HASIL PROGRAM
MINIMUM ESSENTIAL FORCE (MEF) TNI AL
Aset Kapal Perang Striking Force TNI AL Produk Dalam Negeri
Kapal Cepat Rudal Produk PT PAL
1. KRI Kapak 625
2. KRI Panah 626
3. KRI Kerambit 627
4. KRI Sampari 628
5. KRI Tombak 629
6. KRI Halasan 630
Kapal Cepat Rudal Produk Swasta Nasional
1. KRI Clurit 641
2. KRI Kujang 642
3. KRI Beladau 643
4. KRI Alamang 644
5. KRI Surik 645
6. KRI Siwar 646
7. KRI Parang 647
8. KRI Terapang 648
9. KRI Golok (Trimaran) 688
Kapal Patroli Cepat Produk Swasta Nasional
1. KRI Pari 849
2. KRI Sembilang 850
3. KRI Sidat 851
4. KRI Cakalang 852
5. KRI Tatihu 853
6. KRI Layaran 854
7. KRI Madidihang 855
8. KRI Kurau 856
9. KRI Torani 860
10. KRI Lepu 861
11. KRI Albakora 867
12. KRI Bubara 868
13. KRI Gulamah 869
14. KRI Posepa 870
15. KRI Escolar 871
16. KRI Karotang 872
17. KRI Mata Bongsang 873
18. KRI Dorang 874
19. KRI Bawal 875
20. KRI Tuna 876
21. KRI Marlin 877
22. KRI Butana 878
23. KRI Selar 879
24. KRI Hampala 880
25. KRI Lumba-Lumba 881
Kapal Korvet Produk Swasta Nasional
1. KRI VVIP Bung Karno 369
2. KRI Bung Hatta 370
3. KRI Raja Ali Fisabilillah 391
4. KRI Lukas Rumkoren 392
Aset Kapal Perang Supporting Force TNI AL Produksi Dalam Negeri
Kapal Logistik Produk Swasta Nasional
1. KRI Dumai 904
2. KRI Tarakan 905
3. KRI Bontang 906
4. KRI Balongan 907
Kapal LPD (Landing Platform Dock) Produk PT PAL
1. KRI Semarang 594
2. KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
3. KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
Kapal Pemetaan Bawah Air Produk Swasta Nasional
1. KRI Pollux 935
Kapal Selam Transfer Teknologi Korsel-PT PAL
1. KRI Nagapasa 403
2. KRI Ardadedali 404
3. KRI Alugoro 405
****
Jagarin Pane / 14 Maret 2025
(Dari Berbagai Sumber)
Jayalah Indonesia n semakin kuat karena perang masa depan akan kembali seperti masa lampau yaitu menjajah n merampas kekayaan negara yg memiliki harta karun
ReplyDeleteLuar biasa setelah dipilah ternyata kita dpt memproduksi kapal2x perang dgn kualitas tinggi dari kapal patroli cepat 40/60m , kcr 40/60 m ,korvet ,LPD ,kapal supporting lainnya hatur nuhun bung jag infonya ....tapi kelihatannya kita perlu memperbanyak korvet 80 m ( kelas bung Hatta) dan 98 m ( kelas Raja Ali Fisabilillah ) minimal 12/ 16 korvet utk mengganti korvet kelas parchim yg usianya sudah 50 tahunan 🙏🙏
ReplyDeleteArahnya kesana, memperbanyak korvet mengganti parchim class.
DeleteTinggal kita fokus ...utk menyelesaikan kontrak kontrak yg belum berjalan secara efektif dan bisa memilah berdasarkan perencanaan awal dgn memprioritaskan mana yg lebih urgent sepertinya sekarang terlalu byk keinginan akan tetapi bujet yg terbatas mudah mudahan ke depannya dpt berjalan sesuai dengan MEF karna merupakan hasil kajian yg mendalam utk blueprint TNI ....jayalah selalu ....TRIms bung jag atas informasinya
ReplyDeleteSetuju untuk fokus sesuai kebutuhan. Apalagi saat ini banyak sales alutsista menawarkan berbagai merk produk dgn segala rayuan ini itu.🙂🙂
DeleteBelajar puasa bang jagarin pane
DeleteYang penting menejemen bembeliannya teratur
Ya.. sekiranya setiap Minggu ada berita
Kan lumayan buat konten
Kedepan kita akan memiliki tambahan, jika terealisasi sesuai kontrak
ReplyDelete1.LHD
1.Destroyer
2.KMP
2.PPA
2.FREEM
1.POHANG
2.SCORPEN
2.MIDGET KASEL
Semoga LHD Dan Destroyer Masing-masing 3 sesuai jumlah armada
Tpi utk dilihat kedepannya kemungkinan akan terjadi byk perubahan akan byk memakai produk Turkey ini bisa dilihat ketertarikan kepada drone, kapal cepat dll selain harganya relatif bersahabat tot nya maksimal teknologinya dpt bersaing dgn negara 2x yg sudah mapan ...
ReplyDeleteAkan bnyk sekali kejutan di BLN Juni nanti indo defense..yg mungkin akan akan semakin bikin nyesek Jiran yg dulu sering bikin pelanggaran kedaulatan nkri..we'l see later..
ReplyDeleteMudah mudahan penambahan korvet ,frigate, opv dgn kasel
DeleteTampaknya perusahaan galangan kapal swasta nasional bisa diberi kesempatan lebih banyak utk membangun kapal kapal utk TNI selain sudah cukup mumpuni utk membangun kapal perang waktu yg dibutuhkan tepat waktu bahkan bisa lebih cepat dgn kualitas yg tetap terjaga dan apabila memungkinkan bisa diberi kesempatan utk membuat kapal frigate
ReplyDeleteSemoga kedepannya dapat kepercayaan dari pemerintah.
DeleteBerbeda dg AD, TNI AL AU ..senjata yg hrs diawaki shgga perwira2 TNI AL sdh terakomodir dlm satuan awak kapal perang tdk perlu disibukan dg peran ganda ..kec yg berdekatan spt Coast guard Bakamla, KPLP ..tp yg hrs diingat bahwa doktrin perang laut tetap wajib mengikuti perkembangan teknologi maju..jgn smp meriam 57 sbg pertahanan pangkalan
ReplyDeleteFokus aja perbanyak di Fregat , kapal selam, jgn mencla mencle smp ke Garibaldi segala ...
ReplyDeleteSepakat, apalagi makro ekonomi sedang melemah.
DeleteDgn kondisi ekonomi aga melemah apa sebaiknya difokuskan PD pembuatan alatista dalam negeri utk mendongkrak perkembangan ekonomi dlm negeri setidaknya perusahaan perusahaan yg berkaitan dgn alatista dpt berjalan seperti galangan kapal
ReplyDeleteswasta nasional ataupun PT dirgantara yg membutuhkan pasokan peralatan mesin dsb disini ada rangkaian perputaran ekonomi dan penyerapan tenaga kerja belum lagi pembuatan software...sudah waktunya kita membuat software sistem persenjataan kita sendiri dan kita harus yakin akan kemampuan para tenaga ahli software kita
Posisi Kapal TNIAL
ReplyDeleteTugas TNI-AL dibagi dalam Komando Armada Barat + Komando Armada Tengah + Komando Armada Timur. Setiap Komando Armada ini di dalamnya ada beberapa Lantamal TNI-AL dan setiap Lantamal TNI-AL ada beberapa pos pos TNI-AL yg dinamakan Lanal TNI-AL. Jadi intinya total ada 14 buah Lantamal TNI-AL Untuk setiap Lanal TNI-AL diisi dgn 1 atau 2 unit kapal Pac 28m + beberapa kapal KAL TNI-AL. Utk setiap Lantamal TNI-AL harus diisi dgn :
- 1 unit tank boat Antasena
- 1unit KCR 40 m
- 1 unit KCR 60m
- 2 unit PC 60m
- 2 unit korvet bung Tomo class
- 1 unit kapal cepat terpedo
- 1 unit kapal penyapu dan penyebar ranjau laut
- 1 unit LST Frosch class
- 1 unit kapal selam diesel mighet class.
Setelah itu utk setiap Komando Armada TNI-AL diisi dgn beberapa unit fregat + beberapa unit destroyer + beberapa unit LPD makasar class + beberapa unit LST Bituni class + 2unit kapal BBM Bontang class + beberapa unit kapal survey dan pemetaan laut + beberapa unit kapal selam diesel scoorpen class + 1 unit kapal rescue penyelamat kecelakaan kapal selam. Dan penting juga kalo setiap Komando Armada TNI-AL itu harus punya 1 landasan lapangan udara buat helikopter + pesawat sayap tetap milik Pusnerbal TNI-AL
Kira kira begitulah gambaran kasar MEF buat TNI-AL.
Tambahan kapal TNI-AL di setiap Lantamal TNI-AL :
ReplyDelete- 1 unit PC 40m
Tambahan kapal TNI-AL disetiap Lantamal TNI-AL :
ReplyDelete- 1 unit OPV 90m
laut natuna Utara tentu harus dibedakan dan diperkuat karna merupakan wilayah hot spot yg harus dijaga lebih ekstra dan berlapis baik dari TNI Al bekerjasama dgn institusi lainnya seperti bakamla, KKP ,KPLP, bea cukai dll terutama TNI Al minimal patroli ada opv 90 , korvet dan frigate
ReplyDeleteAdakah informasi kedatangan korvet kelas Pohang ? sangat disayangkan hibahnya 3 menjadi 1 padahal lumayan buat nakutin nelayan Vietnam, pengungsi Rohingya,Ama tetangga sebelah yg konon serumpun, patroli di laut natuna dan pengganti korvet kelas parchim kebetulan sama sama korvet jenis pemburu kapal selam
ReplyDeleteLaut Natuna Utara menjadi tugas dan tanggung jawab dari Lantamal VII TNI-AL dan di bawah komando Lantamal VII ini ada 6 Lanal .
ReplyDeleteSecara teori daerah konflik Natuna yg sekarang sedang hot hot ya memang berada di tangan Lantamal VII TNI-AL yg di back up Komando Armada 1 TNI-AL Dari sini bisa dilihat bahwa kapal perang TNI-AL yg harus berpatroli 24jam mengawasi daerah laut Natuna adalah kapal perang dari Lantamal VII dan kapal perang dari Komando Armada 1 TNI-AL.
Begitu kira kira gambarannya. Karena inti dari tugas berat TNI-AL itu sebenarnya adalah di tangan setiap Lantamal TNIAL dan di backup oleh induknya yaitu Komando Armada 1 TNI-AL.
Untuk memperlancar tugas dari setiap Lantamal TNI-AL, maka setiap Lanal TNI-AL harus diisi dgn kapal perang jenis PC28m sebanyak 2unit + diisi dgn kapal yg masuk katagori KAL TNI-AL.
ReplyDeleteJadi setiap LANAL TNI-AL diisi dgn 2unit PC28m + 2unit KAL.
Gimana pengembangan pemekaran koramada menjadi 5 bagian
ReplyDeleteApakah akhir akhir ini kedengeran
Atau habis di telan bumi
Tiga dulu aja dicukupi asetnya. Koarmada tiga masih sangat kurang aset KRI dan alutsista marinirnya.
