Saturday, January 20, 2018

Ketika Harapan Kembali Bersinar

Program jilid dua dari apa yang sudah dikenal selama ini, Minimum Essential Force TNI (MEF)kembali memantik harapan bugar di hari-hari terakhir ini dengan berita-berita yang membangkitkah ghiroh bertentara. Perkuatan militer Indonesia dengan pintu gerbang Kemhan memberikan angin segar program yang membungakan dalam tahun ini. Menambah sejumlah alutsista di segala matra dalam skala besar.

Tiga tahun terakhir ini berbagai jenis alutsista hasil program MEF jilid satu masih terus berdatangan secara bergelombang. Sementara MEF jilid dua sedang mempersiapkan pesanan alutsista skala besar antara lain rencana membeli dua kapal perang besar jenis Destroyer, penambahan kapal selam baru, penambahan  skadron jet tempur selain jet tempur Sukhoi SU35, penambahan 12 radar, melanjutkan program PKR dan lain-lain.
CN235 MPA untuk TNI AL yg diserahkan bulan Januari 2018 
Sementara itu Menteri Pertahanan AS tanggal 21-22 Januari 2018 berkunjung ke Jakarta. Tentu ada tawaran alat militer yang dibawanya. Maka peluang menambah jet tempur made in AS seperti F16 Viper sangat terbuka lebar. Termasuk menambah kuantitas Helikopter serbu paling canggih Apache dari pesanan yang sekarang berjumlah 8 unit bisa ditambah menjadi dua kali lipatnya.

Seperti diketahui pesanan alutsista yang didatangkan dari AS saat ini antara lain 24 jet tempur F16 blok 52Id, 28 Helikopter Bell 412EP, 8 Helikopter Apache. Dalam pandangan kita kunjungan Menhan AS salah satunya adalah memperkuat kemitraan pertahanan strategis. Bahasa militernya adalah membawa daftar alutsista yang boleh dibeli Indonesia. Bahasa bisnisnya nawarin barang untuk dipakai dengan sejumlah harga paketan.

Dalam daftar anggaran belanja yang beredar luas selain membeli 11 jet tempur Sukhoi SU35, Indonesia akan membeli 2 kapal perang jenis Destroyer, 2 kapal perang jenis PKR 10514, 2 kapal selam, sejumlah Radar GCI, UAV, Helikopter Serbu,  Helikopter Angkut, Peluru Kendali, Tank, Tank Amfibi, Kapal Cepat Rudal, Kapal Patroli Cepat, MLRS Astross, Pesawat Amfibi, Pesawat Latih dan lain-lain.
Hercules kita dalam latgab TNI skala besar
Sementara 15 jet latih tempur T50 Golden Eagle sedang dipasangi radar canggih yang mampu mendeteksi berbagai sasaran secara jitu, dan mempersenjatainya dengan peluru kendali.  Jadi fungsinya menjadi baby falcon cabe rawit, kecil-kecil menyengat, sangat berguna untuk ronda udara. Memang kalau untuk patroli udara serahkan saja dengan F16 atau Golden Eagle.  Jangan biarkan jet tempur kelas berat Sukhoi membawa misi patroli rutin, tidak efektif.

Di kurikulum MEF Indonesia diwajibkan menambah perbendaharaan 3 skadron jet tempur. Maka harapan besar dari kedatangan Menhan AS adalah memberikan lampu hijau percepatan bagi pengadaan minimal 2 skadron jet tempur F16 Viper, penambahan Apache dan membeli Chinook. Ruang udara yang luas mengharuskan Indonesia memiliki setidaknya 11 jet tempur yang disebar di berbagai pangkalan angkatan udara.

Untuk matra laut penambahan 2 kapal selam sangat membesarkan hati.  Sampai dengan akhir tahun ini kita punya 5 kapal selam.  Maka proyek pengadaan 2 kapal selam baru akan semakin memberikan kekuatan pertahanan bawah air yang bergigi. Termasuk pengadaan 2 Destroyer dan 2 Fregat ditambah sejumlah Kapal Cepat Rudal, Kapal Patroli Cepat, LPD, LST akan menjadikan angkatan laut kita semakin tegar dan kuat.

