Wednesday, November 12, 2014

Memperkuat Armada Kapal Selam



Keteledoran beberapa rezim pemerintahan terdahulu dalam urusan pertahanan khususnya armada bawah laut adalah sikap mencla mencle dalam pengadaan alutsista strategis kapal selam.  Sejak era reformasi yang berjalan 16 tahun baru pada rezim SBY diputuskan melakukan pengadaan kapal selam Changbogo dari Korsel yang merupakan teknologi fotocopy U-209 Jerman, kurang lebih sama dengan Cakra Class yang sudah dimiliki Indonesia.

Tidak ada rotan akar pun jadilah, setidaknya itulah ungkapan nyanyian untuk menyenangkan hati pada sebuah lagu berjudul “Changbogo”.  Daripada tidak ada, ya diterima saja yang ada meski dapatnya pada tikungan terakhir. Karena bungkusan pengadaan itu berlabel transfer teknologi, sebuah paham baru dalam setiap pengadaan alutsista berteknologi modern.
KRI Nanggala 402
Saat ini sedang didengungkan melalui gelombang FM siaran pemerintah bahwa negara ini resmi menganut paham “maritimiyah” dalam perjalanan sejarahnya lima tahun ke depan. Artinya akan memaksimalkan potensi kemaritiman termasuk menjaga kedaulatan, kebanggaan, naluri bahari dan keuntungan finansial yang ada di dalamnya.  Laut dan kekayaan yang ada didalamnya adalah milik bangsa Indonesia dan akan dieksploitasi semaksimal mungkin, termasuk dijaga sekuat mungkin.  Itulah tekad yang sudah didengungkan.

Ironi selama hayat dikandung badan negeri yang dua pertiga wilayahnya adalah perairan justru tidak pernah memaksimalkan potensi kelautan dan perikanan yang dimilikinya.  Berpuluh tahun hanya berorientasi pada “tanah tok” padahal jelas-jelas disebut “tanah air” Indonesia.  Sumber daya air, sumber daya kelautan, sumber daya perikanan dan sumber daya energi fosil di laut dibiarkan saja alias tidak dikelola dengan manajemen pemberdayaan.

Termasuk urusan pertahanan, yang diperkuat hanya matra darat sementara matra laut apalagi matra udara tak memiliki kekuatan pukul apalagi gebuk.  Lima tahun terakhir ini ada pergeseran perkuatan.  AL dan AU mulai diperkuat dengan mendatangkan berbagai alutsista berkualifikasi striking force.  Khusus untuk AL perkuatan armada tempurnya mengabaikan kekuatan alutsista bawah air. Mengapa demikian, karena 3 kapal selam buatan Korsel yang sedang dibangun itu belum mampu menggaharkan secara kualitas apalagi kuantitas.
Armada KRI, kapal selam harus mengawalnya
Ayo berhitung sederhana.  Jika seluruh program pengadaan kapal selam itu rampung tahun 2018 termasuk pembuatan 1 kapal selam di PT PAL, artinya kita memiliki 5 kapal selam termasuk 2 kapal selam tua Cakra dan Nanggala.  Tetapi banyak yang tak tahu ketika 3 kapal selam kelas Changbogo sudah operasional, 2 kapal selam Cakra Class mestinya sudah harus purna tugas.  Saat ini hanya KRI Nanggala saja yang bisa beroperasi penuh sementara saudara kembarnya KRI Cakra lebih banyak istirahat karena sering demam, termasuk demam panggung melihat kapal selam jenis lain yang dimiliki tetangga.

Sejarah telah membuktikan bahwa dengan kekuatan 12 kapal selam yang dimiliki Indonesia pada saat Trikora, merupakan faktor penggentar yang membuat Belanda harus cabut dari bumi Papua berdasarkan rekomendasi AS.  Soalnya pesawat mata-mata AS yang berpangkalan di Filipina waktu itu menangkap jelas kegiatan operasi kapal selam Indonesia di perairan Maluku.  Tetapi setelah itu kita seperti melupakan faktor penggentar yang mampu mewibawakan teritori laut NKRI itu. 

