Wednesday, July 17, 2013

Antara Leopard dan Komodo



Berita menyenangkan, pantas dan enak didengar, datang dari Pangdam Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman.  Ketika menyaksikan penyerahan hibah 1 Helikopter Bell 412 EP dari Pemprov Kaltim ke Kemhan di Bandung tanggal 13 Juli 2013 dia katakan sedikitnya 12 MBT Leopard akan ditempatkan di Kaltim bersama dengan Heli tempur Apache.  Belum lama dari berita itu ada pula berita tentang rencana besar TNI AL menyelenggarakan latihan AL gabungan 18 negara di Natuna April 2014, namanya Latgab Komodo.

Kiri kanan Kalimantan memang menjadi perhatian serius Cilangkap karena di dua hot spot itu telah berlaku ujian matakuliah teritorial, tepatnya klaim teritorial. Di kanan Kalimantan ada Ambalat di mana tetangga jauh di hati dekat di mata lebih merasa pantas memiliki perairan itu setelah “memperoleh” Sipadan dan Ligitan tahun 2002.  Sementara di kiri Kalimantan ada suhu demam berkepanjangan karena Cina melakukan manuver kapal perang di kawasan kaya sumber daya fosil itu, Laut Cina Selatan (LCS).  Yang sebelah kanan Kalimantan sudah nubruk teritori sedangkan yang kiri agaknya masih nyerempet nih.

Kedatangan berbagai jenis alutsista secara bergelombang tentu saja beberapa item diantaranya mestinya didekatkan dengan titik panas.  Tujuannya bukan untuk memanaskan situasi tetapi lebih berperan sebagai anti biotik pertama manakala ada serangan flu yang mau uji kekuatan imunitas.  Setidaknya sebagai penggentar jika tetangga sebelah mau bermain api dengan NKRI.  Maka pantas jika 12-15 MBT Leopard ditaruh di Mulawarman bersama puluhan Tank Scorpion atau AMX13 untuk membentuk batalyon kavaleri komposit. Termasuk 1 detasemen  Astross sebagai kekuatan jaga nilai dan harkat.  Penempatan satu skuadron heli komposit Apache, Mi35, Bell 412EP diyakini sudah memberikan kekuatan percaya diri.
Tank Scorpion di Latgab 2013 Situbondo
Bagaimana dengan Tanjungpura.  Jangan kuatir, skuadron Hawk di Supadio akan ditemani dengan skuadorn UAV canggih untuk memantau pergerakan makhluk militer di seberang Entikong atau Putusibau.  Tidak hanya itu, prediksi kita batalyon kavaleri dan artileri di Kalbar juga akan diisi dengan MBT Leopard, Tank Scorpion, Tank AMX13, Panser Anoa dan Artileri Caesar Nexter.  Secara infrastruktur jalan raya di Kalbar lebih baik dari Kaltim karena dari ibukota Provinsi Pontianak ke wilayah perbatasan bisa dicapai. Maka penempatan Panser Anoa di Kalbar pantas. Ini berbeda dengan Kaltim.  Jalan raya di Kaltim justru sejajar dengan Selat Makassar dan Laut Sulawesi mulai dari Balikpapan, Samarinda, Bontang, Sangatta, Berau, Tanjung Selor dan Malinau.  Tidak menyentuh tapal batas.

Untuk MEF tahap pertama yang selesai tahun 2014, sudahlah jelas alutsista apa yang dibeli dan yang mau datang.  Jangan lupa MEF itu akan terus berlanjut ke tahap lima tahun berikutnya.  Tentu perkuatan demi perkuatan itu akan menempatkan posisi Kalimantan sebagai prioritas asupan gizi alutsista disamping pulau-pulau lain.  Jadi tetap optimis dengan alokasi alutsista terbaru yang akan ditempatkan di bumi borneo itu.  Tegasnya tidak hanya 12-15 MBT, tidak hanya 1 detasemen Astross, tidak hanya 5 pucuk Caesar Nexter atau 10 Panser Anoa.  Pasti akan ditambah terus secara bertahap menuju kekuatan yang disegani.

Kemudian melihat rencana RI mengadakan latihan gabungan AL dengan 17 negara lain di Natuna April 2014 merupakan langkah cantik sekaliguna  gagah, tetapi juga harus berhati-hati. Lho kok bisa, ya iyalah cantik karena ini berkait dengan diplomasi maritim yang perlu dipertontonkan.  Bahwa dengan latihan itu nanti perairan ZEE Natuna akan dilintasi armada gabungan termasuk Cina yang juga ikut latihan Komodo.  Gagah karena TNI AL menjadi leadernya dan mengirim 12 KRI terbaiknya untuk memimpin konvoi kapal perang 18 negara menyisir beberapa kepulauan yang berada di wilayah NKRI.  Berhati-hati karena yang ikutkan ada Cina, ada Rusia, ada Jepang, ada AS disamping negara-negara ASEAN.  Itu sebabnya release resminya adalah latihan penanggulangan bencana.
Konvoi Anoa di Perkebunan Kelapa Sawit
Mengelola suhu konflik di LCS memang perlu kesabaran dan ketenangan.  Posisi Indonesia yang tak ikut dalam klaim LCS memberi keleluasaan bagi diplomasi negeri ini ke semua pihak yang bertikai agar bisa memperoleh “kesetaraan kehormatan bersama” melalui kegiatan latihan militer bersama.  Boleh jadi ini merupakan titik awal untuk bersama-sama pula mencari solusi terbaik dengan suasana kedekatan militer dan saling ketergantungan dalam hubungan ekonomi multilateral.  Perspektif hubungan antar negara ke depan ini khususnya di kawasan Asia Pasifik akan semakin dinamis dan mungkin saja akan terjadi petir di siang hari.  Tentu untuk mengurangi dampak petir tadi perlu ada prakarsa.  Indonesia berpeluang besar memainkan prakarsa itu.

