonymous nationalism said...

Pengadaan MLRS Jordania utk tiap2 batalyon, penambahan batalyon di NTB, di Mamuju, di pulau nipah, dipulau lebah, di pulau nias, di aceh, dispanjang perbatasan kalimantan dng malaysia, di spnjang perbatasan darat dan laut antara NTT dan Timor Leste,dan pulau rote dng Australia, papua dan papua nugini.halamahera, tahuna, kendari dan palu, bgn selatan jawa dng australia, pembangunan 50 markas terapung, dng sarana,prasarana, dan personil, serta sarana transportasi, radar, tangki bbm, personil medis, alat komunikasi, 12 skuadron pesawat amphibi yg dilengkapi bersenjata,kapal patroli,tangki air, alat pengolah air laut menjadi air bersih, mesin diesel,satelit utk markas terapung,parabola,tv,tmpt hiburan dan olahraga, dan tmpt utk lahan menanam sayur2an,buah tomat,wortel,cabai,dll.

anonymous nationalism said...

Pembanguan fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir di jawa di pulau nusakambangan, di pulau selayar,di pekanbaru, di pulau kaimana utk papua,di NTB utk memenuhi listrik Bali dan NTB, pembangunan fasilitas PLTN utk NTT di pulau sabu.

brooo said...

Utk MBT menurut saya lebih bagus kalau kita mengadakan dengan jumlah diatas 3000 unit , ditambah MLRS berbagai jenis 400++ dan s300/s400 , trus kapal selam amur class sekitar 4 unit , Dan untuk kapal lebih baik fokus ke kapal penjelajah kelas ringan hingga battleship dengan perlindungan KCR+Frigate dan pengembangan unit kapal yang khusus untuk penangkal serangan yang bisa sekaligus melindungi kapal lainnya dan kapal khusus peluncur rudal daripada untuk kapal induk.... dan yang paling penting pengembangan roket dengan berbagai konsep baru yng walaupun jaraknya tidak jauh tapi sangat mumpuni seperti yang ada di film (Bom yang ada di kapal alien di film battleship dan rudal yang ada di tunjukkan waktu opening film transformer 3 ) yang menurut saya masih sangat realistis untuk di wujudkan

"YosAndTheRevolutionsDURMAN" said...

hallah ini baru minimum.. q belum puas.. sebelum IEF(Ideal Esensial Force) saya yakin kalian Paham.!

Anonymous said...

analisa yg specktakular... ...
Cuma ada yang kurang kayaknya...

MIsal:
10batere pantsyr
10 batere s-300mp
15 batere s-400
20 batera s-350E
6 destroyer. Untuk 3 armada

sekian terimma kasih..


raka anom said...

Ttg koment dr anonymous nationalism sy brpdpt dng bnyknya jumlah pulau yg dimiliki oleh indonesia n luasnya wilayah daratan utk tiap pulau srt utk memudahkan dlm mendistribusikan alutsista jika slurh wilyh NKRI diserang scr bersamaan olh ngara skutu atau kumpulan dr beberapa ngara,shg jmlh dr msg2 alutsista yg dismpaikn olh anonymous natioalism sy pkr msh krg, prtama hrs ada 2800 utk MBT dibg utk 4 koorwilhan dan kantor pusat (:jakarta dan jabar total 350 unit), barat (aceh dan sumatera srta pulau2 sktr total 600, bgn tengah (kalimantan trmsk kaltara sulawesi,gorontalo total 750), bgn selatan jateng,jatim,DI Yogyakarta, Bali, Sulawesi, NTB, NTT,maluku) total 750 unit, bag timur papua,papua tengah,papua utara, dan papua barat 350 unit

raka anom said...

Slain itu kalau 1000 unit kpl prng sptnya kebanyakan, minimal indonesia punya 600 unit kpl perang yg dlnkp jammer n anti jammer yg jg dlngkpi heli OTHT, UAV yg diprsnjatai, trmsk KCR, PKR,fregate, korvet,destroyer,kpl siluman yg dlngkpi torpedo n 4 peluncur rudal jarak jauh,menengah n dkat, tdk trmsk LPD,LST,Kpl bntu cair mnyk,kpl angkut,msg2 sbnyk 100 unit,

raka anom said...

LPD,LST,Kpl bntu cair mnyk,kpl angkut dilngkpi kmampuan jammer n anti jammer,tiap2 kpl prang,LPD,LST,Kpl bntu cair mnyk,kpl angkut dlngkapi kmampuan peperangan elektronika,heli anti kpl permukaan n anti kpl slam,pngadaan 1000 tank amphibi,2500 panser amphibi bercanon 125 mm, 1500 panser anoa dng RCWS dng canon cal 40 mm,1500 panser dng 2 meriam kembar dng cal 30 mm utk anti pswt tmpr,heli,160 unit heli anti kpl slam n anti kpl permukaan,276 unit UAV yg dipersenjatai utk disebar ke pulau2 terluar,pmbngunan mercu suar dn pmbngunan mess utk 1 kompi di tiap2 pulau terluar serta pmbngunan klinik,ruang operasi, kolam tadah hujan, PLTAngin,Arus Air Laut,PLTSurya, pmbangunan mnara komunikasi, pmbngunan pngkalan dipulau trluar,pnempatan min 2 kpl prang di tiap pulau terluar n 2 unit sea reader,pngadaan 800 unit kpl patroli yg dlngkapi 6 peluncur rudal jarak jauh,jarak menengah dan jarak dkat,dlngkapi kmampuan jammer n anti jammer,dlngkapi meriam dng cal 75 mm, radar,GPS,256 unit geli serang dan 196 unit heli serbu,

raka anom said...

Pngadaan : 3000 unit MLRS astros 2 mk 6, 6000 meriam artileri tarik, 2000 unit MLRS jobaria,pngadaan 500 unit radar fire finder,pngadaan 800 unit tank leopard jembatan,pngadaan 800 unit panser,truk klinik,pngadaan 100 unit kpl rmh sakit yg dipersenjatai,pngadaan 200 unit pswt amphibi yg dipersenjatai, pngadaan 60 unit kpl selam, 2000 hovercraft yg dipersenjatai yg dpt mengangkut panser n light tank,pngadaan panser amphibi pngangkut MBT n tank medium,pngadaan 1500 panser dng peluncur rudal anti tank n yg dilngkpi pnglhtn mlam,infra merah,radar,gps.

Anonymous said...

F 14 hibah dari Amrik memang bagus,ada pertanyaan yang menggelitik dg penuh tanda tanya,kenapa mereka mau menghibahkan F 16nya ke kita,Analisa saya,karena sekutu mrk y ada disekitar Indonesia banyak yg punya H 18,shg amrik tak terlalu kwatir d melepaskan F 14nya

KonDHanG said...

Ada maximum esensial force (secret)

M Lutfi Namikaze said...

4-6 kapal Induk tuh..., biar gx bnyk maling masuk...

M Lutfi Namikaze said...

4-6 kapal Induk tuh..., biar gx bnyk maling masuk...