Sunday, March 25, 2012

Siapa Di Belakang Mereka ?

Pekan akhir di bulan Maret 2012 ini tepatnya tanggal 26 Maret 2012 akan berlangsung debat hangat di Komisi I DPR antara Kemhan dan petinggi Komisi I yang mengurusi pertahanan.  Debat itu tentu menyangkut pada tema panas yang diributkan belakangan ini yakni pengadaan alutsista MBT Leopard, Sukhoi dan Fregat ex Brunai.  Kita berharap debat hangat itu bisa diliput secara live di media layar kaca agar publik dapat mengetahui siapa yang jujur siapa yang makan bubur lalu terbujur.

Gerak cerita ketiga jenis alutsista itu sudah banyak diketahui, dan yang menggerakkanya tentu LSM dan segelintir anggota Komisi I DPR.  Pihak lain yang ikut menyebarkannya sudah tentu media.  Kalau mau di urut proses pengadaan alutsista sesungguhnya sudah diawali mulai dari persetujuan anggaran dan ketersediaan anggaran.  Misalnya untuk pengadaan Sukhoi batch 3, sudah jauh hari disetujui dan disediakan anggaran sebesar US$ 470 juta untuk 6 Sukhoi, berikut paket suku cadangnya termasuk pengadaan 12 mesin Sukhoi, program pelatihan pilot dan teknisi.
Sukhoi TNI AU, ada tambahan 6 unit lagi untuk capai 1 skuadron
Lalu muncul keributan karena perbedaan kalkulasi. Pihak yang mengklaim mengatakan harga 1 Sukhoi paling tinggi US$ 70 juta maka jika dikalikan enam didapat angka  420 juta dollar. Elemen lain tak dihitung, kontrak yang sudah di sign tak dilirik, pasal demi pasal perjanjian tak jua dibaca, yang dibaca adalah kalimat-kalimat penuh kecurigaan. Yang distabilo adalah selisih US$ 50 juta lalu didefinisikan sebagai mark up. Angka di kisaran ini pun lalu dijual ke khalayak dengan headline memojokkan.

Sejatinya mengkritisi itu sebuah keniscayaan yang memang harus ada untuk menyeimbangkan neraca kewajaran, kehalalan dan kepastian nilai.  Namun apabila nuansa itu melewati ambang batas kewajaran lalu terkesan ambisius dan menghegemoni situasi, rasanya kok ada sesuatu yang menyiratkan, tentu ada energi yang membiayai suara hegemoni itu.  Bahasa lugasnya, siapa di belakang mereka, siapa aktor intelektualnya.

Aura buruk sangka adalah wajah keseharian lembaga swadaya masyarakat, padahal hakekat kehadiran LSM adalah sebagai wadah penyeimbang dan koridor kontrol.  Wilayah teritori pikir, kerja dan kelakuan mayoritas LSM saat ini adalah bagaimana memposisikan diri sebagai pihak yang berseberangan lalu menghantam, tak peduli apakah argumennya benar, tak peduli apakah dana yang didapat justru dari orang yang ada diseberangnya.  

Pernahkah kita melihat anatomi LSM secara komprehensif, bagaimana dan darimana sumber dananya. Pernahkan kita melihat laporan keuangan tahunan LSM. Pernahkah kita melihat siapa-siapa donaturnya. Tak akan kita dapatkan itu. Esensi keseharian LSM bisa dilihat dari rupa wajahnya berlagak seperti malaikat dan dewa penolong tetapi jati dirinya dan jati hatinya tak lebih dari predator yang bermerk maju tak gentar membela yang bayar.

Soal Tank Leopard misalnya, menjadi sebuah ketololan struktural yang ditonjolkan manakala suara-suara LSM yang dicorongkan melalui media dan anggota Komisi I, dengan argumen bernada ultimatum bahwa tank Leopard tak cocok dengan kontur bumi dan kebutuhan TNI AD.  Bagaimana bisa orang yang bukan ahlinya, yang bukan user lalu mengatakan bahwa MBT itu tak cocok pada habitat Indonesia, lalu memaksakan kehendak dengan membawa dan mengatasanamakan rakyat dan nama wakil rakyat.

