Saturday, May 2, 2015

Menuju Anggaran Pertahanan 200 T



Adalah Komisi I DPR beberapa waktu lalu menggemakan kembali semangat berpertahanan dengan menargetkan anggaran belanja tentara bisa mencapai Rp. 200 T setiap tahun di era pemerintahan Jokowi.  Jika itu tercapai maka dipastikan anggaran pertahanan Indonesia akan menjadi nomor satu di ASEAN mengungguli Singapura.  Dengan anggaran pertahanan tahun 2015 sebesar Rp. 102 T Indonesia menduduki ranking kedua setelah Singapura.

Yang menarik disini adalah, biasanya tradisi untuk mengekspose peningkatan anggaran pertahanan selalu dikumandangkan secara berulang dari kementerian shohibul bait lewat berbagai kesempatan seremoni atau jumpa pers. Ternyata perjuangan untuk menambah anggaran hulubalang republik sudah dimudahkan oleh parlemen.  Ini membuktikan bahwa keinginan untuk memperkuat otot tentara sudah disepakati bulat oleh seluruh struktur bingkai kebangsaan, utamanya yang bernama pemerintah dan parlemen.

Anggaran militer berbagai negara
Meski pencapaian anggaran 200 T itu dengan syarat dan ketentuan berlaku antara lain indikator pertumbuhan ekonomi 7% sesungguhnya semangat menuju pertumbuhan ekonomi dan militer itu menjadi harapan semua pihak.  Sesungguhnya kita telah berada dalam pertumbuhan kesejahteraan menuju tingkat yang lebih baik apalagi subsidi BBM telah dihapuskan dan dialihkan untuk pembangunan sektor infrastruktur secara besar-besaran. Contohnya pembangunan jalan tol ratusan kilometer Solo-Kertosono dan Bakauheni-Palembang diambil alih oleh Pemerintah lewat BUMN infrastruktur. 

Kita baru memulai pembangunan infrastruktur secara besar-besaran dan itu baru akan kelihatan nilai jerih payahnya minimal 3 tahun mendatang.  Dengan anggaran subsidi BBM yang mampu melipatgandakan kekuatan anggaran infrastruktur, ditambah asupan gizi investasi Cina untuk membangun berbagai paket infrastruktur di tanah air yang mencapai US $50 milyar maka diprediksi mulai tahun 2018 akan memberikan kekuatan pertumbuhan ekonomi sebagaimana dicita-citakan bersama.

Oleh sebab itu sebagaimana rangkaian sebab akibat tadi, maka pertambahan anggaran pertahanan sebesar 200 T diyakini akan bisa dicapai pada tahun 2018 atau 2019.  Ini perhitungan prediksi berdasarkan kemajuan-kemajuan yang dicapai dalam perjalanan peningkatan kesejahteraan.  Kita meyakini bahwa pencapaian yang diharapkan itu bisa tercapai tentu dengan program-program extra ordinary yang dikawal ketat oleh pemerintah bersama DPR.
Fregat TNI AL dikawal Apache
Belanja militer Indonesia adalah hasrat yang harus terus dihembuskan karena kita tidak ingin dikata-katain begini, sudah kemalingan baru pasang teralis. Kita ingin pagar teritori dijaga ketat oleh kapal-kapal perang, kapal selam dan jet tempur yang mampu menggonggong dan menggigit. Jangan hanya menggonggong tapi ketika ditimpuk batu sama tetangga lalu bungkam atau bahkan terkaing-kaing.  Jadi pengawalnya harus berkelas herder bukan anjing kampung atau bahkan pudel.  Kalau kita ingin mengumandangkan NKRI harga mati maka alutsista berkelas herder dan kesejahteraan prajurit yang cemerlang juga harga mati dong.

Kementerian Pertahanan tentu sudah punya rencana-rencana bagus untuk memilih alutsista terbaik bagi TNI juga peningkatan kesejahteraan prajuritnya.  Artinya usulan-usulan yang diajukan user itulah yang menjadi pilihan utama untuk memperkuat berbagai jenis alutsista yang diinginkan. Termasuk mengumandangkan semangat memperkuat militer dengan maksud untuk memastikan kekuatan daya berpertahanan “tidak malu-maluin” jika suatu hari kemudian terjadi konflik dengan negara lain.

Mengumandangkan semangat berpertahanan adalah untuk memberikan keyakinan kepada semua komponen bangsa bahwa kondisi dinamis kawasan tidak bisa diprediksi.  Jadi kita wajib memperkuat alat pertahanan kita meski kita tidak ingin berperang dengan jiran, tidak ingin konflik dengan negara lain.  Mengedepankan hal-hal yang berbau klise seperti kita tidak mungkin berperang dengan negara lain, negara-negara ASEAN baik-baik semua, kita tidak punya masalah dengan Cina atau Australia tidak akan menganggu kita, lebih baik fokus pada bencana alam, adalah sebuah opini untuk meremehkan hakekat pertahanan itu sendiri.