Tahun-tahun berikutnya satuan armada kapal selam seperti di bonsai bahkan sempat mati suri hanya dengan mengoperasikan KRI Pasopati di akhir tahun tujuh puluhan.  Mulai tahun delapan puluh sampai saat ini praktis kita hanya punya 2 kapal selam, ya sikembar itu Cakra dan Nanggala.  Bahu membahu mereka berdua menjalankan tugas rahasia dengan frekuensi tinggi.  Dua-duanya telah melaksanakan overhaul di Korsel, dua-duanya telah menjelajah lekuk-lekuk bawah air negeri ini tanpa pernah mengeluh. Kasihan banget si kembar itu yang memang harus “tabah sampai akhir”, sesuai motto korps Hiu Kencana.

Era presiden “maritim” Jokowi, kita sangat mengharapkan adanya revisi cara pandang, revisi cara lihat betapa kita harus punya alternatif lain untuk menambah kapal selam tanpa harus menunggu Changbogo selesai dibangun. Tegasnya ada perolehan percepatan pengadaan kapal selam dari jenis lain untuk memperbanyak kuantitas dan meninggikan kualitas armada kapal selam. 

Singapura sudah punya lima kapal selam dan pesan lagi 2 kapal selam teknologi Jerman terkini.  Padahal negerinya cuma seluas Batam.  Vietnam sudah punya 4 kapal selam Kilo dari Rusia, demikian juga Malaysia dengan 2 Scorpene.  Negeri-negeri itu punya kapal selam dengan teknologi dan persenjataan gahar sementara RI meski unggul dalam jumlah kapal perang atas air, armada kapal selamnya kalah kelas, jelas kalah kelas.  Itulah sebabnya memang harus “tabah sampai akhir”.

Harus ada penambahan minimal 4 kapal selam selain Changbogo.  Bisa saja dari Jerman atau Rusia, terserah pengambil kebijakan.  Kita butuh minimal 4 kapal selam selain Changbogo untuk menghadapi cuaca ekstrim yang diperkirakan akan terjadi di kawasan regional kita.  Tahun 2020 armada angkatan laut Cina sudah menjelma menjadi srigala.  Negara tetangga kita saja sudah bersiap dengan cuaca ekstrim dengan memperkuat armada kapal selam mereka.

Jangan sampai kita kembali “telat mikir” dengan membiarkan satuan kapal selam terlunta-lunta.  Sudah seharusnya kita menjadikan satuan kapal selam setara dengan kekuatan di era Trikora dan Dwikora.  Orientasi kemaritiman yang didengungkan dengan nada tinggi mestinya diimbangi dengan perkuatan armada laut khususnya satuan kapal selam. Bukankah ujung-ujung dari program kemaritiman itu adalah kewibawaan kedaulatan.  Komponen utama penjaga nilai itu adalah armada KRI dengan kekuatan bawah laut yang disegani.  Masih ada yang membantah ?
****
Jagvane/ 12 Nop 2014

19 comments:

Nopri Nopri said...

Semoga dalam 5 tahun kedepan Pemerintahan jokowi jk menmbah kapal selam canggih baru minmal 4-5 kapal (rusia or jerman ) + TOT
dan membeli 3-4 destroyer kelas berat
Semoga indonesia Jaya "JALESVEVA JAYAMAHE "

Prabowo Subianto said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Anonymous said...

beyee kroni ga beda jauh ama orde baru berlebel reformasi . banyak kadet muda berkedok studi di cuci otaknya buat masa panjang bakal lawan arus negara bisa ambruk . mayoritas rakyat indo proo non blok mandiri bukan jadi jongos rakyat sendiri yg di buru .

Anonymous said...

sabar dong cak Jagvane, kita ini kan negara nonblok jadi tidak usah terlalu panik soal pertahanan bawah air.

