Tuesday, December 25, 2018

Natuna, Menjawab Tantangan Atas, Kiri dan Kanan


Salah satu kawasan teritori yang demam terus menerus adalah perairan Laut Cina Selatan.  Penyebabnya semua sudah tahu, ambisi teritori Cina yang haus akan sumber daya alam tak terbarukan. Laut Cina Selatan kaya akan “nutrisi” untuk menghidupi masa depan milyaran warganya.

Kepulauan Natuna persis dihadapan klaim Cina terhadap pulau-pulau atol dan perairan Laut Cina Selatan (LCS). Cina membangun pangkalan militer besar dan menantang siapa saja yang coba-coba memasuki perairan LCS tanpa izin.  Nah Cuma AS yang bisa mengimbangi si Naga yang sedang menggeliat.

Namanya saja Naga yang menggeliat, bisa saja lalu ekornya atau semburan apinya masuk ke wilayah Natuna dan bilang : Ini punya owe juga, haiyya.  Maka kita pun bersiap menghadapi kondisi terburuk itu dengan membangun pangkalan militer terintegrasi segala matra. Dan infrastruktur pangkalan di Natuna baru saja diresmikan penggunaannya oleh Panglima TNI.

Kekuatan terintegrasi
Natuna sebagai teritori paling beresiko dan berada di garis depan teritori disiapkan untuk mampu bertahan dari serangan negara manapun yang coba mengusik teritori kita. Maka disana ada pangkalan AU, pangkalan AL termasuk pangkalan kapal selam. Ada berbagai jenis kesatuan tempur seperti Raider TNI AD, Paskhas TNI AU dan Marinir TNI AL.  Berbagai alutsista juga disiapkan termasuk satuan radar berlapis mulai dari Vera NG, Master T dan Weibel.

Dua elemen alutsista strategis yaitu KRI dan jet tempur hadir setiap saat selama 24 jam dan sepanjang tahun, bergiliran dan estafet. Namanya juga pangkalan pasti harus ada isinya dong. TNI AD menempatkan satuan artileri medan, kavaleri dan infanteri akan berkolaborasi dan berintegrasi dengan matra lain dalam sebuah skema network centric warfare.

Selain Natuna kita juga sedang menyiapkan pangkalan-pangkalan militer di NTT dan Papua. Di NTT disiapkan pembangunan batalyon armed dan kavaleri. Pangkalan TNI AL di Kupang ditempatkan beberapa KRI dan di El Tari disiapkan 1 flight jet tempur. Sementara di Sorong akan menjadi pangkalan induk Armada Tiga TNI AL, di Biak akan ada 1 skadron jet tempur dan 1 skadron pesawat angkut sedang.  Di Jayapura disiapkan 1 skadron helikopter dan Timika ditempatkan 1 skadron pesawat intai tanpa awak (UAV).

Kekuatan dan keberanian
Yang menarik tentu pangkalan militer strategis Natuna.  Meski disiapkan untuk menghadapi ancaman lidah Naga yang suka sembur sana sembur sini, juga memberikan manfaat ganda karena berada di titik strategis yang memisahkan Malaysia Semenanjung dan Malaysia Borneo.  Juga dekat dengan Singapura.

Pangkalan militer Natuna jelas memberikan dampak perhitungan strategi militer untuk Malaysia. Karena secara militer, Natuna bersama kekuatan Armada Satu TNI AL dan 3 skadron jet tempur TNI AU dianggap bisa menjadi penghadang atau mampu melakukan blokade militer untuk aliran kapal perang dan jet tempur Malaysia yang akan ke Malaysia Borneo atau sebaliknya.

Jadi manfaat ganda dari adanya pangkalan militer segala matra di Natuna tentu memberikan kebanggaan tersendiri. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Pemikir strategis pertahanan kita ketika merencanakan pangkalan militer itu tentu tidak lepas dari “bau-bau” klaim teritori Ambalat oleh Malaysia. Maka kehadiran pangkalan Natuna memberikan efek gentar bagi Malaysia. Mau coba-coba klaim lagi sudah ada Natuna di depan hidung.