DeleteMenurut kami
ReplyDeleteKenapa tidak mengembangkan tank Antasena aja di perbaiki dan di sempurnakan
Dan kalau dak salah anak muda kita udah bisa ngembangin drout dari tahun 2010 yaitu drout alap alap
Kalau rudal apa kabar rudal petir
Berapi , rkx.
Kayaknya dak semua perlu di publikasikan
Kayak megic aja
Barangnya tiba tiba jadi
Atau hilang
Seng penting damai
ReplyDeleteToh mereka juga takut perang
Siapa yang ingin perang
Semua masalah dapat di selesaikan dengan kekeluargaan(diplomasi)
Jarene"
Aku tak dau pemikiran pemimpin kita
ReplyDeleteYang terbaru perkara sateling dengan Prancis
Kok bisa aset kita terancam di bekukan
Rangcangan yang tidak sesuai atau Gagal atau mungkin sengaja di gagalkan
🤭😅😭🥰🥰
Aku sih suka Paman Gober trups
ReplyDeletePerang dagang dak kalah sadis
Bursa kita anjlok sebegitunya
Menggigil abangku
😅🤭😭😭😭😭😭
Seng sabar
ReplyDeleteSemua ada ceritanya
Nyimak
ReplyDeleteProyek ambisius i22sikatan itu gimana ya
ReplyDeleteKenapa kita tidak mengembangkan r80 pak habibi
Kita TKI udah nyumbang Lo dulu
Iyuran
Eh di batalin
Prasa Puisi Arumi
ReplyDeleteApaaan rame nemen
ReplyDeleteMenurutku jangan dulu ya dek
ReplyDeleteJangan beli kapal induk dulu
Banyakit fregat dulu
Biar dak tekor bandar
Kita dak seurjen itu buat gagah gagahan
Menurut kami, kita butuh buat sowree
ReplyDeleteKecerdasan buatan yang matang
Terutama di ikn
Biar dak banjir lagi kayak jakarta
Rencananya di matengin
Dari ulasan saya di atas tadi soal Lantamal TNI-AL, maka jelas terlihat bahwa TNI-AL butuh kapal selam diesel ringkas 50-55 m yg disebut kasel mighet dan kebetulan pula si produsen kasel tersebut dari Itali juga sudah tanda tangan kerjasama dgn galangan kapal swasta Indonesia serta tinggal direalisasi pembeliannya oleh TNI-AL utk keperluan wilayah tugas masing masing Lantamal TNI-AL.
ReplyDeleteSedangkan utk Setiap Komando Armada 1 / 2 / 3 harus di isi dgn kapal selam diesel kelas berat seperti scoorpen class atau baracuda diesel class.
Tinggal anggarannya ada atau tidak utk mewujudkannya.
Yang penting ada money nya bosku
ReplyDeletePendamping rupiah murninya ada tidak.😁🤭😅
Tar lagi 🙏🙏🙏🙏🙏
Dak seurjen itu kok Abang
ReplyDeleteKita disegani karna satuannya
Seperti kejadian tempo dulu dengan harimau malaya
Baret khusus Kopaska dan kopasus
Sudah cukup
Karna mereka tilatih
tidak hanya fisik tetapi mental dan spiritualnya
tidak cukup dengan modal nekad saja bang ....
DeleteTank boat Antasena buatan PT Ludin adalah kapal cepat dgn kecepatan tertinggi hampir 35-40 knot dimana kecepatan tingginya ini dibantu dgn water jet. Karena kecepatannya sangat tinggi, maka tank boat Antasena ini sebetulnya sangat cocok utk TNI-AL ditaruh di setiap Lantamal minimal 1unit tiap Lantamal TNI-AL
ReplyDeleteCuma konfigurasi yg dibutuhkan dari sebuah tank boat Antasena itu adalah tank+ terpedo boat Antasena atau tank + rudal Antasena.
Itulah yg sebetulnya diinginkan oleh TNI-AL dari tank boat Antasena.
Tenang aja Uda di siapin sekejul
ReplyDeleteSkanarionya
Sensasinya lebih dari pada lebih
Selain kapal2x yg sudah tersedia di Lantamal kita msh mempunyai kcr trimaran 60 m KRI golok dan ini perlu dikembangkan karna merupakan kcr yg bersifat Stealth rencana awal pembuatannya 4 tetapi sampai sekarang baru terlaksana 1 .....
ReplyDeleteKRI Golok sebetulnya sebuah KCR yang membingungkan karena bentuknya yg terlalu besar mendekati wujud kapal korvet, sehingga kelincahan bermanuvernya dipertanyakan. Coba diuji coba ngebut bermanuver belok kiri belok kanan antara tank boat Antasena dgn KRI Golok gesit yg mana. Tentu gesit tank boat Antasena.
ReplyDeleteWujud KRI Golok yg diinginkan oleh TNI-AL sebetulnya adalah kawin silang antara wujud asli tank boat Antasena dgn wujud asli KRI Golok sehingga hasil kawin silang ya di dapat wujud KRI Golok yg udah ada meriam Canon otomatis 30mm di atas anjungannya persis seperti punya tank boat Antasena sewaktu keluar dari hanggar PT Ludin. Nah utk wujud rudal
KRI Golok sebetulnya yg cocok adalah versi rudal vls alias rudalnya diluncurkan vertikal berdiri dan bukan seperti rudal rudal di KCR 40 m maupun di KCR 60m
Keduanya produk bagus, sayang kok tidak ada yg menindaklanjuti.
DeleteBisa ditingkatkan menjadi korvet 70 m / 75 m klo nanggung kcr 60 m biar nambah rudal dan persenjataan lainnya modelnya seperti trimaran usa
ReplyDeleteKoarmada Indonesia terdiri dari 5 wilayah yang meliputi Koarmada I (Barat), Koarmada II (Timur), Koarmada III (Sulawesi), Koarmada IV (Papua), dan Koarmada V (Bali dan Nusa Tenggara). Strategi pertahanan maritim dapat disusun berdasarkan pembagian wilayah ini dengan penguatan kekuatan di masing-masing koarmada:
ReplyDeleteKoarmada I (Barat): Fokus pada pengawasan dan pengamanan Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Cina Selatan yang merupakan jalur pelayaran vital internasional. Diperlukan peningkatan kemampuan patroli laut dan penguatan alutsista seperti kapal perang dan kapal selam.
Koarmada II (Timur): Mengawasi jalur vital seperti Selat Makassar, Laut Flores, dan Laut Banda. Koarmada II perlu mengembangkan sistem pertahanan anti-udara dan anti-perang bawah air untuk mencegah ancaman dari pihak luar.
Koarmada III (Sulawesi): Menjaga jalur pelayaran di sekitar Sulawesi dan wilayah Timur Indonesia, yang juga sangat strategis. Penguatan sistem pertahanan berbasis udara (misalnya, radar dan pesawat pengintai) serta koordinasi dengan pasukan marinir akan sangat penting.
Koarmada IV (Papua): Papua memiliki banyak jalur laut yang penting, seperti Laut Arafura dan Laut Timor. Koarmada IV harus fokus pada pengawasan wilayah perbatasan dengan negara lain dan kesiapsiagaan pasukan untuk operasi cepat dalam situasi darurat.
Koarmada V (Bali dan Nusa Tenggara): Fokus pada Selat Bali dan Selat Lombok yang juga merupakan jalur perdagangan internasional yang sangat padat. Penting untuk meningkatkan keberadaan kapal patroli, kapal selam, serta teknologi pemantauan canggih untuk mendeteksi ancaman.
Untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang disegani dalam aspek pertahanan dan keamanan, pengembangan alat utama sistem senjata (alutsista) dan intelijen sangat penting. Berikut beberapa aspek yang perlu dikembangkan di masa depan dalam dua bidang ini agar NKRI dapat memiliki posisi yang lebih kuat dan dihormati oleh negara lain:
ReplyDelete1. Pengembangan Alutsista
a. Kemampuan Pengerahan Pasukan yang Cepat dan Efisien
- Meningkatkan kemampuan mobilisasi dan pengerahan pasukan secara cepat di berbagai wilayah, terutama di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar.
- Pengembangan alat transportasi udara dan laut yang canggih dan mampu mengakomodasi kebutuhan logistik dalam skala besar, seperti pesawat angkut berat dan kapal angkut militer.
b. Pertahanan Udara dan Sumber Daya Canggih
- Pengembangan sistem pertahanan udara yang dapat mendeteksi dan mencegah serangan dari luar, termasuk radar canggih, rudal permukaan-ke-udara, serta pesawat tempur dengan kemampuan stealth.
- Mengutamakan riset dan pengembangan pesawat tempur dalam negeri, seperti yang sudah dilakukan dengan pesawat KAI KF-X.
c. Pengembangan Sistem Pertahanan Laut
- Memperkuat kekuatan laut Indonesia dengan kapal selam, kapal perusak, dan kapal patroli modern.
- Pengembangan kapal perang canggih untuk memperkuat pertahanan maritim, serta menambah kapasitas armada untuk menjaga kekuatan wilayah perairan Indonesia yang luas.
- Pengadaan dan pengembangan sistem pertahanan anti-kapal dan anti-pesawat yang berbasis di laut (seperti sistem pertahanan VLS).
d. Perang Siber dan Teknologi Canggih
- Meningkatkan kemampuan perang siber dan keamanan informasi yang memadai untuk melindungi infrastruktur kritis dari ancaman dunia maya.
- Investasi pada teknologi drone (UAV), baik untuk pengawasan maupun serangan, serta kendaraan tempur tak berawak yang dapat mendukung operasi militer.
2. Pengembangan Intelijen
a. Kolaborasi Intelijen Antarlembaga
- Memperkuat sinergi antara Badan Intelijen Negara (BIN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), dan lembaga intelijen lainnya untuk memastikan koordinasi yang efektif dalam pemantauan ancaman domestik dan internasional.
- Pengembangan sistem berbasis data besar (big data) dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan kemampuan analisis intelijen.
b. Pemantauan Global dan Kemampuan Deteksi Dini
- Memperkuat jaringan intelijen luar negeri dengan negara-negara sahabat untuk meningkatkan deteksi dini ancaman global, baik yang berbentuk militer, terorisme, atau ancaman ekonomi dan cyber.
- Memperluas penggunaan satelit pengintai dan sensor untuk memantau pergerakan musuh di berbagai wilayah strategis.
c. Perang Informasi dan Intelijen Sosial
- Mengembangkan kemampuan dalam perang informasi dan pengaruh (influence operations) untuk membendung propaganda dan disinformasi yang bisa merusak stabilitas politik dan keamanan nasional.
- Meningkatkan keterampilan analisis sosial dan psikologi massa untuk memahami dinamika dan potensi ancaman domestik serta memperkuat jaringan intelijen sosial di kalangan masyarakat.
d. Pelatihan dan Profesionalisme Intelijen
- Menyiapkan aparat intelijen dengan pelatihan yang lebih intensif dan memperkuat kemampuan para analis untuk menghadapi ancaman kompleks yang semakin modern.
