Monday, February 16, 2015

Pergelaran Batalyon Armed (Artileri Medan)

Pergelaran Batalyon Armed di seluruh Indonesia. Yang menarik adalah penempatan Yon roket 2 di Medan dan Yon roket 18 di Berau. Yang satu bisa menjangkau Semenanjung yang satu lagi bisa menjangkau Sabah karena persenjataan yang diisi adalah Roket Astross II Mk6 buatan Brazil yang memiliki jarak tembak sampai dengan 300 km. Setidaknya jiran sebelah akan berhitung untuk tidak macam-macam.

Seperti diketahui Indonesia telah melengkapi satuan Armednya dengan berbagai persenjataan terbaru antara lain Caesar Nexter, KH179, KH178, Astross Mk6.
 

16 comments:

wong ndeso said...

jarak medan ke semenanjung itu berapa km pak haji,,?? apaksh sudah ada yon armed di batam dan sekitarnya yang sangat dekat dengan singapura dan johor bahru..??? mohon mencerahannya....

ki sadar said...

Memang sdh menjadi hukum alam"yang kuat yg menang.setidak2nya klo "kita kuat"maka akan diperhitungkqn dunia internasional.negara tetangga tdk akan mengganggu apalagi melecehkan kita,tdk akan mengambil pulau kita,tdk akan menggeser patok batas,tdk akan mengakui kebudayaan kita,tdk akan menghina dgn sebutan orang indon,tdk akan menganggap kita hanya bangsa babu.beraninya jiran2 itu hanya bisa meNghancurkan negara ini dengan narkoba.sekali lagi dengan NARKOBA.utk itu marilah kita bangun kekuatan hankam negeri ini swkaligus dengan kewaspadaan semua pihak unruk memerangi narkoba.walupun negara ini kuat dan canggih alutsistanya tapi apabila generasi mudanya hancur oleh narkoba maka negeri ini sdh diambang kehancuran

dang rajo said...

Klo ingin damai maka siaplah betperang.

bang roy said...

Dinatuna siagaka 2 skuadron SU35S,2 kapal selam kilo klas,10 fregat dan korvet,5 KCR dan kaPal FPB,yon arhanud dengan S400,pantsyr.dgn didukung dgn kesiagaan pangkalan mililiter disekitarnya.

tuan guru said...

1 sjuadron SU35S cukup,2 pesawat intai mrtim,2 pesawat peringatan dini.1 kompi arhanud S400 dan pantsyr dilengkapl heli serang apache.,1 batalyon marinir,5 fregat dan 5 PKR,5 KCR dan 3 kpal FPB.2 kasel kilo.

Anonymous said...

Semoga negara indonesia secepatnya punya SU35BM yg banyak.punya ridal S400,rudal tuguska dan rudal pantsyr.smg punya kapal selam kilo 10 biji.smg bertambah lg 10PKR,10 fregat,5 destroyer,50 KCR 40 dan 60..dan smg perekonomiannya meningkat.smg makmur.rakyatnya sehat,aman dan damai.smg pemimpinnya baik,bijaksana dan adil.mengutamakan kepentingan rakyat diatas partainya.smg jd pemimpin sejati yg tdk ikut intervensi bos2 partai pendukngnya.smg sehat dan dipanjangkan umur.bahagia keluarganya.klo menghianati rakyat dan negara inismg dilaknat Allah dan cepat dipanggil agar tdk menambah b3ban dosa.amin

Anonymous said...

Hahaha...mantap komen nya bung anonymous, amin yra smg doa nya diijabah Allah SWT terutama doa buat para pengkhianat negeri biar dilaknat dan diazab biar pd cepet mamp*s...hehe

jendral coc said...

Ikut comen aah..16 su 35,32 gripen,8-16 heli serang tiger cukuplah..smabil nunggu pak fa 50 russ,3 destroy,5 fregat,3 kelas kilo,150 marine tank cukuup,200 mbt,100 Sph,8 heli serang,air defen s300 fam sesuaikan badget cukup sekalee sambil nunggu si badak..xixi

Anonymous said...

Tahukah anda? Republik Indonesia, disingkat RI atau Indonesia, adalah negara di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.466 pulau,[5] nama alternatif yang biasa dipakai adalah Nusantara.[6] Dengan populasi lebih dari 237 juta jiwa pada tahun 2010,[7] Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, dengan lebih dari 207 juta jiwa,[8] meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung.