Kehadiran armada BAKAMLA atau Coast Guard Indonesia sangat membantu meringankan tugas TNI AL dalam pengamanan laut khususnya pencurian ikan.  Armada BAKAMLA saat ini sedang dikuatkan dengan pembangunan kapal-kapal baru aneka ukuran. Salah satunya yang terbesar berukuran 115 meter baru saja selesai.  Ini sangat menggembirakan dan dalam lima tahun ke depan armada BAKAMLA akan mencapai 45-50 kapal baru berbagai ukuran.

Di ASEAN ada trend negara jiran melakukan perkuatan militerya secara signifikan. Misalnya Vietnam dan Filipina yang berkonflik teritori dengan Cina di Laut Cina Selatan. Meskipun tidak ada konflik teritori Myanmar, Singapura dan Thailand juga memperkuat militernya. Hanya Malaysia yang agak tersendat pembangunan militernya. Belanja militernya hanya beli yang kecil-kecil saja. Tidak ada belanja militer skala besar selama 7 tahun terakhir ini.

Harapan baru kembali diperlihatkan sinarnya, manakala program MEF jilid dua sudah menggeliat untuk kembali memesan sejumlah alutsista gahar dalam jumlah banyak. Tapi meskipun dibeli dalam jumlah besar tetap saja masih belum mencukupi esensi minimal sebagaimana yang dipersyaratkan. Perlu tiga tahap MEF agar kuantitas minimal alutsista yang diinginkan bisa tercapai.

Kita mengapresiasi program-program Kemhan meski sering kali urut dada atas kinerja eksekusi yang diperlihatkan.  Contohnya dalam proses kontrak Sukhoi SU35 yang bertele-tele.  Kemhan sebagai pemegang anggaran terbesar menjadi sorotan publik soal manajemen anggaran, soal mekanisme pengadaan alutsista.  Terlebih lagi soal komunikasi publikasi yang kurang terukur pesan kuatnya.

Harapan besar kita sandarkan pada kementerian pertahanan untuk membaguskuatkan militer kita. Semoga program MEF jilid dua yang tersisa satu setengah tahun ini mampu dikejar dengan semangat kerjasama dan koordinasi yang menjulang. Anggaran udah disediakan maka belanjalah dengan spirit menguatkan kehebatan dan kedaulatan teritori sembari mengurangi ego sektoral one man show.
****
Jagarin Pane / 20 Januari 2018


18 comments:

Anonymous said...

artikel yang betul-betul akan membuat mimpi basah yang membacanya ,,, #hoaxmembangun ....

Anonymous said...

Utk angkatan darat ditempatkan 30bukit MLRS tersebar diseluruh pulau2, dgn pembangunan unit bangunan pada posisi ketika alat tsb disiagakan, kemudian ditempatkan panser amphibi, tank amphibi yg dipersenjatai 20 tabung peluncur roket, di pulau tersebut dibangun menara mercusuar, dilengkapi sirene peringatan dini adanya serangan atau tanda evakuasi menghadapi adanya bencana alam termasuk tsunami, dibangun mess, dibangun helipad dan hangar, dibangun landasan darurat sbg jarak jangkauan minimal 800 meter, dibangun klinik dng fasilitas dan tenaga profesional medik, ditempatkan disekitar pulau senapan mesin dan senapan mesin rail gun, nasing2 pos terdiri dari 4 unit, dibangun secara merata paling tidak 50 pos disekitar pulau, dilengkapi jaringan listrik, penempatan paskhas, kendaraan komando yg dipersenjatai peluncur roket dan senapan mesin rail gun, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga angin, pemasangan sonar di dasar laut, pemasangan CCTV disepanjang pantai di sekitar pos maupun dipagar, sekitar pulau dibangun pagar kawat yg dilengkapi lampu penerang dan CCTV yg dilengkapi fasilitas night vision dan infrared, serta sensor gerak, terhubung sbg alarm utk atasi keterbatasan jumlah personil, dibangun mess polisi air dan udara berikut sbg pos serta ditempatkan bagi semua petugas dari semua instansi kendaraan sebagai patroli dan sebagai sarana transportasi yg dilengkapi eng peluncur roket, radio telekomunikasi, dan amunisi serta senapan mesin

Hendria Yudhi Gunawan said...