- Pengembangan kerja sama internasional dalam pelatihan intelijen, termasuk pertukaran informasi terkait ancaman terorisme global dan kerja sama dalam operasional rahasia.
utk dilihat dari luasnya perairan Indonesia juga terkendala oleh terbatasnya anggaran maka paling dimungkinkan adalah penamabahan frigate bisa baru /bekas frigate maestrale class bisa dijadikan opsi ( opsi bekas ) kalaupun baru bisa dibuat dalam negeri dgn model yang sudah ada merah putih / sigma class minimal mencapai 16 kapal frigate ...utk korvet prinsipnya sudah dapat dibuat di galangan kapal swasta dalam negeri tpi utk modelnya bisa mengambil dari ADA class / sigma minimal diatas 30 kapal utk korvet sedangkan OPV di Indonesia tidak adanya perbedaan yg signifikan dgn korvet baik dari persenjataan maupun panjang kapal karna walau bagaimanapun sehebat hebatnya SDM TNI tanpa ditunjang dgn persenjataan, sarana dan prasarana tetap tidak akan maksimal .. msh ingatkah bagaimana kita dilecehkan oleh tetangga sebelah sekitar tahun 2004/2005 ? di blok ambalat dikarnakan kita kekurangan sarana dan prasarana persenjataan dan jangan sampai terulang kembali
ReplyDeleteDengan adanya peristiwa blok Ambalatlah ...pemerintahan SBY pada itu membuat program MINIMUM ESSENTIAL FORCE ( MEF )
Deletepembuatan KCR 60 oleh PT Tesco Indomaritim sudahkah dilounching ? hampir 2 tahun belum ada beritanya ni yang direncanakan 3 KCR
ReplyDeletePemekaran Kodim perlu gak sih🤔🤭😅😅
ReplyDeleteDi berapa wilayah tertentu perlu ...tpi di wilayah lainnya tidak perlu
Deleteberikut beberapa **pertanyaan analitis** yang dapat diajukan terkait hasil program **Minimum Essential Force (MEF) TNI AL** dalam penguatan armada kapal perang produksi dalam negeri:
ReplyDelete### **1. Kemandirian Industri Pertahanan**
- **Sejauh apa program MEF TNI AL mampu mendorong kemandirian industri pertahanan nasional?**
- Mengapa mayoritas kapal cepat rudal (KCR) dan patroli diproduksi oleh swasta nasional, bukan PT PAL sebagai BUMN strategis?
- Apakah dominasi swasta dalam produksi kapal perang mencerminkan kelemahan PT PAL atau justru strategi diversifikasi supply chain?
- **Bagaimana kualitas dan interoperabilitas kapal produksi dalam negeri dibandingkan dengan kapal impor?**
- Adakah laporan uji operasional (sea trials) yang menunjukkan keandalan KCR Trimaran (KRI Golok 688) atau korvet (KRI Bung Karno 369) dalam kondisi tempur?
### **2. Efektivitas dan Kesiapan Operasional**
- **Apakah penambahan kapal-kapal kecil (seperti KCR dan patroli) cukup untuk menghadapi ancaman di Laut Natuna dan Selat Malaka?**
- Mengapa TNI AL lebih banyak mengembangkan kapal berukuran kecil-menengah dibandingkan kapal besar seperti fregat atau kapal selam?
- Bagaimana kapal seperti KRI Nagapasa (kapal selam) dan KRI Semarang (LPD) diintegrasikan dalam strategi pertahanan maritim?
- **Apakah jumlah kapal yang diproduksi (misalnya 25+ kapal patroli) sudah memenuhi kebutuhan Minimum Essential Force?**
- Berapa persen dari target MEF Tahap III (2024–2029) yang telah tercapai berdasarkan data ini?
### **3. Transfer Teknologi dan Keberlanjutan**
- **Sejauh mana proyek kapal selam (KRI Nagapasa, Ardadedali, Alugoro) berhasil dalam transfer teknologi dari Korea Selatan ke PT PAL?**
- Mengapa hanya 3 kapal selam yang diproduksi, dan apakah rencana pengembangan kapal selam berikutnya masih berjalan?
- Apakah Indonesia sudah mampu memproduksi kapal selam secara mandiri setelah proyek ini?
- **Bagaimana sustainability industri pertahanan nasional pasca-MEF?**
- Apakah TNI AL dan Kemenhan memiliki rencana pemeliharaan (maintenance) jangka panjang untuk kapal-kapal baru ini?
- Adakah risiko ketergantungan pada suku cadang impor meskipun kapal diproduksi di dalam negeri?
### **4. Strategi Geopolitik dan Ancaman**
- **Apakah komposisi armada ini sudah sesuai dengan ancaman nyata, seperti konflik di Laut China Selatan atau pengamanan ALKI?**
- Mengapa tidak banyak kapal dengan sistem A2/AD (Anti-Access/Area Denial) seperti rudal jarak jauh atau pertahanan udara canggih?
- Bagaimana TNI AL memitigasi ketertinggalan teknologi dibandingkan armada negara tetangga seperti Singapura (dengan fregat kelas Invincible) atau China (kapal induk dan drone laut)?
### **5. Anggaran dan Efisiensi**
- **Berapa alokasi anggaran MEF TNI AL untuk pengadaan kapal dalam negeri vs impor?**
- Apakah pembelian kapal produksi lokal lebih hemat biaya dibandingkan impor?
- Adakah indikasi overpricing atau keterlambatan proyek dalam pengadaan kapal-kapal ini?
### **6. Kesiapan SDM dan Doktrin Operasi**
- **Apakah peningkatan jumlah kapal diikuti peningkatan kualitas pelatihan awak kapal?**
- Bagaimana TNI AL mengatasi kekurangan personel ahli untuk mengoperasikan sistem senjata modern di kapal baru?
- Apakah doktrin operasi TNI AL (seperti *Green Water Navy*) sudah disesuaikan dengan karakteristik armada baru ini?
Berikut analisis mendalam:
ReplyDelete### **1. Interoperabilitas dan Komando Gabungan**
**Pertanyaan :**
- **Sejauh mana TNI telah membangun sistem komando terpadu (joint command) untuk operasi gabungan?**
- Apakah **Kogabwilhan** (Komando Gabungan Wilayah Pertahanan) sudah efektif mengintegrasikan AL, AD, AU, dan Siber dalam latihan maupun operasi nyata?
- Bagaimana pembagian peran dalam skenario konflik di Natuna atau Papua antara AL (kapal perang), AU (pesawat tempur), AD (pasukan darat), dan Siber (peperangan elektronik)?
**Tantangan:**
- Masih ada **ego sektoral** antarangkatan, misalnya perbedaan sistem komunikasi dan senjata.
- Kurangnya latihan gabungan besar seperti **Operasi **MADIOEN** atau **CARTENZ** yang melibatkan seluruh matra secara intensif.
---
### **2. Modernisasi Kekuatan per Matra**
#### **a. TNI Angkatan Laut (AL)**
- **Kekuatan:**
- Peningkatan **Striking Force** (KCR, korvet, kapal selam) dan **Supporting Force** (LPD, logistik).
- Penguatan di Laut Natuna dan ALKI dengan kapal patroli dan rudal.
- **Kelemahan:**
- Masih bergantung pada kapal kecil (KCR/patroli), minim kapal besar (fregat/destroyer) untuk **peperangan laut jauh**.
- Kapal selam masih terbatas (3 unit) dibandingkan kebutuhan di perairan strategis.
#### **b. TNI Angkatan Darat (AD)**
- **Kekuatan:**
- Pemekaran **Kodam** (contoh: Kodam XIII/Merdeka, XVIII/Kasuari) untuk respons cepat di daerah rawan.
- Pengembangan **Batalyon Raider & Kostrad** sebagai pasukan cepat.
- **Kelemahan:**
- Alutsista utama (tank, artileri) masih ketinggalan dibandingkan negara tetangga.
- Logistik terbatas untuk operasi lintas pulau besar.
#### **c. TNI Angkatan Udara (AU)**
- **Kekuatan:**
- Pengadaan **Rafale, F-15EX, KF-21 Boramae** untuk superioritas udara.
- Modernisasi radar (Ground Based Radar) dan rudal (ASTROS II).
- **Kelemahan:**
- Masih minim pesawat **AEW&C** (pemantauan udara) dan **drone tempur** untuk peperangan modern.
- Pertahanan udara (rudal jarak menengah-jauh) belum mencukupi.
#### **d. Komando Siber TNI**
- **Kekuatan:**
- Pembentukan **Pusat Siber TNI** (2017) dan latihan seperti **Cyber Defense Exercise**.
- **Kelemahan:**
- Masih tertinggal dalam **cyber warfare** dibandingkan China/Rusia.
- Ketergantungan pada teknologi asing (risiko backdoor).
### **3. Ancaman dan Kesiapan Multidomain**
#### **a. Ancaman Laut (Laut China Selatan, Natuna)**
- **Kesiapan AL-AU:**
- Perlu integrasi **kapal perang + pesawat patroli maritim + satelit pengintai**.
- Jika terjadi konflik, apakah TNI bisa memblokir **grey zone warfare** China (militerisasi kapal sipil)?
#### **b. Ancaman Darat (Papua, Perbatasan Malaysia)**
- **Kesiapan AD-AL-AU:**
- Apakah pasukan Kostrad/Paskhas bisa didukung helikopter serang (AU) dan LPD (AL) untuk operasi amfibi?
#### **c. Ancaman Siber & Hybrid Warfare**
- **Kesiapan Komando Siber:**
- Bisakah TNI menangkal serangan **hacking, disinformasi, atau sabotase infrastruktur vital**?
---
### **4. Doktrin dan Strategi Terpadu**
- **Apakah doktrin "Tri Matra Terpadu" sudah diimplementasikan dalam skenario perang modern?**
- Contoh:
- **AL** mengamankan laut, **AU** menguasai udara, **AD** menduduki pulau sengketa.
- **Siber** melakukan electronic warfare dan cyber counterattack.
- **Bagaimana peran **BSSN (Badan Siber Negara)** dan **TNI Siber** dalam koordinasi pertahanan siber?**
---
### **5. Rekomendasi Pengamat Militer**
1. **Percepat Joint Command System**
- Latihan gabungan lebih intensif dengan skenario multidomain.
2. **Perbanyak Alutsista Penghubung**
- Pesawat **tanker/AEW&C**, kapal komando, dan satelit militer.
3. **Perkuat Cyber & EW (Electronic Warfare)**
- Investasi dalam **AI, quantum encryption, dan drone swarm**.
4. **Anggaran Terpadu**
- Hindari tumpang tindih alokasi dana antar-matrah.
**Kategori Ancaman & Skala Prioritas**
ReplyDelete*(Skala 1–5: 1 = Sangat Tinggi, 5 = Rendah)*
#### **1. Ancaman Keamanan Nasional Langsung**
- **1.1 Konflik Laut China Selatan & Natuna**
- **Skala: 1**
- **Faktor:** Agresi China (grey zone warfare, milisi maritim), sengketa ZEE.
- **Dampak:** Gangguan kedaulatan, blokade ekonomi, eskalasi militer.
- **1.2 Separatisme & Terorisme Domestik**
- **Skala: 2**
- **Faktor:** Kelompok bersenjata di Papua, jaringan jihadis (JAD, MIT).
- **Dampak:** Instabilitas regional, ancaman investasi.
- **1.3 Keamanan Siber & Perang Informasi**
- **Skala: 2**
- **Faktor:** Serangan ransomware (infrastruktur vital), disinformasi pemilu 2029.
#### **2. Ancaman Ekonomi & Ketahanan Nasional**
- **2.1 Ketergantungan Impor Pangan & Energi**
- **Skala: 2**
- **Faktor:** Krisis pangan global, gangguan rantai pasok.
