Saturday, January 17, 2015

Mengintip Belanja Militer Jokowi



Perkuatan militer Indonesia terus berlanjut dan diperkirakan akan lebih seru dari periode sebelumnya. Presiden Jokowi sudah bertekad menjadikan militer Indonesia bergigi dan bertaring dengan melakukan pembelanjaan alutsista.  Prediksi nilai belanja itu minimal mencapai US$ 20 milyar mulai tahun ini dan lima tahun ke depan. Orang dekatnya Andi Widjajanto adalah salah satu pemberi semangat Presiden yang menguasai betul seluk beluk pertahanan karena dia memang seorang cendikiawan pertahanan yang menginginkan kekuatan militer kita gahar.

Saat ini kita sedang menunggu kedatangan lanjutan berbagai alutsista yang sudah dipesan sebelumnya antara lain jet tempur F16 setara blok 52, MBT Leopard 2, Roket Astross, Artileri Caesar Nexter, Hercules, CN295, Radar dan lain lain. Pembangunan 3 kapal selam Changbogo juga sedang berlangsung saat ini di Korea Selatan.  Untuk percepatan target perolehan 8 kapal selam sampai tahun 2020, Indonesia diperkirakan akan mengakuisisi minimal 2 kapal selam jenis lain selain Changbogo.
Sukhoi dan F16, melintas gagah
Dengan visi poros maritim sebagai pemersatu pulau-pulau nusantara maka Angkatan Laut dipastikan akan mendapatkan perolehan alutsista kapal perang yang lebih berkualitas. Kita memerlukan lebih banyak kapal perang berkualifikasi fregat atau destroyer, maka prediksi lima tahun ke depan ini akan ada akuisisi 7-8 kapal fregat bekas pakai bersama 2-3 kapal destroyer.  Sementara kapal perang kelas KCR yang sudah mampu dibuat di tanah air akan lebih fokus dengan ukuran 50-60 meter.  Untuk lima tahun ke depan tidak sulit membuat 20-25 KCR di beberapa galangan kapal swasta nasional.

Penambahan kekuatan divisi Marinir menjadi tiga divisi sejalan dengan pemekaran armada tempur laut menjadi tiga armada tentu memerlukan isian alutsista dan komponen pendukungnya. Korps Marinir diperkirakan akan menambah persenjataan kavaleri dan artilerinya dengan penambahan alutsista minimal untuk 2-3 batalyon termasuk peluru kendali anti serangan udara untuk melindungi pangkalan angkatan laut di beberapa tempat.

Bakamla yang dibentuk pertengahan Desember tahun lalu sudah memastikan akan membangun sedikitnya 30 kapal patroli pantai berbagai ukuran untuk memperkuat armada kapal jenis BMI (Buru Maling Ikan).  Itu diluar dari hibah 10 kapal patroli non rudal yang dihibahkan dari TNI AL.  Dengan begitu dalam lima tahun ke depan sudah tersedia 50-60 kapal penjaga pantai BMI. Yang menggembirakan tentu adalah bahwa 30 kapal patroli BMI yang mau dibuat itu akan ditenderkan kepada galangan kapal swasta nasional di tanah air.
2 Fregat A Yani Class berparade
Matra udara diperkirakan akan memperoleh 1 skuadron jet tempur Sukhoi SU35 dan 2 skuadron jet tempur lainnya, bisa dari jenis F16 blok 60, Gripen atau Typhoon. Jet tempur Sukhoi SU35 sangat diperlukan sebagai bagian dari perkuatan Sukhoi Family dan untuk menjawab akuisisi jet tempur siluman F35 dari dua negara tetangga Singapura dan Australia.  Tidak hanya itu TNI AU akan memperkuat alat pandang dengarnya dengan menggelar radar-radar terbarunya termasuk satuan radar dan rudal yang bersifat mobile.  Nunukan adalah satu contoh pergelaran satuan radar dan rudal mobile dalam satu paket.

Pembangunan pangkalan militer di Natuna diharapkan akan menjadi home base permanen jet tempur dan kapal perang.  TNI AD juga memperkuat pulau besar terluar di Laut Cina Selatan ini dengan menempatkan 1 batalyon infantri permanen, 1 skuadron heli serbu dan kemungkinan tambahan 1 batalyon arhanud. Natuna adalah pertaruhan agar keterjagaan eksistensi teritori tidak diusik dan diremehkan. Maka sudah sepantasnya disiapkan lebih dini infrastruktur militer dan berbagai alutsista modern di pulau itu.  Yang menarik tentu perkuatan instalasi militer di Natuna membawa nilai gentar bagi Malaysia karena  menjadi sekat militer yang bisa menghalangi jalur logisik Semenanjung dengan Serawak, Sabah jika terjadi konflik kedua negara.