Lagian pembelian CBG kan disertai ToT yang jelas nantinya dalam jangka panjang kita bisa mengembangkan sendiri teknologinya.

Ada apa dengan CBG kok harus maksa pilih yang lain, bukankah Chang bogo dirancang untuk menghancurkan kapal selam lawan, kapal permukaan, melindungi pangkalan dan misi pengintaian. Kapal selam ini mampu menyelam hingga kedalaman 250 m, namun saat uji coba kapal selam ini sanggup menyelam hingga 500m. Chang bogo dilengkapi dengan 4 mesin diesel MTU tipe 12V493 AZ80 GA31L, yang menjadikannya mampu menyelam di kecepatan 21 knot dan 11 knot untuk muncul ke permukaan.

Kapal selam yang memiliki panjang 56-61m ini dilengkapi 8 buah torpedo 533mm di haluan dan 14 SUT torpedo. Chang bogo juga dipersenjatai dengan rudal Harpoon (varian peluncuran dari kapal selam) dan 28 ranjau laut. Kapal selam ini juga mampu untuk beroperasi secara terus menerus selama 2 bulan dengan 40 orang kru.

Dari spesifikasi diatas, bisa saja untuk saat ini TNI telah merancang dengan jeroan U-214 dari jerman. Sebab kabar angin CBG yang dipunyai Korsel itu jauh berbeda dengan CBG yang diinginkan oleh TNI.

baidowi, kita tunggu saja nanti penampakannya bila sudah terealisasi dan sudah bertugas di jajaran Hiu Kencana.
Jalesveva Jayamahe.

Prabowo Subianto said...

Benul Bro, itu duit yang di korupt Demokrat bisa diberikan berapa. Biji Amur Class?

Prabowo Subianto said...
This comment has been removed by a blog administrator.
harno bebek said...

amien2 semoga terwujud angan2 bung jagvane dan kita semuanya

Dini Wahyudi said...

Menurut saya memang kita perlu kapal selam minimal 12 biji lah gitu.Terserah mau dari kelas apa aja bolehlah yang penting sesuai dengan keadaan laut kita, kan ada yg lebih ahli di bidang ini jadi mereka taulah jenis apa yg cocok utk perairan Indonesia dan lebih penting sesuai dg isi kantong kta.Boleh kita beli 2 atw 3 biji lalu kita tiruu dan bikin sendiri.

Anonymous said...

Pengacara khusus perceraian dan perbuntingan..hub Roy : 082111473184

Anonymous said...

Nampak kali jongos nya jokowi..

Anonymous said...

Bung, mohon diulas dana MEF1 150T khusus utk pengadaan alutsista itu dipakai apa saja, krn dari diskusi di warung sebelah, penggunaan dana MEF1 utk pembelian, pesanan dan DP alutsista jumlahnya masih jauh dari 150T. Sisanya digunakan utk apa? apakah memang betul2 utk membeli alutsista yg dirahasiakan? (ghoib?).

Anonymous said...

pembelian alutsista rahasia jelas pasti ada, gak mungkin semua persenjataan yang baru diumbar secara blak-blakan dimedia.

adanya perjanjian rahasia antar negara yang dilakukan oleh RI sudah menjadi bukti bahwa adanya hal-hal yang secret untuk di-secret-kan.

Nah apakah KS juga termasukseperti itu???? WHO KNOWS.

Anonymous said...

ada halyang juga lebih penting dari pada pengadaan kapal selam itu sendiri, yaitu pengadaan alutsista "PEMBURU KAPAL SELAM". Luasnya laut Indonesia tak akan bisa kalau hanya diatasi dengan kapal bawah laut saja. Justru "Pencegahan" dan "Pendeteksian Dini" terhadap keberadaan Kapal Selam Asing harus dan wajib dilakukan.