- **2.2 Resesi Global & Pengaruh China/AS**
- **Skala: 3**
- **Faktor:** Perang dagang AS-China, devaluasi mata uang.
#### **3. Ancaman Geopolitik & Proxy War**
- **3.1 Intervensi Asing di Papua & Isu HAM**
- **Skala: 2**
- **Faktor:** Diplomasi anti-Indonesia di PBB oleh negara Barat/Negara Kepulauan Pasifik.
- **3.2 Perebutan Pengaruh AS vs China di ASEAN**
- **Skala: 3**
- **Faktor:** Paksaan memilih blok (AUKUS vs BRI).
#### **4. Ancaman Teknologi & Hybrid Warfare**
- **4.1 Perang Siber oleh Aktor Negara (China, Rusia)**
- **Skala: 2**
- **Faktor:** Pencurian data strategis, sabotase PLN/Pertamina.
- **4.2 Deepfake & Disinformasi Pemilu 2029**
- **Skala: 3**
- **Faktor:** Manipulasi opini publik via AI.
#### **5. Ancaman Lingkungan & Kemanusiaan**
- **5.1 Bencana Iklim (El Niño, Kenaikan Permukaan Laut)**
- **Skala: 2**
- **Faktor:** Krisis air, gagal panen, pengungsian massal.
- **5.2 Wabah Baru (Pandemi Lanjutan)**
- **Skala: 3**
- **Faktor:** Mutasi virus, ketahanan kesehatan lemah.
---
### **Peta Prioritas Berdasarkan Algoritma Intelijen**
*(Parameter: Dampak × Probabilitas × Kerentanan Indonesia)*
| **Peringkat** | **Ancaman** | **Skala** | **Analisis** |
|---------------|--------------------------------------|-----------|------------------------------------------------------------------------------|
| **1** | Konflik Laut China Selatan | 1 | Ancaman militer langsung, berdampak pada kedaulatan & ekonomi. |
| **2** | Keamanan Siber Nasional | 2 | Serangan bisa melumpuhkan infrastruktur kritis (PLN, perbankan). |
| **3** | Separatisme Papua | 2 | Memicu intervensi asing dan instabilitas regional. |
| **4** | Krisis Pangan & Energi | 2 | Berpotensi memicu kerusuhan sosial. |
| **5** | Intervensi Asing (Isu Papua/HAM) | 2 | Diplomasi tekanan dari PBB/negara Barat. |
| **6** | Bencana Iklim Ekstrem | 2 | Ancaman jangka panjang yang menggerus ketahanan nasional. |
| **7** | Disinformasi Pemilu 2029 | 3 | Berpotensi memecah belah sosial. |
| **8** | Proxy War AS-China di ASEAN | 3 | Indonesia dipaksa memilih blok. |
---
Intinya ....belum sesuai target minimal yg sudah ditetapkan dalam MEF ...sebagai pedoman atau blueprintnya TNI
ReplyDeleteBLUEPRINT PERTAHANAN INDONESIA 2025–2030**
ReplyDelete**Tema:** *"Integrated Defense System for Archipelagic Warfare"*
#### **I. ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS**
1. **Ancaman Utama:**
- **Konvensional:** Eskalasi Laut China Selatan, sengketa ZEE Natuna.
- **Non-Konvensional:** Cyber warfare, disinformasi, proxy war.
- **Hybrid Threats:** Grey zone tactics (militia maritim, economic coercion).
2. **Tantangan Kapabilitas TNI Saat Ini:**
- AL: Minim fregat modern dan kapal selam.
- AU: Kekurangan pesawat AEW&C dan rudal udara canggih.
- AD: Keterbatasan artileri jarak jauh dan sistem logistik lintas pulau.
- Siber: Ketergantungan pada teknologi asing.
---
#### **II. TUJUAN STRATEGIS**
1. **Minimum Essential Force (MEF) Tahap III (2024–2029):**
- Capai **80% kesiapan alutsista** di semua matra.
- Bangun **integrated deterrence** (laut-udara-darat-siber).
2. **Indikator Keberhasilan:**
- Mampu menangkal ancaman di Natuna tanpa bantuan asing.
- Industri pertahanan dalam negeri penuhi **60% kebutuhan TNI**.
---
#### **III. RENCANA PENGUATAN PER MATRA**
**A. TNI ANGKATAN LAUT (AL)**
| **Kebutuhan** | **Alutsista** | **Target** | **Catatan** |
|-----------------------------|-----------------------------------|------------|-------------|
| **Striking Force** | 4 Fregat stealth (ASEAN-made) | 2027 | Misal: Kerjasama dengan Turki (I-class) |
| | 2 Kapal selam Scorpène Evolué | 2028 | Transfer teknologi ke PT PAL |
| **Patroli ZEE** | 10 KCR Trimaran (KRI Golok) | 2026 | Produksi PT Lundin |
| **Amphibious Force** | 2 LPD 120m (PT PAL) | 2029 | Dukung operasi Papua |
**B. TNI ANGKATAN DARAT (AD)**
| **Kebutuhan** | **Alutsista** | **Target** |
|-----------------------------|-----------------------------------|------------|
| **Artileri Jarak Jauh** | 20 Sistem HIMARS/CAESAR | 2027 |
| **Mobilitas Cepat** | 50 Anoa 2 + 30 Badak | 2026 |
| **Drone Swarm** | 100 Unit drone loitering munition| 2028 |
**C. TNI ANGKATAN UDARA (AU)**
| **Kebutuhan** | **Alutsista** | **Target** |
|-----------------------------|-----------------------------------|------------|
| **Multi-Role Fighter** | 1 Skadron Rafale/KF-21 | 2027 |
| **AEW&C** | 2 Pesawat GlobalEye | 2028 |
| **Air Defense** | 5 Battery SAMP/T (Prancis) | 2029 |
**D. KOMANDO SIBER TNI**
| **Kebutuhan** | **Aksi** | **Target** |
|-----------------------------|-----------------------------------|------------|
| **Cyber Defense** | Bangun "National Cyber Firewall" | 2026 |
| **AI Warfare** | Kembangkan AI untuk deteksi ancaman | 2030 |
### **IV. STRATEGI INDUSTRI PERTAHANAN**
ReplyDelete1. **PT PAL Indonesia:**
- Fokus pada produksi **korvet merah-putih** dan kapal selam.
2. **PT Pindad:**
- Tingkatkan produksi **kendaraan tempur dan amunisi pintar**.
3. **PT DI:**
- Kembangkan **drone MALE** dan komponen pesawat nasional.
**Target:**
- 70% komponen alutsista berasal dari dalam negeri (2030).
---
#### **V. DOKTRIN OPERASI TERPADU**
1. **Archipelagic Defense Strategy:**
- Gabungkan **anti-access/area denial (A2/AD)** dengan **manuver cepat**.
- Contoh:
- AL blokir selat strategis, AU hancurkan pangkalan musuh, AD kuasai pulau.
2. **Siber-Elektronik Warfare:**
- Gunakan cyber attack untuk lumpuhkan C4ISR (Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance) lawan.
---
#### **VI. ANGGARAN & KERJA SAMA**
1. **Anggaran Pertahanan:** Naikkan ke **1.8–2% PDB** (2025–2030).
2. **Kerja Sama Internasional:**
- **Non-aligned policy**: Beli alutsista dari Eropa/Korea/Turki untuk hindari embargo.
- Latihan gabungan dengan **ASEAN + QUAD** (misal: Exercise Super Garuda Shield).
---
#### **VII. PETA JALAN 2025–2030**
- **2025–2026:** Penguatan kapasitas rudal dan drone.
- **2027–2028:** Modernisasi armada laut dan udara.
- **2029–2030:** Konsolidasi sistem siber dan industri pertahanan.
---
### **VIII. TANTANGAN & MITIGASI**
| **Tantangan** | **Solusi** |
|-----------------------------|-----------------------------------|
| Anggaran terbatas | Prioritaskan pembelian "game changer" (misal: HIMARS, AEW&C). |
| Ketergantungan impor | Akselerasi transfer teknologi. |
| Ancaman siber | Bentuk satuan "Cyber Army" di bawah Panglima TNI. |
---
### **IX. KESIMPULAN**
Blueprint ini dirancang untuk:
1. **Transformasi TNI** dari **territorial defense** ke **power projection**.
2. **Indonesia sebagai kekuatan maritim terkuat di ASEAN** pada 2030.
3. **Kemandirian pertahanan** dengan industri dalam negeri.
**"Kekuatan sejati bukan hanya pada senjata, tapi pada kemampuan untuk memproyeksikan kehendak nasional tanpa ketergantungan asing."**
---
**Lampiran:**
- Daftar proyek alutsista prioritas.
- Peta ancaman multidomain.
BLUEPRINT PEMBANGUNAN 5 KOARMADA TNI AL MENUJU 2045**
ReplyDelete*(Rancangan Realistis Berbasis Analisis Geostrategis & Ketersediaan Sumber Daya)*
---
### **I. DASAR PEMIKIRAN**
**1. Realitas Geopolitik 2025-2045:**
- **Laut China Selatan**: Konflik ZEE dengan China di Natuna akan berlanjut.
- **ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia)**: Titik kritis perdagangan global yang rawan intervensi asing.
- **Papua & Pasifik**: Peningkatan ancaman separatisme dan pengaruh kekuatan asing (AS-China).
**2. Keterbatasan Saat Ini:**
- Hanya **3 Koarmada** (I/Jakarta, II/Surabaya, III/Sorong) untuk mengawasi **7.000+ pulau**.
- **70% kapal utama TNI AL berusia >30 tahun** (kecuali KRI Martadinata & Bung Tomo).
**3. Rekomendasi Pakar:**
- **Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas)**: Pemekaran Koarmada wajib mempertimbangkan **logistik, anggaran, dan industri pertahanan dalam negeri**.
- **PT PAL Indonesia**: Kapasitas produksi kapal perang harus ditingkatkan untuk mendukung pemekaran.
---
### **II. RANCANGAN 5 KOARMADA REALISTIS (2025-2045)**
#### **1. Koarmada I (Jakarta) – *Penjaga Laut China Selatan***
- **Markas**: Tanjung Priok, Jakarta.
- **Wilayah**: Laut Natuna, Selat Sunda, Laut Jawa Barat.
- **Kekuatan**:
- 2 Fregat (KRI Raden Eddy Martadinata kelas SIGMA).
- 4 Kapal Selam (KRI Nagapasa + 3 unit baru).
- 6 KCR-60/KCR-Trimaran.
- **Tugas Utama**: Deterrence terhadap China di Natuna.
#### **2. Koarmada II (Surabaya) – *Penjaga Selat Malaka & ALKI I***
- **Markas**: Surabaya.
- **Wilayah**: Selat Malaka, Laut Jawa Timur, Bali.
- **Kekuatan**:
- 4 Korvet (KRI Bung Tomo kelas Diponegoro).
- 12 Kapal Patroli Cepat (KPC-60).
- 1 LPD (KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo).
- **Tugas Utama**: Anti-pembajakan, pengamanan jalur perdagangan.
#### **3. Koarmada III (Sorong) – *Penjaga Papua & Pasifik***
- **Markas**: Sorong, Papua Barat.
- **Wilayah**: Papua, Laut Arafuru, perbatasan PNG.
- **Kekuatan**:
- 2 Korvet (produksi PT PAL 2027-2030).