Maka pekerjaan selanjutnya adalah memberikan isian menu paket lengkap untuk mencukupi kebutuhan gizi alutsista di Natuna dengan gelar permanen alutsista strategis. Termasuk kesiapan pangkalan militer pendukung utama di Batam, Tanjung Pinang, Pekanbaru dan Pontianak.  Natuna tidak sendirian, dia di back up penuh oleh pangkalan militer di dekatnya.

Kita meyakini dalam beberapa bulan mendatang akan ada kontrak pengadaan alutsista skala besar seperti pengadaan lanjutan 3 kapal selam, 2 kapal perang destroyer, 2 fregat, 1 skadron jet tempur, UAV, Helikopter dan lain lain. Perkuatan militer kita akan terus berlanjut untuk memastikan seluruh teritori negeri ini terlindungi, terawasi dan berwibawa.

Natuna sudah menunjukkan kewibawaannya, bahwa kita tidak main-main soal kewibawaan teritori, kita mampu membangun kekuatan militer kita, kita juga mampu membangun industri pertahanan strategis kita baik yang dimiliki BUMN maupun swasta. Inilah salah satu kebanggaan kita memperkuat militer, industri pertahanannya pun ikut berkibar mekar.
****
Semarang, 25 Desember 2018
Jagarin Pane

27 comments:

Air force said...

Hanya satu kata
# 2019 Rebut FIR Natuna #

sherho said...

💪👍👍👍👍

Ayoeng said...

Lanjutkan !

rico said...

Mantap!!!

edysum said...

👍👍👍👍

Unknown said...

Lanjutkan, Indonesia adalah negara besar dan kuat. Unjuk gigi perlu, agar mereka melek

Unknown said...

Strategi perang dari dulu sampai skrg adalah menyerang pangkalan militer,pangkaln militer di natuna berdekatan dg penduduk lokal,jadi masyarakt sipil natuna beresiko menjadi tumbal serangan musuh,mestinya pangkalan militer disebuah pulau tanpa masyarakat sipil

Joko sembung said...

Pikir2,dng situasi Cina terus2an membuat kapal selam, destroyer, frigate Dan jet tempur serta helicopter serang,dan menempatkan di pulau2 Dan Laut sengketa bahkan pasca presiden kita naik kapal perang di natuna, Vina langsung mengerahkan personilnya sampai dog 50 ribu Dan puluhan kapal perang, Dan mengingat dalam situasi perang, kita tdk bisa memperkirakan dng pasti strategi tempur apabila terjadi perang, maka penempatan 3 skuadron jet tempur di natuna, ditambah lagi penempatan tenaga kerja cina di Indonesia karena adanya kontrak kerja indonesia dng cina dlm mengadakan proyek Pembangkit Listrik, saya pikir masih kurang, dan utk mengantisipasi kemungkinan terburuk pertama yg harus dilakukan Indonesia adalah melakukan Dan meningkatkan kegiatan razia kepada tenaga kerja
asing Yg bekerja di Indonesia, spy mencegah adanya aktivitas mata2, dan upaya melemahkan indonesia dari dalam negeri seperti yg dilakukan Vina dog tibet, yg pelan2, diwilayahnya banyak tenaga kerja dari cina bekerja Dan tinggal di tibet, yg pada suatu saat, tenaga kerja cina bertindak dan berperilaku kasar kpd warga tibet seolah2 warga tibet adalah orang asing ditanah sendiri, disamping itu, Indonesia mau tdk mau, harus menyiapkan langkah antisipatif lainnya berupa penambahan squadron jet tempur di natuna paling tdk sebanyk 5 skuadron, helikopter serang sbnyak 4 skuadron, heli Anti kapal selam sbnyak 2 skuadron, MLRS astros sbnyak 1000 unit,
10 unit kapal selam, 30 unit Kapal perang yg dilengkapi peluncur RBS, dan peluncur rudal anti kapal permukaan, anti drone, dan anti jet tempur, 5 skuadron drone yg dipersenjatai rudal jelajah, pembangunan bunker, penanaman pohon beringin untuk menjaga dan melestarikan adanya persediaan air tawar di pulau natuna, dan penanaman bibit hutan bakau utk menghambat laju Pengiriman kapal pendarat dan tank amphibi, pembangunan menara pengawas di sekeliling pulau natuna dilengkapi lampu yg dapat berputar 360 derajat, peluncur rudal jelajah, menara disekeliling pulau natuna tsb bersifat permanen yg dapat ditempati 10 orang personil dan dilengkapi mmenara monitoring CCTV, sekaligus berfungsi sbg tempt perlindungan dari tembakan, dibawah menara tsb dipasang ban2 bekas sbg tempat Apabila ada menara berhasil dihancurkan musuh, personil TNI yg lompat dr menara tdk mengalami luka serius, kemudian di sekeliling pantai diberi sensor gerak yg membantu keterbatasan penglihatan personil dlm melakukan penjagaan dan pengawasan disekeliling pantai
Natuna, dilengkapi teropong infra merah Dan penglihatan malam utk memantau ada tdk suhu panas tubuh dr panas tubuh personil lawan yg berhasil menyusup ke pulau natuna, kemudian di pangkalan TNI di Riau Dan dikalimantan barat, sbgai pangkalan pendukung natuna perlu juga ditambah masing2 dng 2 skuadron jet tempur, MLRS Astros utk masing2 di riau dan kalimantan barat sebanyak 2000 unit, 4 unit kapal selam, 25 unit Kapal perang yg dilengkapi peluncur RBS, dan peluncur rudal anti kapal permukaan, anti drone, dan anti jet tempur.