Modernisasi militer Indonesia yang diamati cermat oleh beberapa negara tetangga, lebih sering dipublikasikan oleh media militer luar negeri termasuk ulasan pengamat militernya.  Dalam pandangan kita tentu perkuatan militer itu untuk memastikan jaminan keyakinan kemampuan pada kekuatan militer yang dimiliki,mampu mempertahankan teritori NKRI.  Dalam pandangan beberapa jiran tujuan mulia itu tentu diapresiasi tetapi mereka juga memantau ketat pergerakan arah kiblat kekuatan militer Indonesia disamping sejauh mana kekuatan itu berpotensi menjadi ancaman mereka.
LPD dan Tank Amfibi BMP3F, luar biasa
Kita berpendapat sesungguhnya 70% kiblat alutsista Indonesia tetap ke Barat sedang sisanya adalah keinginan mandiri dan menyeimbangkan perolehan alutsista dengan Rusia dan Korea Selatan. Dengan Cina kita berupaya melakukan kerjasama militer, sayangnya negeri semilyar umat itu terlalu berhitung untung rugi.  Misalnya dalam transfer teknologi peluru kendali anti kapal C705. Sejauh ini hanya Korea Selatan yang lebih terbuka dalam manajemen kerjasama militer sementara Rusia kelihatannya baru membuka diri, jadi perlu bukti.

Sesungguhnya belanja militer Indonesia saat ini sedang diintip ketat oleh negara produsen alutsista.  Banyak yang kembali menawarkan seikat kembang merah dengan janji madu transfer teknologi.  Ujian terbesar dari pihak kita sebenarnya adalah mempertahankan nilai istiqomah ToT dan pengutamaan produksi dalam negeri.  Kita akan melihat sejauh mana keistiqomahan itu tetap dipegang karena sebelumnya sudah terbangun mekanisme kerjasama alih teknologi. Sementara produksi dalam negeri sudah berjalan bagus seperti Panser Pindad, KCR40, KCR60, Roket Rhan. Pengembangan alutsista berteknologi produksi dalam negeri pertaruhannya ada di periode ini,misalnya tank Pindad, peluru kendali, kapal perang PKR 10514, kapal selam.  Dan itu salah satu sebab mengapa kita perlu mengintip belanja militer Jokowi.
****
Jagarin Pane / 17 Jan 2015

19 comments:

hairus bayhaqi said...

belli senjata buat indonesia jangan terpesona karna alasan tot semata ancaman infasi politec asing embargo patut harus di waspadai supaya indonesia bennar 2 jadi negara mandiri alaa india dan china itu patut di tieru .

Anonymous said...

seharusnya pemerintah memetakan dulu sistem persenjataan Indonesia yang mempunyai daya tangkal gahar, dengan cara mengakuisisi persenjataan modern yang berspesifikasi sangat strategis. setelah semua terpenuhi baru diperhatikan ToT yang mempunyai program jangka panjang, sehingga kemandirian dan teknologinya disesuaikan dengan perkembangan zaman yang terus berkembang.

Jadi ToT untuk jangka panjang dalam kemandirian, dan pembelian alutsista yang sangat gahar harus segera dilakukan untuk menunjang modernisasi dalam jangka pendek.

Itu yang harus dilakukan oleh pemerintah RI.

Anonymous said...

Benar Bang 02:37 kita sdh bkerjasama dg Rusia hrs dimanfaatkan semaksimal mungkin utk roket2 jarak jauh maupun rudal jelajah, shg dpt mengawal wilayah NKRI dan selanjutnya kita rebut teknologi pesawat jet tempur/kapal selam. Ttp kerjasama dg Rusia hrs dimanfaatkan utk juga berdagang kedua negara, agar persahabatan lebih langgeng dan lebih khusus lagi.

Siswa said...

Setiap pembelian alustista harus ada ToT, saya berharap kemandirian bisa tercapai dan diutamakan

harno bebek said...

jagan lupa,pabrek senjata dalam negri dikasih dana buat riset,dan kalau jadi dibeli..jagan hanya prototipe saja..sayang dwet dan ilmunya...dari pada ilmuwan kita pada keluar dimanfatkan bangsa lain kasih kesmepatan dana dan riset2nya hasilnya dijadikan,diambel beli diperbaiki kekuranganya..pasti jadi produsen hebat senjata.. jagan baru prototipe diejek,ngak dibeli..