Kita masih sangat membutuhkan skuadron-skuadron fighter, puluhan kapal kombatan, belasan kapal selam dan berbagai alutsista berdaya hancur tinggi untuk memastikan nilai NKRI harga mati itu. Maka peningkatan anggaran pertahanan yang terus menerus sangat dibutuhkan oleh negeri ini karena luasnya wilayah yang harus dijaga dan memastikan tidak adanya gangguan teritori bahkan rencana agresi negara lain karena kita punya militer yang kuat.

Pencapaian anggaran 200T tentu bukan sebuah mimpi.  Kita meyakini kita bisa mencapai nominal itu bahkan akan melewatinya mulai tahun 2020 mendatang.  Pencapaian anggaran sebesar itu tentu mampu mensumringahkan kita karena dengan dana itu kita bisa belanja alutsista berkualitas dan berteknologi terkini seirama dengan peningkatan kesejahteraan prajurit.

Mewibawakan sebuah harga diri bangsa tentu dengan mengembangkan postur kesejahteraan dan kekuatan.  Mewibawakan sebuah teritori dan eksitensi negara tentu dengan memperkuat pagar pertahanan. Kita sudah memulainya dengan menggelontorkan belanja militer dalam jumlah besar.  Kita akan terus membangun kekuatan itu sampai kemudian nilai kewibawaan dan kegagahan tadi muncul dari kesimpulan yang diambil oleh mereka yang hendak mencoba mengganggu.
****
Jagarin Pane / 02 Mei 2015

10 comments:

harno bebek said...

assalamualaikum gan jagvane hader dan absen lama ngk bisa comen,dikarenakan sudio ane jeblok hehehehe... semoga terealisasi memebuat TNI semaken kuat,belanja alustsita juga bagus dan yang berbusa..aamiin

soedirman said...

Klo dana sdh ada pastikan indonesia membeli 2 skuadron SU35BM agar NKRI semakin kuat dan berdaulat.TNI AU akan menjadi yg terkuat di asia.kapal destroyer minimal 3 unit lengkap dgn persenjataan rudal beratnya.kapal selam klas kilo 5 unit utk memperkuat maritim kita.rudal hanud BUK harus beli agar instalasi vital negara aman dr ancaman serangan musuh.apakah dgn dana 75 T tdk cukup utk belanja itu semua?

moerdani said...

Sangat tepat sekali klo indonesia membeli 2 skdron SU35S,kasel klass kilo 5 unit,mapal perusak 3 unit dan rudal hanud BUK dibeberapa instalasi vital negara.saat ini indonesia hanya besar dimulut aja,bayangkan china sdh punya rudal balistik indonesia blm punya.China punya rudak HQ 9,indonesia tdk punya.china punya ratusan pesawat tempu,indonesia punya puluhan.indonesia punya puluhan kasel,indonesia punya 2.china punya 25 unit kpk destroyer,indonesia satupun gak punya.china sfh bisa buat rudal,indonesia bs buat roket jarak pendek.china bisa buat heli serang,indinesia cuma bisa merakit heli serbaguna(lisensi).lalu apa yg dibanggakan?macan asia tanoa gigi taring dan tanpa cakar alias hanya barongsai

soeharto said...

Ia ya..sama singapura 100:50 alias kalah separoh.alutsista singapura walaupin negaranya kecil tp alutsistanya lengkap dan canggih.seandainya semua alutsista singapura dijejer dari ujung barat singapura ke ujung timur jarak dari 1 alutsista ke alutsista lainnya hanya 500m berarti sangat kuat menjaga teritori se singapura.alias full.

soedirman said...

Wajib beli SU35BM 2 skuadron,kasel kilo klass 5 unit,kapal perusak canggih berudal yakhont,rudal hanud BUK 10 baterei.pesawat AEW&C 3 unit.klo alutsista tetsebut sfh dimikiki indonedia maka kekuatan tempur kita sdh world class navy.AL digembar gemborkan world class navy tp kapal perusak tdk punya,kasel hanya 2 ceketer class.WCN dari mana?

eko santoso said...

Semoga segera terwujud

eko santoso said...

Semoga segera terwujud

sutedjo said...

Klo mau beli alutsista beli yg canggih dan setara dgn milik negara maju..singapura dan australia beli F35 70 biji apa ia indonesia cuma beli F16 rongsokan....ya Allah gusti....sdh pesawat f16 masih bekas..klo negara tetangga sdh f35 barang baru alias gres.bedanya sepwrti langut dan bumi..akibatnya belum dibom sdh terbakar duluan.

ki ageng said...

Berapapun anggarannya utk pertahanan klo tdk beli pesa3at tempur yg setara dgn f35 tdk ada gunanya.sia sia uang rakyat sebanyak itu digelontorkan.

Alif Wahyu said...

Jikalau Anggaran Pertahanan RI 250-300 T , Bisa Beli 2-3 Skuadron Su 35BM , 5-6 Kapal Selam Kilo , Rudal Pertahanan S-300 , Helikopter Chinook , Helikopter V-22 Osprey dan Puluhan Tank Armata (Rusia). Klo perlu beli rudal Nuklir Topol