Friday, October 10, 2014

Ketika Bulan Purnama Merah Darah



Mengapa bulan purnama merah darah
Ketika perjalanan ditengah Zulhijjah
Apakah bulan purnama sedang ramah-tamah
Atau dia sedang memperlihatkan amarah

Bukankah Sinabung sedang memperlihatkan amarah
Atau si Slamet yang pendiam tiba-tiba menjadi tidak ramah
Mengapa kalian tidak membaca kesantunan bumi tanah
Yang menerima jasad apa saja yang telah menjadi arwah
Mumpung kita belum menjadi jenazah
Marilah kita berkaca pada bulan purnama merah darah
Sujud tahajjud di hadapan Allah
Bersyukur sembari mengukir Alhamdulillah

Tak lupa mendoakan mereka yang umbar amarah
Karena kalahnya tak direlakan pasrah
Karena menangnya tak disertakan rahim dan rahmah
Padahal (katanya)kita bangsa yang ramah
Padahal (katanya) kita bangsa yang bermarwah

Jangan sampai menjadi jenazah
Baru kemudian bersilaturrahmi antar arwah
Dan kita pun ditertawakan Allah
Kata Malaikat:sudah menjadi arwah kok bergaya marwah
Bulan purnama merah darah
Adalah firasat amarah
Untuk sebuah nilai yang tak ada ramah tamahnya
Di penghujung tahun yang bernama Zulhijjah
Ampuni kami ya Allah.....
****
Jagvane / 10 Okt 2014
(Renungan untuk bangsaku)

5 comments:

harno bebek said...

sebuah renungan yang sangat sangat bagus gan jagvane..semoga semua pemimpin dan rakyat indonesia rukun damai,tidak mementingkan golonganya masing2.. amien2

dpr stres said...

Perenungan yg sangat baik bung jagvane."kli melihat perpolitikan indonesia skrg sy hanya bisa berdo'a smg pemimpin bangsa yg tdk memperjuangkan rakya dan hanya mementingkan diri dan golongannya smg cepat2 dibungkus kain kafan dan smg aml buruknya menemani di alamkubur.am├Čiiiiiiiin 1000x

Anonymous said...

Semoga pemimpin yg tdk memihsk rakyat mati semua ditemani amal buruknya dialam kubur.amiiiin 2000x

Anonymous said...

tulisan yang bagus, terus berkarya ya Cak, semoga sehat selalu.

Salam Damai dan Sejahtera buat NKRI.

Prabowo Subianto said...

Enaknya yang kalah dikumpulkan di Hambalang, terus di jadikan target sniper pakai F16 block CD dari ketinggian 33000 kaki, lepaskan JDAM 3 biji, beres