Joko sembung said...

https://dunia.tempo.co/read/1079051/cina-gelar-latihan-perang-laut-terbesar-sejak-merdeka-1949

Joko sembung said...

https://m.youtube.com/watch?v=C6AVBvOAIeA

فلسطين_المحتلة #طوفان_الأقصى said...
This comment has been removed by the author.
Anonymous said...

What will happen if Singapore is still control your FIR over Riau islands ... You can place F16, SU-30 or SU-35 at Natuna islans .. but you still need permission from Singapore authority at Changi ..

Jakarta - Dua pesawat tempur TNI AU terpaksa mencegat (intercept) pesawat asing karena memasuki wilayah Kepulauan Riau (Kepri) tanpa izin dari Indonesia. Nyelenongnya pesawat asing itu mengingatkan kembali soal flight information region (FIR) atau kontrol wilayah udara di Kepulauan Riau dan sekitarnya yang masih dikuasai Singapura.

"Ini pesawat Royal Brunei, namun take off dari Singapura. Sipil komersial. Tidak punya FC (flight clearance)," ujar Kadispen TNI AU Marsma Novyan Samyoga saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (1/11/2018).

Pengusiran pesawat asing itu terjadi di wilayah udara Kepulauan Riau (Kepri) pada Rabu (31/10). Dua pesat tempur TNI AU jenis Sukhoi Su-27/30 akhirnya diturunkan untuk mengusir pesawat asing tersebut.

Anonymous said...

Jika negara kuat tentu tak ada yg berani mengusik

Koteka said...

Membaca dan memetakan kekuatan lawan serta tantangan keamanan Indonesia kedepan perlu " analis dan pemikir militer yg andal "

Membaca artikel dari bung Jagarin Pane lebih memberi wawasan dibanding artikel alutsista wah yg katanya ghoib 😊😊

Azhari said...

Gue tdk melihat pemerintah sekarang antusias dlm pengadaan alutsista..
Karna sejak rezim ini berkuasa pengadaan alutsista hampir tdk ada penanda tanganan..alutsista yg berdatangan itu hasil pemerintahan SBY dulu..masalah Sukhoi pun bertelepon tele..kalo alasannya beli Sukhoi BKN kaya beli kacang itu bener..tp waktu yg SDH diambil untuk membeli jet tempur Sukhoi seakan BKN 11 biji yg di beli tp 1000 biji yg ingin di beli,,dalam kata Laen SDH kebangetan waktunya.