Menjual opini melalui lembaga swadaya masyarakat dan atau anggota parlemen dalam bingkai demokrasi saat ini menjadi sebuah komoditi yang diperdagangkan demi untuk cairnya sebuah rekening bayaran yang berasal dari sumber yang menginginkan jualannya laku.  Contoh lugasnya adalah bagaimana mungkin sebuah LSM yang ngurusi wilayah kepolisian lantas tiba-tiba menyeberang ke teritori yang bukan urusannya lalu mengibarkan genderang pernyataan, tolak Leopard, usut Sukhoi, jangan ambil Ragam Class. Lalu dengan mudahnya media mengutip tanpa pernah mengaudit kewajaran teriakan pemilik genderang.

Kita telah terjebak dalam sebuah penggiringan pembenaran tanpa perlu mengklarifikasinya. Penyebaran opini mengatasnamakan kebenaran dan menjual dagangannya ke rakyat agar rakyat terhasut lalu ikut membenci.  Jualan inilah yang diecer keliling sebelum debat hangat pekan depan.  Meminjam bunyi sebuah iklan, orang pintar minum tolak angin, orang bodoh minum minyak angin.  Pesannya adalah jangan lagi kita terkesima dengan pernyataan LSM atau anggota DPR yang berwajah laksana malaikat sejatinya berhati ifrit dengan menjual opini ke khalayak dan mengatasanamakan khalayak pula.  Merasa paling benar dan merasa paling berjasa dalam membenamkan lawannya.  

Mestinya setelah perdebatan selesai dan kepada mereka yang menuduh itu perlu dilakukan klarifikasi.  Misalnya dapat data dari mana, perlu melakukan konperensi pers untuk menetralisir keadaan di ruang publik, siapa yang memberi dana untuk mengatahui siapa di belakang mereka, mengapa melontarkan tanpa mengkalirifikasi lebih dulu.  Dan sejumlah pertanyaan ini mestinya mampu di jawab oleh pihak seberang dengan rela hati dan jujur. Tetapi jawaban khasnya selalu, itu adalah rahasia dapur, urusan rumah tangga, sebagai tameng menutupi aura busuknya.

Kita tetap meyakini bahwa Kemhan berada pada jalur yang wajar.  Kita tidak hendak mengatakan Kemhan berada dalam jalur yang benar.  Ini mengacu pada internal control, standar akuntasi keuangan terutama kriteria laporan keuangan after audit dengan sebutan wajar tanpa pengecualian atau wajar dengan pengecualian.   Untuk diketahui Kemhan saat ini sedang dalam proses audit tahun buku 2011 oleh BPK untuk menilai kriteria itu. 

Oleh sebab itu mari berpikir dan bersikap jernih dalam meletakkan nilai kewajaran  setiap proses dan prosedur.  Bukankah setiap perbedaan pandang dan asumsi dapat dilakukan di ruang rapat Komisi I DPR melalui sidang terbuka yang dapat disaksikan khalayak.  Masih ingat kasus Tanjung Datu yang dihebohkan media lewat hasutan seorang anggota DPR, tapi ternyata secara de facto dan de jure tak ada yang berubah, sementara rakyat sudah terhasut, tersulut.  Bukankah ini yang disebut menjual fitnah ?
******
Jagvane 25 Maret 2012

21 comments:

harno bebek said...

asslkum.bung marsekal 81..ane juga dah nek membaca omongan anggota K1 & LSM2 yg terhormat itu,ane biar rakyat kecil ngk iklas klau TNI kita setiap mau bei alutsita selalu mbulet,banyak protes tetek bengek...hayusnya klau TNI mau kuat kita dukung,bukan malah di kroyok!!...maju terus TNIku...

Anonymous said...