- 8 Kapal Patroli Bawah Air (anti-submarine).
- 1 LPD untuk operasi amfibi.
- **Tugas Utama**: Antisipasi separatisme & pengaruh asing di Pasifik.
### **4. Koarmada IV (Makassar) – *Penjaga Laut Sulawesi & ALKI II***
ReplyDelete- **Markas**: Makassar, Sulawesi Selatan.
- **Wilayah**: Laut Sulawesi, Selat Makassar, Laut Flores.
- **Kekuatan**:
- 2 Fregat (rencana produksi PT PAL 2030-2035).
- 4 KCR-Trimaran.
- 1 Kapal Selam (KRI Alugoro).
- **Tugas Utama**: Pengawasan aktivitas China di Laut Sulawesi.
#### **5. Koarmada V (Ambon) – *Penjaga Maluku & ALKI III***
- **Markas**: Ambon, Maluku.
- **Wilayah**: Laut Banda, Laut Maluku, perbatasan Australia.
- **Kekuatan**:
- 2 Korvet (produksi PT PAL 2035-2040).
- 6 Kapal Patroli Cepat.
- 1 Kapal Pemetaan Hidrografi.
- **Tugas Utama**: Pengamanan blok migas Masela & jalur ALKI III.
---
### **III. TAHAPAN PEMBANGUNAN (2025-2045)**
#### **Fase 1: Konsolidasi Kekuatan (2025-2030)**
- Fokus pada **penguatan Koarmada I & III** (ancaman tertinggi).
- Produksi **4 kapal selam baru** (kerja sama Korsel-PT PAL).
- Bangun pangkalan logistik di **Biak (Papua) dan Natuna**.
#### **Fase 2: Pemekaran Armada (2030-2040)**
- Resmikan **Koarmada IV (Makassar) & Koarmada V (Ambon)**.
- Tambahkan **6 fregat/korvet produksi dalam negeri**.
- Kembangkan **drone laut dan satelit maritim**.
#### **Fase 3: Kemandirian Total (2040-2045)**
- 80% alutsista TNI AL produksi dalam negeri.
- Seluruh Koarmada memiliki **sistem komando terpadu berbasis AI**.
# **IV. ANALISIS KELAYAKAN**
ReplyDelete| **Aspek** | **Kendala** | **Solusi** |
|-----------------|-----------------------------|-----------------------------------------|
| **Anggaran** | Kebutuhan Rp 500-700T (2025-2045). | Alokasi bertahap 1,5-2% PDB/tahun. |
| **SDM** | Kekurangan awak kapal selam & teknisi. | Kerja sama pendidikan dengan Prancis/Jerman. |
| **Industri** | PT PAL butuh 10 tahun untuk produksi fregat. | Transfer teknologi via proyek KF-21/Scorpène. |
---
### **V. REKOMENDASI**
1. **Prioritaskan Koarmada I & III** dulu (ancaman Natuna & Papua).
2. **Hindari ketergantungan impor** – fokus pada produksi dalam negeri.
3. **Bentuk "Joint Fleet Command"** untuk koordinasi 5 Koarmada.
**"Dengan 5 Koarmada, Indonesia bisa menjadi kekuatan maritim terkuat di ASEAN pada 2045."**
---
**Lampiran:**
- Peta sebaran 5 Koarmada.
- Daftar kapal perang yang akan diproduksi PT PAL.
Banyak ngarang ni orang gak liat kamu fmp frigate merah putih baru 1 tahun udah mo di luncurin kenyataan yg di liat ngada ngada bilang 10 taon..tuh Malon yg bikin si maharajalelah dah 13 tahun gak jadi jadi gara2 maksain SDM😂🤭😅
DeletePuyeng ...ni
Deletehttps://youtube.com/playlist?list=PLdnhwHkDMVrBHjBLT7VenDvnE2tqTyW8D&si=pbwCy8PgCzIDZjz7
ReplyDeleteAdakah informasi kelanjutan kerjasama Indonesia terkait kf 21 boramae ? Sangat disayangkan apabila diputus selain kita mempunyai kesempatan utk membuat jet tempur sendiri investasi yg sudah ditanam ratusan juta dolar akan hangus begitu saja ,investasi SDM yg sudah berada di korsel tahunan akan sia sia begitupun infrastruktur yg sudah disediakan oleh PT Dirgantara menjadi mubazir kita banyak kehilangan waktu dalam proses negosiasi sampai terealisasi dari tahun juli 2010 terbayang tentang waktu selama 15 thn penantian panjang begitu tahap produksi tersendat mendekati tidak jelas arahnya ...🙏🙏
ReplyDeleteBerlanjut terus, semua on going project.
DeleteAlhamdulillah....lanjut terus ...trims infonya bang
Deletesalah satu kelemahan di kita biasanya perubahan pimpinan biasanya terjadi perubahan kebijakan dan itu terjadi di arah kebijakan pembelian / strategi pembelian alutsista
ReplyDeleteAkan sangat menarik apabila di forum ini membahas terealisasi perencanaan TNI AU memiliki pesawat tempur Rafale, f15, ifx borome,SU 35 dan berbagai kemungkinan kemungkinannya ( mungkinkah terwujud ?)
ReplyDeleteApabila dilihat dari rencana pembelian awal / pembuatan : pesawat Rafale ( 42 pesawat ) f15 ( 24 pesawat ) ifx boramae ( 48 pesawat ) SU 35 ( 11 pesawat ) mungkinkah terwujud ?
ReplyDeleteKombinasi realistisnya kira2 seperti ini: 42 Rafale, 16 F15, 8 SU35, 24 IFX
DeleteBisa buat 5 / 6 skuadron ditambah f 16 33 cukup utk mengcover wilayah udara Indonesia
DeleteIngat pembelian alutsista baru utk TNI itu bersumber dari dana PLN sebesar USD 25,5 milyar sehingga cuma yg masuk skala prioritas saja yg bakalan diakuisisi dgn dana PLN .
ReplyDeleteJet tempur di TNIAU itu semuanya dari generasi 4 dan hanya jet tempur baru Rafale Perancis yg masuk generasi 4++ atau 4,5. Utk F15EX USA sebaiknya dibatalkan saja karena itu jet tempur generasi 4,5. Demikian pula utk SU35 Rusia juga sebaiknya dibatalkan saja karena itu jet tempur dari generasi 4,5 . Yg paling bagus adalah TNIAU fokus pada proses akuisisi jet tempur baru dari generasi 5 supaya tidak ketinggalan jaman. Kandidat ada SU57 atau SU 75 Rusia lalu KAAN Turkey lalu ada dari India tapi masih berbentuk mockup. Tinggal dianalisa secara matang antara jet tempur generasi 5 dari Rusia maupun tgl dari Turkey, lalu hasil pilihan terbaik dari kedua pilihan inilah yg nantinya akan diakuisisi utk TNIAU. Sepertinya yg paling top itu ya jet tempur baru dari Rusia yg pas buat TNIAU dengan syarat itu kalo tidak ada lagi aturan CAATSA USA tapi kalo masih ada aturan CAATSA maka pilihan tinggal tertuju ke jet tempur baru generasi 5 Turkey.
Dari uraian ini udah jelas ya mana pilihan tepat jet tempur baru generasi 5 buat TNIAU
Soal KF21 itu agak membingungkan karena dana yg disetor RI buat ikut join kerjasama proyek KFX/ IFX itu sudah termasuk utk pembelian sebanyak 48 unit IFX atau belum?
Kalo jawabannya belum, maka lupakan KF21 Boromae dan segeralah fokus ke jet tempur baru generasi 5 Turkey.
kF21 Boromae di cancel
ReplyDeleteSeperti diketahui ternyata teknologi inti yg ada di KF 21 Made in USA sisanya adalah teknologi Made in Korsel sedang kursi pelontar pilot belum diketahui Made ini negara mana. Kalo RI memaksa ikut join produksi KF21 bagaimana ceritanya teknologi Made in USA itu bisa dipasang saat penyambungan bagian per bagian di hanggar PT DI? Karena konon katanya teknologi inti Made in USA itu tidak boleh disentuh oleh teknisi teknisi RI. Di sini yg membingungkan, makanya jalan keluarnya ya out 100% dari proyek KFX-IFX dan langsung diganti dgn proyek kerjasama jet tempur generasi ke 5, mau pilih Made in Turkey atau Made in Rusia..
Saran saya kalo ada uangnya ya dua duanya diambil satu di kasih ke PT DI proses pembuatannya dan yg satunya lagi dikasih ke PT Infoglibal utk proses pembuatannya.
Kalo ternyata aturan CAATSA masih ada ya terpaksa ambil yg Made in Turkey saja dan tentu skemanya kerjasama produksi alias lisensi produksi termasuk suku cadang dan proses MRO nya. Di posisi ini PT Infoglibal tetap diikut sertakan utk produksi instrumen instrumen perangkat elektronik serta perkabelan jet tempur generasi 5, kenapa? Jawabannya adalah karena PT Infoglibal adalah ahlinya instrumen pesawat ahlinya perangkat elektronik pesawat satu satunya di RI.
Semua sudah berjalan normal, gak ada cancel. DAPA Korsel sdh datang ke Kemenhan. I
DeleteCancel..gak ada cancel cancelan beberapa hari yg laluelan apa kamu terlalu pusing beberapa hari ini hingga tak baca berita mengenai komitmen dapa dan PT di dan tentu pemerintah Indonesia dlm kunjungan ketua dapa korsel beberapa hari yg lalu yaitu THN 2026 kfx/ifx akan di produksi masal dan dapa Korea siap mendukung penuh produksi ifx di PT di makanya kata bung jagarin semuanya berjalan on going..jgn pusing malasyia bebas klu mo pesan kfx ato ifx apakah mo korsel ato ke Indonesia
ReplyDeleteYups setuju si bang kita udah banyak berkorban dari finansial, SDM, infrastruktur dan yg paling penting waktu hampir 15 thn .....tiba tiba dicancel sia2xlah semua pengorbanan hangus ga berbekas impian dpt membangun pesawat tempur sendiri walaupun mungkin awalnya hanya merakit tpi sudah suatu lompatan kemajuan tersendiri yg bisa dicapai oleh bangsa kita
DeleteDAPA Korsel memang datang ke RI karena pihak pabrik pesawat Korsel mau memindahkan proses pembuatan KF 1 WongBe ke hanggar PT DI dari nol sampe lulus uji kelayakan terbang karena tempat perakitannya di Korsel mau dibuat utk produksi KF21 Boromae, lalu RI kan belum melunasi tunggakan iuran yg sudah dipotong sesuai permintaan RI lalu ada teknologi inti dari USA yg tidak boleh disentuh para teknisi teknisi dari RI.
ReplyDeleteKalo kaga salah kira kira begitu beritanya
Itukan menurut kamu..udahlah nanti liat aja kenyataannya..yg jlas doktrin Indonesia TDK ingin menyerang negara lain ato menjadi agresor terutama setelah menjadi produsen pespur..doktrin kita sekarang akan menghancurkan musuh yg akan menyerang Indonesia sebelum dia mencapai kedaulatan NKRI!
DeleteKT 1 Wong Be adalah pesawat latih dasar bermesin Turboprop baling baling buatan Korsel. Itu yg mau dipindahkan proses produksinya ke hanggar PT DI kalo pihak RI setuju termasuk produksi suku cadangnya yg dibutuhkan utk proses produksi lengkap dgn semua perangkat pendukung produksi juga mau dipindahkan semuanya ke hanggar PT DI .