Anonymous said...

lucu lucu katanya kmren mbt leopart merusak jln. setau alustista jet tempur F16 setara blok 52(hibah), MBT Leopard 2, Roket Astross, Artileri Caesar Nexter, Hercules, CN295, Radar dan lain lain tsb saya itu di beli zaman pak by n pembeliaannn alustista di titik berat Tot itu jga pak by. btw egk salh klaim y?....lucu kan sampai skrg mash aja p .....

gutteh toan said...

Yg harus dipastikan pengadaan pesput SU35BM 2 skuadron jangan dirubah lagi.baru pak jokowi melirik pespur lain silahkan.klo SU35BM mampu menghadapi F35.tp klo F16 dimakan mentah2 oleh F35 apalagi saab grippen(di thn 2020 nanti grrippen tak ubahnya pesawst latih)kani rakyat indonesia mendukungmu apabila pak jokowi membeli SU35BM.jangan lupa kasel
kilo 636 min 5 unit.destroyer bersenjata canggih dan lengkap.nah klo semua senjata itu gahar dan menjadi menimbulkan efek deteren tinggi bagi nwgara jiran

ade suparman said...

Hidup TNI

tuan guru kumara said...

Klo 2015-2020 ini ada tmbahan alutsista misalnya jet tempur 2 Skuadon SU35BM dan jet tempur canggih yg lain,5 unit kasel kilo,,amur stsu lada class.dutambah 10 fregat dan 5 destroyer bersenjata super canggih dan lengkap,rudsl jarak menengah S400 dan tuguska atsu pantsyr plus radar canggih yg cykup utk memayungi semua wilayah nusantara.itu baru hasil dari pembelian presiden sekarang alias pak jokowi.insyaAllah aku yakin pak jokowi dan kemenhan akan berhasil mengakuisisi alutsista itu.semoga...

H.dussamad said...

Kalau cuma 5 macam alutsista seperti yg disebutkan diatas ya pasti bisalah,bahkan insyaAllah 10 macam atau lebih banyak lagi macamnya,seperti jet amphibi.klo nggak bisa nambah/Membeli 10 macam saja ya kebangetan.pak by dari tidak punya menjadi punya,tdk bisa membuat sampai bisa,dari negara lemah alutsistanya menjadi kuat.klo yg sekarang kan tinggal nambah saja.kalau apache,KCR trimaran,PKR,kasel CBG,F16 block 52 itu semua walaupun datangnya tahun depan itu semua hasil belanja pemetintah yg dulu.pak sby memang o ye..!!! Semoga pak jokowi bisa meniru langkah2 Sby.amin..

sutedjo said...

Keberadaan SU35BM diindonesia semakin membuat pelanggar kedaulatan udara Sangat takut,negera ttangga akan lebih berhati2 agar tidak berkonflik dgn RI.Klo RI punya 5 Kasel kilo dan 5 kapal destroyer maka negara tetangga atau pencuri ikan yg seenak masuk ke perairan RI akan jera dan tidak masuk lagi.klo RI punya Rudal S400,tuguska atau pantsyr maka Asu dag dig dug,maling akan takut mencuri,singa tidak akan mengaum lagi.InsyaAllah RI akan dengan tenang dan fokus memperbaiki ekonomi negara kita.amin

Prabowo Subianto said...

Enak jamane Mertuoku to leeeee, kiss my asss

Nona Manis said...

Rusia Setrooooonnngggg,...........

anak indo said...

Tot kemandirian alutsista sangat penting..ingat seberapa hebat nya alutsista klw dpt beli import sangat rawan embargo baik dari mamarika eropa maupun rusia.embargo sangat merugikan.

Anonymous said...

data angka2nya diperiksa lagi om sebelum publikasi. tuh nominal....dan kuantitasnya. adeeeh......dicek dulu

guntur leo said...

maaf ya Bos, beritanya saya kutip habis buat di Marketglory. klw kurang berkenan bisa email saya. makasih. saya kutip dulu ya

Afrid Fransisco said...

asik jug aya pak ada BMI Buru Maling Ikan. Kayaknya Jokowi akan memperkuat di bidang lini ini dengan menteri susi ;-)

Valena Michelle said...

Banteng88 MASTER AGEN BOLA
Banteng88 MASTER AGEN JUDI
Agen Bola
Agen Judi
Agen Judi Online
Agen SBOBET
Agen IBCBET
Agen Casino
Poker Online
Agen Judi Terpercaya
Prediksi Bola
Bandar Judi
Bandar Bola
Judi Online
Bola Online

M Lutfi Namikaze said...

Don't forget, sma proyek kerja sama dengan korsel, ttg pesawat tempur siluman IFXnya, klu sudah jadi langsung produksi besar"an pak...