LSM-LSM itu kumpulan orang-orang yang tidak tahu malu. Berani masuk ranah TNI dan berani mengumandangkan perang terhadap menteri Pertahanan yang kinerjanya sudah baik. Harus ada ketegasan terhadap LSM-LSM yang sudah mulai mengganggu kinerja TNI. Bukan tentara tapi berani bicara tentang alutsista. Belum belajar fisika tapi udah berani bilang tank Leopard tidak cocok di Indonesia. LSM-LSM yang berani mengusik TNI adalah sekumpulan orang yang menampakan kebodohan mereka sendiri.

Anonymous said...

Setuju bung jagvane! Jika seandainya dalam audit tidak ditemukan kejanggalan, apa mau LSM meminta maaf atas kelakuanya? Memang parah kalau LSM mencari Uang, DPR jual tampang, dan Media mirip herder yang berfihak pada siapa yang punya tulang.

wong deso said...

saya sangat setuju dengan komentar di atas LSM itu bukan jurusan. kenapa ikut ikutan. kalao memang ada bukti ya buktikan jangan omong doang.
TNI-KEMENHAN yang lebih tau.
maju terus pak menhan suruh buktikan itu lsm kalao memang ada perlihatkan buktinya bila tidak ada tuntuk balek aja tu lsm biar nyahok.

Iwan said...

Kalau menurut saya LSM atau anggota DPR yg bersuara minor adalah
1. orang yg sebenarnya merupakan kepanjangan tangan produsen yg ingin menjual produknya (pemburu rente)
2. kepanjangan tangan negara-negara yg tidak menginginkan Indonesia kuat terutama angkatan bersenjatanya, mereka mendapt dana dari negara asing langsung atau NGO asing yg sumber dananya negara ybs

Menurut saya orang-orang seperti ini pantas di Munirkan

Anonymous said...

Baik juga lsm-lsm itu di selidiki,siapa dibelakang mereka.kemungkinan besar mereka adalah agen amerika atau negara anggota FDA(inggris,aussie,singapore,malingsial,selandia baru) yg pernah merasakan gigitan alutsista TNI thn 60an,

Anonymous said...

Indonesia harus kuat,tidak usah diurusi komentar2 tersebut,jalan terus,selama tidak menyimpang dari tujuan dasar UUD'45,Pancasila,dan Pembukaan UUD'45,yang sekarang sudah luntur karena dilemahkan secara sistematis. Apapun agenda kelompok-kelompok di Indonesia,yang berseberangan dengan tiga hal diatas harus ditabrak. Bisa jadi mereka adalah agen-agen asing yang selalu melemahkan kekuatan negara. Koruptor juga termasuk komponen bangsa yang ikut andil melemahkan bangsa dan negara secara sistematis. Boro-boro menyumbangkan nyawa mereka untuk kejayaan bangsa dan negara,nyumbang mikir yang baik dan benar saja tak mampu. Ingat yang menyimpang dari Pancasila secara umum perlu diwaspadai.

Anonymous said...

LSM menurut saya adalah kepanjangan dari Lembaga Swadaya Maling karena kontribusi mereka untuk lingkungan saja tidak ada kebanyakan mereka adalah omong doang apalagi omongannya tidak benar 1000 % benar

guntur said...

cobalah kalian sebagai wartawan online mencari tau tentang LSM dan Anggota DPR kita secara detail. dari kapan dia kencing sampai kapan dia tidur dan buka semua kebobrokan anggota dewan dan lsm itu di depan publik. jangan2 mereka adalah mata2 asing atau yang lebih parah mereka adalah bagian atau di bayar pemerintahan malingsial agar mereka terusmenerus untuk menggagalkan pembaruaan alustista indonesia agar tentara kita menjadi terbelakang

guntur said...

Seandainya Subsidi Energi yg 225,4 T buat TNI tentu TNI kita akan menjadi tentara yang disegani seperti jaman era SOEKARNO

Anonymous said...