ReplyDeleteItu BKN memindahkan produksi kt 1 wong bee tp kerja sama peningkatan kualitas pesawat tersebut yg SDH berumur..itu bisa di Indonesia BKN memproduksi pesawat trsbt pusing pusing..kita mo bikin pespur..2026 nanti Indonesia akan menjadi salah satu produsen pespur di dunia..begitu jg dgn kasel,real frigate,Destro,kasel autonomous,male uav bersenjata dll..satu LG Insyaallah Indonesia di piala dunia 2026 jg akan ikut memeriahkan pertandingan sepak bola terakbar trsbt..do'a in ya pusing pusing klu terkabul akan ikut mengharumkan nama kawasan asteng termasuk malasia dlm persepak bola an amin..
DeleteSatu LG pusing pusing kemarin waktu kemhan melakukan kunjungan ke PT di selain ingin melihat perkembangan male uav elang hitam yg siap terbang dan bawa bom 300 kg kemhan jg melihat fasilitas hangar utk pesawat kfxifx..JD gak ada tulisan hangar pesawat capung kt 1 wong bee..jlaskan lain kali klu baca yg bener dan teliti jgn suka claim ini itu ya..gak baik
DeleteKalo KF21 Boromae jadi di produksi di hanggar PT DI, pertanyaannya bagaimana dgn teknologi inti di KF21 yg Made in USA diijinkan juga oleh USA utk di bawa ke RI lalu dipasang oleh teknisi PT DI ke KF21 ? Teknologi inti Made in USA itu kan tidak boleh disentuh oleh teknisi PT DI apalagi di bawa ke Indonesia, apa diijinkan utk dibawa ke Indonesia oleh USA? Apakah teknologi inti mau diganti dgn teknologi inti Made in Israel atau sekalian Made in Malaysia buat KF21 produksi PT DI?
ReplyDeleteEfek kerjasama Ama Korea lumayan tu dapet korvet bekas ngeluarin duit $35 JT barang udah ready sayangnya ga jadi 3 biji lumayan buat ngeronda muter2x laut natuna Ama wilayah lainnya coba klo jadi $105 JT dapet 3 biji korvet ga pake lama
DeletePasti ada solusinya yaa ketika beberapa teknologi yg tidak dpt diakses oleh para insinyur kita tpi bentuk kerjasamanya pasti ada penyesuaian penyesuaian dan negosiasi kembali
DeleteMade in malasia..🤣🤣🤣maaf bukan mo menghina bikin perahu karet aja malasia gak bisa dan beli SM Indonesia slh satunya perusahaan PT lundin
DeletePusing pusing makanya baca yg jernih itu totnya klu dah selesai uji coba prototipe baru kai akan memberikan totnya..dan itu selesainya 2026 TDK semua bisa di umbar di publik termasuk jenis totnya itu rahasia perusahaan yg jlas Korea akan siap mendukung produksi ifx di PT di..
DeleteKita tidak bisa juga langsung cancel banyak yg harus dipertimbangkan dan dipikirkan dari untung rugi dsb semua bisa dibicarakan dan ninegosiasikan utk beberapa teknologi yg tidak dpt diakses oleh para tenaga ahli kita mudah mudahan ada solusinya dalam hal ini dan impian bangsa indonesia dapat terwujud memiliki jet tempur buatan sendiri
ReplyDeleteNampaknya drama Korea akan berlanjut negosiasi dan pembayaran angsuran akan berjalan dengan syarat 5 tenaga ahli kita dibebaskan secepatnya sebelum hari raya ini
ReplyDeleteBetul, dan akan dibebaskan.
DeleteSetau sy 2 insinyur kita yg di tahan
DeleteIya di beberapa media online 2 yg ditahan tetapi yg tidak bisa pulang kampung ke Indonesia 5 orang
DeleteKF21 Boromae
ReplyDeleteKF 21 ini akan diproduksi massal buat pesanan awal AU Korsel karena hanggarnya kurang, maka produksi pesawat latih dasar bermesin Turboprop baling baling yg mau dipindahkan ke hanggar PT DI semuanya sehingga nantinya KT 1 WongBee nantinya adalah produksi PT DI bukan lagi produksi DAPA Korsel dan hanggar yg akan dipake utk produksi KT 1 WongBee di PT DI itu adalah di hanggar yg dipersiapkan utk produksi IFX.
Itu dulu tahap awalnya dari DAPA Korsel utk PT DI lalu nantinya skema yang mungkin akan dipake utk produksi IFX di hanggar PT DI itu mirip mirip skema lisensi produksi dan bukan skema ToT seperti awal perjanjian karena iuran RI kecil sekali di proyek KFX-IFX yg tadinya 20% sekitar USD 2 milyar menjadi sekitar USD 600juta dan juga harap diingat karena nantinya KF2q Boromae oleh DAPA Korsel akan dimodif atau dikembangkan menjadi jet tempur generasi5 tanpa membawa RI lagi.
Kira kira begitu .
Saat KF21 Boromae sudah menjelma menjadi jet tempur baru generasi 5, maka produksi KF21 Boromae generasi awal yaitu generasi 4,5 baru dipindahkan semuanya 100% ke hanggar PT DI karena hanggar DAPA Korsel akan dipake buat produksi KF21 Boromae generasi 5.
ReplyDeleteKira kira begitu gambarannya kalo kaga salah ya.
Sy kebetulan beberapa kali lewat jalan tembus ...menuju bandara Husein bandung jalannya melewati beberapa hanggar PT DI ( Nurtanio ) walaupun dipagar tembok cukup tinggi terlihat persiapan hanggar utk memproduksi ifx boramae karna terlihat ada spanduk yg cukup besar sehingga terlihat sampai ke jalan dari 3 tahun yg lalu
ReplyDeleteSelama insinyur insinyur RI tidak dibebaskan dan dibersihkan nama baiknya dari semua tuduhan pencurian data teknologi tinggi KF21 Boromae oleh pihak Korsel, maka selama itu pula RI tidak akan melunasi cicilan iuran yg tertunggak.
ReplyDeleteHanggar PT DI yg disiapkan utk produksi IFX juga sudah dilihat oleh pihak Dassault Perancis utk jaga jaga bila RI mau serius beli total 100unit jet tempur baru Rafael Perancis dan bila ini terjadi, maka produk ke 43 sampai ke 100jet tempur Rafael akan dilakukan di hanggar baru PT DI dgn supervisi teknisi Perancis sebagai wujud proses ToT yg diatas 50%.
KT 1 WongBee TNIAU memang mau ditingkatkan umur pakainya dan ini kemungkinan besar akan dilakukan di hanggar Depo TNIAU yaitu hanggar yg melalukan proses EMLU F16 A/B TNIAU karena para teknisi teknisi TNIAU sudah terkenal di dunia jago oprak aprik jet tempur TNIAU sekaligus hemat biaya cost perbaikan.
Selain itu hanggar baru PT DI utk produksi IFX juga sudah dilihat oleh produsen jet tempur generasi 5 KAAN Turkey yg katanya tinggal dipoles sedikit, bisa segera join produksi jet tempur KAAN di hanggar baru PT DI. Bahkan Turkey mendirikan kantor agen perwakilan di dekat hanggar PT DI tersebut.
Pihak produsen jet tempur Rusiapun juga sudah berkunjung ke hanggar baru PT DI lalu menawarkan kerjasama produksi jet latih +serang ringan ke RI .
Sejarah proyek KFX-IFX
ReplyDeleteDi awal disetujui kerjasama proyek KFX-IFX antara Korsel-RI dgn pembagian dana proyek 60% Korsel dan 20% RI. Total utk proyek KFX-IFX ini butuh USD 6milyar. Jadi 20%RI itu sekitar USD 1,2milyar. Dengan pengeluaran sebesar itu RI dapat ToT apa? RI baru bayar sekitar USD 200juta. Karena masalah 7perangkat inti teknologi canggih yg Made in USA tidak boleh disentuh oleh semua teknisi RI disitulah RI malas bayar iuran sehingga nunggak bertahun tahun. Kalo nggak salah th 2024 RI minta keringanan bayar utang dgn porsi diturunkan kontribusi kerjasama bukan lagi 20% tapi dibawahnya kalo nggak salah total semua bagian uang RI itu kira kira USD 600juta an dan ini akhirnya disetujui pihak DAPA Korsel.
Kontribusi USD 600jutaan itu kira kira dapat ToT apa ya? Dari USD 1,2milyar turun menjadi kira kira USD 600nuta an.
Andai 1unit KFX21 Boromae baru kosongan dihargai USD 60juta, maka cuma dapat 10unit KFX21 Boromae baru tapi kosongan alias tanpa senjata
Yakin dgn kontribusi sekitar USD 600juta an pihak DAPA setuju produksi KF21 Boromae bareng di 2 tempat yaitu di hanggar DAPA Korsel dan di hanggar PT DI ? Apalagi ada teknologi canggih Made in USA yg tidak boleh disentuh oleh semua teknisi RI ?
We'l see later
DeleteAll right, we see together what happen about the real future production of KF21 Boromae .
DeleteAnd Ours IFX Garuda💪💪💪
DeleteDaripada PT DI produksi/ perawatan KT wongbee kenapa engga sekalian aja T-50 /TA-50/ FA-50 kita sudah punya basicnya juga 16 buah dan order 6 dari sisi teknologi dsb lumayanlah kW supernya f 16 dari sisi market juga bagus di Asean aja ada Malaysia dan Filipina
ReplyDeleteIya, kebetulan aja pihak DAPA Korsel menawarkan pemindahan lini produksi KF21 WongBee 100% semuanya dari pabrik di Korsel ke hanggar pabrik PT DI yg baru maunya sih juga semua proses perakitan T59 dan FA50 dipindahkan juga ke hanggar baru PT DI, sekalian juga kalo bisa kalo ada dananya 100% saham DAPA Korsel diakuisisi oleh PT DI.
ReplyDeleteBPK menhan RI yg baru yaitu BPK Syafrie memang sedang mengunjungi hanggar yg ada di PT DI dalam rangka melihat langsung kesiapan uji terbang drone male Elang Hitam yg sudah lama tertunda tunda terus gara gara ada high tech Made in Spain yg dilarang diakses sehingga high tech itu harus diganti dgn Made in negara lain lalu melihat progress persiapan lini produksi utk pesawat CN235 serta CN295 yg konon mencapai pesanan 80unit sampe th 2029.
ReplyDeleteItu berita br kemaren..BKN yg kemarennya LG yg jg mengunjungi hangar pespur ifx
DeleteKlu TDK salah Indonesia jg SDH menguasai high tech yg di larang Spain tersebut klu TDK salah melalui PT Len dan perusahaan swasta nasional makanya produk elang hitam di teruskan LG utk versi combatan dan di + LG dgn tentu tot dr pembelian 60 bayraktar dan 9 skinci dr turki yg akan membuat elang hitam semakin sakti..60 male uav combatan dan 9 akinci beserta elang hitam rencananya akan di tempatkan di kapal induk Garibaldi dan lhd PT Pal..Insyallah Indonesia akan mengulangi sejarah kedua kalinya yg akan menjadi salah satu kekuatan terbesar di asia💪💪💪 amin..