Tinggal 1,5 tahun menhan harus agresif untuk MEF II. Masyarakat Indonesia akan menilai hasil nya di MEF III, apa saja yang dibeli Menhan diera Jokowi.. tinggal di MEF III menambahin Quantity yang masih kurang : TNI AL : Destroyer 6 buah, kapal selam 12 buah, Frigate/PKR 12 buah, Korvet 15 buah, OPV 16 buah, TNI AU : Sukhoi 35 2 skuadron (36 buah), radar : 32 buah, Arhanud NASAM, pesawat angkut 32 buah. TNI AD : tank medium : 300 buah,panser canon, helicopter Mi-35:12 buah, Apache : 16 buah, Arhanud gerak S300/350 dan S400, ASTROS nambah 50 buah.

Anonymous said...

Menhannya yg kurang cekatan, kalau cekatan tdk sampai indonesia diingatkan oleh pihak korsel utk bayar biaya yg menjadi tanggungan indonesia dalam proyek KFX/IFX, dan tidak sampai menkeu kembali mengingatkan kemenhan jika memang ada tanggungan, supaya sebelumnya direncanakan dalam RKAKL.

Anonymous said...

Saya mengerti sbg kondisi yang dihadapi oleh presiden Jokowi, selama puluhan tahun, pembangunan infrastruktur kita kurang gregetnya, kemudian selama puluhan tahun itu juga mental aparaturnya bobrok, dan saat ini perbaikan dibidang regulasi dan sumber daya sedang dilakukan, memperbaiki ekonomi tanpa diimbangi dgn aparatur yang bersih, maka potensi anggaran yang bocor yang tidak dapat dinikmati rakyat secara langsung ataupun tidak langsung, melalui pembenahan sarana dan prasarana fasilitas umum serta pembangunan infrastruktur maka indonesia tetap menjadi negara yang selalu tertinggal dalam segala aspek. Saran saya kepada Yang Mulia Bapak Kepala Negara sekaligus Bapak Kepala Pemerintahan apabila MEF tahap II ini tetap kurang gregetnya, maka di MEF tahap III supaya pelaksanaan utk perencanaan pengadaan alutsista pada tahap II dapat digantungkan dengan MEF tahap III, bahkan mohon diupayakan secara maksimal terdapat penambahan 2 kali lipat anggaran gabungan utk biaya pengadaan MEF tahap ke II dan tahap III, dgn maksud supaya barang yg diadakan melebihi dari jumlah dan kualitas barang yg diadakan pada MEF tahap II dan MEF Tahap III, misal alutsista yang diadakan pada MEF tahap II seharusnya ada 200 unit dari semua matra ditambah dgn MEF tahap III seharusnya ada 300 unit, maka apabila ingin pengadaan alutsista MEF tahap II dilakukan secara bersamaan pada MEF tahap III, maka dbg adanya penambahan anggaran dari yang seharusnya pada MEF tahap II dan MEF tahap III yang datang bukan 500 unit, melainkan 1000 unit, jadi terasa banget tidak nanggung belum lagi kalau pesan banyak alutsista khan bisa minta discount dan atau minta bonusnya berupa MLRS atau helikopter serang atau helikopter serbu atau Bonus paket rudal. Mohon untuk tidak dilupakan, supaya disosialisasikan kepada seluruh ASN dan kepada personil TNI supaya bekerja dgn hati dan pikiran utk menghasilkan karya yg terbaik, jangan hanya sbg pikiran aja,krn yg diperoleh adalah hasil karya asal jadi

Anonymous said...

