Manajemen pertempuran saat ini dan seterusnya adalah Network Centric Warfare (NCW). Alutsista strategis yang wajib tersedia untuk pre emptive strike adalah adalah jet tempur, drone, radar GCI, pesawat AEW&C, rudal balistik, rudal arhanud, heavy frigate, kapal selam.
Indonesia sejauh ini sudah dan sedang mempersiapkan interoperability antar matra TNI. Software NCW sudah ada, buatan Sqytalys Yunani. Pengadaan 48 jet tempur Rafale, 48 jet tempur KF21 dan 48 jet tempur KAAN akan menambah daya pukul air superiority TNI AU. Termasuk penambahan 25 radar GCI.
Investasi pertahanan ini akan melengkapi aset pertahanan TNI AU yang sudah ada saat ini yaitu 16 jet tempur Sukhoi, 33 jet tempur F16, 16 jet tempur T50 dan 24 jet tempur Hawk. Alutsista drone sudah mengisi aset TNI AU seperti Aerostar, CH4 Wing Long, Anka. Semuanya ditempatkan di Skadron UAV Natuna dan Pontianak.
Sejumlah radar GCI sudah diinstal di beberapa titik seperti Bengkulu, Sumba, Takalar, Banjar Baru. Jika sudah rampung penambahannya, wilayah udara tanah air akan dicover 40 radar GCI. No blank spot. Hanya yang belum tersedia adalah pesawat AEW&C.
TNI AL sudah banyak menambah KRI berbagai jenis. Sebagian besar produk dalam negeri. Ada penambahan enampuluhan KRI selama program MEF. Saat ini yang terbaru adalah KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321 buatan Italia. Heavy frigate terbesar di ASEAN.
PT PAL saat ini sedang membangun 4 KRI heavy frigate "Merah Putih". Satu sudah diresmikan bernama KRI Balaputradewa 322. PT PAL bersama galangan kapal swasta nasional baru saja menyelesaikan modernisasi 41 KRI berbagai jenis. Semuanya dalam satu combat management system interoperability. Saat ini TNI AL memiliki aset 180 KRI, 4 kapal selam dan 110 KAL.
PT PAL juga sedang mempersiapkan pembangunan transfer teknologi 2 kapal selam Scorpene bersama Perancis. PT PAL baru saja meluncurkan purwa rupa kapal selam mini nir awak (KSOT). Tahun ini mulai produksi 30 unit sesuai pesanan Kemenhan. Sementara dari Italia sedang proses untuk mendapatkan 6 kapal selam midget.
Dengan Turkiye kita sudah kontrak efektif untuk mendapatkan 2 kapal perang full combat Istif Class. Berbagai alutsista dari Turkiye sudah datang seperti rudal balistik KHAN yang ditempatkan di IKN dan titik strategis lain. Rudal anti kapal Atmaca sudah mulai berdatangan untuk 24 KRI striking force.
Drone Bayraktar dari Turkiye sebanyak 60 unit nantinya akan menjadi alutsista andalan untuk kapal induk Italia Giuseppe Giribaldi yang dihibahkan ke Indonesia. Namanya menjadi KRI Gajahmada. Coastal Missile sedang proses pengadaan. Nantinya akan ditempatkan di selat strategis dan Natuna.
Kita harus Siaga Satu saat ini. Pada saat yang sama kita sedang mempersiapkan inftrastruktur pertahanan yang kuat untuk negeri seluas Eropa ini. Termasuk penambahan 500 batalyon TNI AD dan kemampuan Cyber Warfare. Persiapan kita sebenarnya untuk tahun 2030 ready for use. Dan sekarang sudah harus Siaga Satu. Begitulah turbulensi dinamika geopolitik dunia saat ini.
****
Jagarin Pane / 7 Maret 2026
Menunggu ulasan bung, alhamdullilah keluar juga.
ReplyDeleteThanks
DeleteGmn fregat second China bung jagarin jadikah diambil
ReplyDeleteAgak tersendat kayaknya. Habis banyak yg mau dibeli sementara fiskal tertekan mbgππ
DeleteKlu MNRT sy hati2 utk memilih alutssta trutma yg strategis trmasuk kaprang kita liat kmrn frigate Iran hancur lbur d torpedo amirika dan menewaskan semua awaknya..kaprang Iran ini BS di katakan secara kuality setara dgn buatan cina..bgtu mdh di hancurkan amirika..sy sngt setuju dgn langkah Indonesia khususnya TNI yg TDK gegabah..dan betul2 mengambil kualitas yg tak main2 dr produsen ternama karna nyawa taruhannya..semua BS terjadi dgn siapapun tp kualitas baik senjata mo pun prajuritnya yg menentukan kemenangan suatu peperangan selain steategi
ReplyDeleteIni kaprang dlm misi damai setelah ikut latihan bersama AL India. AS memang bermain curang dan tidak terhormat.
DeleteTerima kasih bung jagarin ulasannya mantapπ
ReplyDeleteThanks
DeleteMudah mudahan pesawat aew&c minimal 2 buah dan kapal selam italy u212 nfs disegerakan, pak haji jagarin mohon info untuk kemungkinan akuisisi u212 italy berapapun jumlahnya karena kalau belinya u212 langsung dari germany sepertinya pertimbangan politiknya lebih berat daripada italy. Terimakasih
ReplyDeleteTinggal pesawat AEW&C dan minimal kita memiliki 4 / 8 buah mengingat luasnya wilayah indonesia
ReplyDeleteBuatin Iron Dome versi Nusantara donk
ReplyDeleteKultur dan karakteristik Militer Indonesia adalah bukan Militer Invasif tp condong ke Defensif.. karna negara kita adalah Non-Alliance atau non-blok Maka perkuat strategi pertahanan dalam negri adalah WAJIB HUKUMNYA... karna jika negara kita diinvasi militer negara luar, tidak akan ada negara lain yg akan membantu..