Ibu kota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan darat dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor (mantan bagian provinsi dari Indonesia). Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.

Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia yang saat itu bernama Hindia Belanda menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.

Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, dan agama. Berdasarkan rumpun bangsa (ras), Indonesia terdiri atas bangsa asli pribumi yakni Mongoloid Selatan/Austronesia dan Melanesia di mana bangsa Austronesia yang terbesar jumlahnya dan lebih banyak mendiami Indonesia bagian barat. Berdasarkan bangsa yang lebih spesifik, suku bangsa Jawa adalah suku bangsa terbesar dengan populasi mencapai 41,7% dari seluruh penduduk Indonesia.[9] Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka tunggal ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.

Indonesia juga anggota dari PBB dan satu-satunya anggota yang pernah keluar dari PBB, yaitu pada tanggal 7 Januari 1965, dan bergabung kembali pada tanggal 28 September 1966 dan Indonesia tetap dinyatakan sebagai anggota yang ke-60, keanggotaan yang sama sejak bergabungnya Indonesia pada tanggal 28 September 1950. Selain PBB, Indonesia juga merupakan anggota dari ASEAN, APEC, OKI, G-20 dan akan menjadi anggota dari OECD.

Anonymous said...

Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, rakyat, memiliki wilayah,[4] dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat pengakuan dari negara lain.
Kata "negara" dipakai beberapa ahli untuk merujuk pada negara berdaulat. Tidak ada kesepakatan khusus mengenai jumlah negara di dunia, karena ada beberapa negara yang masih diperdebatkan kedaulatannya. Ada total 206 negara, dengan 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa dan 13 lainnya yang kedaulatannya diperdebatkan. Meskipun bukan negara berdaulat, Inggris, Skomenang.setidak2nya klo "kita kuatindon,tdk akan menganggap kita hanya bangsa babu.beraninya

Anonymous said...

Trus apa hubungannys koment anda dengan artikel yon armed diperbatasan?

Anonymous said...

"Pernyataan Tony Abbott itu patut disesalkan," kata Hikmahanto melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, Tony Abbott salah mempersepsikan bantuan yang diberikan Australia kala itu sehingga memberi kesan Australia tidak tulus memberi bantuan kemanusiaan untuk Indonesia.

"Bantuan diberikan seolah untuk menciptakan ketergantungan Indonesia terhadap Australia. Dan saat ini ketika ada kepentingan Australia ketergantungan itu yang digunakan," katanya.

Hal itu dinilai akan menguatkan opini rakyat Indonesia bahwa bantuan dari luar negeri memang ada kaitannya dengan kepentingan asing atau "tidak ada makan siang yang gratis".

Selain itu, Tony Abbott juga belum menjabat Perdana Menteri atau pengambil kebijakan ketika Australia memberi bantuan ke Indonesia pascatsunami. Kemungkinan saat itu pemberian bantuan ke Indonesia dilakukan secara tulus.

"Namun sekarang telah disalah-manfaatkan oleh Abbott seolah bantuan tersebut dapat ditukar dengan pembatalan pelaksanaan hukuman mati," tegas dia.

Dia juga menyesalkan dalam pernyataannya Abbott menyatakan ketika Australia memberi bantuan pascatsunami ada warga Australia yang meninggal dunia, sehingga seolah ingin adanya "barter" nyawa.

"Tidak seharusnya nyawa warga Australia yang memberi bantuan di Aceh dibarter dengan nyawa dua warga Australia yang akan menjalani hukuman mati karena melakukan kejahatan yang serius di Indonesia," ujar dia.

Namun Hikmahanto meminta Indonesia memahami mengapa Tony Abbott mengeluarkan pernyataan kontroversial tersebut sebagai wujud usaha keras pemerintah Australia melindungi warga negaranya.

"Jurus Dewa Mabuk pun dilakukan," ujarnya.

Disamping itu, dia menilai, konstelasi perpolitikan internal mengharuskan Abbott untuk memiliki keunggulan sehingga dapat mempertahankan kursi kekuasaannya.

"Isu pelaksanaan hukuman mati di Indonesia telah dijadikan komoditas politik oleh para politisi Australia," nilai dia.