DeleteApabila dilihat Aset Kapal Perang Striking Force TNI AL Produk Dalam Negeri hasil MEF Menarik untuk dibahas pd KCR-70 yang dibangun berdasarkan platform FACM-70 PD lanjutannya maka Indonesia akan mendapatkan tot dan kapal ke 3 dan seterusnya kemungkinannya akan dibangun di Indonesia apakah bekerjasama dgn PT PAL ataupun galangan kapal swasta nasional menariknya dari sisi persenjataan cukup komplet kcr rasa korvet apakah selanjutnya akan dikembangkan menjadi kcr 70 ++ ( naik kelas menjadi korvet menggantikan korvet yg sudah berusia 40 th lebih ? ) apakah ada strategi lain karna kita juga on proses pembuatan kcr 68 m juga bekerjasama dgn Turkey...
ReplyDeleteDi Indonesia hambatan terbesar soal akuisisi pembangunan kapal perang di galangan lokal adalah soal persenjataannya yg diinstall menyusul dikemudian hari.
DeleteArtinya bangun dulu kapal perang kosongan biarlah operasi di laut dulu dan soal senjatanya nanti tunggu anggaran berikutnya.
Mending mengambil disain ada class/ Babur class
DeleteTidaklah bisa cara penganganggaran disatukan pembangunan kapal dan persenjataannya dalam satu DIPA dan 1 kode rekening sehingga menjadi 1 paket pekerjaan
DeleteYang paling afdhol itu saat beli deal kapal perang harusnya udah lengkap persenjataannya sehingga saat diluncurkan ke laut bisa langsung ditest keandalan pertahanan diri kapal tersebut sekaligus garansi pabrik galangan kapal bila ada yg ngadat saat test tersebut. Tapi kali beli kapal perang kosongan ya nggak ada garansi dari galangan kapal bila senjata yg dipasang menyusul itu ada kendala saat test test di laut.
DeleteTapi beli kapal perang kosongan tentu dananya jauh lebih murah bila beli kapal perang sudah lengkap persenjataannya.
Demi mengejar target secara kuantitas it's ok lah senjata dsb menyusul dgn bujet yg terbatas memang paling realistis ya konsepnya seperti itu bangun kapal kosongan senjata menyusul di anggaran berikutnya 🙏🙏
DeleteSolusi hambatan KF21
ReplyDeleteSudah bertahun tahun kerjasama proyek KFX-IFX antara Korsel dgn RI mengalami hambatan besar yg sampai sekarang RI belum membayar tunggakan iuran walaupun sudah disetujui pihak DAPA soal penurunan kontribusi RI dari 20% yaitu sekitar USD 1,2milyar menjadi sekitar USD 600juta tapi tetap pihak RI juga belum mau membayar sisa tunggakan iuran.
Saya pusing pusing menyarankan Pihak RI stop kerjasama KFX-IFX ini supaya tidak berlarut larut lalu diganti dgn proses pembelian tahap 1 sebanyak 16unit IFX utk TNIAU yg pembuatannya tetap di hanggar PT DI karena RI sudah menyetor uang tahap 1 sekitar USD200juta kalo kaga salah ya.
Jadi RI tetap berkomitmen terhadap kerjasama KF 21 Boromae sebagai negara pertama pembeli KF21 Boromae kosongan. Menurut saya pribadi cara ini sudah adil baik dari kacamata Korsel maupun RI sehingga nantinya tidak ada lagi tuntut menuntut karena sudah diselesaikan oleh pihak RI dgn menyetop proyek kerjasama KFX-IFX dan lalu uang RI yg sudah masuk sebesar USD 200juta ditambah dgn beberapa ratus juta USD lagi utk pembelian tahap 1 sebanyak 16unit KF21 Boromae kosongan utk TNIAU.
Inilah win win solution yg top markotop.
Utk menghemat waktu dan biaya supaya tidak ada drama drama lagi sebaiknya proses pembangunan 16unit KF21 Boromae TNIAU biarlah dilakukan di Korsel saja dgn syarat seluruh insinyur yg ditangkap dan tidak boleh keluar negara Korsel dibebaskan semua dari tuduhan tuduhan pencurian data data penting KF21 Boromae.
ReplyDeleteKF21 pesanan TNIAU datang ke RI sudah siap operasional full persis seperti pembelian KT1 WongBee TNIAU dan T50i TNIAU
Lalu kerjasama diganti dgn kerja sama pembangunan jet tempur baru generasi5 KAAN Turkey yg kebetulan produsen jet tempur KAAN Turkey sudah mendirikan kantor agen marketing di Bandung dekat lokasi PT DI .
Lalu setelah menguasai semua teknologi jet tempur generasi 5 akan dilanjutkan dgn kerjasama pembangunan j et tempur baru generasi 6 entah tetap dgn Turkey atau diganti dgn negara lain.
Kelihatan sekali si pusing pusing dr malasia ini sangat TDK ingin Indonesia menjadi salah satu produsen pespur dgn memberikan masukan kerja sama dgn yg lain utk mengulur waktu dan akhirnya Zonk..😅..percayalah malasia TDK akan pernah bisa menyamai Indonesia dlm bdg kapability teknologi terutama militer..BKN sombong tp itu reality..etos kerja kita lain..
ReplyDeleteKerjasama yg rumit ngejelimet negosiatornyapun puyeng ...
ReplyDeleteSi pusing pusing dari Malaysia? Hahahahaha...... Bapak Andi R anda salah besar, mending anda sekolah lagi yg benar supaya kaga salah nebak orang lain asalnya dari mana.
ReplyDeleteIni orang klu di forum defense studies namanya gempurwira dr Malon yg sering jadi bula bulanan fan boy militer Indonesia di forum itu tp mmg orangnya tak punya rasa malu dan kalah omongan walaupun SDH kalah dan memalukan sama sprti kbanyakan prilaku orang Malon yg suka halu tingkat tinggi..suka claim dan tampal stiker..bikin lcs
Delete13 tahun gak klar2 si maharaja lelah..btul btul memalukan🤣🤣🤣
Stop KF21 Boromae
ReplyDeleteKerjasama KFX-IFX harus distop dan dibatalkan karena sudah banyak drama drama bertahun tahun. Selain itu KF21 ini jet tempur generasi 4,5 padahal RI sudah punya jet generasi 4,5 yaitu jet Rafale Perancis dibeli sebanyak 42unit buat TNI AU. Selain itu TNIAU juga punya jet generasi 4 yaitu F16 series lalu Su27 & SU30 lalu beberapa hawk 200 & hawk109 yg masih beroperasi. Karena sudah ada generasi 4,5 mengapa harus beli lagi yg satu generasi ? Alangkah baiknya generasi 4,5 hanya diwakili oleh jet Rafale Perancis saja lalu kalo mau beli jet baru lagi belilah yg generasi5 aja utk mengikuti kemajuan teknologi jet tempur, kandidat generasi 5 tinggal dipilih mau KAAN Turkey atau SU57 yg dua duanya ini bisa diajak kerjasama ToT atau lisensi produksi di hanggar PT DI. Kalo TNIAU sudah punya jet tempur generasi 5 kaloau beli jet baru lagi ya belilah yg dari generasi 6 bukan tetap bertahan di generasi5.
Tujuan semua ini supaya jet jet tempur TNIAU bisa selalu mengikuti kemajuan teknologi jet tempur yg ada di dunia ini. Itu maksud semua dari si pusing pusing yg disindir orang Malaysia.
Palamu di stop! Urus negaramu marat Marit🤣🤣🤣(Rusli aja pusing2)
DeleteRusli aka pusing2
DeleteAda berita baru bahwa produsen kapal perang Itali menawarkan 6 Fregat FREMM milik Italy Navy kepada RI dan Yunani karena Italy Navy mau ganti ke Fregat FREMM EVo yg baru sebanyak 6 unit juga.
ReplyDeleteJadi ada kesempatan bagi RI maupun Yunani utk memiliki Fregat FREMM bekas Italy Navy.
Sy sarankan sebaiknya RI mengambil 4 unit unit Fregat FREMM bekas ini, apabila masih ada dananya sebaiknya semua Fregat FREMM ex Italy Navy ini dibeli semua buat TNI-AL Tapi bila dananya cekak ya sebaiknya ambil 2 atau 3 unit Fregat FREMM bekas ini. Tidak usah ambil kapal induk bekas Italy Navy. Jangan lupa minta ToTnya yaitu berupa ToT type MRO.
Kamu pikir kamu siapa! Dasar orang stres masuk forum analisis pertahanan
DeleteSelamat Idul Fitri, ( bagi yang merayakan ) semoga kebahagiaan menyertai keluarga kita. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT....amiin 🙏🙏
ReplyDeleteBPK Andi Rahmat, anda ini orang dewasa atau anak kecil ? Ataukah orang dewasa berpikiran seperti anak kecil ? Buka pikiran dan wawasan anda selebar lebarnya, buang kebencian yg ada di hati anda ! Apakah berbeda analisa dan pendapat dgn anda selalu dicap orang Malaysia? Hei bung ini NKRI negara menjunjung tinggi demokrasi bebas mengeluarkan pikiran dan pendapat asal tidak berbuat kriminal.
ReplyDeleteSesempit itukah pikiran dan hati anda bila beda pendapat beda analisa dgn orang lain langsung dicap orang Malaysia?
Kan sudah saya bilang sy ini orang Indonesia orang Jawa timur tinggal di Grogol Jakarta Barat dan umur saya udah 60thn. Anda umur berapa? Udah lama jadi warga negara Indonesia? Kalo semua orang Indonesia seperti anda pak Andi sempit pikiran dan hati hancur negara Indonesia ini. Negara Indonesia ini butuh orang orang kritis berpikiran terbuka yg baik dibilang baik yang jelek dibilang jelek.
Terserah anda pak Andi anda mau terus begitu pikiran dan hati anda atau mau jadi orang bijaksana legowo berpikiran terbuka dan hati bersih dari kebencian.
Terserah km mo blg orang mana tp cara berpikir dan sikapmu itu kebanyakan org Malon yaitu tidak pernah mo melihat kenyataan ato fakta yg sesungguhnya terjadi seperti kmrn SDH jlas kemhan melakukan kunjungan ke salah satunya ke hangar kfx/ifx dan kau bersikeras tidak ada kmdian ada berita tgl 27 kmrn kemhan kembali ke PT di dan mmg TDK menyinggung hangar ifx hmya sdk di drone elang hitam dan kau bersikeras itu hangar kt 1 wong bee apa sebetulnya niatmu di balik komen2 mu dan itu dr dl terjadi kau seolah pro tp menggiring ke arah kehancuran
DeleteSatu LG sekarang dlm masalah kfx/ifx Alhamdulillah berjalan on going karna mmg sprti itu kenyataannya sekarang bahkan bung jagarin pane sbg pengamat militer asli mengatakan jg demikian tp anda sebaliknya TDK mau kenyataan itu benar..sebetulnya maksud anda itu apa SM negara ini
DeleteSaya kasih tau ya pak Andi, sebagai sesama orang Indonesia sama sama tinggal di jakarta dan sekitarnya, emang betul yg anda bilang soal Malaysia tapi kita orang Indonesia harus malu ngata ngatain Malaysia karena di negara Malaysia banyak sekali tenaga kasar dari Indonesia yg bekerja dan mencari nafkah di negara Malaysia karena di negara sendiri yaitu negara yg kita cintai NKRI ternyata susah sekali mencari pekerjaan yg halal banyak pengangguran lagi banyak lulusan perguruan tinggi dgn titel S1 maupun S2 susah dapat pekerjaan kalau tidak punya koneksi orang dalam.