Mari kita dukung TNI demi keutuhan NKRI.
untk LSM jangan masuk ranah militer,itu bukan alam Loe...
Loe hanya penghambat kemajuan kekuatan militer Indonesia dg brkedok memihak rakyat.

JAYA TERUS TNI KU.
jangan hiraukan ocehan2 yg menghambat kemajuan TNI.

HIDUP TNI.

Anonymous said...

"Jgn pernah lupakan sejarah"..ane setuju kalo militer kita kuat kayak zamannya soekarno hingga tni kita di segani gak kayak kini RI di lecehkan oleh tetangga sebelah hingga negara PNG udah berani menggertak jakarta.Pak teruskan modernisasi tni msh ramai rakyat yg mendukung gebrakan bpk

Anonymous said...

tni harus kuat kemana para lsm ketika patok2 perbatasan kita digeser wilayahn kedaulatan kita dilecehkan satu kata "maju terus tni ku " kami rakyat ada di belakangmu jaya indonesiaku !!!!!!!!!!!

imamblogger said...

Bangsa ini sangatlah kaya dengan SDA dan Juga SDM, namun belum dapat memanfaatkannya dengan baik. Para oknum justru sibuk memperkaya diri dengan penggelembungan harga seperti penggelembungan Sukhoi. Seharusnya kita usah membeli pesawat dari luar, namun dengan SDA dan SDM yang kita miliki dapat membuat produk sendiri.
http://teknologisederhana.com

Anonymous said...

nah saudara2 baru sadarkan bahwa LSM itu antek asing dan bayaran para oposisi pemerintah (pdi-p, nsdem dll), kita hancurkan aja lsm, contohnya ada 90 LSM yg menolak kehadiran helikopter cobra untuk TNI anehkan, penolakan leopard,kapal tni-al, yg aneh lagi anggota DPR dgn pernyataan mereka begitu bodoh, saat ini para mala*sia, sin*apore, au*trali n lain2 mereka takut apabila TNI kuat, mereka tetangga yang hatinya penuh kebusukan
entah apa yang ada dihati dan pikiran mereka begitu paranoidnya dengan indonesia

Anonymous said...

gak usah bohongi diri sendiri gan, indonesia masih mundur. kita akan kalah

Anonymous said...

kalah sebelum berperang kamsupay banget......

Anonymous said...

Dasar goblok, baca tu reply, para antek asing takut TNI kuat bukan berarti perang, dasar goblok sebutkan indonesia mundur dalam pertahanan, saya lihat sudah banyak kemajuan, ternyata anda adalah termasuk orang indonesia yg tiap harinya penuh dengan pesimis dan sedih hati, kasian deh loe kemakan berita TVOne dan MetroTv. Masih ada aja orang seperti anda yang hidup diindonesia pergi kelaut aja sambil minum air biar mampus, orang seperti anda cuma sampah yng ikut ngebanyakin penduduk indonesia, yg tak punya rasa nasionalisme, anda bermimpi pun sangat susah
Kasian kasian

Anonymous said...

Yoi,,, bro,,, di Indonesia sdh bnyk orang yg tak punya semangat hidup, untuk bermimpi aja mereka sangat sulit, mereka bermimpi bahwa TNI akan kuat, indonesia nantinya akan makmur dan nantinya indonesia mempunyai pemimpin yang sangat baik,,, dengan mimpi seperti aja sangat susah, emang betul bro orang kya itu pergi kelaut aja sambil minum air biar mampus

hairus slamet said...

Sebenar secara meliter indonesia nya sudah kuat sobat, biarlah lsm bentukan asing triak 2 ,tni sebagai benteng nkri sudah mendahuluai lsm,by: central intellegen ageny,aircraff tni au beserta alat angkut (510)heli(178)jadi bisa di hitung dan nex top ten nex militery power lima tahun dari sekarang, sumber:c a i,99% tepat

ivan said...

urang minang yo pak?
talunjuak luruih kalingkiang bakaik.. mangguntiang dalam lipatan :D
maju terus indonesia :iloveindonesia