Abbott meminta Indonesia tidak melupakan bantuan tsunami Aceh yang diberikan pemerintah Australia dengan membalas kebaikan itu dengan membatalkan eksekusi hukuman mati dua anggota Bali Nine. (Antara)

Anonymous said...

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah mengeluarkan aturan moratorium izin tangkap ikan untuk kapal eks asing dan larangan transhipment atau bongkar muat ikan di tengah laut untuk menekan illegal fishing. Buntut dari aturan ini, Menteri Susi sukses membuat pasokan ikan di beberapa negara berkurang bahkan kosong. Laut Indonesia yang selama ini 'dikeruk' oleh kapal-kapal ilegal, tak bisa lagi memasok ikan ke berbagai pelabuhan utama perikanan di kawasan ASEAN, hingga berdampak ke negara konsumen ikan olahan seperti Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). "Policy yang saya buat ada multiplier effect, mengosongkan pasokan ikan dunia. Indonesia mendapatkan untung," kata Susi saat ditemui di Gedung Mina Bahari III, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Selasa (17/02/2015). Susi mengatakan dari beberapa laporan pelaku usaha sektor perikanan, stok ikan di beberapa negara contohnya Dubai yang selama ini dipasok dari Filipina dan Thailand mulai berkurang drastis. Hal ini menjadi peluang bagi pelaku usaha pengolahan ikan di Indonesia. "Saya dapat berita bagus, eksportir tuna kaleng sekarang senang karena ekspor tuna kaleng ke Dubai naik 20%-30%. Lagi-lagi yang untung pengusaha," imbuhnya. Di tempat yang sama Inspektur Jendral Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Andha Fauzie Miraza menyatakan salah satu negara yang terkena imbas dari kebijakan Susi adalah Jepang. Jepang kerap mendapatkan ikan khususnya tuna dari Thailand dan diklaim berkomitmen akan membangun investasi bidang perikanan di Indonesia. "Mereka bukannya mau ambil ikan tapi bikin industri, bikin pabrik di sini. Ada penggalangan kapal juga mereka mau buat," kata Andha.

Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin

Anonymous said...

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan Indonesia harus tegas memberantas maling-maling ikan. Ia menilai, hal ini bukan urusan hubungan bilateral antar negara. Tapi urusan Indonesia dengan pelaku pencuri yang maling ikan di laut Indonesia. "Jadi kita harus berani. Jangankan Cina, Thailand sama Amerika sekali pun, kalau mereka maling ya harus kita lawan," kata Susi di hadapan para nelayan budi daya dan nelayan tangkap di Desa Sigam, Kotabaru, seperti dilaporkan kantor berita Antara, Senin, 15 Desember 2014. Susi mentargetkan beberapa tahun ke depan Indonesia akan terbebas dari penjarahan ikan oleh kapal asing yang selama ini mengeruk kekayaan laut nasional. "Karena itu perlu tindakan tegas untuk menangkap mereka tanpa harus takut dengan negara asal mereka," Susi menambahkan. Ia menjelaskan selama ini banyak kapal asing masuk Indonesia, bertahun-tahun mengeruk kekayaan di dalamnya. "Ini yang harus diberantas." Susi menjelaskan dampak nyata dari sikap tegas yang dilakukan dengan menangkap dan menenggelamkan kapal asing. Dari hari ke hari jumlah mereka terus berkurang. Di perairan Natuna misalnya, dari 1.200 kapal asing yang selama ini leluasa mengeruk ikan Indonesia, kini tinggal 138 kapal saja yang terpantau. Susi menyebut berbagai modus yang dilakukan kapal asing besar (di atas 200 GT). Mereka berasal dari Cina dan Thailand, tapi memakai nama dan bendera Indonesia untuk mengelabui. "Kementerian Kelautan dan Perikanan berkoordinasi dengan TNI dan Polri memburu mereka. Alhamdulillah dari hari ke hari mereka bisa diusir dan ditangkap, bahkan tadi pagi saya mendapat sms dari panglima laut telah menangkap lagi kapal asing di Natuna," ujarnya.

Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin

Anonymous said...