Untuk saat ini TNI sudah membeli pesawat patroli CN-235MPA versi Pemburu Kapal Selam, Apakah hal itu sudah dipersenjatai dan sudah terpasang sensor anti kapal selam?

Nah haliniyang perlu diperbanyak dan dipetakan penempatannya juga pengoperasiannya yang selalu kontinyuitas yang tinggi.
Sehingga perairan dan laut NKRI terpantau secara akumulatif dan terintegrasi.

Sudahkah hal ini dilakukan, sehingga kualitas pertahan ANti Kapal Selam TNI disegani oleh lawan maupun kawan.

Jomer said...

Bgmainan gan mengenai kapal induk helikopter buatan RI.soalnya sempat beredar

gutteh toan said...

Tidak usah banyak cincong..! Yg pasti TNI AL wajib membeli kasel yg lebih gahar dari CBG.bisa kilo klass 3 biji,amur klas 3biji yg keduanya menyandang rudal S".sisanya buat sendiri tp tekhnologi dan pers3njataannyaya ditingkatkan jauh lebih canggih sibandingkan CBG.wajib beli destroyer klas berat dgn senjata lengkap suoer canggih.diudara TNI AL harus dan wajib punya pespur yg superiior diudara seperti SU35BM dan SU34.utk saab grippen ToT 100% bagus..tp klo cuma mengandalkan pespur itu dimakan mentah2 oleh F35 aussie dan singaporn.untuk TNI AD harus punya rudal S300/S400 dan pantsyr..

jampang madura said...

Betul bung gutteh..aku dukung anda.12 unit kasel canggih kita butuhkan UNTUK MENGCOVER PERAIRAN INDONESIA YG LUAS.yg kedua MENGIMBANGI KASEL NEGARA TETANGGA.ketiga UNTUK MENINGKATKAN EFEK GENTAR AGAR DAPAT MEMPERKUAT DIPLOMASI LUAR NEGERI.keempat MENCIPTAKAN KEKUATAN MARITIM YG DICANANGKAN PRESIDEN.Klo disekeliling kita ada collins clas.scorpen clas.Swedia clas.kilo clas yg semuanya berjumlah banyak,apa ia kita yg merasa kuat,dan penganut maritimiyah hanya punya kasel butut dan CBG?sangat tepat klo AL punya kilo klas 5 unir.amur klas 5 unit.dan dikengkapi 1 skuadron pesawat pemburu kasel.AU harus punya jet tempur yg superior diydara seoerti SU35 BM 2 Skuadron.SU34 8 biji.terbukti selama ini yg bisa mengintersep senua oekanggara udara hanya sukhoi.sedangkan f16 menghadapi f 18 hornet aja sdh dilock &hampir njadi abu di perairan bawean.Saab grippen tanpa ToT penuh gak ada apa2nya.Di kupang,jakarta,medan dan sorong kita sangat butuh pespur sekelas SU35BM dan

Anonymous said...

hall lumrah jadi jogos president ri , Dari pada jadi babu barat ke sana kemari sibuk memperkaya diri setelah di tangkap KPK triak ...trial mirip celeng masuk perangkap .kekekeke...wwwwkwkw hahaha....kwkwkwkw....

Nopri Nopri said...

Ternyata banyak jg yg setuju indonesia tetap harus mengakuisisi SU35 dan Su 34 full senjata canggih
Menambah kapal selam canggih min 3-4 unit kalau bisa dapat ToT penuh + senjata
Beli juga kapal jelajah 2-3 unit, Destroyer canggih 5-6 unit + senjatanya
Tambahan Helikopter anti kapal selam 2 skuadron

sutedjo said...

Sebuah keputusan brilian bagi petinggi tni yg mengakuisisi 12 amur dan kilo class.pasukan hantu laut navy world klas yg sangat dusegani dunia.5 unit destroyer.1 skuadron CN295 pemburu kasel dan peringatan dini.selamat datang 1 akuadro helikopter panther yg menjadi mata dan telinga KRI AL.