Kita berpandangan Leopard dan Komodo adalah kampanye.  Yang pertama tentu sesuai namanya, jangan-main-main dengan kucing hutan kami kalau tidak ingin diterkam. Yang terakhir juga sesuai namanya, karena kata si Cina LCS sudah diklaim sejak jaman baheula maka memunculkan nama Komodo seakan ingin menegaskan bahwa masih ada lagi makhluk yang lebih pra sejarah, ya si Komodo itu. Bukan bermaksud menyindir tetapi kalau klaim didasarkan pada argumen kejayaan masa lalu yang sudah bernilai berabad-abad, kita pun bisa mengatakan kami ingin juga mengembalikan kejayaan Majapahit. Bagaimana koko Panda ?
****
Jagvane / 17 Juli 2013


13 comments:

Anonymous said...

Kalau kejayaan Majapahit dikembalikan, bisa bisa koko panda merasa minder,. haha

Anonymous said...

sesekali kita memang perlu ingatkan para tetangga bahwa negeri yang bernama indonesia ini pernah punya masa lalu yang gemilang yang bernama majapahit,agar para tetangga tidak seenaknya mengutak atik batas wilayah berdalih sejarah masa lalu.masa lalu kita lebih gemilang dari mereka,dan di masa lalu negeri mereka adalah bagian dari indonesia tempo dulu yang gemilang itu.

joko dalank said...

suka banget dengan analisisnya..................mantaff pak........... ( dua jempol )

Anonymous said...

Lama ditunggu postingannya...ndan.

Unknown said...

Segera 'Sang Garuda' akan bersinar gemilang cemerlang seperti 'Surya Majapahit' persis seperti dimasa ke jayaan Majapahit 7 abad silam.

Sudah dekat..
Bahkan ada yang mengatakan "Sejengkal" lagi.

Aamiin..

sugianto harisantoso said...

Itulah permainan cantik utk yg diperlihatkan TNI dlm sengketa laut diwilayah ASEAN, malaysia akan berfikir 2X utk menunda lagi kemauannya yg bejad menuntut ambalat dan bisa2 dpt hujatan semua yg pernah melaksakan latihan komodo 2014. Salam NKRI...................................

Anonymous said...

Inilah awal bangkitnya kejayaan NKRI dimata dunia, khususnya di regional baik aus maupun asteng, bahwa ada masa dimana kejayaan Majapahit n Sriwijaya adalah salah satu masa kejayaan sbelum NKRI ini berdiri.

Anonymous said...

mantap ..hidupkan semangat patriotik yos sudarso...bung tumo..dan panglima nusantara GAJAH MADA.....

Anonymous said...

kembalikan si anak hilang.....tanah malaya dan timor leste....tak lupa australi, newzeland dan papua nugini harus di taklukan....

kucingkura said...

majapahit itu sebetulnya apa memang sehebat mitos yg sering didengung2kan?
karena dibandingkan majapahit, sebenarnya yg banyak tercatat di literatur2 negara tetangga justru adalah sriwijaya..

barangkali ada baiknya pemerintah RI melakukan studi yg benar2 ilmiah terkait kisah2 kejayaan masa lalu kita, selanjutnya depkominfo bisa lanjutkan dengan membuat film2 via sutradara2 profesional untuk mensosialisasikan ke publik.

apa mungkin majapahit lebih sering disebut2 karena faktor kesukuan yg dominan di pemerintahan RI saat ini?
NO SARA ya gan.. ini diskusi ilmiah aja pakai otak jangan otot... :)

edi senamat said...

Kalo mau tau tentang majapahit, simpelnya tanya mbah google aja, pasti ketemu....,

Anonymous said...

LEBIH BAIK INDONESIA BERGABUNG DENGAN CHINA, BIAR SI KANKER MALAY DAN SI TUMOR SINGA NGOMPOL TIAP MALAM

Faizal Mubarak said...

saya masih ingat waktu pelajaran sejarah, sriwijaya itu lahir sebelum majapahit? sriwijaya inilah yang menjadi akar terbentuknya kerajaan majapahit. Daerah kekuasaan sriwijaya itu adalah sumatera, jawa barat, singapura dan semenanjung malaya... klo majapahit dari myanmar, thailand, malaysia, singapura, sumatera, kalimantan, jawa, bali, ntb dan sebagian sulawesi