Sebanyak 11 petani pembudidaya rumput laut di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, ditangkap kepolisian maritim Kerajaan Malaysia pada Minggu (15/2) karena dianggap memasuki wilayah perairan negara itu. Komandan Pangkalan TNI AL Kabupaten Nunukan, Letkol Laut Imam Hidayat di Nunukan, Rabu, membenarkan adanya penangkapan 11 petani pembudidaya rumput laut di daerah itu oleh polisi maritim Malaysia, tepatnya di Simpang Tiga perairan Kabupaten Nunukan dengan Pulau Sebatik wilayah Malaysia. Ke-11 petani pembudidaya rumput laut itu bertempat tinggal di Jalan Tanjung RT 12 Kelurahan Nunukan Barat Kecamatan Nunukan yakni Sarifuddin, Damir, Ardi, Herman, Jamal, Andi Asma, Sudi, Abbas, Kunding serta 2 orang pelajar SMKN Nunukan atas nama Agus dan Hakim langsung digiring ke pos polisi maritim Malaysia dan saat ini masih ditahan. Imam Hidayat mengatakan, lokasi penangkapan puluhan petani pembudidaya rumput laut memang memasuki wilayah perairan Malaysia sesuai dengan peta 59K. "Memang ada 11 orang petani kita yang ditangkap oleh polisi maritim Malaysia pada Minggu (15/2). Tapi sebenarnya mereka memasuki wilayah perairan Malaysia karena dipekerjakan oleh warga Malaysia," kata dia. Setelah mendapatkan informasi soal penangkapan itu, Komandan Lanal Nunukan ini langsung berkoordinasi dengan LO polisi Konsulat RI Tawau, Kompol Nafi untuk mengecek keberadaan petani (WNI) tersebut. "Kami dari TNI AL juga masih menelusuri keberadaan petani rumput laut yang ditangkap polisi Maritim Malaysia itu," kata Imam Hidayat.

Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin

Anonymous said...

onymous said...

"Pernyataan Tony Abbott itu patut disesalkan," kata Hikmahanto melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, Tony Abbott salah mempersepsikan bantuan yang diberikan Australia kala itu sehingga memberi kesan Australia tidak tulus memberi bantuan kemanusiaan untuk Indonesia.

"Bantuan diberikan seolah untuk menciptakan ketergantungan Indonesia terhadap Australia. Dan saat ini ketika ada kepentingan Australia ketergantungan itu yang digunakan," katanya.

Hal itu dinilai akan menguatkan opini rakyat Indonesia bahwa bantuan dari luar negeri memang ada kaitannya dengan kepentingan asing atau "tidak ada makan siang yang gratis".

Selain itu, Tony Abbott juga belum menjabat Perdana Menteri atau pengambil kebijakan ketika Australia memberi bantuan ke Indonesia pascatsunami. Kemungkinan saat itu pemberian bantuan ke Indonesia dilakukan secara tulus.

"Namun sekarang telah disalah-manfaatkan oleh Abbott seolah bantuan tersebut dapat ditukar dengan pembatalan pelaksanaan hukuman mati," tegas dia.

Dia juga menyesalkan dalam pernyataannya Abbott menyatakan ketika Australia memberi bantuan pascatsunami ada warga Australia yang meninggal dunia, sehingga seolah ingin adanya "barter" nyawa.

"Tidak seharusnya nyawa warga Australia yang memberi bantuan di Aceh dibarter dengan nyawa dua warga Australia yang akan menjalani hukuman mati karena melakukan kejahatan yang serius di Indonesia," ujar dia.

Namun Hikmahanto meminta Indonesia memahami mengapa Tony Abbott mengeluarkan pernyataan kontroversial tersebut sebagai wujud usaha keras pemerintah Australia melindungi warga negaranya.

"Jurus Dewa Mabuk pun dilakukan," ujarnya.

Disamping itu, dia menilai, konstelasi perpolitikan internal mengharuskan Abbott untuk memiliki keunggulan sehingga dapat mempertahankan kursi kekuasaannya.

"Isu pelaksanaan hukuman mati di Indonesia telah dijadikan komoditas politik oleh para politisi Australia," nilai dia.

Abbott meminta Indonesia tidak melupakan bantuan tsunami Aceh yang diberikan pemerintah Australia dengan membalas kebaikan itu dengan membatalkan eksekusi hukuman mati dua anggota Bali Nine. (Antara)