Prio said...

Siapapun presidenya...menhanya harus d ganti....yg sperti pak poernomo....cpat menyimpulkan,cpat ambil kptusan dan eksekusi....

Prio said...

Semua alutsista yg datang saat ini ...kspakatan dan tnda tanganya semua d lkukan oleh pak poer...mnhan yg skarang petentang petenteng kayak dia yg memmbuat kputusan beli...blm ada....NOOOOL.

Malingsialan said...

Menhan sekarang terlalu santai, yg dibanggain Bela Negara.. pernah terucap Menhan sekarang "musuh masih jauh dan kita tidak punya musuh dan juga tidak akan perang". Menhan sekarang tidak greget seperti Pak Purnomo walaupun beliau dari sipil..Mendingan Menhan nya Bu Puji dari Menteri kelautan 👍👍👍💪💪

Prio said...

Mantaaap....saya rasa kalau menhanya bu puji....hmmmm...greget dan ganas....siapa masuk ledakin...hehehe..

soegeng said...

Maju terus pantang mundur.....

Boboy said...

Mantap bung pane

BELAJAR BAHASA said...

Jangan sampai Indonesia kehilangan pulau Natuna

wong,jowo said...

bukti bahwa tegas tidak harus militer,prabowo militer tp bakal jd temen ASU,yahudi n singapura karena mereka tahu prabowo bakal jadi pemimpin yg lemah

wong,jowo said...

bukti bahwa tegas tidak harus militer,prabowo militer tp bakal jd temen ASU,yahudi n singapura karena mereka tahu prabowo bakal jadi pemimpin yg lemah

JINBOTOL said...

mari kita kembalikan kejayaan NKRI seperti pada masa era soekarno, maka dari itu pilihlah pemimpin dari sipil seperti bung karno dari sipil krn sudah terbukti ketegasannya

Contoh-contoh said...

Kepulauan Natuna persis dihadapan klaim Cina terhadap pulau-pulau atol dan perairan Laut Cina Selatan (LCS). Cina membangun pangkalan militer besar dan menantang siapa saja yang coba-coba memasuki perairan LCS tanpa izin. Nah Cuma AS yang bisa mengimbangi si Naga yang sedang menggeliat.
Dua elemen alutsista strategis yaitu KRI dan jet tempur hadir setiap saat selama 24 jam dan sepanjang tahun, bergiliran dan estafet. Namanya juga pangkalan pasti harus ada isinya dong. TNI AD menempatkan satuan artileri medan, kavaleri dan infanteri akan berkolaborasi dan berintegrasi dengan matra lain dalam sebuah skema network centric warfare. kata kerja imperatif Soko Guru Demokrasi Universal Substansi Hak dan Kewajiban Asasi Manusia Dalam Pancasila contoh majas pengertian kata kerja material Jelaskan kedudukan Pancasila sebagai ideologi terbuka Negara penghasil timah terbesar di dunia Pengertian Desentralisasi Circular Flow Diagram Umpan Ikan Mas


Akhbar Sanusi said...

Pangkalan militer Natuna jelas memberikan dampak perhitungan strategi militer untuk Malaysia. Karena secara militer, Natuna bersama kekuatan Armada Satu TNI AL dan 3 skadron jet tempur TNI AU dianggap bisa menjadi penghadang atau mampu melakukan blokade militer untuk aliran kapal perang dan jet tempur Malaysia yang akan ke Malaysia Borneo atau sebaliknya.

Jadi manfaat ganda dari adanya pangkalan militer segala matra di Natuna tentu memberikan kebanggaan tersendiri. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Pemikir strategis pertahanan kita ketika merencanakan pangkalan militer itu tentu tidak lepas dari “bau-bau” klaim teritori Ambalat oleh Malaysia. Maka kehadiran pangkalan Natuna memberikan efek gentar bagi Malaysia. Mau coba-coba klaim lagi sudah ada Natuna di depan hidung. Substansi hak dan kewajiban asasi manusia dalam pancasila