ReplyDeleteMengutip pernyataan skenario yg dilontarkan mantan Presiden SBY bbrp waktu lalu; " Jika Jakarta(Indonesia) tiba-tiba diserang oleh rudal2 jarak jauh presisi tinggi yg dipandu satelit, berikut lusinan rombongan drone kamikaze, plus 1 sortie pesawat bomber dan fighter.. bagaimana Jakarta akan counter / menahan serangan ini ??" Sudah siapkah jakarta menghadapi skenario perang tsb? Seberapa siap?
Yg kita saksikan bersama saat ini, dan sedang berlangsung adlh perang israel+usa vs IRGC Iran.. contoh nyata skenario serangan tersebut benar2 terjadi di Iran.. Bedanya IRGC Iran sudah sangat siap menghadapi serangan tsb..jauh-jauh hari, puluhan tahun yg lalu sejak pimpinan2/Rahbar Iran salah satunya Akbar Hashemi Rafsanjani mendeklarasikan tidak akan tunduk pada israel & amerika, sejak saat itu IRGC Iran membangun pangkalan2 militer rahasia / kota2 militer di bawah tanah yg tidak bisa terdeteksi dilacak & dilihat oleh satelit musuh, untuk menimbun ribuan rudal2 utk persiapan perang jangka panjang dg israel+amerika.
sampai dengan detik ini IRGC Iran mampu membalas/ counter attack meluncurkan drone2 kamikaze dan Rudal2 ballistic dari dalam tanah...dan membuat amerika+israel shock dg kemampuan militer IRGC Iran,.
Istif class, dan SU 35 kpn datang bung Jagarin mohon pencerahannya.
ReplyDeletePercepat kedatangan Sistem Rudal2 Arhanud BUK-MB2K dari Belarusia... Indonesia darurat payung udara/ pencegat serangan dr udara... Datangkan lebih banyak drone kamikaze Geran dr Rusia yg sdh battle proven..Geran 2, Geran 3 atau Geran 5(yg lebih canggih)..
ReplyDeleteIran vs Israel dan us primadonanya rudal.
ReplyDeleteIndonesia kapan????
KRI belum sempat melaut udah boomm.
Rafael dan temennya belum sempat dipanisin pilot udah boommm.
Tank belum sempat isi BBM udah boommm.
Sampai kapan bangga dengan hanya mengimpor dibumbubui tot??jika benar tot, ilmunya segera diterapkan.
Cepat aplikasikan ke hasil nyata dan segera diakuisisi TNI melalui KEMENHAN.
Iran yg banyak mengalami pemblokiran bisa bikin rudal,masak NKRI....????
NKRI tidak kurang orang pandai nan cerdas.
Segerakan rudal dan pepur MADE IN NKRI
Indonesia krisis rudal jarak jauh, menteri pertahanan dan presiden ngga ada niatan buat rudal balistik sendiri?
ReplyDeleteAda pembatasan rezim MTCR maksimal 300 km.
DeletePembatasan??
DeleteKami rakyat siap menderita demi kemandirian NKRI.pertanyaannya para pejabat baik pemerintah maupun DPR siap apa gk???
Jangan rakyat susah mereka ongkang ongkang sambil bincang bincang minum kopi sambil buat kebijakan yg selalu nekan dan menakut nakuti rakyatnya sendiri.
Apa kabar Rhan 250??
Jika ada rudal yg singgah/nyasar dibumi NKRI banyak lah berdoa dan ibadah karena nyawa kita sebagai WNI kita lindungi sendiri.
Dan renungkan perkataan pak SBY
Info lapak sebelah rudal Brahmos sdh resmi d akuisisi , utk korp marinir TNI AL
ReplyDeleteBelum ada pernyataan resmi dari Kemenhan utk Brahmos mending bikin sendiri si pastinya klo dapet versi ekspor paling jangkauannya ga lebih dari 280 km an
ReplyDeleteSudah ada release nya
DeleteHatur nuhun infonya bung jag π
ReplyDeleteTurkiye sekarang harus berpacu dengan waktu untuk mempersiapkan semua arsenal militernya, artinya semua proyek alutsista strategisnya harus di percepat pembutannya karena bisa saja turkiye jadi terget israel selanjutnya.
ReplyDeleteIrak dan suriah sudah lewat, iran sekarang lagi di gempur kedepannya tinggal turkiye yg menjadi ancaman paling potensial bagi israel
ReplyDeleteIsrael gara2 serang iran malah kembali ke tahun 1947, analisa jangan salah yaa....
DeleteAyoo begal lagi fregate fremm ato fregate belharra class....perang semakin mendekat
ReplyDeleteKapankah penamaan 2 kapal fregate istif class yg sudah dibeli oleh indonesia ?
ReplyDeleteSIPRI kembali mengeluarkan laporan mengenai transfer persenjataan ke Indonesia tapi istif class blom terdata ya ?
ReplyDeleteSipri merilis alutsista yg sdh terkirim saja , yg masih proses pembuatan dll kayak e ga d masukkan
ReplyDeleteTrims infonya π
Delete