Tambahan : mengantisipasi potensi konflik dng negara lain yg berbatas sbg indonesia, dan mengantisipasi masuknya teroris melalui jalur tikus, supaya di tiap perbatasan dibangun banyak pos perbatasan, jangan lupa dibangun mess bertingkat dipasang lampu menara, dibangun pagar kawat, dilengkapi CCTV eng fasilitas night vision dan infra red, dan sensor, dibangun klinik, dibangun tempat penampungan BBM, dibangun jalan utk mempermudah pendistribusian BBM dan mobilisasi kendaraan tempur, kendaraan angkutan, dipasang lampu penerangan jalan mengantisipasi penyusup dan teroris masuk ke wilayah indonesia, dibangun menara telekomunikasi, dibangun gedung atau ruang teleconference utk melaporkan hasil penjagaan tiap hari, sehingga tidak perlu laporan harus berangkat ke jakarta, kecuali menghindari adanya penyadapan dan berhasil nya musuh masuk ke dalam jaringan telekomunikasi TNI, dibangun gudang logistik, dibangun mess utk personil gabungan dari Polres, imigrasi, dishub, dinas perdagangan, BP-POM, Polisi Militer, dinas pendapatan daerah, kementerian keuangan utk kontrol cukai, kalau di laut bisa bekerjasama sbg bakamla

Anonymous said...

Di masing2 patok perbatasan dibangun pos penjagaan, masing2 pos paling tidak 45 orang

Anonymous said...

Jet tempur ditempatkan juga di timika, di fak2, di enarotali, di dogiyai, di nabire, di merauke, di pulau kaimana, di pulau serui masing2 1 Skadron jet tempur, dan 1 skadron heli serbu, 1 skadron heli angkut yg dipersenjatai, kemudian ditempatkan 2 skadron super tucano di kabupaten enarotali dan di kabupaten dogiyai

Anonymous said...

Hahahaha ... maunya macem-macem ... tetapi duitnya ora ono ...

AYO BANGUN ... KERJA...KERJA.. KERJA

Anonymous said...

Hmm tinggal 1,5 tahun lagi. harus gercep

Prio said...

tukar dulu menhannya...selagi masih si rr mimpi aja kitaa...yg penting bagi rr semangat...menhan gebleg

Prio said...

tukar dulu menhannya...selagi masih si rr mimpi aja kitaa...yg penting bagi rr semangat...menhan gebleg

Prio said...

beda banget dg pak poer...walau sipil tapi mengerti dg kebutuhan...rr gebleg

Prio said...

menhan apaan tu....cuma besar omong...alias asbun

Prio said...

menhan apaan tu....cuma besar omong...alias asbun

Anonymous said...

Hahahaha .. Janganlah menyalahkan siapa-siapa ... terutama RR sang Menhan ....

Apakah anda semua gak sadar bahwa kita semua saat ini hidup dalam suasana "retorika mimpi basah" yang dibangun oleh elite-elite yang kredibilitasnya NOL BESAR..

Jadi terimalah semua ini sebagai Takdir agar anda gak sakit hati ..

doni sugara said...
This comment has been removed by the author.
Bambang Nurhamzah said...

Mohon di ganti saja Pak Presiden Jokowi, Menhan sudah tua dan lapok, pola pikirnya lambat...pandangan masalah pertahanan NKRI terlalu kerdil...kita butuh Menhan yang tanggap dan cekatan dalam membaca situasi glabal saat ini, seorang Menhan harus cepat dalam memenuhi kebutuhan Alutsista canggih dan modern yang diperlukan oleh TNI, saya sebagai masyarakat bangga bila TNI kita jadi kuat dan disegani oleh negara tetangga...SALAM DAMAI NKRI , MENHANNYA HARUS DIGANTI