ReplyDeleteIntrospeksi diri anda pak Andi, jangan usil sama negara lain apalagi di negara itu banyak sekali para tenaga kerja dari Indonesia berbondong bondong ke sana demi dapatkan pekerjaan di sana bukan bekerja di negara sendiri karena di negara sendiri susah minta ampun utk dapat pekerjaan yg halal.
Anda katakan halal asal km tau Indonesia gini gini msh melarang perjudian sdg di Malon judi SDH di halalkan! Pdhl mayoritas muslim anda patut malu..anda mmg tinggal di Indonesia karna anda sering ngonten di Indonesia dan mencari followers sebanyak banyaknya di sini dan km pake nama asli mu rusli dlm konten itu tentu hrs mngatakan mencintai Indonesia tp kenyataannya di setiap masukanmu di forum2 militer Indonesia justru ingin menyesatkan..aku SDH wanti2 SM km ktka kamu muncul LG stlh lama menghilang klu komen membangun sila tp klu sbaliknya dgn topeng seolah pro kami akan sangat tau itu..dan kau blg waktu itu siap abangkuh..dan waktu itu jg kau mengakui dr Jiran sebelah..sekarang kau berkelit..sy cuma heran dimalon sendiri keadaan baik militer mo pun yg lain semmerawut kau sok ngurus2 Indonesia dgn komen2 sok membangun tp kita tau maksudnya
DeleteAnda katakan halal asal km tau Indonesia gini gini msh melarang perjudian sdg di Malon judi SDH di halalkan! Pdhl mayoritas muslim anda patut malu..anda mmg tinggal di Indonesia karna anda sering ngonten di Indonesia dan mencari followers sebanyak banyaknya di sini dan km pake nama asli mu rusli dlm konten itu tentu hrs mngatakan mencintai Indonesia tp kenyataannya di setiap masukanmu di forum2 militer Indonesia justru ingin menyesatkan..aku SDH wanti2 SM km ktka kamu muncul LG stlh lama menghilang klu komen membangun sila tp klu sbaliknya dgn topeng seolah pro kami akan sangat tau itu..dan kau blg waktu itu siap abangkuh..dan waktu itu jg kau mengakui dr Jiran sebelah..sekarang kau berkelit..sy cuma heran dimalon sendiri keadaan baik militer mo pun yg lain semmerawut kau sok ngurus2 Indonesia dgn komen2 sok membangun tp kita tau maksudnya
DeletePak Andi, sy mulai belajar mengenal dunia kemiliteran beserta teknologi militer dari SMP yg kebetulan waktu itu sy sekolah di SMP Sumbangsih Tanjung Grogol Jakarta Barat di jalan susilo 1, belajarnya waktu itu dari majalah angkasa dan majalah TSM ( Teknologi & Strategi militer ), semua edisi dari majalah tersebut sy ikuti tentu sy harus beli dulu kedua majalah itu. Dari sini apakah anda masih anggap sy ini orang Malaysia?
ReplyDeleteSy berlangganan majalah angkasa dr edisi THN 90 an klu tsm itu termasuk msh baru
DeleteAnda ngaco, majalah angkasa sebelum dijual ke umum tiap bulan, itu adalah majalah kepunyaan Dispen TNIAU, kebetulan adik bapak sy tentara TNIAU PasKhas dan dari dialah sy selalu rutin baca majalah angkasa sewaktu masih punya Dispen AU
DeleteMajalah TSM itu keluarnya pertama kali kalo kaga salah th1986, dari edisi pertama kali keluar sampe bangkrut tuh majalah TSM alias edisi terakhir sy langganan terus cuma sebagian besar rusak gara gara banjir besar di Grogol th 1995.
Pak Andi, anda harus belajar berpikir seperti Kang Dedi Mulyadi gubernur Jawa Barat, dimana beliau adalah satuvsatunya gubernur yg berbeda pikiran dari kebiasaan berpikir gubernur sebelumnya, Kang Dedi ini lebih senang menerima berita buruk lalu langsung ke TKP dimana berita buruk itu terjadi, beliau tidak mau duduk manis di kantor gubernur tapi langsung turun ke lapangan melihat langsung berita buruk yg sedang terjadi dan langsung eksekusi jalan keluarnya yg baik itu bagaimana
ReplyDeleteSaya mirip mirip berpikiran seperti Kang Dedi ini.
Ge er kamu Rusli!
DeleteBagi semua pembaca dan pengikut setia rubrik asuhan BPK H Jagarin Pane beserta pemilik rubrik ini yaitu Bpk H Jagarin Pane , saya pribadi mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri dan mohon maaf lahir batin bila ada kata kata dalam tulisan saya di rubrik ini ada yang tidak berkenan di hati para pembaca pemerhati setia rubrik BPK H Jagarin Pane.
ReplyDeleteSekali lagi Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri.
Minal aidin wal faizin. Barakallah.
DeleteWahai bung Andi, kenapa pikiranmu dangkal sekali, anda ini kalo sentimen sama orang Malaysia itu urusan anda bukan saya, saya malah dituduh bernama Rusli! Wah wah wah sedangkan itukah pikiran anda?
ReplyDeleteHanya beda analisa beda konsep berpikir sudah dicap orang Malaysia?
Di negara NKRI ada demokrasi Pancasila, boleh pro maupun kontra, dua duanya dibutuhkan utk membangun bangsa Indonesia
Di militer yg disiplinnya tinggi juga diperbolehkan pro dan kontra dalam menganalisa suatu peristiwa atau taktik dan strategi militer. Di militer pendapat kontra juga dibutuhkan bila pendapat pribadi gagal total alias mengalami kegagalan di Medan operasi. Kalo semua analisis militer berpikiran pro dan tidak ada yg kontra, apa yg terjadi? Timbul kegagalan operasi dan tidak ada jalan keluar, nah pendapat kontra ini yg dibutuhkan utk jalan keluarnya.
Anda masih anggap sy orang Malaysia yg tinggal dijakarta?
Ini saya kasih tau anda pak Andi, semua saudara saudara kakek sy adalah pejuang 45, kakak dan adik bapak sy pensiunan ABRI dimana kakak bapak sy meninggal dalam tugas di Tim Tim th 1979.
Udah jelas bung Andi?
Dan apapun yang terjadi ya pak Andi sy pusing pusing akan terus berkomentar analisis militer yg akan membuat kepala anda bung Andi ya akan pusing 7keliling karena sy selalu kontra dalam berpikir bukan berpikir pro ya.
ReplyDeleteDi depan mata rakyat Indonesia jelas jelas ada pikiran dan pendapat yg PRO maupun KONTRA. Yang PRO banyak sekali tapi yg KONTRA sangat sedikit . Contoh yg KONTRA itu Kang DEDI MULYADI dan yg PRO adalah para gubernur sebelum era Kang DEDI MULYADI.
ReplyDeleteKrusial proyek KF21
ReplyDelete- ada beberapa insinyur RI yg di tahan dan ada beberapa yg tidak boleh keluar dari Korsel
- RI masih belum juga melunasi tunggakan iuran sampe detik ini
- ada beberapa teknologi canggih Made in USA tidak boleh disentuh oleh seluruh insinyur dan teknisi PT DI
- ada beberapa keinginan PT DI yg baru diajukan ke DAPA Korsel setelah banyak drama drama yg terjadi belum dapat jawaban pasti diijinkan atau tidak.
Inilah sy sampe sekarang belum clear sehingga proyek KF21 masih ngambang belum pasti.
Yang tersulit adalah Teknologi canggih Made in USA mau diganti Made in negara mana? Apakah mau diganti Made in Malaysia utk bisa dirakit di PT DI?? Masalah teknologi ini yg paling sulit utk clear karena USA pastinya melarang perangkat teknologi canggih Made in USA dibawa ke RI dan dipasang di PT DI.
Yang bilang proyek on going atau on the track itu salah besar cuma speak speak aja karena 4 kendala yg baru saja sy sebut tadi belum clear
Makanya pikiran Kontra diperlukan di sini.
Daripada banyak drama drama lagi lebih baik bubarkan proyek KF21 dan diganti dgn proyek kerjasama pembangunan jet tempur generasi 5 .
Sekali pusing pusing tetap pusing pusing selamanya.
ReplyDeleteAkar masalah KFX-IFX
ReplyDeleteSemrawutnya proyek KFX-IFX antar Kotsel-RI itu sebetulnya dari awal saat mau tanda tangan kerjasama KFX-IFX yaitu tidak teliti dari pihak Korsel maupun RI serta tidak adanya keterbukaan dan kejujuran dari pihak Korsel terhadap RI sehingga RI masuk perangkap dibohongi pihak Korsel. Ini bersumber dari tidak terbuka dari pihak Korsel bahwa di dalam pesawat jemput baru generasi 4,5 ini sebetulnya ada beberapa teknologi kunci Made in USA jadi tidak betul 100% ciptaan Korsel.Yang betul itu seharusnya pihak DAPA Korsel lalu produsen beberapa teknologi kunci dari USA duduk bareng dgn pihak dari RI yg diwakili oleh PT DI dan seharusnya juga pihak RI juga jujur soal teknisi teknisi dari pihak RI itu 100% memang teknisi teknisi dari PT DI tidak ada teknisi dari luar PT DI. Sehingga keterbukaan dan kejujuran semakin jelas nyata dari masing masing pihak saat mau tanda tangan kerjasama KFX-IFX ini karena masing masing pihak tidak ada yg dibohongi karena semuanya masing masing porsi pekerjaan masing masing pihak sudah jelas .pihak USA juga tidak ketakutan terhadap RI karena semua teknisi dari RI itu memang semuanya asli teknisi dari PT DI sendiri, kenapa? Karena teknologi kunci dari KF21 Boromae akan dirakit baik di pabrik Korsel maupun pabrik PT DI sehingga tidak ada kebocoran teknologi ke pihak luar. Selama ini karena tidak jujur dan terbuka dari PADA Korsel maka USA sangat ketakutan teknologi kunci di KF21 Boromae akan bocor ke pihak luar karena USA curiga terhadap teknisi dari PT DI yaitu takut disusupi oleh teknisi dari PT Infoglibal, kenapa? Karena pihak USA tahu betul kemampuan dan kecanggihan para teknisi dari PT Infoglibal membuat tiruan dari produk avioniik jet tempur TNIAU. Dan dunia internasional sudah tau betul soal kemampuan PT Infoglibal ini.
Inilah sumber masalah yg memicu drama drama di proyek KFX-IFX .
Jadi seharusnya pihak DAPA Korsel lalu pihak USA yg punya teknologi kunci duduk bareng dgn. Pihak RI yg diwakili oleh PT DI lalu mereka bertiga ini yg seharusnya tanda tangan di kerjasama proyek KFX-IFX.
Kalo ini yg terjadi maka tidak akan timbul banyak drama drama seperti sekarang ini antara pihak DAPA Korsel dgn Pihak RI.
Jadi sebetulnya kerjasama KFX-IFX ini adalah kerjasama antara Korsel USA dan RI. Inilah yang seharusnya terjadi bukan kerjasama antara Korsel dgn RI saja.